Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Alex dan Anes berhenti disebuah pemakaman mewah di Jakarta.
"Mas kok kesini?" tanya Anes ketika Alex tengah memarkir mobilnya.
"Ayo turun!" ajak Alex.
Anes hanya mengikuti langkah Alex dari belakang. Dia masih bingung kenapa suaminya mengajaknya ke sana.
"Mas tunggu, sebenarnya kita mau ngapain kesini?" tanya Anes lagi.
"Menemui ibuku," jawab Alex singkat dengan tetap berjalan menuju makam sang ibu.
Anes sedikit mempercepat langkah sehingga kini ia berjalan sejajar dengan Alex.
"Jadi, yang kamu maksud wanita yang paling kamu cintai adalah almarhumah ibu kamu?" tanyanya lagi.
"Kamu pikir siapa?" Alex balik bertanya
bertanya.
"Aku kira kekasih kamu mas dan kamu akan ketemu sama dia di depanku," jawab Anes polos.
"Ck. Dasar kamu berpikir terlalu kreatif, mana mungkin aku menemui wanita lain dan memberinya bunga di depan istriku, aku masih waras, aku menghargai pernikahan kita walaupun karena di jodohkan," jawab Alex sambil menoyor kepala Anes pelan.
Anes hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Huh untung aja aku tadi nggak langsung marah-marah dan mewek didepan dia," batin Anes.
Akhirnya, mereka sampai di makam ibunya Alex, mertua Anes tentunya. Alex langsung meletakkan bunga Lily kesukaan ibunya tersebut di atas makam sang ibu.
"Ma, Alex kesini lagi, kali ini Alex mengajak Anes istri Alex kesini untuk mengenalkannya sama mama," ucap Alex sambil berjongkok di samping makam ibunya.
"Hai ma, saya Anes istri mas Alex, maaf baru mengunjungi mama hari ini, semoga mama merestui pernikahan kami," ucap Anes yang ikut berjongkok di sebelah Alex.
Anes dapat melihat dari mata suaminya,kalau dia sangat merindukan sang ibu.
"Mama tenang aja, aku akan merawat mas Alex dan berusaha menjadi istri yang baik buat dia," ucap Anes dalam hati.
"Ma doain Alex, semoga Alex bisa menjadi suami yang baik buat Anes, dan bisa membahagiakannya, mama tahu kan kalau kami di jodohkan tapi jauh sebelum itu Alex sudah mencintainya ma, walaupun Alex tidak tahu apakah dia sudah mencintai Alex atau belum tapi semoga suatu saat dia akan mencintai Alex." Alex juga berbicara dalam hatinya.
Cukup lama mereka berdua di makam sang ibu, hingga kemudian Alex mengajak Anes untuk pulang.
"Ayo kita pulang sekarang," ajak Alex dan Anes mengangguk.
" Ma kami pulang dulu, kapan-kapan kami akan kesini lagi," ucap Anes kemudian berjalan meninggalkan makam ibu mertuanya.
🌼 🌼 🌼
Malam harinya Alex dan Anes menonton tv berdua.
"Ganti channelnya, lihat berita saja!" ucap Alex datar.
"Nggak mau! Aku mau lihat ini aja, seru!!" sahut Anes.
"Cepat ganti, acara kayak gitu kok ditonton,"
"Biarin! kalau nggak mau nonton mas pergi aja!"
"Kamu! cepat siniin remotenya," Alex meminta remote yang dipegang Anes dengan paksa, namun Anes mencegahnya. Mereka pun akhirnya saling berebut remote seperti Tom dan Jerry. Anes lari mengelilingi sofa dan Alex mengejarnya. Anes yang merasa sudah kehabisan nafasnya pun berhenti.
"Yes dapat!" sorak Alex ketika dapat mengambil remote televisi dari tangan Anes.
Kemudian Alex duduk ke sofa kembali dan mengganti saluran televisinya.
"Huh sebel, ya udah situ nonton aja sendiri!" gerutu Anes.
"Mau kemana?" tanya Alex
"Ke dapur ambil minum, haus," jawab Anes ketus
"Salah sendiri malam-malam lari-lari, kalau mau olah raga bilang-bilang, kan kita bisa melakukannya di kamar!" goda Alex dengan senyum devilnya.
"Maksudnya?" tanya Anes melotot
"Ya kita lanjutin olah raga yang tadi pagi," jawab Alex.
"Ck. Dasar mesum!" ucap Anes sambil menuju ke dapur.
Alex tersenyum karena telah berhasil menggoda istrinya.
"Nih mas, sekalian aku buat teh buat kamu," ucap Alex sambil meletakkan secangkir teh dimeja.
"Hmmm makasih."
"Haaah apa?" Anes pura-pura nggak dengar.
"Makasih! gitu aja nggak denger," sewot alex
"Bukannya nggak denger mas, cuma mastiin aja, kali aja aku salah dengar, ternyata mas bisa juga bilang makasih sama aku biasanya kan mas selalu bilang teh yang ku buat nggak enak," celoteh Anes.
"Ya udah aku tarik kata-kataku, nggak jadi makasih," ucap Alex.
"Yee mana bisa gitu, makasih ya makasih aja, emang susah ya menghargai kebaikan orang dengan bilang makasih."
"Iya-iya bawel. Terima kasih istriku yang baik hati dan tidak sombong karena telah membuatkan suami kamu ini teh yang enak," ucap Alex dengan senyum sok imut.
"Puas?" lanjutnya lagi.
Melihat tingkah suaminya Anes pun tidak dapat menahan tawanya. Dengan terpaksa Anes pun menemani Alex menonton televisi meskipun ia tidak menyukai acaranya. Tanpa terasa hari semakin larut, Alex merasakan sesuatu menimpa pundaknya. Ia menoleh dan ternyata istrinya tertidur dengan menyenderkan kepalanya dipundak Alex.
Kemudian, Alex mematikan televisi dan Pelan-pelan mengubah posisi Anes ke tangannya dan membopongnya ala bridal style menuju ke kamar.
Sesampainya di kamar, Alex menurunkan Anes Pelan-pelan di tempat tidur. Kemudian ia menyelimuti Anes dan membelai rambut kemudian mencium keningnya.
"Padahal mau aku ajak olah raga malah tidur," ucap Alex lirih sambil tersenyum. Lalu ia mematikan lampu yang ada di atas nakas samping tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Anes untuk menyusulnya tidur.
🌼 🌼 🌼
Di sela-sela waktu tidur mereka, tiba-tiba Anes terbangun karena merasakan kram diperutnya. Dia meringis menahan sakit sambil memegang perutnya.
"Mas bangun!" panggil Anes sambil menggoyang-goyang tubuh Alex agar suaminya bangun.
Alex mengerjapkan dan mengucek matanya.
"Ada apa, kenapa bangunin aku jam segini?" tanya Alex sambil menguap.
"Perutku sakit mas," ucap Anes sambil meringis menahan sakit.
Mendengar ucapan istrinya Alex langsung sigap.
"Mana yang sakit? ayo cepat ke dokter! Oh tidak, biar aku panggil dokter keluarga saja, apa sakit banget, apa perlu kita ke rumah sakit?" Alex merasa panik dan khawatir.
"Oh tidak! Aku lupa ini tanggal berapa!" seru Anes lalu melihat ponselnya.
Setelah melihat ponselnya Anes buru-buru masuk ke kamar mandi.
"Tu kan bener, aku datang bulan, kenapa aku bisa lupa jadwalnya. Duh mana aku nggak nyiapin pembalut lagi. Gimana ini?" Anes merasa bingung.
Sementara diluar kamar mandi, Alex hanya mondar mandir karena khawatir, ia ingin menyusul Anes masuk tapi pintunya dikunci dari kamar mandi.
"Tok tok tok" Alex mengetuk pintu kamar mandi.
"Anes, apa kamu baik-baik saja, ayo buka pintunya, jangan buat aku khawatir." ucap Alex
"Apa aku telepon dokter Andre saja(dokter keluarga Parvis)."
Kemudian Alex mengambil ponselnya dan menghubungi dokter tersebut
"Hallo dok, cepat datang ke apartemen saya sekarang juga, istri saya merasakan sakit di perutnya," ucap Alex ketika dokter andre mengangkat teleponnya.
"Tapi Tuan ini jam berapa, apakah tidak bisa besok pagi saja," jawab dokter Andre di teleponnya.
"Cepat kemari atau anda sudah bosan menjadi dokter keluarga Parvis?" Alex langsung mematikan teleponnya. Lalu kembali ke pintu kamar mandi.
"ANESKA! buka pintunya, aku sudah panggilan dokter buat kamu, cepat jangan buat aku khawatir!" ucap Alex dengan berteriak supaya Anes bisa mendengar suaranya.
Ceklek, Anes membuka pintu.
Anes hanya menampakkan kepalanya di pintu, sementara badannya ia sembunyikan dibalik pintu
"Kenapa kamu mengunci pintunya? kalau terjadi apa-apa sama kamu bagaimana? terus bagaimana perut kamu, apa masih saki? aku sudah panggilan dokter sebentar lagi dia akan sampai. Ayo tunggu dokter datang ditempat tidur," ucap Alex, terlihat sekali kekhawatiran di wajahnya.
" Mas, Aku tidak apa-apa. Hanya saja,,," kalimat Anes menggantung.
" Tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas tadi kamu meringis kesakitan,"
"Aku kedatangan tamu bulanan," jawab Anes lirih dengan tetap badannya bersembunyi dibalik pintu kamar mandi
"Maksud kamu apa, masa malam-malam begini ada yang bertamu," Alex tak mengerti maksud perkataan Anes.
"Maksudnya, aku menstruasi, kram perut aku karena aku menstruasi, bukan karena apa-apa." jawab Anes lirih
"Kamu yakin tidak apa-apa? terus kenapa kamu tidak keluar malah bersembunyi dibalik pintu?" tanya Alex.
"Itu masalahnya mas, aku tidak punya persediaan pembalut," jawab Anes sambil garuk-garuk kepala.
"Terus?"
"Bisa tolong mas beliin pembalut buat aku?"
"Hah ada-ada aja, ya udah ayo kita beli!"
"Mas sendiri aja ya, perutku masih sakit lagian aku malu kalau keluar nggak pakai pembalut."
" Terus, aku harus keluar sendiri, jam 02.00 buat beli pembalut. Nggak mau!"
"Yaudah kalau nggak mau nggak apa-apa!" ucap Anes cemberut.
"Ya udah sana lanjutin tidur biar aku tetap disini, tidur dikamar mandi, kalau tidur di kasur, takutnya tembus," lanjutnya lagi dengan nada memelas.
"Allahu Akbar! baiklah akan aku belikan,"
"Benarkah, mas mau beliin?" Anes tampak girang.
"Demi kamu apapun aku lakukan," batin Alex
"Iya bawel, udah aku pergi dulu, kamu keluarlah, nggak apa-apa tidak usah di kamar mandi terus,"
Anes menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
Alex segera mengambil jaket dan kunci mobil, kemudian ia bergegas pergi.
🌼🌼🌼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Yashinta
aduh anes kok mas alex di suruh beli pembalut ha ha ha
2024-06-26
0
Can Sikumbang
baca ini karna penasaran dr novel senja dan elang ,yg malam pertama disuruh beli pembalut ternya ini,🤣🤣🤣
2024-06-19
1
susi 2020
🤩🤩🤩
2023-10-01
0