Puding

Yi Feng yang sedang bersantai di halaman belakang kediamannya mulai merasa bosan, sejak tadi ia terus membaca buku tentang dunia yang sedang ia tempati saat ini.

"Huhh.... Ini membosankan," Ia menghela nafasnya berkali-kali.

"aku ingin sesuatu yang manis dan lembut...." Sambungnya lagi.

"Aku ingin puding...." Pekik Yi Feng sambil meletakkan bukunya dengan kasar diatas tanah, ia membaringkan tubuhnya diatas rumput dibawah pohon yang entah pohon apa itu, ia bahkan tak tahu.

"Puding? Apa itu?" Suara bariton seorang pria mengalihkan perhatian Yi Feng.

Yi Feng mengalihkan pandangannya pada lelaki tua yang sedang berdiri dibagian atas kepalanya.

"Ehhh... Kakek?" Segera saja ia bangun dari tidurnya yang malas itu.

"Hormat kepada Kakek Kaisar." Segera saja ia memberikan hormat pada lelaki tua itu.

"Salam mu ku terima.

Tadi kau mengatakan puding, apa itu?" Ulangnya lagi.

"I-itu, anu...

Makanan yang manis dan sangat lembut saat dimakan." Balas Yi Feng gugup.

"Makanan dari negara mana itu? Aku belum pernah mendengarnya." Ujar Kaisar terdahulu.

"Emmh.. dari..

Bagaimana jika aku membuatkan nya untuk kakek saja." Usul Yi Feng.

"Kau bisa membuatnya?" Balas Kaisar terdahulu dengan ragu, matanya menatap pada pelayan setia Pangeran Yi Feng.

"Aku bisa, hanya saja memerlukan bahan-bahannya, mungkin bisa menemukannya di dapur kerajaan." Ujar Yi Feng ragu.

"Jika kau bisa membuatkan aku makanan puding itu, aku akan memberikan mu hadiah." Tawar Kaisar terdahulu.

"Hadiah? Baiklah.

Tepati janjimu itu kakek." Pemuda itu begitu semangat, ia tak tahu apa yang akan diberikan oleh lelaki tua itu tapi yang pasti barang langka yang berkualitas juga. Ia tahu, seorang Kaisar pastinya akan memberikan sesuatu yang mempunyai nilai tinggi pada seseorang terlebih ia yang mengatakannya sendiri.

"Mau kemana kau?" Tanya Kaisar terdahulu karena Yi Feng beranjak dari tempatnya dan bukan nya membiarkan pelayan nya yang mengambilnya.

"Dapur kerajaan, katanya kakek mau makan puding bukan? Aku membuatnya disana." Balas Yi Feng santai, padahal orang yang dihadapinya saat ini adalah seorang mantan kaisar dari negara besar ini.

Kaisar terdahulu yang merasa ditinggalkan menyusul pemuda itu, bagaimana bisa seorang pangeran masuk kedalam dapur kerajaan?

Ini tak masuk akal.

"Sifatnya terlalu santai seperti neneknya, dan keras kepala seperti ayahnya. Lalu dari mana ia bisa mendapatkan tatapan dingin milik Mei'er?" Gumam lelaki tua itu.

Yi Feng yang sedang berjalan keluar dari kediaman berpapasan dengan seorang gadis kecil yang diikuti oleh pelayan dan beberapa datang.

Gadis kecil itu memberikan hormat kepada Yi Feng.

"Salam kepada kakak pangeran Yi Feng." Ujarnya dengan sangat formal diikuti oleh pelayan dan dayang-dayang dibelakangnya.

"Salam mu ku terima. Mau kemana kau Putri-?" Yi Feng tak tahu nama gadis itu, yang ia tahu gadis kecil ini adalah adik perempuannya dari selir ayahnya.

"Li Fei. Xian Li Fei." Sambung gadis kecil itu.

"Ahh... Benar, Li Fei.

Maaf, aku tak tahu namamu." Ujar Yi Feng.

"Tak apa, Yang Mulia." Balas gadis kecil itu.

"Jadi, mau kemana kau?" Lanjut Yi Feng.

"Aku akan pergi ke kediaman kakak pangeran, namun kita malah berjumpa disini." Balas Li Fei.

"Sayangnya aku akan pergi ke dapur kerajaan, ada yang ingin kulakukan disana."

"Ehh? Dapur kerajaan?"

"Kau benar, aku akan membuatkan puding untuk kakek Kaisar. Kau mau ikut?" Tawar Yi Feng.

"Maaf, Yang Mulia. Hamba memotong percakapan anda, tapi. Seorang putri tak pantas masuk kedalam Dapur kerajaan yang kotor." Ujar pelayan Li Fei.

Yi Feng mengangkat bahunya tak peduli, "Ya sudah. Aku pergi dulu, bye.." Yi Feng melanjutkan langkahnya namun gadis kecil itu malah mengikutinya dari belakang.

"Kakak Pangeran, apakah aku boleh mengikuti mu? Sepertinya aku tertarik dengan yang kau lakukan." Pintanya.

"Boleh." Sambung suara bariton yang membuat semua orang menundukkan kepala mereka dan memberikan hormat.

"Salam kepada Yang Mulia Kaisar terdahulu."

"Hmmt..." Balas lelaki tua itu.

"Aku mendengar dari pelayanmu, jika kau membuatkan makanan di dapur kerajaan untuk Kakak mu, Putra Mahkota."

"Em, hanya bubur saja, bukan masalah.

Mengapa jadi canggung begini?

Ayo ke dapur kerajaan." Yi Feng melangkah terlebih dahulu karena merasakan kecanggungan yang melandanya, bukankah tadi tidak?

"Ini pasti gara-gara pelayannya yang memberitahu kakek tua itu". Umpat Yi Feng sepanjang jalan.

_____

Yi Feng mengalihkan pandangan nya pada beberapa orang yang saat ini menatapnya dengan heran.

Dan... Mengapa Kaisar juga berada disini?

Mereka bahkan baru saja tiba di dapur kerajaan, namun sang Kaisar terhormat itu juga menyusul mereka.

Bukankah hanya dia, Putri Li Fei dan Sang Kaisar terdahulu?

Mengapa sekarang malah bertambah banyak?

Para koki istana juga mengintip dari luar sana, tak ada yang berani masuk karena perintah dari Kakek Kaisar nya.

"Yu Chen, mengapa kaisar bisa berada disini?" Bisik Yi Feng pada pelayan setianya.

"Rumor Sanga cepat tersebar, Yang Mulia.

Kaisar datang karena ia mendengar anda pergi ke dapur kerajaan dan akan membuatkan makanan untuk Kaisar terdahulu." Jelas pelayannya, Yi Feng mengangguk paham.

Jadi benar, apa yang ia tonton di drama itu memang benar. Kabar akan sangat cepat tersebar di istana.

"Yu Chen, aku butuh gula pasir, telur, susu, air panas dan juga air dingin." Ujar Yi Feng dengan suara yang sedikit keras karena memberi perintah.

"Baik, Yang Mulia. Saya akan persiapkan semuanya." Balas Yu Chen. Segera saja pria itu mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh tuannya, dibantu oleh kepala Koki.

"Kupikir, bukankah seorang pangeran tak pantas masuk kedalam Dapur kerajaan untuk memasak. Mengapa kau mau memasak sendiri pangeran Yi Feng?" Tanya Kaisar Xian.

"Itu untuk hadiah. Aku harus membuat puding agar bisa mendapatkan hadiah dari kakek, bukan begitu Kakek Kaisar?" Ujar Yi Feng menatap pada Kaisar terdahulu tanpa rasa takut.

"Itu benar, aku menjanjikan hadiah jika dia bisa membuat makanan puding itu." Ujar lelaki tua itu pada anaknya.

Yu Chen meletakkan semua bahan yang diminta oleh tuannya diatas meja.

"Sudah semuanya, Yang Mulia."

"Bagus," tatapan tertuju pada Li Fei yang terus menatapnya.

"Kau mau memasak bersamaku, adik kecil?" Tawar Yi Feng.

"Maaf, Yang Mulia. Tap-"

"Apakah aku bicara padamu? Aku bicara pada adikku!" Potong Yi Feng dengan tatapan membunuh pada pelayan Li Fei.

"Maafkan Hamba, Yang Mulia. Hamba tak berani bicara lagi." Ujar wanita itu sambil bersujud.

Tatapan Yi Feng kembali tertuju pada gadis kecil itu.

"Memasak itu hal yang menyenangkan dan kau bisa bersenang-senang dengan memasak.

Kelak jika kau menikah nanti, kau bisa membuatkan sesuatu untuk suami mu, dengan tangan mu sendiri tanpa bantuan dari pelayanmu, Putri Li Fei." Ujar Yi Feng.

"I-iya...

Aku mau, Kakak Pangeran." Ujar gadis kecil itu dengan sedikit ketakutan, tatapan dingin milik pangeran itu membuat nya merasa terintimidasi meskipun tak melihat wajahnya yang ditutupi oleh topeng itu.

"Kemarilah dan suruh pelayanmu untuk bangun dari sujud nya." Perintah Yi Feng.

Gadis kecil itu menyuruh pelayan nya untuk bangun dari sujud nya, ia mendekati Yi Feng lalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh pemuda itu.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Nurul Fatimah

Nurul Fatimah

suka

2024-12-18

0

Yoni Asih

Yoni Asih

kerenn

2024-10-02

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kereeennnn

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!