sakit, Al...

Melanjutkan flashback-nya Alby ya...

Happy reading...

Sulit menggambarkan perasaan Alby saat ini. Entah ia harus bersyukur atau sebaliknya dengan pernikahan dini yang akan dijalaninya bersama Putri.

Alby melihat ke sekitar, berharap menemukan sosok yang akan dinikahinya. Namun nihil, Putri tidak ada diantara mereka yang berada di sana.

"Putri dimana, Pak?" tanya Alby pelan pada Pak Aming yang sudah duduk bersila dihadapannya.

"Calonmu di kamar, Al," sahut Ima sambil tersenyum. Ia merupakan salah satu teman sekaligus kerabat Putri.

Alby mengangguk pelan sambil mengulumkan senyumnya. Ia menyadari sebagian dari mereka menatap tak suka pada dirinya.

Dengan perasaan yang teramat grogi, Alby berikrar mempersunting Putri. Ijab kabul berjalan lancar walau tanpa latihan. Mungkin karena Alby sudah fasih dengan nama Putri Rinjani binti Aming, gadis yang selalu menemani hari-harinya.

Setelah Pak Ustadz dan tamu yang hadir mengucap kata 'sah', entah mengapa Alby merasa sangat lega. Bu Rita yang dibantu beberap ibu-ibu di sana menghidangkan makan malam dan juga camilan alakadarnya.

Ingin sekali Alby melihat wajah Putri. Namun ia masih punya rasa malu untuk meminta bertemu dengan wanita yang sudah jadi istrinya itu.

Setelah para tamu dan kerabat pulang, tinggallah hanya keluarga intinya yang ada di rumah Pak Aming. Alby terduduk di kursi dengan diapit ibu dan juga adiknya, Arif. Ayahnya duduk disalah satu kursi dan Pak Aming di kursi lainnya.

Dengan perasaan berdebar, Alby melirik ke arah pintu kamar Putri yang sedikit terbuka. Tidak lama kemudian, Bu Rita keluar bersama Putri. Kepala Putri tertunduk sangat dalam hingga Alby hanya bisa menatap pucuk kepalanya.

Putri duduk diantara kedua orang tuanya. Senyum di wajah Alby memudar saat Putri mengangkat kepala dan memperlihatkan wajahnya yang pucat.

"Kamu sakit, Put? Sakit apa?" tanya Alby dengan raut wajah yang khawatir.

Tanpa menjawab, Putri kembali menundukkan kepalanya. Saat Alby akan bertanya lagi, deheman Sang Ayah menghentikannya.

"Begini Putri, Alby.. Tanpa sepengetahuan kalian, kami sudah menjodohkan kalian sejak dulu. Hal itu atas permintaan almarhumah Rianti. Dan menurut agama, kalian saat ini sudah resmi menjadi suami istri. Tapi..."

Alby merasakan debaran jantungnya yang tak karuan. Ia merasa senang jika ternyata almarhumah ibunya yang telah menyandingkan Putri untuknya. Akan tetapi melihat raut wajah ayahnya yang sulit ditebak, membuatnya penasaran.

"Tapi apa, Yah?"

"Ayah dan Pak Aming sudah memutuskan, sampai sekolah kalian lulus dan pernikahan ini terdaftar di KUA, kalian akan tinggal di rumah masing-masing. Tidak tinggal satu atap seperti pasangan menikah pada umumnya." Tegasnya.

"Bapak harap Nak Alby mengerti," ucap Pak Aming menimpali

Alby tidak mengetahui apalagi mengerti alasan dibalik keputusan orang tua mereka. Namun Alby merasa senang mengetahui Putri sudah menjadi istrinya. Tidak masalah mereka tinggal terpisah, toh kenyataannya Putri hanya akan menjadi miliknnya seorang.

Setelah malam itu, Ia dan Putri jarang bertemu. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui pihak sekolah mengeluarkan Putri dari sekolah.

"Bu, maafkan Alby. Karena Alby, Putri jadi tidak bisa melanjutkan sekolahnya," ucap Alby pada ibu Rita yang ditemuinya sepulang sekolah di saung yang terdapat di tengah kebun.

"Tidak apa-apa, Al. Mungkin sudah nasibnya Putri seperti itu. Lagi pula yang memutuskan menikahkan kalian kan kami para orang tua."

"Bu, tolong percaya sama Alby. Saya dan Putri tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan warga," pinta Alby.

Bu Rita tersenyum tipis sambil menata rantang makanan yang dibekalnya.

"Ibu, Bapak, dan Pak Sanjaya percaya pada kalian. Kami percaya kalian tidak akan melakukan hal sejauh itu. Tapi mau bagaimana lagi, kita tidak bisa memaksa warga mengubah opininya. Dan terlebih lagi mungkin memang sudah takdir kalian seperti ini." Sahutnya santai seolah tanpa beban.

Alby merasa lega dengan apa yang didengarnya. Ia pun meminta pada Bu Rita untuk bertemu Putri lebih sering untuk menghiburnya. Ditatapnya Putri yang sedang beristirahat setelah membantu Ayahnya menanam jagung.

"Al, naik dong! Aku mau itu," seru Putri menunjuk pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi.

"Siap!" sahut Alby. Ia berlari kecil mendekati Putri dan ayahnya.

Alby dengan cekatan memanjat pohon kelapa. Ia menjatuhkan beberapa kelapa yang menurut Pak Aming masih muda. Raut wajah Putri terlihat gembira saat menikmati air kelapa dan juga kelapa mudanya.

Sejak saat itu, Alby menjadi sering menemui Putri. Setiap pulang sekolah, ia akan mengunjungi rumah Pak Aming.

Terkadang, ia juga memberitahukan tentang pelajaran yang sedang dipelajarinya di sekolah. Dan setiap kali mereka bersama, Alby selalu mencuri kesempatan untuk sekedar mencium pipi Putri. Atau jika sedang beruntung, mereka bisa berciuman layaknya orang kasmaran.

Hari pun berganti, tidak terasa pernikahan siri itu sudah menginjak lebih dari enam bulan. Sebentar lagi Alby lulus sekolah. Ia sudah tidak sabar menanti waktu untuk bisa memiliki Putri seutuhnya.

Hingga suatu hari, kedua orang tua mereka menghadiri undangan kenalan mereka saat masih menjabat di desa lain. Alby datang untuk berkunjung seperti biasanya.

Namun ada yang tak biasa. Karena kebetulan saat ia masuk ke dalam rumah, Putri baru selesai mandi. Melihat tubuh Putri yang hanya dibalut handuk sebatas dada membuat Alby merasa menginginkan sesuatu yang selama ini hanya ada dalam angannya.

Putri terkejut melihat Alby masuk ke kamarnya. Belum selesai dengan keterkejutannya, Alby sudah memeluknya. Perlahan Putri mulai merasakan desiran aneh menjalar dalam dirinya, manakala Alby mengecup lembut setiap centi bagian pundak hingga lehernya.

Putri terkesiap saat tangan jahil Alby menarik ujung handuk yang diselipkan di dada. Sebisa mungkin ia menahan handuk itu agar tak jatuh. Namun tatapan Alby membuat hati Putri luluh dan membiarkan Alby menatap lekat padanya yang tidak mengenakan apa-apa.

Seoalah tak ingin Putri malu seorang diri, Alby pun perlahan menanggalkan pakaiannya. Nampak jelas oleh Putri, senjata Alby yang sudah siap dengan moncongnya.

Tak ingin membuang waktu, Alby langsung menyergapnya. Dengan rakus ia mel*mat bibir Putri yang berada dalam kungkungannya. Merasa sudah tak tahan lagi, Alby langsung mengarahkan senjatanya tanpa aba-aba. Ia pun tertegun melihat Putri yang meringis kesakitan.

"Sakit, Al." Isaknya lirih.

"Ma-maaf, Put. Tapi kan tanggung udah masuk, aku terusin ya?" Ucapnya setengah memaksa.

Putri mengangguk pasrah. Alby yang masih remaja kala itu, menggagahinya dengan tempo yang tidak beraturan membuat Putri meringis kesakitan sepanjang permainan.

Alby melenguh puas saat ia mendapatkan pelepasannya. Berbanding terbalik dengan Putri yang terisak sambil menutupi wajahnya.

"Put, Putri... Sudah ya, jangan menangis. Aku jadi merasa bersalah." Ucapnya pelan.

"Sakit, Al. Rasanya perih, hiks." Isaknya.

"Kita kan sudah menikah, jadi gak dosa kan?"

"Bukan masalah dosanya, Al. Tapi sakitnya," sahut Putri yang mulai kesal.

"I-iya, maaf." Sahutnya lirih.

Tangan Alby meraih tisu yang berada di atas nakas. Dengan lembut ia mengusap bagian inti Putri juga miliknya. Ia tertegun melihat warna merah pada tisu yang dipegangnya, Alby menoleh pada Putri yang masih menyembunyikan wajah dibalik telapak tangannya.

Setelah kejadian di hari itu, Alby jadi ketagihan. Ia selalu merayu Putri jika kesempatan menghampiri mereka. Mendapat perlakuan lembut dari Alby, Putri yang semula enggan pun jadi terhanyut dalam permainan. Alhasil, hari-hari berikutnya mereka selalu melakukannya walau itu hanya sebentar.

"Kalau sering jadi nggak sakit kan?" tanya Alby sambil menarik resleting celananya. Mereka baru saja bermain kilat di kursi di ruang tamu rumah Putri.

"Tapi bagaimana kalau aku hamil, Al? Bukankah nanti orang tua kita akan kecewa," ujar Putri.

"Minggu depan kelulusanku, Put. Jadi kalaupun kamu hamil ya nggak apa-apa. Kan kita akan mendaftarkan pernikahan kita di KUA." Sahutnya dan Putri pun terlihat lega.

Hari-hari berikutnya, Alby dan orang tuanya menghadiri acara kelulusan di sekolah. Alby terlihat agak kecewa karena Putri menolak ikut dengannya. Namun Alby mengerti, Putri pastinya merasa malu bila bertemu teman-teman di sekolahnya.

Setelah acara selesai, Alby sudah tidak sabar ingin menemui Putri. Baru saja ia beranjak hendak mengambil motornya, Arif berlari menghampiri sambil terengah-engah.

"Kak Al, cepetan pulang. Itu, Mbak Putri.."

"Putri kenapa?" tanya Alby heran.

"Kenapa, Rif?" tanya Ayahnya.

"Mbak Putri diarak warga ke balai desa," sahut Arif dengan nafas terengah.

"Apa maksudnya Tono?" tanya Ayah pada tetangga yang mengantar Arif dengan motornya.

"Itu, Pak. Anu... Putri.."

Belum sempat Tono menjawab, Alby sudah berlalu dengan motornya. Ia mengendarai motor dengan perasaan yang tidak karuan.

Benar saja, di depan balai desa banyak warga sudah berkumpul. Mereka mengumpat dan berbisik-bisik menjelekkan Putri. Alby menerobos kerumunan itu dan terkejut melihat Putri sedang terisak.

Alby terpaku melihat Putri mencoba menutupi bagian tubuhnya yang terlihat karena pakaian yang dikenakannya robek. Wajahnya memerah saat melihat sosok laki-laki di samping Putri.

Noval! Pekik Alby dalam hati.

"Alby, lihat tuh si Putri. Dia nggak tahu diri, keganjenan. Sudah jadi istrimu saja kelakuannya seperti l*nte," cibir seorang warga.

Masih banyak lagi ucapan mereka yang membuat telinga dan hati Alby memanas. Tatapannya nyalang melihat Putri yang memelas belas kasihan.

"Aku tidak seperti itu, Al. Percayalah padaku, semua yang dituduhkan itu tidak benar. Hiks.."

Dengan tangan yang terkepal, Alby menarik Noval dan memukulnya sekuat tenaga. Warga pun berusaha melerainya. Alby mendelik tajam pada Putri yang masih terisak, kemudian ia berlalu pergi.

Flashback off

Tangan Alby terkepal menahan rasa geram yang menghinggapi hatinya. Tak lama, kedua alisnya nampak tertaut seolah ada yang sedang dipikirkannya.

"Kalau dihitung-hitung, umur anaknya Putri kan sepuluh tahunan. Itu artinya dia melahirkan sekitar umur sembilan belas dan hamil sekitar umur delapan belasan. Berarti setelah kejadian itu, Putri hamil." Gumamnya.

"Tunggu! Aku sama Putri sebelumnya melakukan itu beberapa kali, bagaimana kalau ternyata anak yang dikandung Putri itu bukan anak si Noval tapi ternyata anakku? Argh, sial. Kenapa aku selama ini tidak berpikir ke sana? Aku harus menanyakan tentang anak itu pada Putri." Tekadnya.

Terpopuler

Comments

beby

beby

br dadar

2022-12-16

1

Rina

Rina

hedeh, salah paham

2022-08-28

0

Latifah Ati

Latifah Ati

tak uyel2 kamu by dokter Alby kan pinter ya tp kalau sudah berkaitan dgn yg namanya cinta jd bloon bin tolol hehe

2022-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 Putri
2 Dokter Alby
3 kerja sampingan
4 kunci rumah
5 kepura-puraan
6 pertemuan tak terduga
7 makan malam
8 menepis prasangka
9 bodoh?
10 fitnah
11 sakit, Al...
12 ART-mu
13 Dia anakku
14 berbeda kasta
15 Om Ganteng
16 solo karir
17 pengakuan Alby
18 menjemput
19 Janji
20 dukungan Noval
21 pertemuan yang tidak disengaja
22 ide konyol (bagian 1)
23 ide konyol (bagian 2)
24 Alby vs Arif
25 kilas balik Putri (bagian 1)
26 kilas balik Putri (bagian 2)
27 menginap (bagian 1)
28 menginap (bagian 2)
29 mengambil kesempatan
30 aku tahu
31 makan malam spesial
32 kaputusan Alby (bagian 1)
33 keputusan Alby (bagian 2)
34 berterus terang
35 kebersamaan
36 rencana Alby
37 kebersamaan (2)
38 tamu dadakan
39 Intan vs Arga
40 gunjingan tetangga
41 Kakek Jaya
42 pertemuan (bagian 1)
43 pertemuan (bagian 2)
44 ayah dan anak (bagian 1)
45 keputusan Sanjaya
46 ayah dan anak (bagian 2)
47 papa Alfi
48 kebenaran yang terungkap (1)
49 kebenaran yang terungkap (2)
50 persekongkolan
51 khawatir
52 terulang lagi
53 merasa lega
54 visual cast
55 janji
56 menyambut tamu
57 acara dimulai
58 upaya Arif
59 gugup
60 keinginan Alby
61 terkejut
62 Pengumuman
63 menggoda
64 on fire
65 overdosis
66 digigit serangga
67 pengunduran diri Amanda (1)
68 pengunduran diri Amanda (2)
69 Nadila
70 keinginan Bu Rita
71 menjemput atau mampir?
72 persiapan perjalanan
73 Terkenang
74 Diagnosa
75 kamu kenapa?
76 keputusan Noval
77 Noval vs Nadila
78 malas
79 Jadi pacarku?
80 tukar shift
81 persalinan Amanda
82 bayiku
83 persalinan Putri
84 adik Alfi, namanya ...
85 kebersamaan
86 ayah Arsen
87 family time
88 hari bahagia (tamat)
89 extra part 1- Noval sakit?
90 extra part 2- happy ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Putri
2
Dokter Alby
3
kerja sampingan
4
kunci rumah
5
kepura-puraan
6
pertemuan tak terduga
7
makan malam
8
menepis prasangka
9
bodoh?
10
fitnah
11
sakit, Al...
12
ART-mu
13
Dia anakku
14
berbeda kasta
15
Om Ganteng
16
solo karir
17
pengakuan Alby
18
menjemput
19
Janji
20
dukungan Noval
21
pertemuan yang tidak disengaja
22
ide konyol (bagian 1)
23
ide konyol (bagian 2)
24
Alby vs Arif
25
kilas balik Putri (bagian 1)
26
kilas balik Putri (bagian 2)
27
menginap (bagian 1)
28
menginap (bagian 2)
29
mengambil kesempatan
30
aku tahu
31
makan malam spesial
32
kaputusan Alby (bagian 1)
33
keputusan Alby (bagian 2)
34
berterus terang
35
kebersamaan
36
rencana Alby
37
kebersamaan (2)
38
tamu dadakan
39
Intan vs Arga
40
gunjingan tetangga
41
Kakek Jaya
42
pertemuan (bagian 1)
43
pertemuan (bagian 2)
44
ayah dan anak (bagian 1)
45
keputusan Sanjaya
46
ayah dan anak (bagian 2)
47
papa Alfi
48
kebenaran yang terungkap (1)
49
kebenaran yang terungkap (2)
50
persekongkolan
51
khawatir
52
terulang lagi
53
merasa lega
54
visual cast
55
janji
56
menyambut tamu
57
acara dimulai
58
upaya Arif
59
gugup
60
keinginan Alby
61
terkejut
62
Pengumuman
63
menggoda
64
on fire
65
overdosis
66
digigit serangga
67
pengunduran diri Amanda (1)
68
pengunduran diri Amanda (2)
69
Nadila
70
keinginan Bu Rita
71
menjemput atau mampir?
72
persiapan perjalanan
73
Terkenang
74
Diagnosa
75
kamu kenapa?
76
keputusan Noval
77
Noval vs Nadila
78
malas
79
Jadi pacarku?
80
tukar shift
81
persalinan Amanda
82
bayiku
83
persalinan Putri
84
adik Alfi, namanya ...
85
kebersamaan
86
ayah Arsen
87
family time
88
hari bahagia (tamat)
89
extra part 1- Noval sakit?
90
extra part 2- happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!