Linglung.

Author e lagi gabut, g ada kerjaan jadi up lagi.

jangan bosen ya gaes.. 🤭🤭

Ini juga sebagai bentuk ucapan terimakasih karena ada salah satu readers kesayangan yg kasih koin buat author gaje ini 🤭😘

...----------------...

Aldrich duduk termenung di dalam kamarnya. Dia duduk bersila di atas ranjang dan tangannya pun terlipat di depan dada. Dia mencari-cari sebab kenapa Luci bisa berubah drastis setelah pulang barusan, apa yang telah terjadi padanya di luar sana tadi.

Aldrich terus berpikir keras, tapi tak juga menemukan alasan yang menyebabkan Luci bersedia menemaninya pergi ke pesta.

"Mungkin waktu dia jalan-jalan tadi, dia melihat baju atau tas yang berharga mahal dan meminta ku untuk membelikannya," gumam Aldrich.

"Cih! semua wanita ternyata sama saja! ku kira dia berbeda!" Aldrich bangun dari duduknya lalu meraih smartphone nya.

"Hallo shan, butik Lo masih buka kan? hahaha... siapa tahu sudah bangkrut, hahaha...

sorry, sorry bercanda, jangan marah lah ntar nggak cantik lagi.

Gini, gue butuh dress buat pasangan pesta gue, besok malem. Gue minta yang terbaik ya, besok siang gue ambil.

ukuran? M mungkin, atau besok gue ajak orangnya ke butik Lo deh, oke, see you."

Aldrich menutup sambungan telponnya dan tersenyum smirk. Dia sungguh tak sabar untuk pergi ke pesta bersama Luci, besok.

...***...

"Ayo ikut."

"Ke mana, Tuan?"

"Lo butuh dress buat pesta ntar malam kan? ayo." Aldrich berjalan mendahului Luci dan tak lama Luci mengekori-nya walaupun dia masih sedikit bingung.

.

Aldrich mengajak Luci memasuki sebuah butik yang sangat ekslusif. Gaun-gaun yang di pajang di manekin yang berjejer di dalam butik itu terlihat sangat indah dan anggun.

Luci tak pernah membayangkan sekalipun dalam hidupnya, jika dia akan memakai salah satu dress indah itu.

Luci melirik majikannya yang asyik mengobrol dengan seorang wanita yang sangat cantik, "pasti dia salah satu pacar Tuan Aldrich, dasar lelaki playboy!" gumam Luci.

"Luci, sini!" Aldrich memanggil Luci sambil melambaikan tangannya.

Luci pun berjalan mendekati majikannya.

"Ini cewek yang mau pakai dress nya." Aldrich melingkarkan tangannya di bahu Luci. Luci sempat tersentak dan sedikit bergerak menjauh, tapi Aldrich mencengkeramnya lebih erat sehingga membuat Luci tak bisa mengelak.

"Uuuuhhh, cantik juga Al." Si wanita pemilik butik tersenyum sambil bersiul.

"Memangnya, Aldrich Mahendra pernah berpasangan dengan cewek jelek." Aldrich tersenyum bangga.

"Iyaah, tau, tau!" Si pemilik butik tersenyum sambil mengambil beberapa dress yang terlihat sangat sexy hingga membuat Luci merinding.

"Mau yang mana?" tanyanya, sambil menunjukkan dua dress cantik yang menjadi andalannya.

Aldrich mengusap dagunya sambil memperhatikan dua gaun yang di pegang Shanti, temannya.

Satu gaun berwarna merah marun, dengan belahan dada yang sangat rendah dan hanya ada seutas tali sebagai pengaitnya.

Dan satu gaun berwarna putih, terlihat elegan dan ada belahan dari bagian bawah hingga ke paha.

"Lo suka yang mana?" Tanya Aldrich sambil menatap Luci yang terlihat pucat di sampingnya.

"Bo-bolehkah saya pilih sendiri gaun yang mau saya pakai?" tanya Luci hati-hati.

"Lakukanlah, tunjukan padaku jika kamu sudah menemukannya."

Luci mengangguk sambil mendekati lemari pajangan dan mulai mencari gaun yang tidak terlalu sexy. Dia merinding membayangkan harus memakai dress yang menunjukkan belahan dada atau pahanya.

"Kamu cari dress yang bagaimana?" Shanti mendekati Luci yang masih sibuk mncari-cari.

Luci melirik majikannya yang sedang duduk di sebuah sofa dan asyik bermain dengan smartphone-nya.

"Saya cari yang jangan terlalu sexy." Bisik Luci.

"Oh, bilang dong. Biasanya pasangannya Aldrich selalu cari dress yang sexy, makanya tadi aku tunjukkin yang paling hot. Kalau yang seperti itu, ada di sebelah sini." Shanti menarik Luci dan mengajaknya ke sebuah pajangan yang ada di pojok ruangan.

"Semua yang ada di sini, adalah dress yang super sopan. Kamu boleh pilih-pilih yang sesuai dengan keinginanmu." Setelah itu, Shanti meninggalkan Luci untuk kembali duduk di sebelah Aldrich.

Luci sedikit bernapas lega karena dress yang di pajang di sana tidak se-sexy dress yang di tunjukan oleh Shanti, tadi.

Luci mengambil beberapa pilihan yang dia suka untuk di tunjukkan pada Aldrich.

"Nggak! gila lo, mau ke pesta atau mau ke pengajian? pakai baju tertutup begitu! Lo mau bikin gue malu?!" Bentak Aldrich, dia menolak mentah-mentah semua baju pilihan Luci.

Shanti mendengus sambil bangun dari duduknya, "biar aku pilihkan." Dia berjalan menuju salah satu lemari pajangan dan mengambil sebuah gaun berwarna hitam putih, berlengan se-siku dan berbelahan dada yang lumayan kentara.

"Kamu bisa memakai ini," dia menunjukkan sebuah kemben berwarna putih, "supaya menutupi belahan dadamu," lanjutnya.

"Oke! kalau ini aku masih bisa terima!" Aldrich bangun dari duduknya dan menatap arloji yang melingkar di tangannya, "sudah sore, ayo buruan!" Titahnya sambil berlalu meninggalkan Luci.

"Luci, pakai anting ini supaya penampilan kamu makin oke." Shanti menyerahkan sepasang hiasan telinga pada Luci.

"Terima kasih." Luci mengangguk pada Shanti lalu dengan cepat menyusul majikannya sambil membawa tas belanjaannya.

...***...

Aldrich mondar-mandir di ruang makan menunggu Luci yang tak juga keluar dari kamarnya. "Ngapain aja sih dia!" kesalnya.

Aldrich sudah siap sedari tadi, mengenakan setelan berwarna hitam, dia bahkan mencukur jenggot yang dari kemarin dia biarkan tumbuh karena memang adalah tuntutan profesinya untuk menjadi model iklan minuman bersoda beberapa waktu lalu.

Aldrich merasa pesta ini sangat penting baginya, karena di sana nanti pasti banyak orang-orang berpengaruh di kota ini. Aldrich sudah tak sabar untuk berangkat, tapi Luci tak juga keluar dari kamarnya.

"Sudah hampir jam tujuh!" Aldrich mendengus sambil melirik arlojinya.

Dengan tidak sabar dia berjalan mendekati kamar Luci dan mengetuknya.

"Luci! sudah hampir waktunya! mau sampai kapan Lo dandannya!"

"I-iya Tuan, sebentar lagi." Suara Luci dari dalam kamar.

Aldrich menghela napas berusaha bersabar dengan ke-lelet-an Luci.

"Mau dandan se-cantik apa sih! sampai selama ini!" gerutunya.

Lagi-lagi Aldrich melirik Arlojinya, sudah pukul 18.45.

"Astaga Luci!!!" Kesal Aldrich makin emosi.

"I-iya, sebentar lagi, sebentar lagi Tuan."

"Gue hitung sampai lima, kalau Lo belum keluar juga, gue dobrak pintu kamar ini!" Aldrich makin tak sabar. Emosinya sudah mencapai ubun-ubun.

"Maaf," Luci membuka pintu.

Dan Aldrich membatu.

Luci terlihat sangat cantik dengan dress pilihan Shanti, walaupun tidak terlalu sexy tapi dia tetap terlihat cantik.

Tanpa Aldrich sadari, dia bolak balik menelan salivanya.

Benarkah sosok yang di depannya adalah asisten rumah tangganya? kenapa bisa wanita secantik ini mau jadi seorang pembantu. Dengan kecantikannya, dia bahkan bisa menarik hati pria-pria kaya di luar sana dan menguras harta mereka. Kenapa dia malah mau bersusah payah jadi pembantu??

"Tuan?"

"Tuan!"

"Eh, oh ya. Kenapa?" Aldrich terkejut, dia bengong seperti burung beo yang di cucuk paruhnya. Tak bisa berkata-kata.

"Ayo berangkat, katanya sudah terlambat."

"Oh, eh, i-iya bener. Sudah terlambat ya?" Lagi-lagi Aldrich linglung. "A-ayo." Dengan cepat Aldrich membalik badannya dan tanpa sengaja menabrak kusen pintu.

Bruk!!

"Aduh!" Aldrich mengusap jidatnya yang memerah.

"Tuan? tuan nggak apa-apa?"

"Nggak!" Aldrich tak berani menoleh, dia sangat malu. Buru-buru dia berjalan mendahului Luci menuju mobilnya yang terparkir di halaman depan.

"Ayo! buruan!"

"Ba-baik." Luci berlari kecil mengikuti majikannya.

"Tenang Al! tenang! jangan kelihatan kayak orang bego! Lo, harus tenang!" Batin Aldrich sambil mengusap-usap dadanya yang bergemuruh hebat, tak mau menuruti perintahnya.

Terpopuler

Comments

Renie Antieka

Renie Antieka

/Joyful//Joyful/kocak

2025-02-27

0

Agna

Agna

adih Al.....

2022-10-14

0

Dewi Indrawati Shirley

Dewi Indrawati Shirley

lucu banget ya😄😄

2021-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Lucia Jayanti
2 Vinvin sakit.
3 Aldrich Mahendra.
4 cari pacar koki...
5 jadi ART?
6 Berpisah.
7 Pembantu baru.
8 Hari pertama bekerja.
9 Masih rindu.
10 Ada maling?
11 Salah tingkah.
12 Mang sayur.
13 Belanja.
14 gandengan tangan bikin deg-degan.
15 Saya keluar saja.
16 Rencana Luci.
17 Linglung.
18 Pertemuan.
19 Permintaan Luci.
20 Menjemput Vin-vin.
21 Kekesalan Aldrich.
22 Cerita Kevin.
23 Jatuh cinta
24 Rindu.
25 Gue sakit.
26 Jadian.
27 si raja omes
28 Panggil aku Al!
29 Perhatian yang meluluhkan hati.
30 Mulai menerima.
31 Percayalah padaku.
32 Terpesona.
33 Playboy insaf.
34 Kau harus bertanggungjawab!
35 Perjalanan panjang mencari kebenaran.
36 Bertemu Arina.
37 Chicken cordon bleu
38 Boleh ya?
39 Kembali pulang.
40 Membuka hati.
41 Demi cinta.
42 keputusan.
43 Bertemu kembali.
44 Kenyataan pahit.
45 Masa lalu Luci.
46 Kevin.
47 Kevin part 2
48 Aku Bahagia.
49 Ternyata Kevin...
50 Hujan malam itu.
51 Hilang tanpa jejak.
52 Dilema Aldrich.
53 Kevin yang tak menyerah.
54 Memang tak berjodoh.
55 Terlalu menyilaukan.
56 Terkuak.
57 pilihan sulit.
58 Kemarahan Kevin
59 Memutar waktu?
60 Rindu Papi.
61 Boby my man!
62 ikhlas...
63 Misi di lancarkan.
64 Mulai membuka hati.
65 first Time.
66 Raja dan Ratu sehari.
67 Kesayangan Papi dan Papa.
68 Luci cemburu.
69 kebahagiaan.
70 Aldrich gendut?"
71 Aldrich yang gundah.
72 Mulai Bekerja.
73 Aldrich yang cemburu.
74 Inilah yang terjadi.
75 Boby cemburu?
76 Cemburu bilang bos.
77 Akhirnya Boby...
78 jadi bintang tamu.
79 Kemunculan Tania.
80 Bertemu Tania.
81 Maksud terselubung Tania.
82 suami yang terlalu tampan.
83 Syarat dari Aldrich.
84 Tania mulai kesal.
85 Rencana busuk.
86 Kemarahan Luci.
87 Curahan hati author.
88 Menjemput Mama.
89 Kebahagiaan yang sempurna (end)
90 Bonchap 1
91 Bonchap 2
92 bonchap 3
93 karya baru
94 tahun baru karya baru.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Lucia Jayanti
2
Vinvin sakit.
3
Aldrich Mahendra.
4
cari pacar koki...
5
jadi ART?
6
Berpisah.
7
Pembantu baru.
8
Hari pertama bekerja.
9
Masih rindu.
10
Ada maling?
11
Salah tingkah.
12
Mang sayur.
13
Belanja.
14
gandengan tangan bikin deg-degan.
15
Saya keluar saja.
16
Rencana Luci.
17
Linglung.
18
Pertemuan.
19
Permintaan Luci.
20
Menjemput Vin-vin.
21
Kekesalan Aldrich.
22
Cerita Kevin.
23
Jatuh cinta
24
Rindu.
25
Gue sakit.
26
Jadian.
27
si raja omes
28
Panggil aku Al!
29
Perhatian yang meluluhkan hati.
30
Mulai menerima.
31
Percayalah padaku.
32
Terpesona.
33
Playboy insaf.
34
Kau harus bertanggungjawab!
35
Perjalanan panjang mencari kebenaran.
36
Bertemu Arina.
37
Chicken cordon bleu
38
Boleh ya?
39
Kembali pulang.
40
Membuka hati.
41
Demi cinta.
42
keputusan.
43
Bertemu kembali.
44
Kenyataan pahit.
45
Masa lalu Luci.
46
Kevin.
47
Kevin part 2
48
Aku Bahagia.
49
Ternyata Kevin...
50
Hujan malam itu.
51
Hilang tanpa jejak.
52
Dilema Aldrich.
53
Kevin yang tak menyerah.
54
Memang tak berjodoh.
55
Terlalu menyilaukan.
56
Terkuak.
57
pilihan sulit.
58
Kemarahan Kevin
59
Memutar waktu?
60
Rindu Papi.
61
Boby my man!
62
ikhlas...
63
Misi di lancarkan.
64
Mulai membuka hati.
65
first Time.
66
Raja dan Ratu sehari.
67
Kesayangan Papi dan Papa.
68
Luci cemburu.
69
kebahagiaan.
70
Aldrich gendut?"
71
Aldrich yang gundah.
72
Mulai Bekerja.
73
Aldrich yang cemburu.
74
Inilah yang terjadi.
75
Boby cemburu?
76
Cemburu bilang bos.
77
Akhirnya Boby...
78
jadi bintang tamu.
79
Kemunculan Tania.
80
Bertemu Tania.
81
Maksud terselubung Tania.
82
suami yang terlalu tampan.
83
Syarat dari Aldrich.
84
Tania mulai kesal.
85
Rencana busuk.
86
Kemarahan Luci.
87
Curahan hati author.
88
Menjemput Mama.
89
Kebahagiaan yang sempurna (end)
90
Bonchap 1
91
Bonchap 2
92
bonchap 3
93
karya baru
94
tahun baru karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!