Pagi harinya, saat Anes mengerjapkan matanya, ia merasa ada sesuatu yang menindih perutnya, dan ternyata itu tangan Alex yang tanpa sadar memeluknya saat tidur semalam. Anes hendak berteriak karena kaget, namun ia mengurungkannya begitu ingat kalau kini Alex sudah menjadi suaminya. Ia menoleh ke arah wajah suaminya dan memandangnya sesaat.
" Pemandangan yang indah sekali di pagi hari, " batin Anes dengan senyum dibibir tipisnya.
Pelan-pelan ia memindahkan tangan Alex dari perutnya karena ia tak ingin membangunkan suaminya yang masih terlelap.
"Sebaiknya aku masak untuk sarapan nanti," ucap Anes kemudian turun menuju ke dapur.
Sebelum sampai di dapur, ia disambut oleh dua orang pembantu Alex yang sedang bersih-bersih, karena sudah dipercaya oleh Alex, mereka diberi passcode untuk masuk ke apartemen tersebut.
"Selamat pagi Nona Muda," sapa Bi Ani.
"Selamat pagi. Kalian?" Anes menggantungkan kalimatnya.
"Iya, kami pembantu disini Non, nama saya bi Ani dan ini adik saya bi Ina" bi Ina memperkenalkan dirinya dan juga adiknya kepada Anes.
"Hihi, jadi ingat serial kartun anak-anak. Nama saya Ipin dan ini adik saya Upin," Anes tertawa dalam hati karena merasa lucu.
"Astaghfirullah, nyebut Nes, nggak boleh ngeledek kayak gitu," batinnya lagi.
"Oh iya Ni, saya Anes istrinya mas Alex," sahut Anes.
"Kami sudah tahu Nona, Tuan Alex sudah memberi tahu kami," ucap Bi Ina.
"Nona mau dimasakin apa, biar bibi masakin buat Nona,,sebelumnya kami tidak pernah masak, karena Tuan jarang sekali makan di rumah, kalaupun makan di rumah selalu delivery, jadi kami hanya bersih-bersih saja disini."
"Tidak usah Bi, biar saya masak sendiri."
"Baiklah kalau begitu, kami lanjut bersih-bersih dulu," pamit Bi Ina.
"Iya silahkan Bi," sahut Anes. Kemudian dia ke dapur dan bersiap untuk masak.
"Masak apa ya hari ini?" Anes bertanya pada dirinya sendiri dalam hati sambil melihat isi kulkas.
"Mmm buat nasi goreng sayur ajalah yang cepat," lanjutnya lagi.
Bi Ani menghampiri Anes di dapur.
"Non, ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Ani.
"Mmm boleh Bi, tolong kupasin dan iris dadu wortel ini ya Bi!" perintah Anes dengan ramah.
"Baik Nona," bi Ani langsung melakukan sesuai yang diminta oleh Anes.
"Bibi sudah lama kerja disini?" tanya Anes.
"Sudah lama Non, sejak Tuan Muda Alex masih kecil, saya dan bi Ina bekerja pada Tuan Parvis Non, dan selama tuan Alex di Australia, kami yang menjaga dan membersihkan apartemen ini atas perintah Tuan Besar," jelas bi Ani.
"Ohhhh jadi Bibi juga bekerja di rumah papa Arya."
"Iya Non, setelah pekerjaan disini selesai kami pulang ke tempat Tuan Besar, lebih tepatnya saya dan bi Ina tinggal di sana."
"Nona tahu, selama saya bekerja di keluarga Parvis, saya tidak pernah melihat Tuan muda membawa seorang wanita ke rumah maupun kesini, eh tahu-tahu langsung punya istri." lanjut bi Ani lagi.
"Masa sih Ni, mas Alex tidak pernah membawa pacar atau teman perempuan ke rumah," selidik Anes.
"Benar Non, dulu sih bibi dengar Tuan muda memiliki kekasih tapi tidak pernah dibawa pulang,"
"Maaf Non, saya lancang malah sambil mengobrol dengan Nona," lanjutnya
"Ahh tidak apa-apa Bi, saya malah senang ada teman ngobrol, tidak usah sungkan, o ya dimana bi Ina?"
"Nona Anes memang baik, pantas Tuan muda memilih Anda jadi istrinya, bi Ina lagi membersihkan ruang kerja Tuan muda Nona."
"Ah Bibi bisa aja."
Dan Merekapun lanjut memasak sambil terus mengobrol.
🌼 🌼 🌼
Sementara itu, cahaya hangat yang menyeruak melalui kaca jendela dikamar Alex, mampu membuat si pemilik kamar membuka matanya. Dia menoleh kesamping, namun tidak mendapati istrinya di sana,
"Dimana dia?" batin Alex, kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan mencari keberadaan istrinya.
Ia keluar dari kamar dan bertemu dengan bi Ina yang baru saja keluar dari ruang kerja Alex.
"Selamat pagi tuan muda" Sapa bi Ina
Alex hanya membalas sapaan bi Ina dengan sebuah anggukan sambil berjalan mencari Anes. Bi Ina pun melanjutkan langkahnya ke lantai bawah, karena di lantai atas tinggal kamar utama yang belum di bersihkan, ia atau bi Ani biasanya membersihkan kamar Alex, setelah Alex pergi ke kantor , karena Alex tidak suka orang lain masuk ke kamarnya selama dia berada di apartemen
"Eh tunggu Bi," Alex menghentikan langkah bi Ina.
"Ya tuan muda, ada apa?" tanya bi Ina.
"Apa bibi tahu dimana istri saya?" tanya Alex sedikit ragu.
"Ohhh, Nona Anes sedang memasak di dapur tuan," jawab bi Ina
"Ya sudah, lanjutkan pekerjaan Bibi" perintah Alex.
"Baik Tuan," bi Ina pun melanjutkan langkahnya.
"Di dapur? Masak?" batin Alex dengan mengernyitkan dahinya. Kemudian dia berjalan menuju keempat istrinya berada.
Benar saja, Alex mendapati Anes sedang memasak dan asyik mengobrol dengan bi Ani di dapur.
Tanpa Anes sadari, sepasang mata tengah memperhatikannya.
" Tuan Muda," ucap bi Ani yang menyadari keberadaan Alex.
" Eheemmmm! Sedang apa kamu disini?" suara Alex membuat Anes menoleh kearahnya.
"Eh Mas Alex udah bangun, ini aku lagi masak buat sarapan kita."
"Sarapan? Kita? Maksudmu aku juga?" tanya Alex ragu.
"Tentu saja, siapa lagi, masa aku disuruh sarapan sendiri, udah sana tunggu di meja makan!" perintah Anes.
"Lain kali kalau mau makan bisa keluar atau delivery saja!"
"Udah jangan protes! Bawel!"
"kamu!"
Alex mengernyitkan dahinya lalu duduk dimeja makan.
"Akhirnya selesai juga, Bi tolong beresin ini ya, saya mau bawa ini ke meja makan," ucap Anes.
"Baik Nona Muda."
🌼🌼🌼
"Apa ini?" tanya Alex ketika Anes menyiapkan sarapan di meja makan.
"Ini nasi goreng Mas, spesial
Buatan Chef Anes," jawab Anes sambil memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
"Nasi goreng kok ada makanan kelincinya," sungut Alex.
"Wortel maksudnya? ya kan nasi goreng sayur, coba deh mas, pasti suka!"
"No! Kita delivery aja," tolak Alex tegas.
"Nggak mau! cobain dulu, lagian wortel juga bagus dimata mas, ayo cobalah!" ucap Anes cemberut.
"Nggak mau! aku nggak suka wortel! coba aja mata kamu ditaruh wortel, pasti nggak bisa lihat, baik dari mananya coba!" balas Alex.
"Tau ah, pagi-pagi dah ajak ribut! aku udah susah-susah masak malah nggak mau makan," kesal Anes.
"Apa kamu yakin ini bisa dimakan?"
"Tentu saja! cepat buka mulut kamu aaaaaa" Anes memaksa Alex membuka mulutnya dengan mengarahkan sendok ke arah mulutnya.
Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, Alex menuruti perintah Anes. Ia membuka mulutnya dan...
" Enak sekali nasi goreng buatan Anes dan wortel ini biasanya aku nggak suka tapi ini bisa aku makan," batin Alex sambil mengunyah nasi gorengnya.
"Gimana, enak kan?" tanya Anes antusias.
"Mmm lumayan masih bisa dimakan," jawab Alex berbohong.
"Udah lanjutin makannya, bisa kan makan sendiri, aku juga mau makan!" ujar Anes jutek kemudian dia mengambil nasi goreng untuknya sendiri.
"Kenapa jadi dia yang galak?" batin Alex, dengan lahapnya dia memakan nasi goreng buatan Anes.
"Ck. Dasar bilangnya cuma lumayan, tapi makannya kayak orang gak makan satu minggu," ucap Anes lirih sambil melirik sinis ke arah Alex yang duduk didepannya.
Bi Ani dan bi Ina yang menyaksikan tingkah kedua majikannya tersebut pun tertawa cekikikan.
"Lihat tuh Bi, mereka memang cocok sekali" ucap bi Ina.
"Hihihi iya Bi, senang sekali melihat pemandangan seperti ini. Biasanya Tuan Alex tidak pernah mau makan di meja makan, mungkin karena sendiri jadi tidak selera, tapi sekarang sudah ada Nona Anes yang menemaninya makan," sahut bi Ani.
"O ya, tadi malam papa telepon," ujar Alex.
"Papa siapa?" tanya Anes dengan mengadu-aduk makanannya.
"Papa Arya, dia bilang akan memberikan kita hadiah pernikahan," jawab Alex.
"Kado? memang kado apa yang papa kasih?"
"Tiket honeymoon, jawab Alex santai.
"Uhuk uhukk!" Anes tersedak makanan yang masih ada di kerongkongannya karena mendengar ucapan suaminya.
"Ck. Dasar makanya hati-hati kalau makan, ini minum dulu," ucap Alex sambil menyodorkan minum buat Anes.
"Dan mas mau menerimanya?" tanya Anes setelah ia meneguk air minum yang diberikan Alex.
"Kenapa tidak, apa kamu tidak mau?" Alex balik tanya.
"Huh kenapa juga harus honeymoon segala, honeymoon harusnya untuk dua orang yang saling mencintai, baru romantis, toh dia juga sepertinya tidak mencintaiku, tidak berfaedah!" ucap Anes dalam hati.
"Jawab! Malah bengong!" tegas Alex.
"Iya aku mau," Anes langsung menjawabnya.
"Kamu mau bulan madu dimana?" tanya Alex kemudian.
"Sebenarnya aku punya impian, kalau menikah aku pengen sekali bisa bulan madu ke Maldives. Tapi, apa kamu juga mau kalau kesana mas" sebenarnya Anes ingin bicara seperti itu tapi ia tidak berani mengatakannya.
"Malah bengong lagi, lama-lama kesambet lho. Kamu mau ke Maldives?" ujar Alex seolah-olah mengerti apa yang dipikirkan Anes.
"Kenapa dia tahu yang aku inginkan, apakah dia bisa baca pikiranku?"batin Anes.
"Aku tahu, kamu ingin sekali kesana, besok kita berangkat!"
"Apa? besok?"
"Ok fix ini mah, dia tau aku ingin sekali kesana, jangan-jangan benar lagi ,dia bisa baca pikiranku," batin Anes lagi.
"Terus mau kapan, tahun depan? lagian untuk orang Indonesia, ke sana tidak perlu pakai Visa, jadi bisa langsung berangkat hanya dengan paspor, bahkan bisa sampai satu bulan penuh di sana," ucap Alex dengan menaikkan sudut bibir atasnya.
"Tapi,,,,"
"Tidak ada tapi-tapian, kamu hanya perlu patuh pada suamimu!" ucap Alex kemudian dia beranjak meninggalkan meja makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Yashinta
anesssssssss
2024-06-26
0
Sintia Dewi
dulukan cuman sekretaris sekrang udh naik pangkat jd istri yg lbh berkuasa/Joyful/
2024-04-17
2
Mei Wulandari
layangan pedottt
2024-03-13
0