Alex menunjukkan wajah tidak suka terhadap David yang berada diluar pintu
"Ngapain kamu kesini? Mengganggu saja!" umpat Alex.
"Hehe, Anda sedang apa Bos? apakah saya mengganggu?" tanya David sambil cengengesan melihat penampilan bosnya yang acak-acakan.
"Iya kau sangat mengganggu! Aku sedang berolah raga, cepat katakan kenapa kau kemari!" kesal Alex.
"Ohhh Anda sedang olah raga rupanya," ucap David dengan nada tidak percaya dan mengejek.
"Mari kita keruang kerja bos, ada berkas-berkas yang harus Anda periksa dan tanda tangani," lanjut David sambil ngeloyor masuk menuju ke ruang Kerja mendahului Alex.
"Cihh!, siapa sebenarnya yang punya rumah disini, dasar!" ucap Alex kesal sambil menutup pintu kemudian mengikuti David keruang kerjanya.
"Apa ada masalah Bos? kenapa sepertinya Anda sedang bad mood?" selidik David
"iya, semua gara-gara kamu" ucap Alex dalam hati.
"Ada," jawab Alex singkat.
"Kalau boleh tahu, apa masalahnya?" tanya David polos.
"Kamu masalahnya,"
David bengong mencoba mencerna maksud dari ucapan Alex.
"sudahlah, cepat mana berkas-berkas yang harus aku periksa dan tanda tangani?" tanya Alex kemudian.
David menyerahkan beberapa berkas untuk diperiksa dan di tandatangani oleh Alex.
"Ngomong-ngomong, dimana nona Anes? saya tidak melihatnya,"
"Ngapain kamu nanyain istri saya? " tanya Alex curiga.
"Jangan bilang Anda cemburu? ish dasar bucin,"
"Tidak Bos, cuma tanya saja," jawab David.
"Dia sedang mandi," jawab Alex singkat
"Ohhh. Habis olah raga bareng, trus mandi ya Bos? Mandinya nggak bareng juga?" goda David dengan memandang kesegala arah
Alex menatap tajam ke arah David seolah-olah tatapan ya ingin menabok mulut asisten sekaligus sahabatnya tersebut.
" Ehek hem ngomong-ngomong keponakan saya sudah diproses belum nih bos? " tanya David penasaran.
"Bukan urusan kamu, dasar kepo!"
Mendengar ucapan Alex, membuat David terkekeh.
"Aku sudah selesai memeriksa dan menandatanganinya, sekarang kau pergilah!"
David merapikan berkas-berkas yang ada didepan Alex.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi kembali ke kantor. O ya, silahkan lanjutkan olah raganya yang tertunda," ucap David dengan senyum mencurigakan.
"Dan jangan lupa lap dulu lipstick dibibir Anda sebelum menerima tamu," bisik David lalu beranjak keluar ruangan.
"A**pa maksudnya?" batin Alex, kemudian dia mengusap area bibirnya dengan tangannya dan..
"Ah shiit!, ternyata ada bekas lipstick milik Anes yang menempel di bibirku," umpat Alex dalam hati.
🌼 🌼 🌼
Sementara itu, didalam kamar mandi Anes melihat tanda kissmark yang dibuat oleh Alex, mukanya langsung memerah mengingat kejadian yang baru saja dia lakukan.
Kemudian Anes berendam di bathub untuk merilexkan otot-ototnya yang terasa kaku
"Duh, apa yang aku lakukan tadi, sungguh aku malu, bagaimana nanti aku akan bersikap jika bertemu dengan mas Alex, ahhhh sungguh aku malu, terus bagaimana kalau dia meminta lebih dari yang tadi, apa aku siap" ucap Anes dalam hati dengan mata terpejam dan tanpa ia sadari Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
"Kamu mandi lama sekali," ucap Alex dan sontak Anes terkejut mendengar suara tersebut, ia segera membuka mata dan berteriak.
"Aaaaaaa! Kenapa mas main masuk aja? aku kan sedang mandi," ucap Anes dengan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Tidak usah teriak! Cepat selesaikan mandinya, aku juga mau mandi, gerah," ucap Alex sambil ngeloyor keluar dari kamar mandi.
Sebenarnya Alex juga tidak melihat apa-apa karena bathub nya terisi penuh dengan busa, yang terlihat hanya kepala Anes.
"Mas kan bisa mandi di kamar mandi lain!" teriak Anes namun tidak ditanggapi oleh Alex.
Anes segera menyudahi acara mandinya dan langsung keluar dengan mengenakan handuk kimono, Namun dia tidak mendapati suaminya di kamar.
"Kemana dia, katanya buru-buru mau mandi malah menghilang," gerutu Anes kemudian dia menuju room closet yang setelah ia selidik ternyata semua wardrobe perempuan yang ada didalamnya adalah milik Anes,. Ya Alex menyiapkan semuanya untuk memanjakan dirinya.
Sebelum memakai baju, Anes duduk didepan meja rias yang ada di room closet untuk mengerikan rambutnya. Alex yang baru saja masuk ke room closet untuk mengambil baju pun menghampirinya dan mengambil hair dryer dari tangan Anes.
"Biar aku bantu!" ucap Alex. Anes hanya diam tertegun melihat suaminya yang hanya melilitkan handuk sebatas pusarnya dan memperlihatkan badan ABS-nya dari pantulan cermin yang ada didepannya. Ini pertama kalinya dia melihat laki-laki bertelanjang dada dihadapannya selain papanya.
"Mas, kemana tadi katanya mau mandi malah pergi?" tanya Anes.
"Aku mandi di kamar mandi tamu," jawab Alex sambil mengeringkan rambut Anes.
"Mas pakai baju dulu sana!" perintah Anes
Alex menyadari kalau istrinya sedang menahan gejolak hanya karena melihatnya bertelanjang dada. Kemudian dia tersenyum
"Nanti saja," jawab Alex singkat
"Ih apa nggak malu bertelanjang dada gitu di depanku?" tanya Anes polos
"Kenapa malu, toh kamu istriku sendiri bukan orang lain," jawab Alex santai.
"Sudah selesai, cepat ganti baju dan bersiap-siap, aku akan mengajakmu ke suatu tempat" ucap Alex sambil meletakkan hair dryer
"Kemana mas?" tanya Anes
"Nanti kamu juga akan tahu, aku mau ganti baju" ucap Alex kemudian menuju wardrobnya untuk memakai baju.
🌼 🌼 🌼
Alex yang selesai duluan menunggu Anes di ruang tamu. Setelah beberapa saat menunggu Anes tak kunjung turun dari kamarnya. Alex berniat untuk memanggilnya keatas, namun ia mengurugkan niatnya karena saat ia beranjak dari tempat duduknya, Anes terlihat sedang menurun anak tangga.
"Ayo mas, aku udah siap" ucap Anes sambil menghampiri suaminya
"Lama sekali, aku sampai lumutan nunggunya!" kesal Alex.
"Lebay deh kamu mas, kenapa nggak sampai berkerak saja, ayo katanya mau pergi!" ajak Anes.
"Ganti bajumu!" perintah Alex tegah
"Haa apa?"
"Ganti bajumu dengan yang lebih tertutup, itu terlalu terbuka," ucap Alex menunjuk baju yang Anes kenakan.
"Ah enggak ah, ini nggak terbuka, emang kita mau kemana kenapa aku harus ganti?" tanya Anes.
"Udah cepat sana ganti bajumu!"
"Nggak mau! kalau mas nggak ngasih tahu mau kemana aku nggak mau ganti!" Anes merajuk.
"ANESKA!" Alex sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Ok ok baiklah, aku akan ganti baju,,puas tuan ALEX ABRAHAM PARVIS! ck. Dasar tukang maksa," ucap Anes kesal. Lalu ia naik ke atas untuk mengganti baju yang ia kenakan.
Alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya dan kembali duduk disofa guna menunggu sang istri.
Beberapa saat kemudian Anes turun dan sudah berganti baju dengan yang lebih tertutup sesuai permintaan suaminya
(source :pinterest)
"Sekarang gimana? Apa aku harus ganti baju lagi?" tanya Anes jutek.
"Ayo berangkat" ucap Alex sambil mengambil kunci mobil dimeja ruang tamu tersebut.
Anes mengiyakan ajakan suaminya dengan berjalan dibelakang Alex.
"Emangnya kita mau kemana sih mas?" tanya Anes penasaran ketika sudah memasuki mobil
"Udah ikut aja jangan banyak tanya! " jawab Alex
Karena tidak ingin berdebat, akhirnya Anes memilih untuk tidak bertanya lagi dan suasana di mobil menjadi hening
"Pak Anton kemana mas, kenapa akhir-akhir ini mas nyetir sendiri?" tanya Anes memecah keheningan
"Dia sedang cuti karena mengurus ibunya yang lagi sakit,"
"Ooohhhh"
Di tengah perjalanan, Alex memberhentikan mobil ya di sebuah toko bunga.
"Tunggu sebentar, aku akan membeli bunga" ucapnya sambil keluar dari mobil
"Bunga? Buat siapa? Jangan-jangan buat wanita lain,terus dia mau nemuin wanita lain dan ngasih bunga didepan istrinya? Tega!!" Anes berspekulasi sendiri dalam hatinya.
Setelah membeli bunga lily, Alex kembali ke dalam mobil dan meletakkan bunganya di jok belakang.
" Itu bunga buat siapa mas?" tanya Anes
" Please, jangan bilang buat pacar," batin Anes.
"Buat seseorang yang sangat aku cintai," jawab Alex.
"Degg!" rasanya Anes ingin sekali menangis mendengar jawaban suaminya, tapi dia berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang
" Siapa? Pacar mas? " tanya Anes dengan suara bergetar.
"Bisa-bisanya dia berpikir aku punya pacar. Jelas-jelas aku sudah menikah dengannya," batin Alex.
"Nanti juga kamu tahu," jawab Alex. Suasana kembali hening. Perasaan Anes kini tidak karuan, ia merasakan dadanya sesak sekali untuk bernafas dan sebisa mungkin dia menahan air matanya, dia tidak ingin menyimpulkan sebelum tahu sebenarnya karena prasangkanya kalau Alex memiliki kekasih bisa saja salah.
POV Anes
Sebenarnya mas Alex mau ngajak aku kemana sih, di tanya nggak dijawab. Ditengah perjalanan dia mampir ke toko bunga untuk membeli lily, buat siapa bunga itu aku penasaran, mungkinkah untuk wanita lain. Ah sebaiknya aku tanya aja sama dia itu bunga buat siapa, "Untuk orang yang sangat aku cintai," jawabnya, dan jawaban itu sungguh menyesakkan dadaku. Apakah dia memiliki kekasih lalu kenapa dia mengajakku pergi, apa dia ingin menemui wanita lain dan memberinya bunga di depanku, istri sahnya. Sungguh tega! Ingin sekali aku berteriak, menangis dan Marah, tapi aku harus tetap tenang sebelum semuanya jelas
POV Alex
Hari ini aku akan mengajak Anes menemuinya, sebelum menikah aku ke sana sendiri dan sekarang aku ingin mengenalkan istriku padanya. Sebaiknya aku membeli bunga kesukaannya, bunga lily. Setelah membeli bunga aku kembali ke mobil, Anes bertanya padaku itu bunga untuk siapa dan ku jawab "Untuk orang yang sangat aku cintai," Kenapa raut wajahnya berubah ketika mendengar ucapanku. Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?
💠 Selamat membaca💠
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Novano Asih
itu bunga buat ke makam mamanya Alex...
2024-07-26
0
susi 2020
😘😘😍
2023-10-01
1
susi 2020
🤣🤣😂
2023-10-01
0