Makan malam

Tak ada satu orangpun yang berani mengangkat suara, mereka diam membisu dan menikmati makanan mereka.

Azka melihat tatapan itu, tatapan yang mempunyai arti tersendiri bagi mereka. Azka hanya tertawa miris dalam hatinya, ia merasa orang-orang ini terlalu bodoh.

Matanya juga menatap kearah saudara kembar pangeran kedua, atau bisa dibilang saudara kembarnya Sekarang.

"Selir Agung Lu, apa yang membuatmu terus menatap kearah saudara kembarku?" ujar Azka tiba-tiba, membuat semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka pada wanita itu.

'Kurang ajar. Anak ini coba untuk membuatku malu dihadapan semua orang.' batin Lu Mei Lan.

"Tak ada apapun, Pangeran kedua Yi Feng." balas Selir Agung Lu.

Nama Azka di Dunia ini adalah Xian Yi Feng, sedangkan saudara kembarnya adalah Xian Yi Fang.

"Oh, aku pikir terjadi sesuatu sehingga anda terus MENATAP kepada saudara kembarku." Azka sengaja menekan kata Menatap agar seseorang bisa mengetahuinya.

"Ah, saya hanya berpikir. Apakah saya bisa mendapatkan seorang anak yang sempurna seperti Putra Mahkota kita, tapi sepertinya itu tak akan mungkin dan sangat lah mustahil bagi saya." kata-kata nya sangat didukung dengan ekspresi wajah nya yang sedih, seolah mengingatkan mereka semua jika ia mengandung adalah hal yang mustahil.

Semua orang mengenalnya dengan selir mandul, ia tak akan bisa memberikan keturunan kepada kaisar Xian, sehingga saat wanita itu mengangkat pangeran ketiga menjadi putranya membuat semua orang yakin jika itu memang benar.

"Sudahlah ibu, meskipun aku bukan putra kandungmu namun aku akan berusaha agar bisa membuatmu bangga." sambung pangeran ketiga Lu.

Bahkan pemuda itu tak menggunakan marga "Xian" sebagai marganya, ia malah menggunakan marga "Lu" seperti selir Agung Lu.

Azka tersenyum sinis, ia merasa jika akting selir ayahnya lumayan juga. Jika di dunia, mungkin wanita ini akan mendapatkan banyak penggemar juga.

Azka membiarkan apa yang menjadi rencana wanita itu terjadi, namun ketahuilah. Jika Azka juga merencanakan sesuatu didalam otaknya.

Azka terdiam, ia mengambil beberapa makanan yang terletak disana, namun tak ada yang bisa membuat nafsu makannya meningkat.

"Tolong bawakan aku air panas." ujar Azka tiba-tiba, membuat yang lain kembali mengalihkan pandangannya pada Azka.

"Kali ini, apa lagi?" tanya Putra Mahkota.

"Tak ada, ambilkan saja." ujar Azka lagi, Kasim Han yang selalu berada didekat sang Kaisar pun menuruti keinginan pangeran kedua setelah mendapatkan persetujuan dari Kaisar.

Kasim Han menyuruh pelayan untuk membawakan air panas untuk pangeran kedua, setelah pelayan itu memberikan pesanan ia berlalu dari sana.

Semua orang memperhatikan apa yang Azka lakukan, ia mengeluarkan satu bungkus mie instan, memasukannya kedalam mangkuk lalu memberikan semua bumbu yang ada, tak lupa air panas yang merendam mie itu, Azka juga tak lupa untuk menutupi mangkuk dengan piring yang lainnya.

"Kenapa kalian semua berhenti, kembali makan saja. Aku tak akan membuat ulah." ujar Azka, mereka kembali menikmati makan malam mereka dalam keheningan.

Dua menit berlalu, Azka melepaskan piring itu dari atas mangkuk, mengaduknya menggunakan sumpit nya dan mulai menikmati mie nya, dengan ditambah beberapa potong daging juga.

Srupp....srupp....

Azka terus menyeruput mie yang ia makan, mata semua orang Menatap padanya.

Azka mengalihkan pandangannya pada sosok gadis kecil yang berada ditengah-tengah semuanya.

"Kau mau?" tanya Azka pada sosok gadis kecil yang usianya sekitar 9-10 tahun itu.

Gadis itu memang menatapnya dengan penasaran, "Apa boleh, Yang Mulia?" ujarnya dengan ragu.

"Tentu saja." balas Azka, ia mengambil satu mangkuk yang ukurannya lebih kecil, menaruh mie kedalam sana dan memberikannya pada gadis itu.

"Cobalah. Ini makanan kesukaan ku."

Gadis itu menatap pada Ibunya, melihat itu Selir kehormatan mengangguk.

Gadis itu menerimanya, menggunakan sumpitnya untuk memasukkan makanan yang terlihat hampir sama seperti yang sering ia makan.

Matanya membulat, awalnya ragu namun setelah ia mengunyah makanan itu, ia menjadi lahap.

"Enak bukan?" ujar Azka sambil tersenyum, gadis itu mengangguk dengan semangat.

"Mau lagi? Besok pergilah ke kediaman ku, kita makan sampai kau puas." lanjut Azka lagi.

Putra Mahkota menatap saudara kembarnya.

"Makanan apa itu? Terlihat sama seperti Lamian namun berbeda." ujarnya.

Azka hanya mengangkat bahunya, ia mengambil juga untuk saudara kembarnya. "Cobalah, ini sangat enak." ujar Azka.

Putra Mahkota yang mendapati mangkuk kecil itu tanpa ragu memakannya, matanya juga ikut membulat. Bukan karena tak enak, namun Sangat lezat.

"Makanan apa ini?" tanya Putra Mahkota.

"Bentuknya seperti Lamian yang kau sebutkan tadi namun rasanya sangat berbeda. Ini adalah salah satu makanan kesukaan ku." Balas Azka, ia lebih memilih untuk menghabiskan makanannya.

"Pangeran kedua, bukankah Anda sangat tidak sopan pada Putra Mahkota?" tegur selir Agung Lu.

Azka melirik kilas wanita itu namun tak peduli.

"Memangnya bibi selalu sopan pada saudaranya? Jangan salahkan aku jika bibi sendiri yang mengajari aku bersikap seperti ini." balas Azka datar, ia meletakkan sumpitnya.

"Aku selesai, aku pergi dulu. Terima kasih makan malam nya." ujar Azka

"Ahh, kakak. Jika kau mau lagi, pergi saja kekediaman ku. Akan kubiarkan yang banyak untukmu dan adik kecil kita." ujar Azka dan melangkah pergi.

"Sangat tidak sopan!" Suara Pangeran ketiga membuat Azka menghentikan langkahnya.

"Beginikah sikap mu, Pangeran kedua?!...

Kau bahkan tak memberikan hormat pada Yang mulia Kaisar yang adalah ayahmu dan kami semua disini. Apa aku tak menganggap kami ada?" sambung nya lagi.

"Memangnya kau siapa?.... Aku berhak mengatur hidupku sesuai dengan apa yang aku mau seperti yang dikatakan oleh bibiku." balas Azka, ia berbalik dan menatap pangeran ketiga yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

"Pangeran kedua, jaga sikapmu!" bentak pria tua itu.

"Aku lelah dan ingin beristirahat. Jangan ganggu aku. Karena aku tak ingin ribut dengan kalian, aku masih mempunyai pekerjaan lain." ujar Azka, ia berbalik dan pergi dari sana.

Sejak tadi Kaisar Xian terus terdiam. Ia mengingat kembali jika Putra nya itu membawa serta adik tercintanya.

Apa terjadi sesuatu pada Putranya itu?

Ini memang sangat aneh. Anak itu tiba-tiba saja datang dan mengikuti perjamuan makan malam, meskipun tidak lancar seperti biasanya.

Ia merasa sikap putranya itu sedikit berbeda.

"Selesaikan makan malam kalian. Aku ingin beristirahat." ujar Kaisar Xian, ia pergi dari sana. Membuat suasana disana kembali sangat canggung apa lagi ditambah kaisar terdahulu juga ikut pergi dari ruangan perjamuan.

"Permaisuri. Bisakah anda mengajari tata Krama pada Pangeran kedua Yi Feng?!" ujar Selir Agung Lu.

"Maaf jika sikap pangeran kedua seperti itu. Ia selalu saja tak pernah hadir dalam acara perjamuan makan malam seperti ini." balas permaisuri tak enak hati, ia juga malu dengan sikap putranya itu.

Sedangkan Putra Mahkota sendiri hanya terdiam, ia melihat sikap saudara kembarnya yang sangat berbeda.

Pasti terjadi sesuatu.

Semua orang pergi dari dari, meninggalkan ruangan itu kosong lalu masuklah beberapa orang pelayan dan membersihkan ruangan itu.

Dengan cepat, salah seorang pelayan langsung membawa bekas makanan Putra mahkota keluar dari sana, ia berencana untuk membuang makanan itu sebelum rencananya terbongkar. Ia juga sudah memisahkan diri dari para pelayan yang lainnya.

Saat akan membuangnya, ada tangan lain yang memegang tangan pelayanan itu. Rasanya sangat dingin, kakinya juga tak bisa digerakkan seakan membeku ditempat.

"Apa yang kau lakukan? mengapa ingin membuangnya?" suara itu terdengar sangat dingin.

Terdapat kebencian didalamnya.

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

apa mungkin ada yang mengambil kesempatan pada kakak me'er yah alias (Axila)nya yah... kerana selepas mereka terakhir kalinya bertemu & berpisah anak2 nya masih kecil lagi & seiring waktu juga pasti ada kejadian yang membuat kakak nya itu berubah deh ...kerana kaiser tua memang tidak mengambil selir sama sekali kerana ingin menjaga anak2 nya dengan cinta pertama nya iya itu isteri tercinta nya....lain pemerintah lain seleranya atau mungkin kakak nya itu di jebak atau bagai mana kita pun tidak tau yah mungkin author kita ini tau permasalahan nya yah😂😂😂😂 kerana pada zaman kuno lagi kelicikan perempuan menggoda sudah ada apa lagi di dunia moderan ini banyak perselingkuhan yang terjadi bukan ...nah begitu juga di zaman kuno ...pengunaan racun juga meluas pada masa itu kerana ingin kuasa orang bisa berbuat apa aja sama juga hal nya di dunia moderen ini ...semoga misi Azka tercapai deh ...lanjutkan thor

2024-06-25

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

racun..utk putra mahkota...gmn ceritanya jd banyak selir...sementara kaisar tua tdk ada selir satupun...cih..

2024-06-23

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Jangan2 itu Pangeran ke Dua yg menahan Pelayan itu🤔

2022-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!