Yi Fang dan Yi Feng kini berada di paviliun yang berada di tengah-tengah danau, menikmati waktu senggang yang ada.
Di depan mereka terdapat bahan makanan mentah yang berada di atas meja bundar berukuran sedang. Ada bara api yang sudah menyala, dan diatasnya terdapat wajan untuk menggoreng dengan ukuran sedang.
Alasan mengapa semua itu berada disana adalah karena Yi Feng. Tentu saja pemuda tampan itu yang menyuruh pelayanannya untuk menyiapkan semua ini.
Sebenarnya, beberapa waktu kedua kakak beradik itu berdebat karena rasa makanan yang tak sesuai dengan lidah sang adik. Sementara sang kakak justru menyukai makanan yang sudah di sediakan oleh koki istana.
Yi Fang menyerah, ia memilih mengalah dari pada terus berdebat dengan adik kembarnya.
Tentu saja Yi Feng merasa senang, karena memang makanan yang masuk kedalam mulutnya terasa kurang cocok.
Dan inilah yang terjadi, Yi Feng menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan semua yang ia butuhkan.
Ada dua mangkuk nasi yang menggunung, lima butir telur, daging ayam tanpa tulang, dan bumbu dapur yang Yi Feng Ambi dari dalam ruang dimensi.
"Jadi, apa yang ingin kau masak?" tentu saja Yi Fang meragukan Adiknya, namun tak dapat melakukan apapun selain membiarkan nya melakukan apa yang ia mau saat ini.
"Nasi goreng, sangat simpel, cepat dan enak," balas Yi Feng santai.
Yi Fang mengangguk, ia memperhatikan apa saja yang di lakukan oleh adiknya itu.
Yi Feng mulai memotong daging ayam yang sudah disediakan menjadi bagian yang lebih kecil, lalu menggorengnya dengan sedikit minyak. Membiarkan daging ayam matang, ia mengiris tipis bawang menjadi lebih halus. Melihat gading yang mulai matang, Yi Feng memasukkan bawang kedalamnya, lalu ditambah tiga butir telur, tak lupa dua mangkuk nasi. Mencampur semuanya dengan rata didalam wajan, ia menambahkan sedikit garam dan bumbu instan nasi goreng yang tersedia didalam ruang dimensi.
Harum masakan tak bisa ditolak oleh semua orang yang berada disana, semua menatap kearah kedua pangeran yang sedang bersama.
Yi Fang menatap tak sabaran pada wajan yang masih berada diatas bara api tersebut, harum makanan yang tercium membuatnya harus bersabar.
Tentu saja semua itu tak lepas dari pandangan Yi Feng, ia terkekeh geli saat melihat sang Putra Mahkota seperti anak kecil yang tak sabaran.
"Ada apa, Kakak?" tanya Yi Feng.
"Ouhh... cepatlah, aku sudah sangat lapar." ujar Yi Fang tak sabaran, ia meneguk ludah nya dengan mata tak tak lepas dari nasi goreng.
"Hahahaha....
Bersabarlah, ini hampir selesai." balas Yi Feng, merasa pas, ia menyajikan nasi goreng diatas piring untuk mereka berdua, namun masih ia sisahkan untuk Yu Chen di piring yang berbeda.
Yi Fang mengulurkan tangannya untuk mengambil bagiannya, namun dengan cepat tangannya ditepis oleh Yi Feng.
"Kau sungguh tak sabaran, Kak. Ini belum selesai," protesnya.
"Belum selesai?... memangnya apa lagi?... Aku sudah sangat lapar," ujar Yi Fang menatap Adiknya.
"Sebentar, berikan aku lima menit lagi," balas Yi Feng. Ia ingin membuat telur mata sapi sebagai pelengkap lagi dari nasi gorengnya.
Memanaskan sedikit minyak didalam wajan, ia mengambil satu butir telur lalu memecahkan dan menuangkan diatas wajan, begitu juga dengan satu butir telur lainnya.
Melihat telur yang sangat sesuai dengan keinginannya tak lupa ditambahkan sedikit garam dan merica bubuk, lalu ia menambahkan sedikit air lalu menutup wajah dengan penutup yang dibuat dari kayu.
Tak berselang lama, ia menambahkan telur tersebut diatas nasi goreng. Terlihat sangat sempurna.
"Selesai.." tangannya ditepuk, lalu menyodorkan piring nasi goreng bagian Yi Fang pada pemuda itu.
"Silahkan dinikmati, Kakak." sambungnya lagi.
Yi Fang melihat tampilan nasi goreng yang menggugah selera, namun ragu dengan rasanya
Mengambil sendok yang sudah disediakan oleh adiknya, ia mulai memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya.
Suapan pertama membuat matanya terbelalak, sangat enak. Suapan kedua lebih nikmat, ia melahap nasi gorengnya dengan sedikit rakus.
Yi Feng terkekeh melihat sang kakak yang menikmati masakannya tersebut, ia juga menikmati sarapannya.
Suapan yang masuk kedalam mulutnya mengingatkan Yi Feng pada Noona dan kakak iparnya. Hampir setiap pagi, ia akan makan nasi goreng sebelum pergi ke Sekolah ataupun pergi ke lokasi syuting.
Nasi goreng masuk kedalam daftar makanan kesukaannya, banyak makanan Nusantara yang masuk kedalam daftar tersebut.
Entah bagaimana kabar kakaknya disana, ia merindukan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Yi Feng sangat merindukan kakaknya Axia dan juga Levi yg sabar ya😔
2022-06-12
0
guest1052940504
lanjuttty
2021-06-18
2
Nenty
ko ga pernah up lagi ci thor,,, di tunggu loh karyanya
2021-06-13
1