Bab 11 Harga yang Harus Dibayarkan

‘Seharusnya, aku menciumnya saja,’ pikir pria itu, menyesali hal yang telah dilewatkan olehnya. Matanya mengarah ke lantai berlumut yang dihiasi dengan bercak-bercak merah kecokelatan—campuran antara darah basah dan kering. ‘Sudah berapa lama aku di sini?’ tanyanya entah kepada siapa.

Tiba-tiba, mata pria itu menangkap sebuah tinju yang terarah ke tubuhnya. Dalam hitungan detik, benturan keras dan koyakan daging bisa terdengar diiringi dengan teriakan kesakitan memilukan yang keluar dari bibirnya.

Buku-buku jari tangan yang melayangkan tinju tersebut dihiasi dengan jarum-jarum tipis yang menghasilkan lubang-lubang kecil ketika menancap di tubuh targetnya. Luka yang dihasilkan tidak besar maupun membahayakan nyawa, tapi rasa sakit yang diberikan mampu mengguncang kewarasan.

“Yunlin, ‘kan?” ujar pria dengan rambut hitam panjang yang diikat ketat ke belakang. “Sempat menjadi bawahan keluarga Li seharusnya membuatmu cukup cerdas untuk tidak mencari masalah dengan Pangeran Kelima.” Dia melayangkan satu tinju lagi, kali ini terarah pada dada Yunlin, menyebabkan teriakan kesakitan yang lebih nyaring. “Namun, kau malah mendekati api seperti ngengat tak berotak.”

“Ah!” teriak Yunlin dengan nyaring seraya kemudian melemas, membiarkan dirinya bergelantung. Kedua tangan dan kakinya terjerat rantai yang menjulang keluar dari dua sisi dinding ruang penjara itu, membuat dirinya terlentang di tengah udara tanpa pertahanan dan hanya bisa menerima serangan demi serangan dengan pasrah.

Tubuh Yunlin telah dipenuhi begitu banyak luka, lubang yang dihasilkan jarum-jarum kecil di buku-buku jari penyiksanya, sayatan pedang panjang pada sisi pinggangnya, serta kulit terkoyak yang memamerkan darah dan daging akibat cambukan tanpa belas kasih pada punggung dan dadanya. Penyiksaan yang begitu kejam tanpa sedikit pun rasa kemanusiaan, khas seorang anggota Pasukan Kematian.

‘Bagaimana bisa … aku begitu lalai,’ batin Yunlin seraya kepalanya mengambang lemas di udara.

Beberapa saat sebelumnya—atau mungkin berjam-jam sebelumnya—Yunlin sedang mengikuti Huang Wushuang yang meninggalkan kediamannya bersama dengan Xiaoxue. Dengan khusus memakai tudung dan keluar di tengah malam jelas adalah pertanda kalau dugaan Yuanli benar, wanita itu akan bertemu dengan Li Guifei.

Seperti kali-kali sebelumnya, Yunlin mengikuti Huang Wushuang di balik kegelapan dan melompati beberapa tembok istana serta pohon rindang untuk menghindari pengawasan prajurit patroli serta pengetahuan targetnya sendiri. Semuanya berjalan mulus dan tanpa halangan, bahkan sampai titik Huang Wushuang berbicara dengan Li Guifei mengenai rencana mereka untuk menjebak Huang Miaoling dengan Wang Junsi. Pada saat itu, Yunlin masih bisa dengan mudah bertengger di atap untuk menguping pembicaraan kedua orang itu.

Namun, semua menjadi kacau ketika Yunlin menyadari keterlibatan Pangeran Kelima dengan Li Guifei.

Setelah Huang Wushuang meninggalkan kediaman Li Guifei, Yunlin berdiam sesaat di atap gedung istananya untuk mengawasi wanita itu lebih lama, sebuah kebiasaan untuk berjaga-jaga apabila ada kejadian penting lain yang mungkin terjadi. Beberapa menit berlalu dan Li Guifei pun menitipkan sebuah surat kepada Shuixiang. Gadis pelayan itu pergi meninggalkan kediaman Li Guifei dan Yunlin pun pergi mengikutinya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Yunlin menyadari kalau Shuixiang pergi untuk mengunjungi kediaman para pangeran, lebih tepatnya, halaman Pangeran Kelima. Sosok Zhongcheng muncul di hadapan wanita itu dan dia menerima surat yang diberikan oleh Li Guifei melalui Shuixiang.

‘Wang Wuyu sungguh bekerja sama dengan Li Guifei!’ pekik Yunlin dalam hati. Hal itu merupakan konfirmasi yang dibutuhkan oleh Huang Yade untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, dia tahu kalau hari itu juga, hal ini harus sampai di telinga sang Menteri Pertahanan, terutama karena hari esok … akan ada jebakan yang telah disiapkan untuk Nona Pertama Huang dan Pangeran Keempat.

Siapa yang menyangka kalau pada detik dirinya berniat untuk pergi, satu bayangan dengan wujud seorang wanita memamerkan giginya selagi tersenyum mengerikan dan menusukkan sebuah jarum di leher Yunlin. Tak perlu dua detik bagi Yunlin untuk kehilangan kesadarannya akibat racun yang sangat mungkin melapisi ujung jarum yang menusuknya. Saat Yunlin tersadar, dia telah berada di ruang bawah tanah dengan bau yang memuakkan dalam keadaan terantai.

“Bunuhlah aku …,” ucap Yunlin dengan suara parau, sudah sangat lelah dengan hal yang menimpanya. Otaknya memaki kebodohannya karena bisa dengan begitu mudah tertangkap oleh Pasukan Kematian, tapi hatinya bersyukur karena bukan Yuanli yang berada di posisinya saat ini. “Bunuh aku … dan tugasmu di … ruang jahanam ini … akan selesai lebih cepat, bukan?”

Mendengar ucapan Yunlin, pria di hadapannya itu tertawa keras. “Apa kau bodoh?” makinya. “Menyiksamu adalah sebuah bentuk hiburan untukku! Semakin lama kau bertahan, semakin menyenangkan untukku!” Dia melayangkan satu pukulan lagi, menciptakan lubang-lubang kecil lain pada tubuh Yunlin. “Kalau kau sungguh ingin mati, kenapa tidak gigit lidahmu? Itu lebih mudah, bukan?!” Satu pukulan lagi didaratkan pada perut Yunlin.

Yunlin kembali memaki dalam hati, memaki bagaimana dia bisa melupakan kalau orang-orang Pasukan Kematian adalah orang-orang yang sudah kehilangan kewarasan mereka. Kalau pria itu berhasil mendorong Yunlin untuk membunuh dirinya sendiri, itu sama saja dengan kepuasan tiada tara bagi orang tak waras itu. Dengan harga diri yang dia miliki, Yunlin tak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi. Oleh karena itu, yang bisa dia lakukan sekarang, hanyalah memaksa pria itu untuk membunuhnya. Karena sampai titik darah terakhir, Yunlin tidak akan pernah menjual majikannya untuk kebebasan dirinya sendiri!

Sebuah dengusan mengejek keluar dari bibir Yunlin, dia mengangkat pandangannya dan meludah ke arah pria di hadapannya. “Bermimpilah,” balasnya terhadap tantangan yang diberikan penyiksanya itu.

Anggota Pasukan Kematian ini melotot, kesal dengan tindakan Yunlin. “Kau yang memaksaku!” teriaknya seraya berjalan ke samping untuk meraih cambuk dan mengangkatnya tinggi, bersiap untuk melukiskan penderitaan di tubuh Yunlin. “Ha—!” Namun, saat dia ingin melayangkan cambukannya, dia merasa sesuatu menahan tali cambuknya itu. “Hmm?” Dia menoleh ke belakang dan mendapati kehadiran seseorang yang sedang menahan ujung cambuknya. “Zhongcheng?”

Zhongcheng menatap ke arah Yunlin dengan nada datar. Lalu, dia menoleh kepada pria penyiksa. “Hudie, apa yang sudah kau dapatkan?” tanyanya dengan dingin.

“Hah?” Hudie menatap Zhongcheng dengan bingung.

Kening Zhongcheng berkerut, menunjukkan ketidaksenangan terhadap reaksi Hudie. “Jangan bilang kau hanya menyiksanya tanpa mendapatkan informasi apa pun?”

Mata Hudie terlihat ketakutan. “T-tentu tidak, Zhongcheng! Namun, bocah busuk ini begitu keras kepala! Dia tidak mengatakan apa pun.” Itu jelas sebuah kebohongan. Sedari tadi, Hudie hanya terfokus pada rasa sakit yang dia torehkan pada Yunlin, dan bukan hal lain.

Dari sikap Hudie, Yunlin yakin kalau Zhongcheng merupakan satu eksistensi yang mengerikan bagi para anggota Pasukan Kematian biasa. Karena waktunya bersama dengan Pasukan Kematian begitu singkat, Yunlin tidak pernah mengetahui hubungan Wang Wuyu maupun Zhongcheng dengan Pasukan Kematian. Dengan demikian, melihat Hudie ketakutan terhadap Zhongcheng adalah suatu hal yang cukup mengejutkan.

‘Seberapa mengerikannya pria itu kalau seorang Hudie lebih memilih untuk berbohong dibandingkan dianggap lalai dalam pekerjaannya?’ pikir Yunlin dengan pandangan gelap.

Tepat pada saat itu, mata Zhongcheng beralih pada Yunlin. Lalu, dia berjalan menghampiri pria itu dan keduanya saling menatap untuk waktu yang lama. Pandangan Zhongcheng terlihat seakan dirinya sedang berusaha untuk menerawang roh Yunlin dan membaca pikirannya.

Detik berikutnya, suara daging terkoyak dan lenguhan rendah seseorang bisa didengar. Pandangan Yunlin yang masih tertancap pada mata Zhongcheng perlahan turun ke bawah, menatap pedang yang terbenam di sisi perutnya. Darah segar mengalir keluar dari luka yang terbentuk, melukiskan aliran sungai merah pada tubuh Yunlin.

Zhongcheng menarik keluar pedangnya tanpa belas kasihan dan berkata, “Kalau memang tidak bisa dapatkan apa-apa, maka bunuh saja. Jangan membuang waktu.” Dia mengayunkan pedangnya di udara kosong, membiarkan darah terciprat ke lantai dan tembok, mengembalikan wujud pedangnya menjadi bersih tak ternoda. Lalu, dia memasukkan pedangnya ke dalam sarung seraya berbalik dan berkata pada Hudie, “Kita masih harus menangani sang Junzhu.”

Yunlin bisa mendengar suara langkah kaki Zhongcheng meninggalkan ruang penjara itu, diikuti dengan decakkan lidah Hudie yang kesal karena mainannya telah dihancurkan di luar keinginannya. Lalu, terdengar suara decitan pintu sel penjara yang terbanting menutup.

Napas Yunlin terengah-engah, begitu sulit baginya mempertahankan kesadarannya. ‘Begini saja?’ pikirnya. Kepalanya yang tertunduk lemas memberikannya keleluasaan untuk memperhatikan luka yang terbentuk akibat pedang Zhongcheng yang sempat menembus dirinya, darah mengalir keluar dengan deras dari luka itu. ‘Yuanli ….’ Pandangan Yunlin perlahan terlihat kosong. ‘Kau harus … peringatkan … Nona.’

 

 

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2023-07-18

0

Susi Poerjoto

Susi Poerjoto

ceritanya di akhir makin seru

2022-08-10

0

Christy Oeki

Christy Oeki

dilancarkan urusanya

2022-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Anj*ng Tetaplah Anj*ng
2 Bab 2 Yang Paling Bodoh
3 Bab 3 Dia yang Ikut Terlibat
4 Bab 4 Uluran Tangan sang Guifei
5 Bab 5 Godaan Berupa Keselamatan
6 Bab 6 Pada Akhirnya, Bawahan Harus Merangkak
7 Bab 7 Pelayan yang Malang
8 Bab 8 Kenalan Lama
9 Bab 9 Pengkhianat dalam Kubunya
10 Bab 10 Tak Akan Pernah Tahu
11 Bab 11 Harga yang Harus Dibayarkan
12 Bab 12 Kematian adalah Suatu Bentuk Kebebasan
13 Bab 13 Dia Sadar
14 Bab 14 Ganjaran Telah Menyentuh Wanitaku
15 Bab 15 Utusan sang Pangeran Keenam
16 Bab 16 Untuk Apa Dia Kemari?
17 Bab 17 Wang Chengliu dan Wu Meilan
18 Bab 18 Kebusukannya
19 Bab 19 Beban Wang Junsi
20 Bab 20 Mengisolasi Keluarga Huang
21 Libur
22 Bab 21 Perbedaan
23 Bab 22 Sang Pembuat Onar
24 Bab 23 Kunjungan Guru Besar Qing ke Istana
25 Bab 24 Kenapa Bisa Pangeran Keenam?
26 Bab 25 Lebih Dari yang Kau Ingin Aku Ketahui
27 Bab 26 Huang Miaoling Mengalah?
28 Bab 27 Cemburu
29 Bab 28 Kau Milikku Seorang
30 Pengumuman!
31 Bab 29 Dia yang Lebih Mencurigakan
32 Izin
33 Bab 30 Sang Feniks dan Sang Naga
34 Bab 31 Kosongnya Kursi Menteri Pembangunan
35 Bab 32 Kirimkan Dia ke Kun Lun
36 Bab 33 Adik Kandung sang Kaisar
37 Bab 34 Asal-Usul Rong Gui
38 Bab 35 Tahanan Rumah
39 Bab 36 Jodoh di Tangan Takdir
40 Bab 37 Kau Masih Perlu Puluhan Tahun
41 Bab 38 Perubahan Beberapa Orang
42 Bab 39 Harapan Bagi Situ Yangle
43 Bab 40 Janji Yang Defei
44 Bab 41 Peringatan Bagi Yang Defei
45 Bab 42 Langkah Berikutnya sang Kaisar
46 Bab 43 Batas Kegilaan
47 Bab 44 Konsekuensi yang Harus Dihadapi Huang Wushuang
48 Bab 45 Alasan Yuanli dan Kedatangan yang Tertunda
49 Bab 46 Persiapan
50 Bab 47 Menceritakan Kepada Keluarga Huang
51 Bab 48 Dukungan Huang Miaoling
52 Bab 49 Pelengseran
53 Bab 50 Sudah Cukup
54 Bab 51 Hari Sebelum Pernikahan
55 Bab 52 Keraguan dari Masa Lalu
56 Bab 53 Yang Mulia
57 Bab 54 Tantangan Pernikahan
58 Bab 55 Pengantin Pria Telah Tiba
59 Bab 56 Ayah Tetaplah Ayah
60 Bab 57 Meninggalkan Kediaman Huang
61 Bab 58 Berpikirlah Sebelum Bertindak
62 Bab 59 Hal yang Ditakdirkan
63 Bab 60 Kecuali Dia Menginginkannya
64 Bab 61 Yang Sempat Terjadi
65 Bab 62 Menjinakkan sang Mingwei Junzhu
66 Bab 63 Aku Mencintaimu
67 Bab 64 Setelah Malam Pernikahan
68 PENGUMUMAN!
69 Bab 65 Suku Sihan
70 Bab 66 Dendam Harus Dibalaskan
71 Bab 67 Kaisar Zhou
72 Bab 68 Penasihat Liang
73 Bab 69 Pengkhianat dalam Kerajaan
74 Bab 70 Langit Akan Segera Berubah
75 Izin :")
76 Bab 71 Maka, demikianlah
77 Bab 72 Terlambat
78 Bab 73 Tindakan Wang Chengliu
79 Bab 73 Apa Dia Peduli?
80 Bab 74 Hati yang Selaras
81 Bab 75 Budi di Masa Lalu
82 Bab 76 Hal Tak Terduga
83 Bab 77 Keturunan Li
84 Bab 78 Pengorbanan dan Pilihan
85 Bab 79 Sangkakala Perpisahan
86 Bab 80 Waktu yang Berlalu
87 Bab 81 Sang Kerudung Hitam
88 Bab 82 Perjalanan Mereka
89 Bab 83 Sebuah Pengkhianatan
90 Bab 84 Kesedihan dan Kebahagiaan
91 Bab 85 Sebuah Pesan
92 Bab 86 Mencinta Seakan Tak Ada Lagi Hari Esok
93 Bab 87 Aku adalah Huang Miaoling
94 Bab 88 Tidak Ada Aturan
95 Bab 89 Keturunan Keluarga Zhou
96 Bab 90 Rencana di Balik Rencana
97 Bab 91 Selir Huang
98 Bab 92 Zina
99 Bab 93 Tujuannya Adalah Cinta? Tak Mungkin.
100 Bab 94 Hidup dan Mati, Juga Sumpahnya
101 Bab 95 Pilihan Lu Si
102 Bab 96 Kebebasan
103 Bab 97 Pembangkang
104 Bab 98 Jaring yang Tersebar
105 Bab 99 Memastikan
106 Bab 100 Xue Kexin dan Chen Meilian
107 Bab 101 Hasrat Akan Kekuasaan
108 Bab 102 Lama Tak Berjumpa
109 Bab 103 Pancingan
110 Bab 104 Wang Chengliu dan Huang Miaoling
111 Bab 105 Amarah Wang Chengliu, dan Surat Tak Terduga
112 Bab 106 Menjadi Pengkhianat
113 Bab 107 Hari Ritual Kematian
114 Bab 108 Kau Kalah!
115 Bab 109 Terlempar ke Lembaran Lalu
116 Bab 110 Tebakan dan Rahasia
117 Bab 111 Peperangan di Perbatasan Zhou
118 Bab 112 Pengkhianatan
119 Pengumuman
120 Bab 113 Tawanan
121 Bab 114 Yang Mereka Ketahui
122 Bab 115 Tersiksa dan Kehilangan
123 Bab 116 Doa dan Harapan
124 Bab 117 Keterlibatan Orang Tak Terduga
125 Bab 118 Jalur Belakang
126 Bab 119 Qiongpo Di dan Pasukan Pemberontak
127 Bab 120 Ambang Kegilaan
128 Pengumuman
129 Bab 121 Rencana yang Berbalik Menyerang
130 Bab 122 Aku Tidak Kembali Hidup Hanya Untuk Mati
131 Bab 123 Bala Bantuan
132 Bab 124 Pelarian
133 Bab 125 Tempat Seharusnya Kau Berada
134 Bab 126 Selama Kau Tidak Meninggalkanku
135 Bab 127 Jingcheng
136 Bab 128 Kejanggalan, Keanehan, dan Tidak Biasa
137 Bab 129 Katakanlah Dari Awal
138 Bab 130 Permaisuri Huang dan Menteri Jiang
139 Pengumuman
140 Bab 131 Alasan Jiang Feng, Layakkah?
141 Bab 132 Pengunduran Diri
142 Bab 133 Sumpahnya
143 Bab 134 Eksekusi
144 Bab 135 Sang Gadis Bersurai Cokelat
145 Sekip
146 Bab 135 Lan’er dan Wang Chengliu
147 Bab 136 Mengulang Kehidupan Tak Menjamin Apa Pun
148 Bab 137 Lingkaran Api Menuju Wu
149 Bab 138 Kejutan
150 Bab 139 Menyelamatkan Wu Huatai
151 Bab 140 Fitnah
152 Bab 141 Pengkhianatan
153 Bab 142 Kunjungan Tak Terduga
154 Bab 143 Nyawa Dibayar Nyawa
155 Bab 144 Karma
156 Bab 145 Terjerat
157 Bab 146 Sekutu
158 Bab 147 Terbongkar
159 Bab 148 Orang Paling Egois
160 Bab 149 Pertemuan, Perpisahan, Persatuan, dan Penyesalan
161 Bab 150 Kehidupan Pertama?
162 Bab 151 Kegelisahan Wang Chengliu
163 Bab 152 Harapan yang Tergantung
164 Bab 153 Kutukan Kesetiaan
165 Bab 154 Yang Sebenarnya Wang Chengliu Inginkan
166 Bab 155 Melepaskan?
167 Bab 156 Kutukan Lan’er
168 Bab 157 Pengkhianatan?
169 Bab 158 Bahkan Jika Dia Tidak Bisa Diselamatkan
170 Bab 159 Lu Si
171 Bab 160 Segel Ingatan yang Terbuka
172 Bab 161 Kehidupan Pertama
173 Bab 162 Chengliu dan Meilan Part I
174 Bab 163 Chengliu dan Meilan Part II
175 Bab 164 Membongkar Kebenaran
176 Bab 165 Pencipta Dunia Ini
177 Bab 166 Asal-Usul Lan’er dan Kesalahannya
178 Bab 167 Anomali
179 Bab 168 Alasan Wang Chengliu yang Sebenarnya
180 Bab 169 Sosok Pendamping
181 Bab 170 Wang Chengliu Menggila
182 Bab 171 Dirimu atau Diriku yang Egois?
183 Bab 172 Bukan Akhir yang Dia Inginkan
184 Bab 172 Mangkat
185 Bab 173 Akhir
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Bab 1 Anj*ng Tetaplah Anj*ng
2
Bab 2 Yang Paling Bodoh
3
Bab 3 Dia yang Ikut Terlibat
4
Bab 4 Uluran Tangan sang Guifei
5
Bab 5 Godaan Berupa Keselamatan
6
Bab 6 Pada Akhirnya, Bawahan Harus Merangkak
7
Bab 7 Pelayan yang Malang
8
Bab 8 Kenalan Lama
9
Bab 9 Pengkhianat dalam Kubunya
10
Bab 10 Tak Akan Pernah Tahu
11
Bab 11 Harga yang Harus Dibayarkan
12
Bab 12 Kematian adalah Suatu Bentuk Kebebasan
13
Bab 13 Dia Sadar
14
Bab 14 Ganjaran Telah Menyentuh Wanitaku
15
Bab 15 Utusan sang Pangeran Keenam
16
Bab 16 Untuk Apa Dia Kemari?
17
Bab 17 Wang Chengliu dan Wu Meilan
18
Bab 18 Kebusukannya
19
Bab 19 Beban Wang Junsi
20
Bab 20 Mengisolasi Keluarga Huang
21
Libur
22
Bab 21 Perbedaan
23
Bab 22 Sang Pembuat Onar
24
Bab 23 Kunjungan Guru Besar Qing ke Istana
25
Bab 24 Kenapa Bisa Pangeran Keenam?
26
Bab 25 Lebih Dari yang Kau Ingin Aku Ketahui
27
Bab 26 Huang Miaoling Mengalah?
28
Bab 27 Cemburu
29
Bab 28 Kau Milikku Seorang
30
Pengumuman!
31
Bab 29 Dia yang Lebih Mencurigakan
32
Izin
33
Bab 30 Sang Feniks dan Sang Naga
34
Bab 31 Kosongnya Kursi Menteri Pembangunan
35
Bab 32 Kirimkan Dia ke Kun Lun
36
Bab 33 Adik Kandung sang Kaisar
37
Bab 34 Asal-Usul Rong Gui
38
Bab 35 Tahanan Rumah
39
Bab 36 Jodoh di Tangan Takdir
40
Bab 37 Kau Masih Perlu Puluhan Tahun
41
Bab 38 Perubahan Beberapa Orang
42
Bab 39 Harapan Bagi Situ Yangle
43
Bab 40 Janji Yang Defei
44
Bab 41 Peringatan Bagi Yang Defei
45
Bab 42 Langkah Berikutnya sang Kaisar
46
Bab 43 Batas Kegilaan
47
Bab 44 Konsekuensi yang Harus Dihadapi Huang Wushuang
48
Bab 45 Alasan Yuanli dan Kedatangan yang Tertunda
49
Bab 46 Persiapan
50
Bab 47 Menceritakan Kepada Keluarga Huang
51
Bab 48 Dukungan Huang Miaoling
52
Bab 49 Pelengseran
53
Bab 50 Sudah Cukup
54
Bab 51 Hari Sebelum Pernikahan
55
Bab 52 Keraguan dari Masa Lalu
56
Bab 53 Yang Mulia
57
Bab 54 Tantangan Pernikahan
58
Bab 55 Pengantin Pria Telah Tiba
59
Bab 56 Ayah Tetaplah Ayah
60
Bab 57 Meninggalkan Kediaman Huang
61
Bab 58 Berpikirlah Sebelum Bertindak
62
Bab 59 Hal yang Ditakdirkan
63
Bab 60 Kecuali Dia Menginginkannya
64
Bab 61 Yang Sempat Terjadi
65
Bab 62 Menjinakkan sang Mingwei Junzhu
66
Bab 63 Aku Mencintaimu
67
Bab 64 Setelah Malam Pernikahan
68
PENGUMUMAN!
69
Bab 65 Suku Sihan
70
Bab 66 Dendam Harus Dibalaskan
71
Bab 67 Kaisar Zhou
72
Bab 68 Penasihat Liang
73
Bab 69 Pengkhianat dalam Kerajaan
74
Bab 70 Langit Akan Segera Berubah
75
Izin :")
76
Bab 71 Maka, demikianlah
77
Bab 72 Terlambat
78
Bab 73 Tindakan Wang Chengliu
79
Bab 73 Apa Dia Peduli?
80
Bab 74 Hati yang Selaras
81
Bab 75 Budi di Masa Lalu
82
Bab 76 Hal Tak Terduga
83
Bab 77 Keturunan Li
84
Bab 78 Pengorbanan dan Pilihan
85
Bab 79 Sangkakala Perpisahan
86
Bab 80 Waktu yang Berlalu
87
Bab 81 Sang Kerudung Hitam
88
Bab 82 Perjalanan Mereka
89
Bab 83 Sebuah Pengkhianatan
90
Bab 84 Kesedihan dan Kebahagiaan
91
Bab 85 Sebuah Pesan
92
Bab 86 Mencinta Seakan Tak Ada Lagi Hari Esok
93
Bab 87 Aku adalah Huang Miaoling
94
Bab 88 Tidak Ada Aturan
95
Bab 89 Keturunan Keluarga Zhou
96
Bab 90 Rencana di Balik Rencana
97
Bab 91 Selir Huang
98
Bab 92 Zina
99
Bab 93 Tujuannya Adalah Cinta? Tak Mungkin.
100
Bab 94 Hidup dan Mati, Juga Sumpahnya
101
Bab 95 Pilihan Lu Si
102
Bab 96 Kebebasan
103
Bab 97 Pembangkang
104
Bab 98 Jaring yang Tersebar
105
Bab 99 Memastikan
106
Bab 100 Xue Kexin dan Chen Meilian
107
Bab 101 Hasrat Akan Kekuasaan
108
Bab 102 Lama Tak Berjumpa
109
Bab 103 Pancingan
110
Bab 104 Wang Chengliu dan Huang Miaoling
111
Bab 105 Amarah Wang Chengliu, dan Surat Tak Terduga
112
Bab 106 Menjadi Pengkhianat
113
Bab 107 Hari Ritual Kematian
114
Bab 108 Kau Kalah!
115
Bab 109 Terlempar ke Lembaran Lalu
116
Bab 110 Tebakan dan Rahasia
117
Bab 111 Peperangan di Perbatasan Zhou
118
Bab 112 Pengkhianatan
119
Pengumuman
120
Bab 113 Tawanan
121
Bab 114 Yang Mereka Ketahui
122
Bab 115 Tersiksa dan Kehilangan
123
Bab 116 Doa dan Harapan
124
Bab 117 Keterlibatan Orang Tak Terduga
125
Bab 118 Jalur Belakang
126
Bab 119 Qiongpo Di dan Pasukan Pemberontak
127
Bab 120 Ambang Kegilaan
128
Pengumuman
129
Bab 121 Rencana yang Berbalik Menyerang
130
Bab 122 Aku Tidak Kembali Hidup Hanya Untuk Mati
131
Bab 123 Bala Bantuan
132
Bab 124 Pelarian
133
Bab 125 Tempat Seharusnya Kau Berada
134
Bab 126 Selama Kau Tidak Meninggalkanku
135
Bab 127 Jingcheng
136
Bab 128 Kejanggalan, Keanehan, dan Tidak Biasa
137
Bab 129 Katakanlah Dari Awal
138
Bab 130 Permaisuri Huang dan Menteri Jiang
139
Pengumuman
140
Bab 131 Alasan Jiang Feng, Layakkah?
141
Bab 132 Pengunduran Diri
142
Bab 133 Sumpahnya
143
Bab 134 Eksekusi
144
Bab 135 Sang Gadis Bersurai Cokelat
145
Sekip
146
Bab 135 Lan’er dan Wang Chengliu
147
Bab 136 Mengulang Kehidupan Tak Menjamin Apa Pun
148
Bab 137 Lingkaran Api Menuju Wu
149
Bab 138 Kejutan
150
Bab 139 Menyelamatkan Wu Huatai
151
Bab 140 Fitnah
152
Bab 141 Pengkhianatan
153
Bab 142 Kunjungan Tak Terduga
154
Bab 143 Nyawa Dibayar Nyawa
155
Bab 144 Karma
156
Bab 145 Terjerat
157
Bab 146 Sekutu
158
Bab 147 Terbongkar
159
Bab 148 Orang Paling Egois
160
Bab 149 Pertemuan, Perpisahan, Persatuan, dan Penyesalan
161
Bab 150 Kehidupan Pertama?
162
Bab 151 Kegelisahan Wang Chengliu
163
Bab 152 Harapan yang Tergantung
164
Bab 153 Kutukan Kesetiaan
165
Bab 154 Yang Sebenarnya Wang Chengliu Inginkan
166
Bab 155 Melepaskan?
167
Bab 156 Kutukan Lan’er
168
Bab 157 Pengkhianatan?
169
Bab 158 Bahkan Jika Dia Tidak Bisa Diselamatkan
170
Bab 159 Lu Si
171
Bab 160 Segel Ingatan yang Terbuka
172
Bab 161 Kehidupan Pertama
173
Bab 162 Chengliu dan Meilan Part I
174
Bab 163 Chengliu dan Meilan Part II
175
Bab 164 Membongkar Kebenaran
176
Bab 165 Pencipta Dunia Ini
177
Bab 166 Asal-Usul Lan’er dan Kesalahannya
178
Bab 167 Anomali
179
Bab 168 Alasan Wang Chengliu yang Sebenarnya
180
Bab 169 Sosok Pendamping
181
Bab 170 Wang Chengliu Menggila
182
Bab 171 Dirimu atau Diriku yang Egois?
183
Bab 172 Bukan Akhir yang Dia Inginkan
184
Bab 172 Mangkat
185
Bab 173 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!