Kini sampailah ke acara pelaksanaan akad nikah yang dilakukan sendiri oleh pak Hari selaku wali dari Anes.
"Saudara ALEX ABRAHAM PARVIS bin ARYA ABRAHAM PARVIS," ucap pak Hari sambil menjabat tangan Alex.
" Saya!" sahut Alex lantang.
"Saya nikahkan dan kawinkan Anda dengan anak perempuan saya ANESKA SALSABILA PUTRI binti HARI SAPUTRA dengan mas kawin satu set perhiasan berlian 14 karat dibayar tunai!," lanjut pak Hari.
"Saya terima nikah dan kawinnya ANESKA SALSABILA PUTRI binti Bapak HARI SAPUTRA untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Alex dengan lantang mengucapkan Qabulnya.
"Bagaimana para saksi dan hadirin sekalian sah?" tanya penghulu.
"Setelah," jawab para hadirin serentak memenuhi ruangan.
"Alhamdulillah."
Akhirnya semua berjalan lancar. Dengan satu tarian nafas, Alex berhasil mengucapkan qobul dengan lancar jaya tanpa hambatan seperti jalan Tol.
Selanjutnya, Alex memakaikan cincin pernikahan di jari manis Anes dan Anes juga memakaikan cincin pernikahan di jari manis Alex.
(source:pinterest)
Kemudian, atas arahan dari Penghulu, Alex mencium kening Anes dan Anes mencium punggung tangan Alex.
Semua kerabat yang menghadiri acara pernikahan Alex dan Anes tampak begitu bahagia dan haru kecuali Rania, ia hanya berpura-pura bahagia atas pernikahan tersebut. Yang sebenarnya hatinya terasa sangat sakit seperti tercabik-cabik.
"Selamat ya sayang, akhirnya putri kecil mama kini sudah menjadi seorang istri," ucap Bu Ratna sambil memeluk Anes.
"Makasih Ma," jawab Anes dengan mengeratkan pelukan mamanya.
"Selamat yang sayang, semoga kamu dan suami kamu selalu bahagia," kini giliran Pak Hari yang memeluk Anes.
"Amin, makasih Pa," jawab Anes.
"Alex selamat ya Nak, sekarang kamu sudah menjadi suami anak saya, saya percayakan Anes kepadamu, jaga dia baik-baik," ucap Pak Hari mengintimidasi.
"Iya Nak Alex, mama juga titip Anes, dia anak kami satu-satunya, tolong jaga dia baik-baik" imbuh Bu Ratna.
"Pasti Ma, Pa. Sebisa mungkin Alex akan menjaga Anes, dan akan membahagiakannya, karena ini sudah menjadi tugas Alex sebagai suaminya," jawab Alex penuh tanggung jawab.
"Kami percaya sama kamu Nak Alex."
Kemudian, mereka memeluk menantunya tersebut bergantian.
Anes merasa terharu dengan ucapan Alex, meskipun ia tidak tahu itu tulus atau hanya untuk menyenangkan kedua orang tuanya. Yang jelas sekarang ia hanya ingin menikmati suasana bahagia dan haru itu.
"Selamat buat kalian berdua, papa senang akhirnya kalian menikah dan papa lebih senang lagi karena kamu yang menjadi menantu papa Anes." Kini giliran Pak Arya memberi ucapan selamat kepada anak dan menantunya.
"Terima kasih Pak Arya," jawab Anes.
"Lho kok manggilnya begitu, sekarang saya juga papa kamu, panggil papa saja," ucap Pak Arya.
"Terima kasih Pa." Anes mengulangi jawabannya.
"Nah gitu dong. O ya, Alex jaga menantu kesayangan papa, jangan berani kamu menyakitinya," ucap pak Arya sambil tersenyum dan menepuk pundak Alex.
Alex mengiyakan nasihat papanya kemudian mereka saling berpelukan.
"Selamat buat kalian berdua, semoga kalian bahagia," ucap Rania yang sedikit memaksakan senyum di bibirnya.
"Terima kasih Ma," jawab Anes dengan senyum ramahnya.
Sekali lagi Rania memaksakan senyumnya kepada menantu tirinya tersebut, sejujurnya dia merasa risih dipanggil mama oleh Anes.
Sedangkan Alex, hanya tidak menanggapi ucapan selamat dari Rania.
"Anessssss! selamat sayangku, akhirnya kamu melepas predikat Miss Jomblo. Kirain kamu bakal jadi Miss Jomblo forever, eh tahu-tahu langsung nikah aja ama si bos kece, paket komplit. Hehehe. Pokoknya sekali lagi selamat and wish you all the best," ucap Amel heboh sambil memeluk Anes.
"Dasar kamu Mel, malu tahu, BTW makasih ya, semoga kamu cepat menyusul," bisik Anes di telinga Amel.
"Doain ya, aku juga jadi pengen cepet-cepet kawin hihi, semoga dapat seperti pak Alex."
"Ehhek hemm!" mendengar ucapan Amel, membuat Alex berdehem.
"Ehhh pak Alex, hehehe. Maaf ya pak, bercanda, o ya selamat juga buat Pak Alex, semoga samawa, dan yang paling penting langsung gaspoll Pak, jangan kasih kendor, biar cepat kasih saya ponakan yang unyu-unyu kayak auntinya ini, kalau perlu langsung kembar tiga biar rame," ucap Amel sumringah.
"Uhuk uhuk! " Alex tersedak mendengar ucapan sahabat dari istrinya tersebut.
"Dasar Ember!" batin Alex.
"Benar Bos kata Nona Amel, cepat kasih saya ponakan yang banyak biar rame," David mendukung perkataan Amel dengan senyum penuh arti.
Alex mengernyitkan alisnya dan menatap David dengan tatapan membunuh. David terkekeh karena kapan lagi dia bisa mengerjai bosnya itu.
Alex dan Anes tampak tersipu malu karena para kerabat yang mendengar ucapan Amel tersebut pada tertawa dan ada juga yang ikut menggoda pengantin baru tersebut.
🌼 🌼 🌼
Kini acara pernikahan telah selesai, Alex dan Anes langsung menuju ke apartemen mewah milik Alex. Sebenarnya Pak Arya sudah memesankan kamar di sebuah hotel bintang lima untuk mereka menginap malam ini, namun mereka menolaknya.
Sebenarnya juga Anes masih ingin tinggal di rumah kedua orang tuanya malam ini, tapi Alex ingin langsung membawanya pulang ke apartemennya dan Anes tidak bisa menolak atau urusan akan menjadi ribet sedangkan dia sudah merasa capek kalau harus berdebat, karena acara hari ini.
Alex dan Anes telah sampai di apartemen. Ketika memasuki ruang tamu, Anes hanya bengong dan tak percaya ia akan tinggal di apartemen semewah itu.
(source:pinterest)
"Untuk sementara, kita tinggal disini, sampai aku menemukan rumah yang lebih besar dan bagus untuk kita tinggal," ucap Alex memecah lamunan Anes.
"Apa? Apartemen sebesar dan semewah ini masih kurang besar dan bagus? Ajaib ni orang. Tenang Anes, kuasai diri jangan heboh daripada dibilang norak mending iyain aja," batin Anes dengan menatap sekeliling ruang tamu, ia merasa kagum dengan desainnya.
"Terserah Bapak saja bagaimana baiknya," ucap Anes setenang mungkin.
"Pembantu kita hanya datang pagi hari dan pulang siang atau sore setelah pekerjaan mereka selesai," ucap Alex.
"Kamar kita ada di lantai atas," lanjutnya.
"Kamar kita?" selidik Anes.
"Kenapa? Bukankah sekarang kita suami istri, jadi wajar kalau tidur satu kamar" ucap Alex sambil berjalan menuju kamarnya.
Anes hanya mengekori Alex tanpa berkata apapun. Ia terbayang-batang kata suami istri. Ya sekarang dia sudah menikah dan menjadi seorang istri. Dan dia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Tanpa ia sadari mereka telah sampai didalam kamar.
"Bukan!" Anes menabrak punggung Alex.
"Aww, maaf Pak saya tidak sengaja."
"Kalau jalan liat ke depan jangan menunduk apalagi melamun, kebiasaan!"
"Iya Pak maaf."
"O ya,n jangan panggil saya Pak atau Presdir lagi, sekarang kita suami istri," ucap Alex.
"Terus panggil apa dong? Masak saya harus panggil nama Bapak, Alex gitu, rasanya gak sopan."
'"Mmm gimana kalau panggil mas saja?"
"Terserah asal jangan pak. Dan juga jangan terlalu formal bicara denganku."
"Baik Pak. Eh Mas maksudnya." Anes membenarkan kalimatnya.
"Ya sudah kamu mandi dulu, ada pekerjaan yang harus aku urus sebentar," ucap Alex yang kemudian keluar kamar dan menuju ruang kerjanya.
Setelah Alex keluar, Anes mengedarkan kedua matanya mengelilingi kamar tersebut. Berbeda dengan ruangan lain yang di dominasi warna hitam dan abu-abu, kamar utama didominasi warna putih sama dengan kamar Anes, namun kamar ini jauh lebih mewah dan luas tentunya. Kamar utama ini, justru terlihat sangat lenggang hanya terdapat tempat tidur berukuran King size lengkap dengan bedcovernya, dan diujung dekat dengan jendela terdapat satu set sofa.
(source:pinterest)
"Ini kamar atau lapangan bola, luas amat," batin Anes. Kemudian ia menuju kearah jendela. Di sana dia bisa melihat keindahan kota di malam hari, apalagi apartemen milik Alex ini terletak dilantai paling atas dan hanya ada satu unit apartemen dilantai tersebut, sengaja memang didesign khusus sesuai permintaan Alex.
Anes memutuskan untuk mandi tapi dia kebingungan, pasalnya ia tidak membawa baju ganti sehelai pun karena Alex menyuruhnya tidak membawa apa-apa dari rumahnya. Kemudian ia hanya duduk di sofa sambil menunggu Alex kembali.
💠 Selamat membaca jangan lupa Like, terima kasih💠
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
223
sukaa
2024-06-25
1
Sintia Dewi
selamat udh SAH alex dan anes
2024-04-17
0
susi 2020
😘😘😘
2023-10-01
0