kerja sampingan

Happy reading...

Sejuknya udara pagi yang berhembus berpadu dengan cahaya matahari yang mulai menampakkan diri. Cicitan burung-burung saling bersahutan seakan melengkapi harmoni alam. Sesekali juga terdengar kokokan ayam yang menemani aktivitas pagi.

Pagi ini Putri sedang menjemur pakaian di depan rumah. Dari dalam rumah terdengar suara televisi yang menyala juga aroma nasi goreng yang sedang dibuat ibunya.

"Put, sudah beli belum seragam untuk Alfi?" tanya seorang tetangganya.

"Belum, Ran. Uangku belum cukup," sahut Putri pelan.

"Aku baru kemarin beli. Sekarang pada mahal, Put."

"Iya, aku juga tahu. Apa yang yang murah zaman sekarang, Ran? Kalau ada kerjaan aku pengen banget, buat nambah-nambah. Toko sekarang sepi, gaji juga dikurangi." Keluhnya.

"Kerjaan? Mmm, kemarin majikanku nawarin kerja di rumah. Katanya sih untuk di rumah keponakan temannya, tapi seminggu cuma dua kali. Mana ada yang mau. Gajinya nggak akan cukup buat biaya hidup sehari-hari, belum buat bayar kontrakan."

"Seminggu dua kali? Kerja apa, Ran?" tanya Putri penasaran.

"Kerja di rumah, seperti aku gini jadi pembantu. Tapi cuma hari Sabtu sama Minggu," sahut Rani.

"Nginap nggak?"

"Enggak. Kamu berminat? Benar juga ya, kamu kan Sabtu dan Minggu nggak kerja." Rani dan Putri terlihat antusias.

"Nanti aku tanyakan lagi sama majikanku ya, Put. Mudah-mudahan belum ada yang ngambil." Ujarnya lagi.

"Mudah-mudahan, Ran. Bayarannya harian kan?"

"Iya," sahut Rani.

"Jangan lupa kabari aku secepatnya," ucap Putri sambil melangkah ke dalam.

Bu Rita yang berpapasan dengannya terlihat heran.

"Kabari apa, Put?"

"Pekerjaan, Bu. Kerja di rumah tapi cuma hari libur aja. Lumayan kan, Bu? Putri ada kerja sampingan, bisa buat nambah-nambah untuk keperluan kita."

Bu Rita mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia kemudian memberi uang jajan pada Alfi, cucunya.

"Nggak usah, Bu. Jajan Alfi biar dari Putri aja," cegah Putri.

"Nggak apa-apa, tadi ada kembalian."

"Terima kasih, Nek."

Bu Rita mengusap pucuk kepala cucunya. Ia pun pamit berangkat bekerja.

Seperti hari kemarin, Putri menyisakan sarapannya untuk makan siang nanti. Ia menatap nanar putranya Alfi yang sedang makan dengan lahap.

"Ma, Alfi jadi dibelikan seragam baru? Teman-teman Alfi sudah pada beli, kok Alfi belum?" tanya Alfi disela suapannya.

"Iya, sabar dulu ya. Kan sekolahnya hari Senin, hari Minggu juga masih bisa beli." Sahutnya.

Besar harapan Putri akhir pekan ini mendapatkan pekerjaan. Agar ia bisa mewujudkan keinginan putranya yang ingin membeli seragam.

Pekerjaannya di toko beberapa bulan ini hanya sampai hari Jum'at saja. Mungkin karena toko sepi sehingga pemilik toko itu sendiri yang menjaganya di akhir pekan. Selain itu setiap hari ia dan Mia bekerja sampai jam enam sore. Selebihnya anak dari majikannya yang meneruskan sampai jam sembilan malam.

***

Alby bersiap akan berangkat ke rumah sakit. Tepat saat ia membuka pintu gerbang rumahnya, suara klakson mobil Intan menyapanya.

"Intan, mau apa pagi-pagi kesini? Bukannya langsung pulang. Memangnya nggak cape jaga semalaman?" tanya Alby yang menghampiri mobil Intan.

"Aku ikut tidur sebentar ya. Di rumahku berisik lagi ada keponakanku." Sahutnya.

Alby nampak ragu. Namun kemudian, memberikan kunci rumahnya pada Intan. Wanita itu memajukan bibirnya berharap pria di hadapannya mau memberikan ciuman sekali saja.

"Jangan lupa nanti kunci lagi," ujar Alby berlalu begitu saja. Sepertinya pria itu tidak memahami isyarat yang diberikan tunangannya.

Raut wajah Intan terlihat kecewa. Namun melihat kunci rumah itu berada dalam genggamannya, senyuman kembali terlihat.

Setelah Alby meninggalkan pelataran rumahnya, Intan pun memasukkan mobilnya. Langkahnya terasa ringan memasuki rumah tunangannya tersebut. Rumah bergaya minimalis itu cukup besar untuk ditempati seorang diri.

Tanpa ragu ia membuka pintu salah satu kamar tamu dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sambil menatap langit-langit kamar ia bergumam, "Setelah kunci rumahmu, aku pasti akan mendapatkan kunci untuk membuka hatimu, Al."

Intan beranjak ke dapur. Ia menuangkan susu UHT yang diambilnya dari dalam lemari pendingin. Sesaat ia menatap ke arah tangga. Di atas sana kamar Alby berada.

Intan harus kecewa saat mencoba memutar gagang pintu kamar Alby yang ternyata di kunci. Hal itu membuat rasa penasarannya semakin menjadi pada sosok Alby, tunangannya.

Mereka memang telah bertunangan. Tepatnya ditunangkan oleh orang tua mereka. Namun sepertinya hanya ia yang merasa senang, karena selama dua tahun ini Alby seolah tidak menganggapnya ada.

***

Tengah hari, Bu Rita baru pulang dari tempatnya bekerja. Hari ini ia pulang lebih cepat karena pekerjaannya tidak terlalu banyak.

Bu Rita berjalan menyusuri jalanan perumahan yang di lewatinya. Langkahnya cepat karena ingin segera memasak untuk makan siang cucunya.

Langkahnya terhenti saat ada sebuah mobil yang keluar dari pintu gerbang. Setelah pintu gerbang itu otomatis tertutup, ia pun berniat melanjutkan langkahnya.

"Bu, Bu! Tolong buangkan ini ke situ!" pinta seorang wanita muda yang berada di dalam mobil tadi.

Bu Rita menoleh dan mengernyitkan keningnya menatap heran pada kantong plastik yang di sodorkan. Ia kemudian mengambilnya dan berlalu membuangnya ke tempat sampah tanpa berkata sepatah katapun juga.

"Terima kasih ya," ucap wanita itu sambil berlalu melajukan mobilnya.

Bu Rita menyeringai lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Mentang-mentang orang kaya, kelakuan seenaknya." Gumamnya.

Bu Rita kembali melangkahkan kakinya menuju gang yang cukup panjang dan berkelok untuk sampai ke rumah kontrakannya. Ia tersenyum senang mendapati Alfi yang sedang menata buku-buku barunya.

"Kamu sudah nggak sabar ingin cepat sekolah, Al?"

"Iya, Nek. Alfi juga sudah tidak sabar ingin pakai seragam baru yang akan dibelikan Mama," sahut Alfi riang.

"Seragam baru?" gumam Bu Rita.

"Iya, Nek. Nanti hari Minggu Alfi sama Mama mau beli seragam baru."

Bu Rita tersenyum dengan wajahnya yang sendu.

Jadi karena itu Putri mencari pekerjaan di hari libur? Batinnya.

Bu Rita menghela nafasnya. Merasa pilu mengingat nasib putrinya selama ini. Di usianya yang masih muda, terlalu berat beban hidup yang harus dipikulnya.

Tanpa terasa air matanya menetes. Cepat-cepat ia mengusapnya dan melanjutkan memasak.

***

Pagi sekali Putri sudah bangun dan mencuci pakaian. Hari ini ia akan berangkat bersama Rani ke rumah majikan temannya itu. Nantinya ia akan dipertemukan dengan orang yang akan menjadi majikannya.

Setelah selesai, ia berpamitan pada ibunya. Kebetulan putranya belum bangun. Namun Putri tetap menghampiri dan mencium pipinya.

Putri dan Rani berjalan menusuri gang sambil berbincang ringan. Tanpa terasa, mereka sudah sampai di perumahan tempat rumah majikan Rani berada.

"Kamu sendirian bekerja di sini, Ran?"

"Iya," angguk Rani.

"Rumah ini kan besar, pasti capek ya." Ujarnya pelan.

"Ya, mau bagaimana lagi? Namanya juga kerja. Untung majikanku baik, kalau enggak? Malas Put, bertahan di sini."

Putri mengangguk pelan. Ia kemudian diperkenalkan pada majikan Rani. Sambil menunggu teman majikan Rani yang akan menjemputnya datang, Putri membantu pekerjaan temannya di rumah itu.

Disela pekerjaan, mereka sempatkan untuk sarapan. Putri terlihat sangat lahap menikmati roti dan susu hangat yang disediakan temannya itu.

"Kamu setiap hari begini, Ran? Enak ya, bisa sarapan lezat setiap hari."

"Biasa aja, Putri. Ini juga nggak setiap hari. Kadang beli bubur, nasi kuning, atau apa saja yang kebetulan majikanku minta. Makanya aku sengaja tidak sarapan dari rumah," tutur Rani.

Putri mengacungkan ibu jarinya sambil mengunyah.

"Put, itu sepertinya yang mau jemput kamu sudah datang."

Belum juga Putri menjawab, suara majikan Rani sudah memanggilnya. Putri cepat-cepat menghabiskan makanannya lalu menghampiri ke ruang utama.

Ibu Ira, namanya. Ia menjelaskan semua hal yang harus di lakukan Putri di rumah keponakannya yang seorang dokter muda. Putri mendengarkan dengan seksama penuturan wanita itu.

"Bagaimana, kamu sanggup?" tanya majikan Rani.

"Iya, Bu." Sahutnya.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita ke rumahnya. Tidak jauh dari sini, hanya terhalang beberapa blok. Kebetulan kalau hari Sabtu dan Minggu dia ada di rumah, tidak sesibuk hari-hari biasanya." Tuturnya.

"Baik, Bu."

Putri berpamitan pada Rani dan majikannya. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas pekerjaan barunya.

Terpopuler

Comments

Latifah Ati

Latifah Ati

baru nemu novelnya langsyng cus baca...nyesek bgt bagus ceritanya

2022-08-27

2

Ardika Zuuly Rahmadani

Ardika Zuuly Rahmadani

penasaran sama kisah putri dan mas Al🤭🤭🤭🤭

2021-11-19

0

Ratna0789

Ratna0789

bakalan ketemu ini

2021-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 Putri
2 Dokter Alby
3 kerja sampingan
4 kunci rumah
5 kepura-puraan
6 pertemuan tak terduga
7 makan malam
8 menepis prasangka
9 bodoh?
10 fitnah
11 sakit, Al...
12 ART-mu
13 Dia anakku
14 berbeda kasta
15 Om Ganteng
16 solo karir
17 pengakuan Alby
18 menjemput
19 Janji
20 dukungan Noval
21 pertemuan yang tidak disengaja
22 ide konyol (bagian 1)
23 ide konyol (bagian 2)
24 Alby vs Arif
25 kilas balik Putri (bagian 1)
26 kilas balik Putri (bagian 2)
27 menginap (bagian 1)
28 menginap (bagian 2)
29 mengambil kesempatan
30 aku tahu
31 makan malam spesial
32 kaputusan Alby (bagian 1)
33 keputusan Alby (bagian 2)
34 berterus terang
35 kebersamaan
36 rencana Alby
37 kebersamaan (2)
38 tamu dadakan
39 Intan vs Arga
40 gunjingan tetangga
41 Kakek Jaya
42 pertemuan (bagian 1)
43 pertemuan (bagian 2)
44 ayah dan anak (bagian 1)
45 keputusan Sanjaya
46 ayah dan anak (bagian 2)
47 papa Alfi
48 kebenaran yang terungkap (1)
49 kebenaran yang terungkap (2)
50 persekongkolan
51 khawatir
52 terulang lagi
53 merasa lega
54 visual cast
55 janji
56 menyambut tamu
57 acara dimulai
58 upaya Arif
59 gugup
60 keinginan Alby
61 terkejut
62 Pengumuman
63 menggoda
64 on fire
65 overdosis
66 digigit serangga
67 pengunduran diri Amanda (1)
68 pengunduran diri Amanda (2)
69 Nadila
70 keinginan Bu Rita
71 menjemput atau mampir?
72 persiapan perjalanan
73 Terkenang
74 Diagnosa
75 kamu kenapa?
76 keputusan Noval
77 Noval vs Nadila
78 malas
79 Jadi pacarku?
80 tukar shift
81 persalinan Amanda
82 bayiku
83 persalinan Putri
84 adik Alfi, namanya ...
85 kebersamaan
86 ayah Arsen
87 family time
88 hari bahagia (tamat)
89 extra part 1- Noval sakit?
90 extra part 2- happy ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Putri
2
Dokter Alby
3
kerja sampingan
4
kunci rumah
5
kepura-puraan
6
pertemuan tak terduga
7
makan malam
8
menepis prasangka
9
bodoh?
10
fitnah
11
sakit, Al...
12
ART-mu
13
Dia anakku
14
berbeda kasta
15
Om Ganteng
16
solo karir
17
pengakuan Alby
18
menjemput
19
Janji
20
dukungan Noval
21
pertemuan yang tidak disengaja
22
ide konyol (bagian 1)
23
ide konyol (bagian 2)
24
Alby vs Arif
25
kilas balik Putri (bagian 1)
26
kilas balik Putri (bagian 2)
27
menginap (bagian 1)
28
menginap (bagian 2)
29
mengambil kesempatan
30
aku tahu
31
makan malam spesial
32
kaputusan Alby (bagian 1)
33
keputusan Alby (bagian 2)
34
berterus terang
35
kebersamaan
36
rencana Alby
37
kebersamaan (2)
38
tamu dadakan
39
Intan vs Arga
40
gunjingan tetangga
41
Kakek Jaya
42
pertemuan (bagian 1)
43
pertemuan (bagian 2)
44
ayah dan anak (bagian 1)
45
keputusan Sanjaya
46
ayah dan anak (bagian 2)
47
papa Alfi
48
kebenaran yang terungkap (1)
49
kebenaran yang terungkap (2)
50
persekongkolan
51
khawatir
52
terulang lagi
53
merasa lega
54
visual cast
55
janji
56
menyambut tamu
57
acara dimulai
58
upaya Arif
59
gugup
60
keinginan Alby
61
terkejut
62
Pengumuman
63
menggoda
64
on fire
65
overdosis
66
digigit serangga
67
pengunduran diri Amanda (1)
68
pengunduran diri Amanda (2)
69
Nadila
70
keinginan Bu Rita
71
menjemput atau mampir?
72
persiapan perjalanan
73
Terkenang
74
Diagnosa
75
kamu kenapa?
76
keputusan Noval
77
Noval vs Nadila
78
malas
79
Jadi pacarku?
80
tukar shift
81
persalinan Amanda
82
bayiku
83
persalinan Putri
84
adik Alfi, namanya ...
85
kebersamaan
86
ayah Arsen
87
family time
88
hari bahagia (tamat)
89
extra part 1- Noval sakit?
90
extra part 2- happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!