Klotakkk....!
Klotakkk....!
Klotakkk....!
Langkah kaki kuda kini telah memasuki istana, lebih tepatnya kediaman Bulan, tempat tinggal Pangeran kedua.
Pemuda tampan itu tak mau menanggapi orang-orang yang menatap pada nya dengan heran, karena dia memang sedang terburu-buru. Nyawa seseorang sedang dipertaruhkan disini, terlebih ini hanyalah anak kecil yang usianya sekitar lima tahunan.
Bruggg....!
Yi Feng melompat turun dari kudanya, "Simpan kuda ku. Dan juga, cepat panggilkan tabib kemari!" perintahnya.
Beberapa kesatria segera melakukan perintah dari Yi Feng, sedangkan pemuda itu membawa gadis kecil tadi kedalam kediamannya. Lebih tepatnya adalah kamarnya.
Yi Fang menyusul di belakangnya, ia melihat bagaimana kondisi anak itu.
"Dia terluka cukup parah untuk anak seusianya," ucapnya.
Yi Feng mengangguk, "Kau benar, Kak. Aku akan memberikan pertolongan pertama selagi menunggu tabib datang," ucap Yi Feng.
"Yu Chen, ambilkan aku air!" sambung Yi Feng, ia juga mengeluarkan kotak P3K, mengambil semua yang ia perlukan. Alkohol 70%, Betadine, kain kasa, kapas, dan lainnya. Tak lupa sabun cuci tangan.
Dengan segera pelayannya mengambil selembar air lalu dibawa pada tuannya.
Yi Feng yang melihat air sudah tersedia segera mencuci tangannya hingga bersih dengan sabun cuci tangan, agar dapat mencegah luka mengalami infeksi akibat kontaminasi kuman dari tangan yang kotor.yang mungkin saja ia bawa dari luar sana.
Kemudian mengangkat kepala gadis itu yang mengalami perdarahan sedikit ke atas lalu mengganjarnya dengan bantal agar lebih tinggi dari dada, untuk memperlambat perdarahan. Lalu ia menekan area luka dengan kain kasa untuk menghentikan pendarahan. Namun, ia tak menekan luka tertalu keras.
Setelah menekan luka untuk menghentikan perdarahan, Yi Feng membersihkan area luka dengan kapas yang ia basahi dengan alkohol untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel.
Yi Feng meneteskan Betadine pada luka lalu menuangkan Betadine pada kapas, menempelkan kapas tersebut pada kepala lalu ia melilitkan perban.
"Selesai juga," gumam Yi Feng dan bernafas sedikit lega.
Semua tindakan ini terlihat asing bagi Yi Fang, ia benar-benar terkejut saat melihat Adiknya yang sangat mahir saat mengobati anak itu.
Tepat saat itu juga, tabib tiba. Segera memasuki kamar Yi Feng setelah di persilakan oleh para pengawal diluar sana.
"Salam kepada Yang Mulia Putra mahkota dan pada pangeran kedua, semoga panjang umur." Ujar nya ketika tiba didepan pintu.
"Salam juga, cepat tangani dia!" sambung Yi Feng cepat, ia tak memerlukan salam yang terlihat merepotkan itu di saat seperti ini.
Tabib itu mendekat, ia melihat perban yang melilit di kepala gadis itu, tak berkomentar dan tetap memeriksa keadaan gadis itu.
Yi Feng dan Yi Fang berdiri disana sambil melihat pemeriksaan tabib itu. Ia menyentuh pergelangan tangan anak itu, lalu merasakan denyut nadi.
Yi Feng akui para tabib di era seperti ini, mereka hanya menyentuh tangan lalu mengetahui penyakit apa yang diderita oleh pasien yang di tangani. Tak seperti dia era modern yang harus di lakukan pemeriksaan yang sedikit merepotkan dengan alat-alat agar mendapatkan hasil yang efektif.
"Maaf, Pangeran kedua. Namun, anak ini-"
"Jelaskan setelah selesai, obati dia terlebih dulu. Lakukan yang seharusnya kau lakukan dan jangan banyak mengoceh." Yi Feng memotong ucapan tabib itu tanpa perasaan.
Tabib itu tentu saja menutup mulutnya, "Baik, Pangeran."
ia mengeluarkan salep berbentuk krim berwarna hijau tua, ia kemudian membersihkan luka tangan kecil itu dengan kain putih yang dicelupkan kedalam air.
'Itu hanya membersihkan kulit saja, tidak dengan kuman atau bakteri. Ini dapat menyebabkan infeksi.' batin Yi Feng.
Saat tabib akan mengoleskan salep pada luka, Yi Feng menahannya.
"Tunggu dulu!" cegahnya.
Tabib mengangkat wajahnya dan menatap pada pemuda bertopeng itu. "Ya, Pangeran?"
"Kau yakin telah membersihkan nya dengan benar?" ujar Yi Feng.
"Tentu, Pangeran." balas Tabib itu.
"Namun, mengapa aku ragu...
Karena di sekitar luka mungkin saja terdapat kuman atau bakteri yang menempel, membersihkan dengan air tak akan membunuhnya.. Justru bisa menyebabkan infeksi yang serius," ujar Yi Feng.
"....?"
"Pangeran, apakah anda mengerti tentang alcdemis? kata-kata anda barusan, itu-"
"Bukan. Aku bukan alcdemis." Potong Yi Feng, "Apakah itu adalah salep untuk luka?" tatapan Yi Feng tertuju pada mangkuk kecil yang berada ditangan tabib.
"Ya, Pangeran. Ini adalah salep khusus untuk luka." tabib itu membernarkan pertanyaan Yi Feng.
Mengangguk, "Kau bersihkan juga kakinya. Lututnya robek, ada juga luka gores di kakinya," ujar Yi Feng.
Tabib menyimpan mangkuk itu, ia menyingkap hanfu anak itu lalu membersihkan luka-luka di sekitar kakinya.
Yi Feng sendiri membersihkan lagi tangan anak itu dengan kapas alkohol sebelum ia mengoleskan salep pada luka anak itu.
"Aku rasa, ia juga punya lebam di sekitar tubuhnya, coba diperiksa juga." ujar Yi Fang memberikan saran.
Yi Feng menoleh pada kakaknya, apa yang dikatakan memang benar. Mungkin saja sekitar tubuhnya terdapat lebam, karena anak kecil seperti nya mendapatkan perlakuan kasar dari para pembunuh bayaran itu.
Yi Feng mengeluarkan gunting, ia menggunting hanfu gadis kecil itu, lalu membukanya.
Pandangan yang mengerikan membuat mata Yi Feng membulat.
"Baj!ngan!!" Pekik Yi Feng.
Yi Fang dan tabib itu juga sangat terkejut, tubuh anak itu penuh dengan lebam, terdapat banyak jejak kekerasan yang diterima olehnya.
Darah Yi Feng rasanya mendidih, wajahnya memerah dibalik topeng. Bukan karena malu, melainkan karena marah!
Anak ini masih sangatlah kecil, namun mendapatkan kekerasan fisik di usianya ini?
Benar-benar hanya para baj!ngan tak berperasaan yang melakukan hal ini pada anak kecil.
'Azka, cepat ambil air suci untuk diminumkan padanya! Kondisinya sangat buruk,' Suara Louis kembali terdengar di pikiran Yi Feng.
'Kak Louis... Bagaimana aku bisa memberi nya minum? Dia saja masih pingsan, ' balas Yi Feng melalui telepati.
"Yang Mulia, ini..." Ucapan tabib tercekat, ia tak dapat mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.
"Anak malang, siapa yang melakukan hal kejam ini padanya?" sambung Yi Fang lagi.
"Panggilkan kepala Tabib kemari, CEPAT!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
manusia planet Saturnus
anak sekecil itu
berhadapan dengan maut☹️
2024-06-04
0
Dewi Ansyari
Kasihan anak kecil itu kritis ya ampun🙊😭😭😭😭😭
2022-06-12
0
🍂QUEEN ❄️
gw masih penasaran sama axila dan kevi serta anaknya
2022-05-13
1