Tak ada yang pas dengan lidah Yi Feng, semua menu yang disediakan tak cocok dengan keinginannya. Hanya olahan ikan saja yang dihabiskan oleh pemuda tampan itu.
Selesai makan, Yi Feng dan Yu Chen pergi dari restoran tersebut setelah selesai membayar. Mereka berkeliling disekitar pasar hingga larut malam, dan Yi Feng tak pernah sedikitpun berhenti membeli beberapa jajanan yang terlihat enak baginya. Salah satunya adalah tanghulu, tentu saja karena jajanan ini sangat disukai anak-anak di Zaman modern juga.
"Ayo pulang, aku sudah lelah." ajak Yi Feng, tentu saja pelayannya itu dengan segera menuruti keinginan sang pangeran. Mereka menunggangi kuda dan kembali ke istana, kediaman Bulan sang pangeran.
Setelah tiba, Yi Feng mengganti pakaiannya dengan lebih santai.
Sedangkan Yu Chen sendiri telah beristirahat di rumah para pelayan, jangan lupa jika mereka tak bisa berada disatu atap dengan sang majikan dimalam hari.
para pelayan memiliki tempat istirahat mereka masing-masing
...........
Pagi kembali menyapa, diluar sana langit sudah terang. Sang mentari juga telah menampakkan dirinya, namun tidak dengan pemuda tampan yang masih terlelap.
Yi Feng masih memeluk guling, dengan selimut yang tersingkap. Wajah polosnya membuat siapapun yang melihat akan terpana, wajah tampan dan cantik yang berada pada orang yang sama. Atau bisa dibilang, pria cantik yang sangat mempesona.
Diluar sana, seorang pemuda tampan sedang berjalan mendekati kediaman tersebut, dengan pengawal pribadinya yang selalu saja terus membuntutinya.
Beberapa pelayan yang melihat kedatangan prianitu segera memberikan salam hormat,
"Salam Yang Mulia, semoga langit terus memberkati." ujar mereka secara bersamaan.
"Bangunlah," ujar Yi Fang. Semua yang berada disana segera kembali berdiri tegak, namun kepala mereka terus menunduk.
"Dimana Feng'er?" tanya Yi Fang yang tak melihat Adiknya itu.
"Menjawab, Yang Mulia. Pangeran Yi Feng belum bangun sedari tadi," balas Yu Chen yang juga berada disana.
"Belum bangun?" ulang Yi Fang, ia segera memasuki kediaman itu dan berjalan kearah kamar sang adik.
"Bagaimana bisa, dia belum bangun padahal sudah pagi? Apa dia akan melewatkan sarapan nya?" ujar Yi Fang sambil terus melangkah.
"Menjawab, Yang Mulia. Semalam, pangeran dan hamba pergi ke pasar malam hingga larut. Itulah mengapa Pangeran Yi Feng belum bangun karena kelelahan," jawab Yu Chen.
Langkah kaki Yi Fang terhenti, ia memutar tubuhnya dan menatap Yu Chen yang berada dibelakangnya.
"Pasar malam? apa yang dia lakukan disana?" tanyanya.
"Pangeran berkeliling dan mencoba beberapa jenis makanan dan jajanan, namun tak banyak yang disukai oleh Pangeran." balas Yu Chen.
"Apa dia tak melakukan sesuatu selain itu?" tentu saja Yi Fang terheran, bagaimana bisa Adiknya berinisiatif untuk keluar dari sangkar emas nya dengan sendiri?
"Pangeran mengomentari makanan yang disediakan di restoran Wu Xianjing. Katanya, makanan disana tak ada yang enak, pangeran hanya menghabiskan nasi dan olahan ikan yang tersedia disana," ujar Yu Chen
Semua yang mendengar hal itu tentu saja terkejut, pasalnya Restoran itu adalah salah satu restoran terbaik di ibukota kekaisaran. Pemiliknya adalah pensiunan koki istana.
"Bagaimana bisa? Itu adalah restoran kesukaanku. makanan disana sangatlah enak."
"Aku menyukai makanan di sana."
"Aku setuju, disana adalah surga nya makanan enak."
Banyak komentar yang keluar dari mulut pengawal dan pelayan disana, namun mereka terdiam saat tatapan tajam dari Yi Fang tertuju pada mereka.
Bahkan hanya dengan tatapan saja, mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.
Malah Yi Fang merasa, itu bagus. Karena Adiknya mau keluar dan tak mengurung diri terus-menerus, ingin rasanya ia merayakan hal ini.
Pintu didorong, Yi Fang memasuki kamar adiknya dan melihat pemuda tampan yang baru saja bangun dari tidur tampannya.
Yi Feng yang merasa jika didalam kamarnya ada seseorang segera mengalihkan pandangan dan melihat siapa itu.
Ahh.. ternyata sang kakak yang sedang menatapnya.
Pemuda itu mengenakan pakaian berwarna hitam, dan menatapnya saat ini.
"Sudah bangun?" ujar Yi Fang.
Yi Feng mengangguk polos, "Kakak disini?"
Yi Fang melihat wajah Adiknya yang bisa menghipnotis seseorang itu. Aiss... mengapa wajah Adiknya sangat cantik?
"Ya, aku mau mengundang mu untuk sarapan bersama." balas Yi Fang.
"Baiklah... Aku bersihkan tubuhku dulu." ucap Yi Feng dan memasuki bilik mandinya.
Adiknya telah menghilang dibalik tirai, Yi Fang memperhatikan kasur yang digunakan oleh adiknya untuk tiduran.
Saat duduk disana, terasa sangat empuk. Ia coba membaringkan tubuhnya, dan yang ia rasakan adalah kenyamanan.
Kasur Adiknya sangatlah empuk, berbeda dengan miliknya yang sedikit keras.
Tentu saja berbeda, pangeran yang sekarang adalah Azka, dari Zaman modern. Hidup dalam kemewahan, popularitas tinggi, dan pengaruh yang sangat mendukung.
Tidur dan makan sangatlah enak dan nyaman, bagaimana bisa ia tidur di kasur yang tipis dan keras?
Tentunya sebagai Azka, ia mengeluarkan kasur dari dalam ruang dimensi lalu mengganti nya agar ia tidur dengan nyaman. Bantal nya juga empuk, selimut hangat, dan guling yang ia peluk ketika tidur
Ketika asik rebahan, ia dikagetkan dengan suara Yi Feng yang ternyata sudah selesai mandi.
Bahkan, dari jarak yang sedikit jauh itu ia bisa mencium aroma menyegarkan keluar dari tubuh adiknya.
Pemuda dengan kulit putih bersih dan bersinar itu adalah kembarannya.
"Kenakan topeng mu. Kau bisa membuat banyak binatang buas tak bisa menahan diri," ujar Yi Fang pada adiknya.
Yi Feng menurut, ia mengenakan topengnya dan menyusul sang kakak yang telah lebih dulu keluar dari kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Nor Azlin
walau pun kembar tapi Yi feng lebih tampan mengalahkan kakak kembarnya deh ...kerana dia mempunyai rupa cantik yang seakan perempuan cantik alami tapi tampan tetap lelaki begitu lah gambaran nya ...walau pun kembar berwajah sama tetap tampan lagi adik nya kerana muka nya serupa muka perempuan halus kulitnya lebih halus lagi kulit si Yi feng dari kakak nya ..oleh kerana itu kakak nya menyuruh adik nya memakai topeng ...kerana ke tempahan nya mengalah kan wanita yang sedia ada begitu juga dengan para pria lain nya ...semoga misi nya Azka cepat di jalani deh agar bisa membantu kakak nya menghukum orang2 yang berhati jahat pada kerajan ke kaisaran...lanjutkan thor
2024-06-26
0
Shinta Dewiana
ha..ha..ha...
2024-06-23
0
Buke Chika
paham deh knp si Yi feng pakai topeng g mungkin putra mahkota ada 2 dalam 1kerajaan
2024-05-31
0