...~Xian Yi Feng-POV~...
Akhirnya, kereta yang aku tumpangi berhenti setelah sekian jam aku duduk didalamnya.
Terdengar suara seorang kesatria yang mengatakan pada kami, jika telah tiba ditempat tujuan.
Kulihat Yi Fang yang beranjak turun dari kereta, ia berjalan beberapa langkah menjauh. Aku mengenakan topeng agar menutupi wajahku, ini terdengar gila tapi Yi Fang mengatakan jika wajahku bisa menjadi bencana di kerajaan.
Aku tak mengerti, namun aku tetap mengikuti apa yang ia katakan. Hanya sebagai pencegahan saja.
Aku beranjak turun dari kereta, berjalan mendekati mereka yang sedang berbicara, sepertinya ia berbincang dengan kepala desa ditempat ini.
"Pohon ini tak berguna. Kita bisa menebangnya lalu membangun sesuatu disini."
Langkahku semakin mendekat, pohon apa yang mereka maksud ini? Aku jadi penasaran.
"Ehh, itu kan-" aku tahu pohon apa itu.
"Jangan! Kalian tak boleh menebangnya!" Ujarku mengalihkan perhatian semua orang padaku.
Beberapa orang tampak menyiritkan kening mereka, siapa yang berani memotong percakapan antara Putra Mahkota dan kepala desa disini.
"Yi Feng, kau kemarilah." panggil kembaran ku.
Aku mendekat, terlihat beberapa orang yang langsung menundukkan kepala mereka dan memberikan salam padaku, mungkin menurut mereka aku harus dihormati karena turun dari kereta yang sama dengan Putra Mahkota.
Aku mengangguk sebagai jawabannya.
"Kakak, jangan biarkan mereka menebang pohon ini." Pintaku pada Yi Fang.
Keningnya mengerut, "Kau tahu pohon apa ini?"
Aku mengangguk, "Aku tahu, jadi jangan menebang pohon ini untukku." Balasku padanya.
"Maaf, Tuan muda. Tapi, ini adalah pohon yang tak berguna. Hanya-"
"Beraninya kau memanggil Pangeran kedua dengan Tuan muda! Apa kau sudah bosan hidup?!" Bentak salah seorang kesatria yang berjarak beberapa meter dari tempatku berdiri. Aku bahkan terkejut dengan suaranya yang lantang itu.
Kulihat wajah pria yang tadi memotong ucapan ku, ia terlihat gemetaran saat bersujud dihadapan ku sambil memohon ampun.
"Sudahlah, tak apa. Lagipula dia tak tahu siapa aku." Balasku pada kesatria tadi.
Aku menoleh pada Yi Fang yang menatapku, "Kak. Ini adalah pohon yang menghasilkan cokelat, aku lupa nama pohonnya tapi ini adalah pohon cokelat," Ujarku.
"Pohon cokelat?" Ulangnya.
Aku mengangguk, "Iya. Cokelat yang tadi kau makan, inilah pohonnya," Ujarku.
"Kau yakin, Yi Feng?" Ucapnya dengan ragu.
Aku mengangguk yakin, "Tentu saja."
Tatapan ku tertuju pada kepala desa yang masih menatap kami, "Paman. Bisakah kau budidayanya pohon-pohon ini untukku? Aku akan membelinya." Ujarku dengan penuh keyakinan jika pria sepuh itu akan menerima tawaran ku.
"Maafkan hamba, Yang Mulia. Tapi, sepertinya-"
"Paman, kau tak perlu ragu. Hanya jual saja semua hasil panen kalian padaku, aku akan selalu membeli buah-buah pohon ini.
Ingat! Jual padaku saja, mengerti?" Ujarku padanya.
"Mengapa kau mau membeli semua buah pohon ini, Yi Feng?" Tanya Yi Fang padaku.
"Tentu saja untuk memulai bisnis ku, Kak." Balasku sambil berbisik padanya.
"Bisnis?" Ulangnya.
"Sudahlah. Nanti akan aku jelaskan," balasku pada nya.
Aku menatap para kesatria yang ada, "Bisakah kalian mengumpulkan buah-buah yang telah berwarna kuning? Aku menginginkan nya," ucapku pada mereka.
Mereka terlihat ragu, namun mengikuti perintah ku saat menatap pada Yi Fang yang juga menyetujui nya.
Aku memberikan 10 koin emas pada sepasang suami-istri, karena pohon ini tumbuh di bidang tanah mereka.
Aku juga meminta kepala desa agar desa ini dijadikan penghasil buah-buah ini.
Mereka terlihat senang, bahkan seluruh warga yang ada terlihat semangat saat aku meminta mereka untuk menanam pohon yang sama.
Aku akan memulai bisnis ku di kerajaan ini. Hehehe... Sepertinya aku akan memiliki banyak uang diwaktu yang akan mendatang.
Setelah semua urusan didesa itu selesai, aku dan Yi Fang kembali ke istana.
Kami berhenti sejenak untuk makan siang disalah satu restoran yang dijumpai dalam perjalanan, lalu kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Saat tiba, aku meminta mereka untuk membawa buah-buah kakao ke kediaman mu. Aku mengingat nama buah itu saat dalam perjalanan pulang, aku juga menjelaskan tentang rencanaku pada Yi Fang, jika akan membuat toko kue.
Dia terlihat bingung saat aku menjelaskan rencanaku, namun aku meyakinkan nya. Jika rencanaku ini dilakukan, maka pasti akan banyak yang menyukai produk yang akan aku keluarkan.
Dan Yi Fang menyetujui rencanaku itu. Sepertinya dia juga terlihat senang, entah apa alasannya, namun ia mengatakan jika dia menyukai usulanku.
"Belah lalu keluarkan biji dari buah itu. Kita harus melakukan fermentasi sebelum diolah." perintahku, aku mencontohkan apa yang harus dilakukan, lalu mereka mengikutinya.
"Proses apa yang harus dilalui terlebih dahulu?" tanya Yi Fang sisampingku.
"Pertama kita lakukan Fermentasi selama kurang lebih lima hari. Yang kedua, pengeringan dan memilih biji coklat yang berkualitas.
Setelah dijemur atau dikeringkan, kemudian adalah proses pemanggangan atau di sangrai, proses ini dilakukan agar aroma coklat nya keluar,
Setelah biji coklat selesai di panggang, proses selanjutnya adalah pemisahan kulit ari biji coklat yang nantinya akan di olah.
Dalam bentuk yang sudah setengah hancur, inti dari biji coklat harus digiling atau ditumbuk halus, dan hasil nya akan lebih bagus jika alat penggiling yang di gunakan adalah batu. Kemudian disaring, dan ambil bubuk halusnya.
Kemudian-"
"Sudah-sudah. Aku tak mengerti apa yang kau katakan," potong Yi Fang.
Aku terkekeh pelan. "Baiklah, yang perlu kakak lakukan hanyalah melihat apa yang aku lakukan." ujarku padanya.
Aku menyuruh beberapa pelayan yang berada disana untuk membawakan wadah sebagai tempat fermentasi.
Semua biji dimasukkan kedalam wadah itu, kemudian ditutup dan disimpan selama lima hari.
Proses selanjutnya akan dilanjutkan lima hari kemudian, sementara itu aku kembali dan beristirahat. Begitupun dengan Yi Fang, dia kembali ke kediamannya untuk beristirahat.
Hari ini sangatlah melelahkan, badanku pegal semua karena belum terbiasa saat bepergian menggunakan transportasi di zaman ini.
Tempat tidur, tunggu aku.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Yaser Levi
kok jd masak2..bisnis..gak ada greget nya..ceritanya jd hambr thor
2024-09-14
0
Al^Grizzly🐨
kalau sudah pakai 'Aku jadi mlas bacanya...hmmm
2023-09-23
0
A.0122
ada tingkat kultivasinya ga nie kan katanya dunia kultivator
2022-06-05
0