Happy reading...
Disela waktu istirahatnya, Alby memikirkan semua ucapan Putri pagi tadi. Memang benar mereka dijodohkan. Benar juga bahwasanya mereka bersahabat. Persahabatan yang berawal dari kedekatan kedua orang tua mereka.
Flashback on
Sanjaya merupakan seorang kepala desa yang disegani di daerahnya. Sosoknya baik dan juga kharismatik. Begitu juga pasangannya, yakni wakil kepala desa yang bernama Aming. Mereka berdua berkolaborasi memajukan desa, lingkungan tempat tinggal mereka.
Persahabatan keduanya menular pada anak mereka, yaitu Alby Sanjaya dan Putri Rinjani. Kedua bocah itu tumbuh bersama dan mengenyam pendidikan yang sama di sekitar tempat tinggalnya.
Layaknya anak-anak pedesaan, Alby dan teman-temannya bermain di pesawahan kering, di lapanagan seadanya, atau mencari hiburan dengan mencari ikan kecil sambil bermain air di anak sungai.
Alby dan Putri selalu bersama. Teman-teman mereka mengolok-olok keduanya sebagai pasangan kekasih. Namun, keduanya tidak menanggapi.
Hari berganti minggu, bulan berganti tahun. Alby dan Putri tumbuh menjadi remaja yang memasuki masa pubertas.
Entah sejak kapan perasaan Alby pada Putri mulai berubah. Yang pasti selalu ada perasaan tidak suka saat ada teman laki-laki yang mendekati Putri. Salah satunya teman mereka yang bernama Noval. Putra seorang juragan ternak di desa itu.
Noval bahkan terang-terangan menyatakan perasaannya pada Putri. Namun Putri tidak menghiraukannya.
Suatu hari, Alby dan Putri bermain di sungai. Putri yang memang sudah terbiasa bersama Alby tidak merasa risi saat pakaiannya yang basah memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.
Lain halnya dengan Alby. Pria itu meraba bagian dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.
"Ada apa denganku? Kenapa hari ini Putri terlihat sangat menggoda?" Gumamnya.
Putri yang mengenakan dress sederhana di bawah lutut itu bermain riang sambil mencoba menangkap ikan dengan tangannya. Sahabatnya itu terlihat cantik walau dibalut dalam kesederhanaan. Pantas saja pemuda di desanya menjulukinya Putri si bunga desa.
"Alby, ayo ke sini!" seru Putri.
Alby beranjak mendekatinya. Ikut larut dalam kecerian menikmati sejuknya air dan dinginnya angin sepoi-sepoi yang menembus kulit mereka.
"Aku dapat, Al! Ini, ini ikannya besar!" Pekiknya.
"Bawa sini, Put!" seru Alby tak kalah riang.
Putri berjalan cepat melewati batu kecil dan kerikil. Saat mulai dekat dengan Alby, tanpa sengaja ia menginjak batuan yang berlumut. Menyadari Putri yang terjatuh, Alby bergegas menangkap Putri sebisanya.
"Aww! Aduh.." Ringisnya.
Alby berhasil menghindarkan Putri dari bebatuan di bawahnya. Posisi Putri yang berada diatasnya membuat Alby terpana.
Entah setan apa yang merasukinya, tiba-tiba tangannya bergerak menekan tengkuk leher Putri agar bisa meraup bibirnya yang nampak menggoda. Sesaat mereka menikmati ciuman itu.
Karena memang tidak terbiasa, merekapun melepasnya. Suasana terasa sangat canggung. Keduanya membuang muka merasa malu atas apa yang baru saja terjadi.
"Maaf, Put." Ucapnya salah tingkah.
"Sudahlah, nggak apa-apa. Kita pulang yuk, nanti bisa masuk angin."
Keduanya beranjak dari aliran sungai yang membasahi tubuh mereka. Sambil menenteng sendalnya dan sendal Putri, Alby menggenggam tangan gadis itu melewati pematang sawah.
Angin yang bertiup juga panas yang cukup terik, ditambah jarak sungai itu dan rumah mereka yang cukup jauh membuat pakaian keduanya agak kering. Di pertigaan, mereka berpisah menuju rumah masing-masing.
"Kak Alby main di sungai ya?" tanya Arif, adiknya.
"Iya, memangnya kenapa?"
"Sama Mbak Putri?"
"Iya. Kamu anak kecil mau tahu aja," delik Alby.
Alby menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi. Raut wajahnya terlihat bahagia mengenang ciuman pertamanya dengan Putri, sahabat karibnya.
Setelah selesai, ia menghabiskan waktu di kamar sambil senyum-senyum sendiri. Tidak menghiraukan punggungnya yang terasa nyeri karena terjatuh tadi.
Suara pintu kamar yang dibuka kasar mengagetkannya. Alby terperanjat melihat raut wajah ayahnya yang diselimuti amarah.
Dengan kasar ia menarik Alby dan membiarkannya tersungkur di lantai. Alby yang pasrah hanya bisa menatap bingung pada ayahnya.
"Dasar anak tidak tahu diri, bisanya bikin malu orang tua!" Hardiknya.
"A-apa salah Alby, Yah?" tanya Alby sambil meringis. Rasa sakit di punggungnya terasa menjalar kemana-mana.
"Kamu sudah kesetanan, hah! Berzina di sungai, dasar tidak tahu malu!"
Alby semakin bingung dengan tuduhan yang diterimanya. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa ayahnya tega menuduhnya berbuat hina.
Alby melirik pada Arif yang terlihat ketakutan melihat amarah ayah mereka. Sanjaya memang jarang sekali marah, namun kali ini sepertinya amarahnya sudah di ujung kepala.
"Ada apa ini, Mas?" tanya Siska, istri Sanjaya.
"Anak ini, anak ini bikin malu keluarga kita." Ucapnya kesal.
"Lho kenapa?" tanya istrinya sambil mencoba membantu Alby untuk berdiri.
"Dia sama Putri... Argh! Memalukan," pekik Sanjaya.
Alby belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Esoknya ia merasa heran karena Putri tidak diizinkan berangkat ke sekolah. Dari yang didengarnya, Putri dihukum Pak Aming dikurung dalam kamarnya.
Alby juga bingung mendapati ekspresi teman-temannya. Beberapa teman perempuan seolah menghindarinya. Sementara teman laki-lakinya tersenyum seolah sedang menggodanya, kecuali Noval yang terlihat sangat sinis.
"Gimana rasanya, Al? Enak?" goda mereka.
"Enak dong," jawab Alby asal saja sambil nyengir tidak mengerti maksud ucapan teman-temannya.
Sepulang sekolah, ia baru tahu. Ternyata kejadian di sungai itu terlihat oleh beberapa warga yang kebetulan saat itu akan mencuci kaki di sungai. Mereka mengurungkan niat melihat dua remaja yang sedang bermesraan di sana.
Warga yang baru selesai menggarap sawah itupun pulang dan langsung melaporkannya pada kepala desa mereka. Kabar itu menyebar cepat dan membuat telinga Alby dan keluarganya terasa panas.
Alby mengkhawatirkan Putri. Ia takut Pak Aming akan memukul putrinya. Sekeras apapun ia mencoba menjelaskan, nyatanya opini warga yang melihat itu lebih kuat.
Seminggu setelah kejadian itu, Alby sama sekali tidak bisa bertemu dengan Putri. Berkali-kali ia datang ke rumah sahabatnya itu, penolakan yang diterimanya.
Bagi Alby, tiada bedanya siang ataupun malam. Langit yang mulai terlihat gelap itu tak ubahnya kegelapan yang menyelimuti hatinya. Putri, hanya itu yang ada dalam pikirannya. Ia bisa bayangkan para warga yang memandang hina atas fitnah yang mereka lontarkan pada sahabatnya tersebut.
"Maafkan aku, Put. Aku benar-benar menyesal." Ucapnya merutuki diri.
Hampir seharian ini Alby mengurung diri. Ia bahkan menolak makanan yang ditawarkan. Alby tidak ingin Putri menanggung semua ini seorang diri. Jika Putri dikurung ayahnya, maka ia pun akan mengurung dirinya sendiri.
Suara ketukan pintu membuatnya menoleh. Arif menyembul dari balik pintu sambil berkata, "Kak, kata ayah cepatlah bersiap."
"Bersiap mau kemana? Aku malas, tidak akan ikut. Kalian pergi saja," sahut Alby malas.
"Sejak kapan kamu jadi anak pembangkang, hah?" tanya Ayahnya dengan nada yang tinggi.
Alby menatap malas pada ayahnya yang mengerluarkan kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam dari dalam lemari pakaiannya. Dengan tegas Sanjaya meminta putra sulungnya mengenakannya.
Dengan berat hati, Alby mengikuti langkah orang tua dan beberapa kerabat dekatnya. Ia merasa heran karena langkah mereka tertuju pada rumah Pak Aming dan Bu Rita yang tak lain adalah orang tua Putri.
Kebingungannya bertambah saat mereka masuk ke dalam rumah. Beberapa orang sudah berkumpul bahkan ada Pak Ustadz di sana.
"Ini toh calon mempelai prianya? Sudah nggak tahan ya, sampai-sampai di de-pe duluan," ucap seorang pria yang tidak dikenalnya.
Calon mempelai? Apa itu artinya malam ini aku akan dinikahkan? batin Alby.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Ardika Zuuly Rahmadani
waow, emang harus gitu, wlalu cuma sekedar ciuman kecil🤔🤔🤔🤔
2021-11-19
1
Rhina sri
baru nyadar tuh si alby yg nikah sm putri bkn cowok lain
2021-03-20
0
Regina_Khalisa
baru nyadar dari amnesianya pak dokter Alby? situ sendiri kan yg nikah sm Putri bkn pria lain? mengapa situ emosi saat putri cerita sm tunangan situ yg bernama intan klo putri menikah sm sahabatnya waktu SMA? huh msh mengira juga putri menikah sm pri lain padahal situ sendiri si pria yg menikahi putri.ckckck emang ya situ gak waras.😎
2021-02-10
0