Chapter 18

"Yang Mulia, ini..." Ucapan tabib tercekat, ia tak dapat mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.

"Anak malang, siapa yang melakukan hal kejam ini padanya?" sambung Yi Fang lagi.

"Panggilkan kepala Tabib kemari, CEPAT!"

Yu Chen dengan segera berlari keluar dan menyuruh salah satu kesatria memanggilkan kepala Tabib kesana.

Dengan secepatnya kesatria itu berlari dan memanggil kepala Tabib.

Sementara didalam kamar itu, suasananya sangatlah tertekan. Kedua bersaudara itu mengeluarkan aura yang membuat seseorang akan terduduk.

Tabib yang didalam sana sangatlah tak berdaya, ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, tubuhnya sampai gemetaran karena aura ini.

"Ya-yang Mulia-" ucapannya tak bisa dilanjutkan, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan berharap kedua pangeran itu kembali menarik aura mereka.

Yi Feng yang menyadari sesuatu segera menarik kembali aura mematikan miliknya, "Kembali periksa dia. Jangan ada satu kesalahan pun!" perintahnya.

Tak bisa membantah, ia kembali menyentuh pergelangan tangan anak itu, "Yang Mulia. Selain luka luar, ia juga menderita luka dalam. Dan lagi, tubuhnya juga keracunan."

"B4ngsat! dasar baj!ngan!" teriak Yi Feng.

Mendengar keadaan ya g sangat darurat, kepala Tabib serta beberapa bawahannya dengan cepat tiba di sana.

"Salam kepada Yang Mulia Putra mahkota dan kepada Yang Mulia pangeran kedua." ucap mereka serentak.

"Ya, cepat tangani dia." ucap kedua bersaudara dengan bersamaan.

"Baik, Yang Mulia."

Para tabib itu mengerubungi anak itu, Yi Feng dan Yi Fang harus mundur beberapa langkah, namun tidak keluar dari sana.

Tabib tadi menjelaskan apa yang sudah ia katakan pada Yi Feng, ia mengatakan hal yang sama juga. Terlihat kepala Tabib kembali menyentuh pergelangan tangan anak itu, kemudian mengeluarkan jarum akupunktur lalu menancapkan disekitar dada anak itu. Ia juga menusuk jemari kecil itu dengan jarum yang lainnya, mengeluarkan sedikit darah dari jari-jari kecilnya.

Tubuh anak itu memang sudah tak lagi mengenakan pakaian, hanya kain tipis yang digunakan untuk menutupi area terlarang saja. Bagaimana juga, dia masihlah anak kecil yang tak tahu apa-apa.

Namun salah satu tabib malah tak sengaja membuat kesalahan, saat dia akan kembali menempatkan jarum akupuntur di dada anak itu, membuat badannya tiba-tiba mengalami kejang-kejang. Membuat mereka semua panik.

"Kepala, Anak ini mengalami demam tinggi,"

"Detak jantungnya tiba-tiba tak teratur."

Kepala Tabib segera mengambil tindakan.

Yi Feng juga ikut panik saat melihat anak itu tiba-tiba saja kejang-kejang, wajah anak itu semakin pucat. Ia segera mendekat, mengambil termometer dari kotak obat. "Minggir!"

Semua menatap padanya, bertanya-tanya mengapa sang pangeran menyuruh mereka minggir.

Yi Feng menjepitkan termometer pada mulut anak itu, melihat angka-angka yang berubah dan berhenti tepat di angka 41,5°c.

"Ya Tuhan..." kepanikan melanda nya, sementara semua orang masih menatapnya dengan bingung.

Yi Feng bergerak cepat mencelupkan handuk pada air, memerasnya lalu menempelkan pada kening anak itu.

Tanpa mempedulikan mereka, Yi Feng meminta Louis untuk keluar.

'Kak Louis, tolong bantu aku. Selamatkan anak ini,' panggil Yi Feng.

Louis yang sedari tadi terus memperhatikan apa yang terjadi di dunia luar dengan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tradisional di zaman ini.

Tiba-tiba Louis muncul di dalam kamar Yi Feng, mengejutkan pemuda itu. Namun tidak dengan yang lainnya, karena seseorang yang tiba-tiba muncul dan hilang sudah sangatlah terbiasa. Yang membuat mereka mengurutkan kening adalah, siapa pria ini?

"Siapa kau?!" tanya Yu Chen dengan suara lantangnya, ia juga menahan Louis agar tak mendekati Tuannya

"Jangan menahannya, Yu Chen. Aku sangat mengenalnya," ucap Yi Feng.

"Kak Louis-"

"Aku tahu, jangan panik." balas Louis, ia mendekat kearah ranjang, menggelengkan kepalanya saat melihat kondisi anak itu yang sangatlah memperihatinkan.

"Benar-benar anak yang malang," gumam Louis.

para Tabib masih berada di posisinya masing-masing, menatap bingung pada Louis.

Pria itu segera mengeluarkan pil berwarna keemasan, memasukkan kedalam mulut gadis itu. Seakan tahu ada sesuatu di mulutnya, ia ingin memuntahkan keluar.

Louis mengelus lembut kepala anak itu, "Jangan takut. Ini adalah obat, agar kau cepat sembuh." bisik Louis.

Seakan mengerti, anak itu menelannya memaksa agar pil tersebut bisa masuk kedalam tenggorokannya.

Kemudian Louis mengeluarkan botol tetes berukuran sedang, ia meneteskan cairan didalam sana kedalam mulut anak itu.

Pil itu menarik perhatian kepala Tabib, membuat mereka membelalak mata. Bagaimana bisa pil langkah itu muncul ditangan pria asing ini?

Ini... ini hanya dapat dibuat oleh seorang master alcdemis, dengan tangan tingkat kesempurnaan. Alcdemis level Dewa tahap pertama ke atas lah yang dapat membuat oil ini, namun tentu saja tingkat kesulitannya juga bukanlah main-main.

"Ma-master!"

"Dia seorang master!"

Louis tak memedulikan mereka, ia mengeluarkan botol porselin lalu mmenuangkan cairan bening itu di atas tangannya, kemudian dipercikkan di sekitar tubuh kecil itu.

Merasa tugasnya telah selesai, ia menoleh pada Yi Feng.

"Sudah selesai, aku pergi dulu."

Bersamaan dengan itu, Louis benar-benar menghilang dari pandangan semua orang dan kembali memasuki ruang dimensi.

Dengan menghilangnya Louis, kamar itu menjadikan ribut.

Tak menyangka jika pangeran Kedua bisa mengenal seorang master alcdemis.

Kembali ia menyuruh mereka agar memeriksa keadaan anak itu, lalu menyuruh mereka kembali.

Yi Feng menatap anak kecil yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri, wajahnya juga masih terlihat sedikit pucat, ditambah tubuhnya sangat kurus.

"Kakak, tolong perintahkan orangmu untuk menyelidiki anak ini," ujar Yi Feng.

"Kau mau melakukan sesuatu?" tanya Yi Fang.

"Hanya memberikan pelajaran pada orang tak berperasaan yang berani menyiksa anak kecil sepertinya." balas Yi Feng, ia mengeluarkan satu infus set.

Ia pikir, anak ini pasti membutuhkan cairan tubuh. Mengambil pergelangan tangan kiri, membersihkan dengan alkohol lalu memasang infus.

"Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Yi Fang yang masih berada di dalam kamar adiknya.

"Memasukkan NaCL kedalam tubuhnya." balas Yi Feng.

"Apa itu?" tanya Yi Fang tak mengerti.

"Itu semacam cairan tubuh dan juga nutrisi, agar membantu pemulihan kesehatan nya," mau menjelaskan panjang lebar juga kakak Kembar nya tak akan paham. Hanya itu yang mampu ia katakan. "Dan bukan hanya NaCL namun juga darah, biasanya di sebut transfusi darah" jelasnya.

"Aku tak paham, namun aku mengerti sedikit apa yang kau maksud. Namun apa itu tran, tran apa itu?"

"Semacam memindahkan darah seseorang kedalam tubuh orang lain yang kekurangan darah." jelasnya.

"Memangnya bisa?"

"Tentu saja. Namun, darah orang yang mendonorkan darahnya harusnya dalam keadaan sehat, dan yang terpenting adalah golongan darah yang sama." balas Yi Feng, ah.. rasanya seperti sedang menjelaskan pada anak kecil yang haus akan pengetahuan.

"Kau mengerti hal-hal berbaur medis?" tatapan serius tertuju pada Adiknya.

"Tidak juga, namun itu adalah pengetahuan umum- Maksudku, aku membacanya disalah satu buku yang ada." jelasnya lagi, bisa ketahuan jika dia bukanlah adik dari pemuda ini.

Yi Fang mengangguk, tidak heran Adiknya bisa mengetahui hal tentang medis. Ada banyak buku didalam perpustakaan, terlebih adik nya mempunyai perpustakaan pribadi. Yang sudah pastinya berisi banyak buku pengetahuan, namun tak ia sangka jika adik juga mempelajari hal medis.

Rasa bangga menyelimuti hatinya, itu terasa sangat hangat.

Sangat berharap, Adiknya akan terus membuka diri dan lagi mengurung diri di kediamannya.

"Aku akan kembali, kau istirahatlah." pamitnya, ia kemudian pergi dari kediaman Adiknya, masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan setelah ini.

"Baiklah. Jangan memaksakan dirimu, Kak. Kau juga harus beristirahat," ujar Yi Feng Sebelum kakak kembarnya itu menghilang.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mamtap...

2024-06-23

0

Tian Miaoling

Tian Miaoling

Gregettt banget, seruuuu

2021-06-26

1

Halimah Azzahro

Halimah Azzahro

semangat dan lanjutkan thor

2021-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!