Puding 2

Yi Feng mengambil 5 butir telur lalu memecahkan nya dan memasukan telur kedalam mangkuk keramik yang ukurannya sedikit besar.

"Li Fei, kemari." Panggilnya.

Gadis kecil itu mendekat.

"Kocok telur nya secara perlahan seperti ini." Pemuda itu mempraktekkan nya bener detik, "kau bisa?"

Li Fei mengangguk, ia mengambil sumpit yang digunakan oleh Yi Feng dan melakukan apa yang dicontohkan oleh pemuda itu.

"Yu Chen, apinya sudah siap?" Tanya Yi Feng.

"Sudah, Yang Mulia." Balas pemuda itu kepada tuannya.

Yi Feng mengambil panci yang ukurannya sedang, memasukkan gula dan sedikit air ke dalamnya lalu menaruhnya diatas tungku.

Tentu saja tungku, bagaimana bisa orang kuno menggunakan kompor?

Jangankan kompor elektrik ataupun gas, kompor minyak saja tidak tahu.

Jadi jangan salahkan Yi Feng menggunakan tungku karena tak ada pilihan lain.

"Mengapa kau memasak gula?" Tanya Kaisar terdahulu.

"Tenanglah Kakek, aku sedang membuat karamel." Balas Yi Feng santai, ia tetap fokus dengan apa yang ia lakukan.

Sambil menunggu karamel nya masak, Yi Feng beralih pada yang lain.

"Telur nya sudah, Li Fei?" Tanya Yi Feng.

"Sudah, Kakak Pangeran." Balas gadis kecil itu, ia telah selesai dua menit yang lalu saat Yi Feng sibuk dengan karamelnya.

"Gadis pintar." Puji Yi Feng, ia mengambil susu dan menuangkan kedalam panci yang lain, tak lupa juga gula agar terasa manis. Ia kembali meletakkan diatas tungku yang lainnya, dan kembali memperhatikan karamel.

Melihat gula yang sudah mencair, ia sedikit menggoyangkan panci agar semua gula mencari.

"Yu Chen, tolong aduk susunya."

Pelayan itu mendekat, membawa sendok kuah yang terbuat dari kayu dan mengaduknya.

"Pastikan tidak terlalu mendidih, Yu Chen." Ujar Yi Feng lagi.

"Baik, Yang Mulia." Balas pelayan itu.

Yi Feng menuangkan sedikit air panas kedalam karamel, menggoyangkan panci lagi agar gulanya merata.

Merasa sudah pas, ia memindahkan panci itu ketempat yang tak ada apinya.

"Kepala Koki, panaskan kukusan untukku." Perintah Yi Feng, pria itu dengan cepat memanaskan kukusan seperti yang diperintahkan oleh pangeran nya.

Yi Feng memasukkan karamel kedalam beberapa mangkuk.

"Yu Chen, susunya?"

Kini pemuda itu sudah berdiri disamping Yu Chen, melihat susu yang hampir mendidih.

"Sudah cukup, kerja bagus."

Yu Chen paham dengan maksud dari tuannya, ia juga merasa senang saat dipuji seperti itu.

Segera ia menuangkan susu kedalam mangkuk, lalu membawanya pada tuannya.

Yi Feng menggunakan elemennya untuk membuat susu itu lebih cepat dingin, ia memasukkan telur kedalam susu lalu ia aduk perlahan sampai merata.

Semua orang terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh pemuda tampan itu, meskipun mereka tak melihat wajahnya namun mereka tahu jika dibalik topeng itu terdapat wajah yang tampan.

Bagaimana tidak?

Ia mempunyai seorang kembaran, tak mungkin wajah mereka berbeda karena mereka berasal dari tempat yang sama. (Rahim yang sama)

Adonan susu telur tadi dimasukkan kedalam mangkuk yang sudah terdapat karamelnya.

"Kepala Koki, apakah sudah panas?" Tanya Yi Feng.

"Sudah, Yang Mulia." Balas pria itu.

"Kalau begitu masukkan semua ini kedalam kukusan, jangan lupa alasi dengan kain agar air nya tak menetes saat pengukusan." Jelas Yi Feng layaknya sedang memerintah seperti kepala koki di restoran ternama.

"Baik, Yang Mulia." Balas pria itu, ia dan Yu Chen menaruh adonan kedalam kukusan, mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Yi Feng.

Pemuda itu mengalihkan pandangannya pada orang-orang yang terus menatapnya, "kita tinggal menunggu adonannya matang."

"Apakah masih lama? Sepertinya aku sudah tak sabar dengan makanan yang kau buat itu." Tanya Kaisar terdahulu.

"Sebentar lagi, Kakek. Percayalah, kau tak akan kecewa dengan rasanya." Ujar Yi Feng, ia memperhatikan wajah gadis cantik yang terus menatap kearah kukusan dengan tak sabaran.

Sementara Kaisar Xian sepertinya masih bersabar, namun ia juga penasaran dengan apa yang dibuat oleh Putra keduanya itu.

Beberapa menit berlalu, Yi Feng menyuruh kepala koki untuk mengangkat nya karena ia rasa telah matang. Apa lagi memasaknya dengan tungku yang suhunya tak menetap dan sangat tidak tinggi itu.

Semua orang penasaran, beberapa mangkuk diletakkan diatas meja, Yi Feng menggunakan kekuatannya untuk mendinginkan puding yang telah masak agar lebih cepat mengeras.

Terakhir ia keruk bagian pinggir puding yang sudah mengeras dengan pisau kecil, lalu dibalikkan mangkuk keatas piring.

Sebuah puding berwarna putih dengan bersaus karamel cokelat diatasnya telah selesai dan terpampang dihadapan semua orang, Yi Feng memperhatikan raut wajah semua orang yang terlihat sangat penasaran.

Yi Feng juga meletakkan tiga puding lagi diatas piring, ia menggeser dua piring kehadapan para kaisar itu.

"Cobalah, Kakek Kaisar- Ayah Kaisar."

"Dengan apa aku harus memakannya? Sumpit?" Tanya Kaisar terdahulu.

"Tidak kakek, gunakan sendok. Jika kau menggunakan sumpit, pudingnya akan pecah dan sulit untuk bisa diambil." Jelas Yi Feng.

Kasim yang sedari tadi terus mengikuti lelaki tua itu hendak berbalik untuk mengambil sendok Tuannya, namun dihentikan oleh Yi Feng.

"Gunakan saja ini." Yi Feng mengeluarkan empat sendok yang berukuran kecil sama seperti milik bayi, ia meletakkan disamping piring kedua pria beda usia itu.

"Silahkan." Lanjut nya lagi.

Kaisar terdahulu tak peduli lagi dengan bentuk sendok yang berukuran kecil, ia segera melahap pudingnya dengan perlahan.

Begitu juga dengan Kaisar Xian dan Putri Li Fei, mereka juga mengikuti apa yang dilakukan oleh lelaki tua itu.

"Bagaimana kakek, kau menyukainya?" Tanya Yi Feng.

Namun tak digubris oleh lelaki tua itu, dia malah melahap habis pudingnya tanpa tersisa.

Melihat ekspresi dan perilaku lelaki tua itu, Yi Feng langsung mengetahuinya.

"Kau menyukainya, Ayah?" Tanya Yi Feng.

"Aku menyukainya." Balas Kaisar Xian.

"Lalu bagaimana denganmu, gadis kecil?" Yi Feng beralih pada gadis kecil disampingnya.

"Ini enak sekali, terima kasih kakak Pangeran mau membuatkan makanan ini untukku." Ujar Li Fei dengan tulus.

"Tentu saja, kau juga membantu ku tadi 'bukan?" Balas Yi Feng mengacak kepala gadis itu dengan gemas, wajah gadis itu menunjukkan jika dia sangat menyukainya.

Yi Feng juga menikmati puding buatannya dengan penuh nikmat.

'Terima kasih kakak ipar atas resepnya, aku tak akan bisa membuatnya tanpa bantuan mu.' batin Yi Feng mengingat Levi.

Ini adalah resep yang ia pelajari dari Levi, saat dimana kakaknya sedang hamil muda dan menginginkan puding buatan Azka.

Namun Azka yang tak bisa membuat puding menggunakan puding supermarket agar lebih praktis dan cepat, saat dibawakan untuk Axila malah kena amukan.

Calon mama muda itu mengamuk, ia mau puding susu karamel yang dibuat secara manual dan bukan puding supermarket. Levi yang memaklumi adik iparnya segera mengajari Azka untuk membuat puding susu karamel yang paling mudah dan anti gagal.

Dan ternyata kakak nya itu menyukainya.

"Yu Chen, kemari." Panggil Yi Feng

Yu Chen mendekat, "Iya, Yang Mulia."

"Tolong bawakan puding ini untuk kakak ku dan ibu ku. katakan ini dariku." Ujar Yi Feng.

"Dan juga, yang satunya lagi bisa kau dan kepala koki mencobanya. Karena aku membuatnya sedikit, kalian harus berbagi. Maaf yah."

Yu Chen terbaru, "Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia, hamba Sanga bersyukur karena bisa mendapatkan kebaikan dari Yang Mulia." Pria itu sudah bersujud dihadapan Yi Feng dan yang lainnya, tanpa mempedulikan apakah pakaiannya akan kotor atau tidak.

Jangan lupa jika kepala pelayan juga melakukan hal yang sama, ia bersujud dan berterima kasih atas kebaikan hati dari pangeran mereka.

"Emm..." Gadis kecil itu bergumam tak jelas, ia ingin mengatakan sesuatu tapi ragu.

"Ada apa gadis kecil?" Tanya Yi Feng yang tahu jika Li Fei ingin mengatakan sesuatu.

"Apakah tak ada lagi kakak Pangeran? Emm... Aku ingin membawakan sedikit untuk ibu ku juga." Ujarnya dengan wajah yang tertunduk karena malu.

"Maaf gadis kecil, tapi kau melihat sendiri jika aku membuatnya tak banyak.

Lain kali saja yah? Kau mau menemani ku membuatnya lagi, kan?" Ujar Yi Feng.

"Sungguh? Apa kakak pangeran akan membuatnya lagi? Aku boleh membuatnya juga bersamamu?' tanyanya dengan semangat.

Yi Feng mengangguk, "Tentu."

Tatapan Yi Feng beralih pada lelaki tua dihadapan nya.

"Kakek, kau tak lupa hadiahku 'kan?" Ujar Yi Feng mengingatkan.

"Ahahahaha..." Tawa pecah didalam ruangan itu, "aku tak akan pernah melupakan janjiku. Aku akan kirimkan hadiahnya sebentar lagi, kau mau apa. Katakan saja, akan aku kabulkan."

"Aku tak mau apapun, jika Kakek memberikan ku sesuatu. Aku akan menerimanya dengan senang hati." Balas Yi Feng dengan sungguh.

"Anak baik. Tunggu saja hadiahnya, sebentar lagi akan ku kirimkan." Ujar Kaisar terdahulu dengan perasaan senang. Suasana hatinya menghangat karena pangeran kedua yang tak formal saat bicara dengannya sehingga terkesan lebih santai dan tak kaku.

"Aku juga akan mengirimkan hadiah ke kediaman mu sebentar lagi. Aku suka makanan puding ini." Puji Kaisar Xian dan berlalu dari sana, ia hari kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan sebentar.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

harap nya begitu deh supaya dia lebih kuat biar dia belajar dengan tante nya yang menjadi Axila itu deh agar lebih mantap & tegas denga pendirian nya ...jangan mudah mengalah pada musuh biar dia lebih tangguh lagi yah belajar ilmu perang dengan tante nya...lanjutkan thor

2024-06-25

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

jd jiwa pangeran asli ke mana ya..apa tukaran dg azka di dunia modern

2024-06-23

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mantap...

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!