Setibanya di kantor, Anes menghampiri Amel di kubikelnya dahulu sebelum menuju ruangannya.
"Mel, kamu kenapa? suara kamu serak gitu, muka kamu juga pucat," tanya Anes yang melihat amel tampak tak sehat.
"Tau nih Nes, tenggorokanku sakit, tadi malam juga aku agak demam," jawab Amel lemas.
"Kebanyakan ghibah tuh, makanya tenggorokannya jadi sakit, hehe," ledek Anes.
" Anessss!"
" Hehe becanda kali Mel, ya udah nanti aku antar kamu ke dokter yah, aku ijin dulu sama Pak Alex," ucap Anes.
"Nggak usah Nes, tadi aku udah minum obat kok. Ini juga udah mendingan," Amel menolak untuk ke dokter.
"Kamu yakin Mel? kalau kamu sakit ijin aja kenapa masuk kerja sih, kan bisa ijin nggak masuk?" tanya Anes cemas.
"enggak apa-apa ANESKA SALSABILA PUTRI. Aku baik-baik aja, jadi tenang aja ok!" jawab Amel.
"Hmmm baiklah AMELIA KARLA SAFIRA sayaaang," ucap Anes Sambil tersenyum.
"Ya udah aku ke ruangan aku dulu, awas jangan ghibah mulu, ntar tenggorokannya tambah sakit," goda Anes sambil pergi meninggalkan Amel.
"ANESKA!" teriak Amel tanda kesal karena digoda sahabatnya.
Namun Anes tidak peduli dengan tetap berjalan sambil tersenyum.
Visual AMELIA KARLA SAFIRA
POV ANES
Sebenarnya hari ini aku ingin curhat sama Amel soal perjodohan itu, aku tidak tahu apakah keputusanku menerima perjodohan itu benar, aku ingin meminta pendapat Amel, tapi sepertinya Amel kurang sehat dan juga pasti nanti malah akan bikin dia heboh, atau bisa-bisa, perjodohanku dijadikan novel, hobinya kan menulis novel online. Sebaiknya aku kasih tau dia nanti aja nunggu waktu yang tepat. Hmmm kira-kira laki-laki seperti apa yang akan di jodohkan denganku, apakah dia seumuran denganku, atau lebih tua dariku, apakah dia baik, apakah dia ganteng atau jelek. Ah aku percaya sama pilihan kakek.
🌼 🌼 🌼
"Tok tok tok, permisi Pak ini tehnya!" Seperti biasa, Anes mengantarkan teh ke ruangan Alex.
"Taruh saja di atas meja!" jawab Alex yang sibuk dengan benda pipih berbentuk persegi didepannya.
"*Nggak bisa ya, kalau bicara sama orang tuh lihat orang yang diajak bicara*."
"Baik Pak! o ya, nanti siang ada jadwal meeting dengan Mr. Osaka dari Jepang, setelah itu sorenya lanjut meeting dengan Pak Anggara dari Anggara Corp," jelas Anes.
"Baiklah. Jangan lupa siapkan berkas-berkasnya!" perintah Alex, masih tetap fokus dengan benda pipih berbentuk persegi didepannya.
Diam-diam Anes memperhatikan bosnya tersebut.
" Tampan sekali! huh sadar Anes, kamu udah mau dijodohin jangan macam-macam!" batin Anes.
" Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu," sahut Anes kemudian.
"Hem," jawab Alex singkat. Sekilas, ia memperhatikan gadis itu keluar dari ruangannya.
POV ALEX
Kenapa dia bersikap biasa saja? Mungkin dia belum mengetahui tentang perjodohan itu, kalau dia mengetahuinya akankah dia menerima perjodohan itu, atau dia akan menolaknya? ah entahlah lebih baik bersikap seperti tidak ada apa-apa saja.
"Bos, sepertinya Nona Anes belum mengetahui soal perjodohan itu," ucap David.
"Sepertinya begitu, buktinya dia tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Tapi biarlah, nanti kalau sudah waktunya dia bakalan tahu," jawab Alex.
"Drttt, drrtt, drrt" suara ponsel Alex bergetar, Alex bergegas mengangkatnya.
Cukup lama Alex berbicara dengan orang diseberang telepon, raut muka Alex menjadi serius.
"Baiklah aku mengerti," ucap Alex sambil mematikan ponselnya.
"Ada apa Bos, sepertinya ada yang tidak beres?" tanya David.
"Ada sedikit masalah di perusahaan yang di Australia, kau berkemaslah dan urus urusan perusahaan yang di sana!" perintah Alex kepada David.
"Tapi Bos, apa tidak sebaiknya Anda yang pergi ke sana?"
"Aku rasa aku tidak perlu turun tangan kali ini, seperti yang sudah-sudah, aku percaya kali ini pun kamu bisa mengurusnya," ucap Alex yakin.
David memang orang kepercayaan Alex, dia selalu bisa diandalkan oleh Alex.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu Bos," pamit David kepada bos sekaligus sahabatnya itu.
"Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku!"
David hanya mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan ruangan Alex.
🌼 🌼 🌼
Beberapa hari telah berlalu, semua berjalan seperti biasa, Anes masih tidak mengetahui sosok laki-laki yang dijodohkan dengannya, sedangkan Alex masih sama sifatnya terhadap Anes, dan malam ini merupakan malam yang penting, dimana keluarga calon suami Anes akan berkunjung kerumahnya, tentu saja untuk melamar Anes.
"Sayang, apa kamu sudah selesai bersiap-siap?" tanya Bu Ratna.
"Sudah Ma," jawab Anes dari dalam kamarnya.
Dengan mengenakan dress selutut, yang berwarna Pink dan bermotif bunga, tak lupa ia memakai aksesoris kalung lengkap dengan gelang dan cincinnya yang secorak , Anes keluar dari kamarnya untuk bergabung dengan kedua orang tuanya diruang tamu untuk menyambut kedatangan keluarga calon suaminya. Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk.
"Tok tok tok!" (suara pintu diketuk).
"Itu pasti mereka," ucap ayah Anes mendengar suara pintu yang diketuk.
"Biar Anes yang buka Pa," ucap Anes sambil beranjak menuju ke pintu.
"Ceklek," (suara pintu di buka).
"PAK ALEX!" Anes kaget mengetahui siapa yang datang.
"Kenapa Bapak kesini, apa ada masalah dengan pekerjaan?" tanya Anes masih belum paham maksud kedatangan Alex kerumahnya. Bahkan, Anes tidak menyadari kalau Alex datang bersama orang tuanya termasuk ibu tirinya.
Alex hanya diam, dia terpaku melihat kecantikan gadis yang kini tengah berdiri didepannya.
"Cantik sekali," gumam Alex lirih hampir tak terdengar.
"Pak Alex bicara sesuatu sama saya?" tanya Anes karena ia seperti mendengar Alex bicara.
"Tidak, saya tidak ngomong sama kamu," jawab Alex sekenanya.
" Ehem!" Pak Arya berdehem dan membuat Anes menyadari keberadaannya.
"Eh, Pak Arya juga kesini?" tanya Anes bingung sambil tersenyum.
Sedangkan Rania, hanya diam dan menatap Anes dengan tatapan tidak suka. Anes yang menyadari hal itupun tetap tersenyum kepada Rania.
"Sayang, kenapa nggak disuruh masuk tamunya," ucap ibunya Anes sambil menghampiri putrinya. Alex dan orang tuanya pun dipersilakan masuk oleh Anes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
susi 2020
😘😘
2023-10-01
1
susi 2020
😍😍😍
2023-10-01
0
Lily Miu
oh jangan2 authorlah amel itu🤭🤭
2023-09-19
0