cari pacar koki...

...----------------...

#Warning! cerita ini hanya fiksi.

Mohon kebijakan para pembaca, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk ya.

Terima kasih.

...----------------...

Aldrich mengejap-ejapkan matanya dan memandang plafon eternit berwarna putih yang terbentang di atas kepalanya.

Dia mengernyit merasakan sakit di ulu hatinya.

"Hsstt... kenapa sakit begini?" lirihnya, sambil menekan-nekan ulu hatinya.

"Lo, sudah sadar, Al?"

Aldrich menoleh dan melihat Boby yang sedang duduk di sofa yang terletak tak jauh dari ranjang tempatnya berbaring. Boby bangun dari duduknya dan mendekati Aldrich.

"Gue kenapa, Bob?" Aldrich merintih karena masih menahan sakit di ulu hatinya.

"Kata dokter..."

Tok, tok, tok.

Belum selesai Boby bicara, pintu ruang perawatan terbuka dan masuklah seorang dokter dan dua orang perawat yang mengikutinya dari belakang. Mereka berjalan mendekati ranjang Aldrich.

"Saya sakit apa, dok?" Tanya Aldrich yang sangat penasaran.

"Kita masih harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui kepastiannya, tapi semua tanda-tandanya merujuk ke *gastritis."

"Gastritis*?" Aldrich masih tidak mengerti.

"Penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan pada dinding lambung. Bisa terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dan pola makan yang tidak teratur."

Si dokter yang berusia sekitar 40 tahunan itu, melirik tajam ke arah Aldrich, karena dia masih bisa mencium bau minuman beralkohol keluar dari mulut pasiennya.

Aldrich berdehem sambil menutup mulutnya dengan rapat.

"Jangan di anggap enteng ya! kalau di biarkan ini bisa bertambah parah bahkan bisa menyebabkan kanker lambung!"

Aldrich terperanjat, matanya bahkan membola sempurna hampir meloncat.

"Sa... saya bisa mati, dok?"

"Semua manusia pasti akan mati." Sarkas si dokter. "Yang jadi masalahnya adalah cepat atau lambat, tergantung bagaimana anda merawat diri anda, Pak Aldrich."

"Woah, dok, licin banget omongannya!" Aldrich langsung kesal dengan ucapan sarkas si dokter.

Boby menepuk pundak Aldrich dan menyuruh dia agar diam.

"Lalu, apa yang harus di lakukan teman saya, agar penyakitnya tidak bertambah parah, dok?"

"Yang paling utama, tentu saja harus mengurangi mengkonsumsi minuman beralkohol! dan menjaga pola makan. Makanlah makanan sehat, bukan makanan cepat saji dan makanan instan."

Boby mengangguk paham, "terima kasih, dok."

"Makanan sehat? bagaimana caranya gue bisa makan makanan sehat setiap hari?" Aldrich memijat pelipisnya. Dia bergumam dengan kesal setelah rombongan dokter dan perawat tadi keluar dari ruang inapnya.

"Cari pacar koki, aja." Seloroh Boby.

Aldrich menatap Boby, "bener juga, Lo!" Lalu Aldrich meraih ponselnya yang ada di atas meja kecil di samping ranjang rawatnya.

"Hallo bang, Lo punya kenalan chef cewek yang masih jomblo, nggak?"

"Lo, nelpon siapa?" tanya Boby penasaran.

"Bang Kevin!" Jawab Aldrich sambil menjauhkan sedikit ponselnya dari mulutnya.

Kevin adalah sahabat Aldrich, mereka sangat dekat. Mereka berteman sejak 2 tahun yang lalu. Tak sengaja duduk bersebelahan di sebuah bar dan sangat cocok saat mengobrol dan akhirnya sering bertemu dan terjalinlah persahabatan di antara mereka berdua.

Kevin sendiri merupakan seorang chef yang sangat terkenal, dia bahkan menjadi juri di acara memasak yang di siarkan di salah satu stasiun TV swasta.

Karena ketampanan dan kepiawaian-nya dalam memasak, dia menjadi chef yang sangat populer melebihi seorang artis.

Kevin berusia lima tahun lebih tua dari Aldrich, sehingga Aldrich memanggilnya dengan sebutan 'Bang'. Aldrich sudah menganggap Kevin seperti abangnya sendiri. Yeah, Aldrich memang tak punya sanak saudara, jadi dia merasa senang mengenal Kevin dan menjadikannya sebagai 'Abang' nya.

Kevin tak keberatan, dia juga telah menganggap Aldrich seperti adiknya sendiri.

"Kenapa Lo? tiba-tiba telpon minta di kenalin ke cewe? sudah nggak bisa cari sendiri?" seloroh Kevin dari sebrang.

"Bukan Bang, gue butuh cewe yang bisa masak makanan sehat buat gue setiap hari."

"Terus kalau ada, mau di jadikan apa? istri? atau pembokat?"

"Mau di jadikan pacar, hahaha... ada nggak, bang? serius nih!"

"Nanti gue bantu cariin, sekarang gue lagi siap-siap mau ke luar negri."

"Ngapain Bang? honeymoon?"

Kevin tak menjawab, dia hanya mendesah. "Sudah dulu, nanti gue telpon lagi!"

Aldrich menatap ponselnya sambil berdecih lalu melemparnya begitu saja di atas ranjang.

"Kevin bisa bantu? atau kalau nggak, Lo minta dia aja buat masakin Lo, setiap hari." Saran Boby.

"Dia mau ke luar negri!"

"Oh." Boby hanya ber 'oh' ria, lalu kembali duduk di sofa.

Aldrich terdiam sambil terus menatap ponselnya. Dia penasaran pada Kevin. Setahun yang lalu, masih sangat jelas dalam ingatan Aldrich, Kevin mabuk dan meracau bahwa dia tak ingin menikah. Tapi kedua orang tuanya memaksanya. Akhirnya dengan berat hati, Kevin mau menikahi wanita pilihan orang tuanya. Namun yang sebenarnya, Kevin masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya. Akhirnya, dia menikah tanpa rasa cinta.

"Mungkin hubungan Bang Kevin dan istrinya mulai membaik." lirih Aldrich.

"Kenapa gue malah mikirin urusan orang! gimana caranya gue bisa dapetin orang yang bisa masak!" Aldrich mengacak-acak rambutnya.

"CK! sudah nggak usah bingung! tinggal cari pembokat yang bisa masak, beres kan!" Boby memberi saran sambil terus memainkan ponselnya.

Aldrich menarik napas, masalahnya adalah, dia sudah sangat nyaman hidup seorang diri di rumahnya yang megah. Dia sengaja tidak memiliki asisten rumah tangga, karena dia tidak mau ketenangannya terusik. Dia suka sendirian.

Tapi, kali ini sepertinya dia memang harus mencari seorang ART yang bisa memasak untuknya. Kesehatannya saat ini adalah prioritasnya.

Aldrich menarik napas panjang, "bro, bantuin gue cari pembokat yang bisa masak ya."

"Gila Lo, emangnya gue nggak ada kerjaan apa?" Boby menolak mentah-mentah permintaan Aldrich.

"Lo kan bisa minta tolong Mommy elo, atau tanya pembokat di rumah Lo, siapa tahu punya kenalan. Gue nggak minta syarat macem-macem, yang penting cuma satu, bisa masak!"

Boby terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk, "oke, nanti gue tanya sama ART di rumah gue."

"Thanks, bro!"

"Hmmh!"

"Gue mau tidur. Lo nggak pulang? sayang banget sama gue ya? sampai nemenin semalaman?!" Aldrich tertawa.

"Najis!" Boby melempar tissue yang sudah dia remas menjadi bola, ke arah Aldrich.

Aldrich hanya terkekeh sambil menarik selimutnya dan mencoba tidur,dan berharap sakit di ulu hatinya segera menghilang.

"Gue pulang aja kalau gitu. Nanti sore gue ke sini lagi."

"Jangan sendirian ke sininya, geli gue! serasa jadi pacar Lo! di perhatiin kayak gini."

"Emangnya gue homreng!" kesal Boby.

"Oke, nanti gue ajak Jessica dan Leony ya buat nemenin Lo di sini semalaman." Boby tersenyum penuh makna.

"Hahaha, ampun bang jago! nggak kuat gua, lagi tepar gini!"

"Otak Lo,harus di cuci biar isinya nggak cuma mesum doang!" Boby berdecih lalu keluar dari ruang inap Aldrich.

Aldrich masih terkekeh, lalu membayangkan dua wanita yang tadi di sebut oleh Boby.

Jessica, si sexy berambut pendek. Sedangkan Leony, gadis manis yang desahannya tidak bisa di lupakan Aldrich sampai sekarang.

"Hemmhh! sialan, kenapa gue jadi kepengen!" geramnya.

.

#bersambung...

Terpopuler

Comments

🇪rna_Wibowo

🇪rna_Wibowo

jangan2 Kevin ini bapaknya si vinvin 🤔

2022-04-28

0

vita viandra

vita viandra

q tu suka bgt novel berbau bad boy gni tp tobat, lw dch nemu pawang nya...

2021-12-14

0

Kireina

Kireina

nahlo...si kevin bapake vin2...

2021-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Lucia Jayanti
2 Vinvin sakit.
3 Aldrich Mahendra.
4 cari pacar koki...
5 jadi ART?
6 Berpisah.
7 Pembantu baru.
8 Hari pertama bekerja.
9 Masih rindu.
10 Ada maling?
11 Salah tingkah.
12 Mang sayur.
13 Belanja.
14 gandengan tangan bikin deg-degan.
15 Saya keluar saja.
16 Rencana Luci.
17 Linglung.
18 Pertemuan.
19 Permintaan Luci.
20 Menjemput Vin-vin.
21 Kekesalan Aldrich.
22 Cerita Kevin.
23 Jatuh cinta
24 Rindu.
25 Gue sakit.
26 Jadian.
27 si raja omes
28 Panggil aku Al!
29 Perhatian yang meluluhkan hati.
30 Mulai menerima.
31 Percayalah padaku.
32 Terpesona.
33 Playboy insaf.
34 Kau harus bertanggungjawab!
35 Perjalanan panjang mencari kebenaran.
36 Bertemu Arina.
37 Chicken cordon bleu
38 Boleh ya?
39 Kembali pulang.
40 Membuka hati.
41 Demi cinta.
42 keputusan.
43 Bertemu kembali.
44 Kenyataan pahit.
45 Masa lalu Luci.
46 Kevin.
47 Kevin part 2
48 Aku Bahagia.
49 Ternyata Kevin...
50 Hujan malam itu.
51 Hilang tanpa jejak.
52 Dilema Aldrich.
53 Kevin yang tak menyerah.
54 Memang tak berjodoh.
55 Terlalu menyilaukan.
56 Terkuak.
57 pilihan sulit.
58 Kemarahan Kevin
59 Memutar waktu?
60 Rindu Papi.
61 Boby my man!
62 ikhlas...
63 Misi di lancarkan.
64 Mulai membuka hati.
65 first Time.
66 Raja dan Ratu sehari.
67 Kesayangan Papi dan Papa.
68 Luci cemburu.
69 kebahagiaan.
70 Aldrich gendut?"
71 Aldrich yang gundah.
72 Mulai Bekerja.
73 Aldrich yang cemburu.
74 Inilah yang terjadi.
75 Boby cemburu?
76 Cemburu bilang bos.
77 Akhirnya Boby...
78 jadi bintang tamu.
79 Kemunculan Tania.
80 Bertemu Tania.
81 Maksud terselubung Tania.
82 suami yang terlalu tampan.
83 Syarat dari Aldrich.
84 Tania mulai kesal.
85 Rencana busuk.
86 Kemarahan Luci.
87 Curahan hati author.
88 Menjemput Mama.
89 Kebahagiaan yang sempurna (end)
90 Bonchap 1
91 Bonchap 2
92 bonchap 3
93 karya baru
94 tahun baru karya baru.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Lucia Jayanti
2
Vinvin sakit.
3
Aldrich Mahendra.
4
cari pacar koki...
5
jadi ART?
6
Berpisah.
7
Pembantu baru.
8
Hari pertama bekerja.
9
Masih rindu.
10
Ada maling?
11
Salah tingkah.
12
Mang sayur.
13
Belanja.
14
gandengan tangan bikin deg-degan.
15
Saya keluar saja.
16
Rencana Luci.
17
Linglung.
18
Pertemuan.
19
Permintaan Luci.
20
Menjemput Vin-vin.
21
Kekesalan Aldrich.
22
Cerita Kevin.
23
Jatuh cinta
24
Rindu.
25
Gue sakit.
26
Jadian.
27
si raja omes
28
Panggil aku Al!
29
Perhatian yang meluluhkan hati.
30
Mulai menerima.
31
Percayalah padaku.
32
Terpesona.
33
Playboy insaf.
34
Kau harus bertanggungjawab!
35
Perjalanan panjang mencari kebenaran.
36
Bertemu Arina.
37
Chicken cordon bleu
38
Boleh ya?
39
Kembali pulang.
40
Membuka hati.
41
Demi cinta.
42
keputusan.
43
Bertemu kembali.
44
Kenyataan pahit.
45
Masa lalu Luci.
46
Kevin.
47
Kevin part 2
48
Aku Bahagia.
49
Ternyata Kevin...
50
Hujan malam itu.
51
Hilang tanpa jejak.
52
Dilema Aldrich.
53
Kevin yang tak menyerah.
54
Memang tak berjodoh.
55
Terlalu menyilaukan.
56
Terkuak.
57
pilihan sulit.
58
Kemarahan Kevin
59
Memutar waktu?
60
Rindu Papi.
61
Boby my man!
62
ikhlas...
63
Misi di lancarkan.
64
Mulai membuka hati.
65
first Time.
66
Raja dan Ratu sehari.
67
Kesayangan Papi dan Papa.
68
Luci cemburu.
69
kebahagiaan.
70
Aldrich gendut?"
71
Aldrich yang gundah.
72
Mulai Bekerja.
73
Aldrich yang cemburu.
74
Inilah yang terjadi.
75
Boby cemburu?
76
Cemburu bilang bos.
77
Akhirnya Boby...
78
jadi bintang tamu.
79
Kemunculan Tania.
80
Bertemu Tania.
81
Maksud terselubung Tania.
82
suami yang terlalu tampan.
83
Syarat dari Aldrich.
84
Tania mulai kesal.
85
Rencana busuk.
86
Kemarahan Luci.
87
Curahan hati author.
88
Menjemput Mama.
89
Kebahagiaan yang sempurna (end)
90
Bonchap 1
91
Bonchap 2
92
bonchap 3
93
karya baru
94
tahun baru karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!