"Yang Mulia, ini..." Ucapan tabib tercekat, ia tak dapat mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.
"Anak malang, siapa yang melakukan hal kejam ini padanya?" sambung Yi Fang lagi.
"Panggilkan kepala Tabib kemari, CEPAT!"
Yu Chen dengan segera berlari keluar dan menyuruh salah satu kesatria memanggilkan kepala Tabib kesana.
Dengan secepatnya kesatria itu berlari dan memanggil kepala Tabib.
Sementara didalam kamar itu, suasananya sangatlah tertekan. Kedua bersaudara itu mengeluarkan aura yang membuat seseorang akan terduduk.
Tabib yang didalam sana sangatlah tak berdaya, ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, tubuhnya sampai gemetaran karena aura ini.
"Ya-yang Mulia-" ucapannya tak bisa dilanjutkan, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan berharap kedua pangeran itu kembali menarik aura mereka.
Yi Feng yang menyadari sesuatu segera menarik kembali aura mematikan miliknya, "Kembali periksa dia. Jangan ada satu kesalahan pun!" perintahnya.
Tak bisa membantah, ia kembali menyentuh pergelangan tangan anak itu, "Yang Mulia. Selain luka luar, ia juga menderita luka dalam. Dan lagi, tubuhnya juga keracunan."
"B4ngsat! dasar baj!ngan!" teriak Yi Feng.
Mendengar keadaan ya g sangat darurat, kepala Tabib serta beberapa bawahannya dengan cepat tiba di sana.
"Salam kepada Yang Mulia Putra mahkota dan kepada Yang Mulia pangeran kedua." ucap mereka serentak.
"Ya, cepat tangani dia." ucap kedua bersaudara dengan bersamaan.
"Baik, Yang Mulia."
Para tabib itu mengerubungi anak itu, Yi Feng dan Yi Fang harus mundur beberapa langkah, namun tidak keluar dari sana.
Tabib tadi menjelaskan apa yang sudah ia katakan pada Yi Feng, ia mengatakan hal yang sama juga. Terlihat kepala Tabib kembali menyentuh pergelangan tangan anak itu, kemudian mengeluarkan jarum akupunktur lalu menancapkan disekitar dada anak itu. Ia juga menusuk jemari kecil itu dengan jarum yang lainnya, mengeluarkan sedikit darah dari jari-jari kecilnya.
Tubuh anak itu memang sudah tak lagi mengenakan pakaian, hanya kain tipis yang digunakan untuk menutupi area terlarang saja. Bagaimana juga, dia masihlah anak kecil yang tak tahu apa-apa.
Namun salah satu tabib malah tak sengaja membuat kesalahan, saat dia akan kembali menempatkan jarum akupuntur di dada anak itu, membuat badannya tiba-tiba mengalami kejang-kejang. Membuat mereka semua panik.
"Kepala, Anak ini mengalami demam tinggi,"
"Detak jantungnya tiba-tiba tak teratur."
Kepala Tabib segera mengambil tindakan.
Yi Feng juga ikut panik saat melihat anak itu tiba-tiba saja kejang-kejang, wajah anak itu semakin pucat. Ia segera mendekat, mengambil termometer dari kotak obat. "Minggir!"
Semua menatap padanya, bertanya-tanya mengapa sang pangeran menyuruh mereka minggir.
Yi Feng menjepitkan termometer pada mulut anak itu, melihat angka-angka yang berubah dan berhenti tepat di angka 41,5°c.
"Ya Tuhan..." kepanikan melanda nya, sementara semua orang masih menatapnya dengan bingung.
Yi Feng bergerak cepat mencelupkan handuk pada air, memerasnya lalu menempelkan pada kening anak itu.
Tanpa mempedulikan mereka, Yi Feng meminta Louis untuk keluar.
'Kak Louis, tolong bantu aku. Selamatkan anak ini,' panggil Yi Feng.
Louis yang sedari tadi terus memperhatikan apa yang terjadi di dunia luar dengan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tradisional di zaman ini.
Tiba-tiba Louis muncul di dalam kamar Yi Feng, mengejutkan pemuda itu. Namun tidak dengan yang lainnya, karena seseorang yang tiba-tiba muncul dan hilang sudah sangatlah terbiasa. Yang membuat mereka mengurutkan kening adalah, siapa pria ini?
"Siapa kau?!" tanya Yu Chen dengan suara lantangnya, ia juga menahan Louis agar tak mendekati Tuannya
"Jangan menahannya, Yu Chen. Aku sangat mengenalnya," ucap Yi Feng.
"Kak Louis-"
"Aku tahu, jangan panik." balas Louis, ia mendekat kearah ranjang, menggelengkan kepalanya saat melihat kondisi anak itu yang sangatlah memperihatinkan.
"Benar-benar anak yang malang," gumam Louis.
para Tabib masih berada di posisinya masing-masing, menatap bingung pada Louis.
Pria itu segera mengeluarkan pil berwarna keemasan, memasukkan kedalam mulut gadis itu. Seakan tahu ada sesuatu di mulutnya, ia ingin memuntahkan keluar.
Louis mengelus lembut kepala anak itu, "Jangan takut. Ini adalah obat, agar kau cepat sembuh." bisik Louis.
Seakan mengerti, anak itu menelannya memaksa agar pil tersebut bisa masuk kedalam tenggorokannya.
Kemudian Louis mengeluarkan botol tetes berukuran sedang, ia meneteskan cairan didalam sana kedalam mulut anak itu.
Pil itu menarik perhatian kepala Tabib, membuat mereka membelalak mata. Bagaimana bisa pil langkah itu muncul ditangan pria asing ini?
Ini... ini hanya dapat dibuat oleh seorang master alcdemis, dengan tangan tingkat kesempurnaan. Alcdemis level Dewa tahap pertama ke atas lah yang dapat membuat oil ini, namun tentu saja tingkat kesulitannya juga bukanlah main-main.
"Ma-master!"
"Dia seorang master!"
Louis tak memedulikan mereka, ia mengeluarkan botol porselin lalu mmenuangkan cairan bening itu di atas tangannya, kemudian dipercikkan di sekitar tubuh kecil itu.
Merasa tugasnya telah selesai, ia menoleh pada Yi Feng.
"Sudah selesai, aku pergi dulu."
Bersamaan dengan itu, Louis benar-benar menghilang dari pandangan semua orang dan kembali memasuki ruang dimensi.
Dengan menghilangnya Louis, kamar itu menjadikan ribut.
Tak menyangka jika pangeran Kedua bisa mengenal seorang master alcdemis.
Kembali ia menyuruh mereka agar memeriksa keadaan anak itu, lalu menyuruh mereka kembali.
Yi Feng menatap anak kecil yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri, wajahnya juga masih terlihat sedikit pucat, ditambah tubuhnya sangat kurus.
"Kakak, tolong perintahkan orangmu untuk menyelidiki anak ini," ujar Yi Feng.
"Kau mau melakukan sesuatu?" tanya Yi Fang.
"Hanya memberikan pelajaran pada orang tak berperasaan yang berani menyiksa anak kecil sepertinya." balas Yi Feng, ia mengeluarkan satu infus set.
Ia pikir, anak ini pasti membutuhkan cairan tubuh. Mengambil pergelangan tangan kiri, membersihkan dengan alkohol lalu memasang infus.
"Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Yi Fang yang masih berada di dalam kamar adiknya.
"Memasukkan NaCL kedalam tubuhnya." balas Yi Feng.
"Apa itu?" tanya Yi Fang tak mengerti.
"Itu semacam cairan tubuh dan juga nutrisi, agar membantu pemulihan kesehatan nya," mau menjelaskan panjang lebar juga kakak Kembar nya tak akan paham. Hanya itu yang mampu ia katakan. "Dan bukan hanya NaCL namun juga darah, biasanya di sebut transfusi darah" jelasnya.
"Aku tak paham, namun aku mengerti sedikit apa yang kau maksud. Namun apa itu tran, tran apa itu?"
"Semacam memindahkan darah seseorang kedalam tubuh orang lain yang kekurangan darah." jelasnya.
"Memangnya bisa?"
"Tentu saja. Namun, darah orang yang mendonorkan darahnya harusnya dalam keadaan sehat, dan yang terpenting adalah golongan darah yang sama." balas Yi Feng, ah.. rasanya seperti sedang menjelaskan pada anak kecil yang haus akan pengetahuan.
"Kau mengerti hal-hal berbaur medis?" tatapan serius tertuju pada Adiknya.
"Tidak juga, namun itu adalah pengetahuan umum- Maksudku, aku membacanya disalah satu buku yang ada." jelasnya lagi, bisa ketahuan jika dia bukanlah adik dari pemuda ini.
Yi Fang mengangguk, tidak heran Adiknya bisa mengetahui hal tentang medis. Ada banyak buku didalam perpustakaan, terlebih adik nya mempunyai perpustakaan pribadi. Yang sudah pastinya berisi banyak buku pengetahuan, namun tak ia sangka jika adik juga mempelajari hal medis.
Rasa bangga menyelimuti hatinya, itu terasa sangat hangat.
Sangat berharap, Adiknya akan terus membuka diri dan lagi mengurung diri di kediamannya.
"Aku akan kembali, kau istirahatlah." pamitnya, ia kemudian pergi dari kediaman Adiknya, masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan setelah ini.
"Baiklah. Jangan memaksakan dirimu, Kak. Kau juga harus beristirahat," ujar Yi Feng Sebelum kakak kembarnya itu menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
mamtap...
2024-06-23
0
Tian Miaoling
Gregettt banget, seruuuu
2021-06-26
1
Halimah Azzahro
semangat dan lanjutkan thor
2021-06-25
1