"Ehemmmm!"
Tiba-tiba, suara deheman seseorang membuat Alex dan Anes menoleh kearah suara tersebut. Ternyata, di belakang mereka sudah berdiri kedua orang tua Anes dan juga Pak Arya, dan tidak ketinggalan juga ibu tirinya Alex, Rania yang kelihatan sangat marah karena melihat adegan yang dilakukan kedua sejoli tersebut.
"Awas belum mahram, jangan macam-macam,
nanti setan lewat bahaya lho!" goda Pak Arya.
"Iya Nak Alex, halalin dulu anak saya," Pak Hari juga ikut menggoda Alex.
Alex dan Anespun tersipu malu dan menggaruk tengkuknya masing-masing yang tidak gatal itu.
"Sudah malam, ayo kita pulang," Ajak Pak Arya.
Dan Mereka pun berpamitan kepada keluarga Anes.
Didalam kamarnya, Anes masih tidak bisa tidur, dia masih merasa nggak percaya dengan semua ini. Kemudian, dia meraih ponselnya dan menghubungi Amel
"Halo Nes, ganggu orang tidur aja, kalo ada yang penting bicarain besok aja," ucap Amel dengan mata terpejam karena ngantuk.
"Dengar dulu Mel, aku mau curhat nih."
"Astagfirullah Nes, liat-liat waktu keles kalo mau curhat, ini udah jam berapa sayang?"
Anes menoleh ke jam yang ada di dinding.
"Hehe, ya sorry Mel, habisnya aku nggak bisa tidur sih. Ya udah, lanjutin ngebonya. Besok kan libur, kita jalan yuk, nongkrong di Cafe yang biasa," ucap Anes.
"Siap tuan putri ANESKA, byeeee!"
Dan sambungan telepon pun terputus.
"Ih dasar ni anak, main matiin aja," gerutu Anes dan langsung meletakkan ponselnya diatas nakas disamping tempat tidurnya.
🌼 🌼 🌼
Di Cafe...
"Apa!!!!????" teriakan Amel terdengar sampai kepojokan Cafe dan berhasil membuat para pengunjung Cafe tersebut menoleh kearahnya.
"Ssssttt, pelanin dikit suara kamu Mel, ini di Cafe bukan di hutan, malu dilihatin semua orang."
Amel mengedarkan pandangannya mengelilingi cafe dan benar para pengunjung cafe tersebut menoleh ke arahnya karena mendengar teriakannya.
"Habisnya, nggak ada angin nggak ada hujan apalagi badai, kamu tiba-tiba bilang mau nikah, salah makan obat ya kamu Nes, jangan ikutan halu kayak aku deh hehehe."
"Emangnya kenapa kalau aku mau nikah, nggak boleh?" gerutu Anes.
"Bukannya gitu Nes, selama 24 tahun kamu hidup di dunia ini aku belum pernah tahu kamu punya pacar, always jomblo sejati, terus tuh laki yang mau kamu jadiin suami dapat nyomot dari mana beb?"
"Eh, dulu pernah kali aku punya gebetan waktu SMA, kamu lupa Mel?" jawab Anes sewot.
"Hadeeh ( tepok jidat) itu mah cinta lama kagak kelar kali Nes, kamu suka dia, dia suka kamu, tapi dia nggak berani ungkapin perasaannya sama kamu, begitupun kamu juga cuma nunggu di tembak, sampai dia lulus, pergi tanpa pesan dan udah deh, the end tanpa ada cerita," celoteh Amel.
Amel dan Anes memang sudah bersahabat sejak SMA, hanya saja setelah lulus Anes melanjutkan kuliah ke Australia dan Amel tetap di Jakarta, sampai akhirnya mereka bekerja di perusahaan yang sama.
"Yang jelas aku akan menikah Amel,"
"Kamu seriusan ini nes?" wajah Amel mulai serius.
Anes mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Amel.
"Kirain tadi kamu bercanda Nes, terus terus gimana ceritanya kamu mau nikah, apa selama ini kamu punya pacar yang aku nggak tahu?" mulai kepo.
Anes menggelengkan kepalanya sambil meminum jus strawberry kesukaan ya.
"Terus?"
"Aku dijodohin," jawab Anes lirih.
"Wkwkwk hari gini dijodohin? Kayak lagunya Padi aja," ledek Amel.
"Padi?"
"Iya, itu yang lagunya Cukup Siti Nurbaya," jawab Amel.
"Itu Dewa 19 yang nyanyi bukan Padi oneng, huu dasar sotoy!" sahut Anes.
"Aaaah nggak penting siapa yang nyanyi bajuri! Terus, terus kamu mau gitu dijodohin?"
Anes mengangguk mantap. Amel menghela nafas dan kemudian diam sejenak.
"Terus kamu udah tahu siapa calon suami kamu itu?" tanya Amel.
"Udah, bahkan keluargaku sama keluarga dia udah mengadakan pertemuan," jawab Anes sambil mengaduk-aduk jus strawberry kesukaannya, menggunakan sedotan.
"Kapan?"
"Tadi malam," jawab Anes lagi.
"Astaga naga! udah sampai ketahap itu, kemana aja aku selama ini, kenapa kamu nggak pernah cerita, apa aku udah nggak dianggap?" wajah Amel seketika memelas.
"Jangan lebay deh, namanya juga semua serba tiba-tiba. Waktu itu juga aku mau cerita, tapi kamu lagi sakit tenggorokan, takutnya kalau aku cerita nantinya tenggorokan kamu tambah sakit karena ghibah hahaha," tertawa jahat.
"Sial kamu Nes!" Amel cemberut.
"Kamu tahu nggak siapa laki-laki yang dijodohin sama aku?"
"Siapa, siapa?" tanya Amel antusias.
"Jangan bilang udah tua, udah om-om dan jelek lagi, iuuuuuhhh kasihan," lanjut Amel.
"Pak Alex," jawab Anes to the point.
"Haah Pak Alex disini? mana?mana?" Amel clingak-clinguk mencari keberadaan bosnya sambil meminum jusnya.
"Maksudnya, yang dijodohin sama aku tuh Pak Alex, Oneng," jelas Anes.
"Uhukk uhuk!" Amel tersedak jus cappuccino yang baru saja dia minum dan masih bersarang di tenggorokannya.
"Sumpah demi apa? beruntung banget kamu Nes, bisa berjodoh sama Presdir sekaligus CEO ganteng dan kaya itu. Aku juga mau, tanpa susah-susah nyari langsung dapat paket komplit."
"Eh tapi gimana ceritanya sampai kalian bisa dijodohin?" tanya Amel penasaran.
"Ceritanya panjang, intinya ini adalah wasiat dari kakek kami berdua."
Anes juga tak mengerti kenapa jalan hidupnya seperti ini. Yang jelas ini semua mungkin sudah garis hidupnya yang harus ia jalani.
Amel hanya ber-oh-ria mendengar jawaban Anes.
"O ya, bye the way, akhir-akhir ini aku nggak liat pak David, kemana dia?" tanya Amel
" Cieeee kangen ya nggak lihat dia, dia sedang mengurus perusahaan yang ada di Australia, katanya ada sedikit masalah disana." jawab Anes
"Enggak cuma tanya aja, kenapa mukanya yang sebelas dua belas datarnya dengan Pak Alex nggak kelihatan dari kemarin," jawab Amel.
"Wah, bakalan akan terjadi patah hati massal ni di kantor, secara kan banyak karyawan perempuan yang tergila-gila ma Pak Alex, apalagi si nenek lampir itu, dan tentunya si Ricko juga, kan dia naksir kamu dari dulu, cuma nggak berani ngomong," celoteh Amel lagi.
"Siapa bilang mereka akan tahu, aku bakalan nikah diem-diem cuma dihadiri keluarga juga sahabatku aja yaitu kamu, aku nggak mau bikin heboh satu kantor kalau mereka tahu, lagian setelah menikah aku tetap mau bekerja secara profesional," jelas Anes.
"Awas ya kalu kamu ember!" ancam Anes.
"Siap tuan putri Aneska, eh salah siap nyonya Alex," jawab Amel menggoda sahabatnya.
"Ameeelllll."
"Jalan yuk Nes, dah lama nggak ngemall siapa tahu ada banyak diskonan" ajak Amel kemudian.
Anes mengiyakan ajakan sahabatnya tersebut dan mereka berdua meninggalkan Cafe tersebut.
Kira-kira seperti ini outfit Anes hari ini terlihat santai tapi tetap cantik
💠 SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN N VOTENYA YA, BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT DALAM BERKARYA TERIMA KASIH BANYAK 🙏❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Yashinta
anes memang cantik tiada duanya makanya alex lsg klepek2
2024-06-26
0
susi 2020
😍😍😍
2023-10-01
1
susi 2020
🥰🥰🥰
2023-10-01
0