Esok harinya di kantor. Alex tampak sedang menghubungi seseorang
"Dav, bagaimana urusan perusahaan di sana?" tanya Alex kepada David yang ada di Australia.
"Semua berjalan dengan lancar Bos, Anda tidak perlu khawatir," jawab David diseberang telepon.
"Bagus, aku tahu, kau memang selalu bisa diandalkan, cepatlah kembali, kau harus menghadiri pernikahanku dengan Anes," ucap Alex.
"Tenang Bos, saya pasti akan datang di hari pernikahan Anda, ngomong-ngomong apa semua sudah beres?"
"Itu masalahnya Dav (bacanya dev ya), aku ingin membeli cincin pernikahan, tapi aku bingung mau minta tolong siapa, aku tidak paham hal-hal seperti itu."
"Kenapa Anda tidak mengajak Nona Anes saja Bos, biar dia bisa memilih sendiri designnya yang dia suka?"
"Tidak bisa, aku ingin kasih dia kejutan, kalau dia tahu namanya bukan kejutan, apa kau tidak bisa terbang kesini sekarang dan menemaniku mencarinya."
"Anda jangan bercanda Bos, lagian saya juga tidak paham soal begituan, bagaimana kalau Anda meminta Nona Amel yang menemani."
"Hah kau selalu bisa diandalkan. Tidak mungkin mengajak Amel, dia kan sahabatnya Anes, dan dia itu Ember!"
David tersenyum mendengar kata ember dari mulut bosnya, sekilas dia teringat dengan wajah gadis yang disebut ember oleh Alex
"Gadis bawel itu, apa kabarnya," batin David
"Kalau begitu, Anda minta tolong sama Nona Vanya saja, sepertinya dia tahu banyak tentang perhiasan."
"Bagaimana kalau dia bertanya tentang cincin itu?" tanya Alex.
"Bilang saja, Bos akan menikah, tapi dengan orang lain bukan dengan Nona Anes," ucap David.
"Baiklah, akan ku coba."
Kemudian Alex mematikan teleponnya.
🌼 🌼 🌼
Sesuai rencana, setelah jam kantor selesai, Alex meminta Vanya untuk menemaninya ke Mall, dan Vanya langsung mengiyakan ajakan bosnya tanpa bertanya tujuan Alex mengajaknya ke Mall, yang penting bagi Vanya, dia bisa jalan sama Presdir ganteng dan kaya tersebut.
Sesampainyadi Mall, Alex langsung menuju toko perhiasan terbesar dan termahal di Mall tersebut.
"Selamat datang Tuan, ada yang bisa kami bantu?" sapa manajer toko tersebut dengan ramah.
"Saya ingin mencari cincin," jawab Alex.
Vanya yang mengetahui bahwa Alex mencari cincin pun menjadi GR, dia pikir bosnya ada perasaan terhadapnya dan akan membelikan cincin untuknya. Vanya senyum-senyum sendiri membayangkan hal tersebut.
"Cincin apa yang Anda cari tuan?" tanya manajer toko lagi.
"Cincin pernikahan," jawab Alex datar.
"Silahkan Anda bisa memilih Designnya disini Tuan," manajer toko tersebut menunjukkan koleksi cincin mewah dan mahal yang ada di toko tersebut. Dan Alex pun melihat - lihat cincin-cincin tersebut.
"Cincin pernikahan? Tidak mungkin kan Pak Alex langsung mengajak aku nikah, minimal PDKT dulu, eh tapi kalau mau langsung nikah juga aku mau," celoteh Vanya dalam hati dengan penuh percaya diri.
"Pak Alex membeli cincin pernikahan buat siapa, siapa yang akan menikah?" Vanya memberanikan diri bertanya kepada bosnya karena rasa penasaran yang tinggi.
"Untuk pernikahan saya," jawab Alex.
"Dengan siapa Pak?"
"Dengan seorang gadis yang sangat saya cintai."
"Kalau boleh tahu, siapa gadis yang beruntung itu Pak?"
"Gadis yang menyelamatkan saya dua tahun yang lalu," jawab Alex.
"Duarrrrr!" rasanya hati Vanya hancur, mendengar jawaban bosnya tersebut, ternyata cincin itu untuk perempuan lain, bukan untuk dia.
"Kamu bantu saya memilih cincin yang paling bagus."
"Ba... Baik Pak," ucap Vanya dengan kecewa.
🌼 🌼 🌼
Sementara itu, setelah pulang kerja, Anes dan Amel pergi ke Mall yang sama, namun tujuan mereka adalah untuk menonton film terbaru yang baru saja release di bioskop.
Untuk menuju ke bioskop di Mall tersebut, mereka melewati toko perhiasan dimana Alex dan Vanya berada.
"Eh eh tunggu Nes, itu bukannya Pak Alex sama Nona Vanya ya," Amel menghentikan langkah Anes sambil menunjuk kedalam toko perhiasan tersebut.
Anes menghentikan langkahnya dan menoleh ke dalam toko. Dan benar, di sana terlihat olehnya Alex dan Vanya sedang melihat-lihat koleksi cincin di toko tersebut.
"Ngapain mereka kesini, jangan- jangan?" ucap Amel.
Amel sangat kesal melihat pemandangan yang menurutnya itu sangat merusak penglihatannya.
"Ngapain Pak Alex dan wanita ganjen itu didalam, nyebelin banget sih, udah tahu mau nikah, malah ajak wanita lain jalan. Dasar gak berperasaan," Anes merutuki kedua orang tersebut didalam hatinya yang terasa sakit.
"Udah ayo Mel, biarin aja!" ucap Anes ketus dengan berlalu meninggalkan toko tersebut.
"Anes tunggu!" teriak Amel.
Alex yang mendengar teriakan Amel pun menoleh ke arah luar toko dan dia melihat Amel yang berlari mengejar Anes.
"Ada apa Pak?" tanya Vanya yang melihat Alex tampak gelisah.
"Tidak apa-apa, kamu bisa pergi sekarang," jawab Alex.
"Tapi cincinnya Pak?" tanya Vanya.
"Lain kali saja, saya ada urusan," jawab Alex sambil ngeloyor keluar toko.
"Sial, cuma suruh nemenin nyari cincin buat wanita lain, eh ini malah ditinggal gitu aja," gerutu Vanya dan dia meninggalkan toko perhiasan tersebut dan menuju parkiran mobil karena tadi dia membawa mobil sendiri, tidak satu mobil dengan Alex. Setelah masuk ke mobilnya, dia langsung tancap gas meninggalkan Mall tersebut dengan perasaan marah dan kecewa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Yashinta
oala vanya kamu kok gr banget dan anes salah paham nasibmu lex
2024-06-26
0
Marwah sugaMin
kok Dev nggak nyambun kan David harusnya tetap Dav dong ambil depannya doang kan disingkat🙄
2023-10-26
1
susi 2020
🤩🤩😍🤩
2023-10-01
0