Yori Hainez

Milady sampai di restoran lebih dulu karena lokasinya lebih dekat.

Bu Dewi, manajer restoran, seperti biasa menyambutnya dengan hangat. Wanita separuh baya itu bahkan memeluk Milady dengan sayang.

"Ya Ampuuun Mbak Lady... Kamu itu kurus banget loh, pucat pula... Jaga kesehatanmu Mbaaak." desis Bu Dewi.

Milady menghela napas sambil balas memeluknya.

"Iya Bu Dewi... Minggu ini lumayan banyak kerjaan saya..." sahut Milady. Lalu ia melihat di ujung ruangan beberapa orang sedang berkumpul.

"Sedang ada acara yah bu?" tanya Milady.

"Iya, itu para owner dan pemegang saham restoran sedang berkumpul. Minggu ini katanya profit melebihi target. Mau atur budget kayaknya. Mudah-mudahan sih karyawan juga dapat bonus, hehehe..." Bu Dewi terkikik penuh harap.

"Aamiin..." desis Milady.

Lalu dia memicingkan mata karena mengenal seseorang di sana.

Orang yang disasar tak dikira juga menangkap tatapan Milady, lalu dengan wajah berbinar berdiri dari duduknya dan menghampiri Milady.

"Lady!" seru wanita cantik berambut dipotong pendek dan berpenampilan agak maskulin.

Yori Hainez namanya.

Dia adalah kakak kandung Milady. Namun Yori sudah lama tidak tinggal serumah dengan mereka, karena sering bersitegang dengan ibu. Daripada tiap hari berantem jadi anak durhaka, mending aku menjauh. Begitu katanya.

Dan karena Yori pula, Milady menjadikan restoran ini tempat favoritnya.

"Your Highness..." Milady berlagak menunduk hormat.

"My Lady..." balas Yori sambil ikut menunduk.

Lalu mereka tergelak bersama dan berpelukan.

Yori memeluk Milady lalu menyeringai.

"Selamat yah Kak, katanya profit..." sahut Milady.

"Tuhan masih beri rejeki untuk restoran ini..." desisnya. "Tadinya kalo ngga berhasil juga, aku rencananya mau pulang karena udah habis-habisan tabunganku buat sharing saham ke restoran. Syukurlah akhirnya profit hahahahha!!" dia tergelak, ada rasa lega karena ngga jadi ketemu ibu, kayaknya. "Makasih banyak loh kamu udah bantu aku soal pinjaman dana."

"Kamu kan udah lunasin pinjaman kamu ke aku... tapi kok kakak ngga bilang ke aku kalo lagi resesi."

Yori menghela napas. "Kamu udah terlalu banyak bantu aku..."

"Kita kan saudara, sayang... Aku juga ngga berharap kakak balikin duit aku."

"Walaupun saudara, tapi kan ini bisnis Lady... Profesional lah seharusnya..."

Yori merangkul bahu Milady dan mencium pelipisnya. "Ayah ibu masih ngga tahu kan kalo aku salah satu pemilik resto ini? Bulan lalu katanya Bu Dewi, mereka kesini... Dan lagi kamu... Mau dijodohin lagi?!" Yori meminta konfirmasi ke Bu Dewi yang masih berdiri di situ.

Bu Dewi mengangguk.

Lady menghela napas.

"Biasa... Ayah mulai kambuh. Risih kalau masih ada yang single di rumah. Mungkin mereka memang ngga ingin aku tinggal bersama..."

"Itu kan rumah kamu, Lady... Kamu juga sudah belikan mereka rumah di Cibubur tapi mereka malah mengontrakannya." desis Yori.

"Yah, sudahlah kak, mau-mau mereka saja. Tapi kak... Calonku sekarang, Boss aku di kantor..."

"Yang... Anak tunggal Bataragunadi itu?"

Milady mengangguk.

Yori ternganga.

"Hah?! Serius?!?" desisnya kaget.

Milady mengangkat bahunya.

"Aku juga kaget, kak... Ternyata Ayah dan Pak Sebastian, bapaknya Trevor, berteman sejak SMA."

"Yang bener kamu!! Masa?!"

Milady menyeringai.

"Ngga diduga ya..."

"Ayah ngga pernah ngomong!!"

"Iyaaa ngga pernah cerita..."

"Woooowww..." sahut Yori.

"Pak Sebastian itu kan yang konglomerat itu?!" tanya Yori.

Milady mengangguk.

Lalu wanita di depan Milady itu tampak berpikir. Ia sedikit melirik Milady.

"Apa? Masih curiga juga dari mana asal duitku? Kan udah kubilang..." desis Milady.

Yori memotong ucapan Milady. "Lebih masuk akal kalau duit itu bantuan dari teman ayah yang konglomerat dibanding hasil juara main Mobile Legend... Kamu kan ngga pernah ke luar negeri untuk ikut kompetisi."

"Hadiahnya dalam bentuk bitcoin."

"Ada bukti?"

"Enggak. Tapi dirimu tahu sendiri aku lumayan jago main game."

"Ya iya, taapi..."

"Ngajak berantem lagi nih?" tantang Milady.

"Enggak... Nyerah, aku pasti kalah kalau adu argumen sama kamu." Yori mengangkat tangannya.

"Ayo duduk sebentar, aku mau ngomong penting." desis Milady sambil menggeret kakaknya ke salah satu meja.

"Jangan kelamaan, aku lagi meeting." desis Yori.

"Ini juga untuk bisnis kamu, kak..." sahut Milady.

Mereka duduk berhadapan di salah satu meja yang ada di samping terarium raksasa. Wangi sekali aromanya, sampai Milady berpikir mungkin surga wanginya bisa jadi seperti ini...

"Jujur, aku paling suka restoran kamu dibandingkan yang lain." sahut Milady sambil mengagumi isi terarium. "Seperti berada di negeri dongeng..." tambah Milady.

"Hm... Sebenarnya bukan seleraku sih, cewek banget soalnya. Aku bukan jenis yang feminin..." kata Yori sambil menyeringai.

Milady ikut menyeringai.

"Ini konsepnya Samantha. Meniru Rivendale versi cewek katanya. Tempat dia bisa..." Yori mencibirkan bibirnya sambil melambaikan tangan, "Bisa makan cake sambil berkhayal, mungkin..." ia terkekeh. "Tadinya aku ngga yakin resto ini bisa berhasil. Karena biaya perawatannya tinggi, konsepnya terlalu manis pikirku, dan jujur aja menu disini mahal-mahal, satu paket untuk satu orang bisa habis 200ribuan belum ppn, siapa yang mau?! Tapi ternyata banyak yang mau, bahkan sampai ngantri kalo weekend!! Aku heran sama cewek-cewek jaman sekarang..."

Milady tergelak mendengar penuturan Yori.

Samantha yang disebutkan tadi adalah pemegang saham utama di restoran, dia adalah penggagas ide, sekaligus teman Yori di komunitas filantropis.

"Aku yang jenis Samantha..." Milady mengakui.

"Dasar putri solo..." ejek Yori.

Milady terkekeh.

"Ah iya, aku beli lot di gedung utama Coast View Garnet. Karena karyawan jadi lebih murah harganya. Aku beli Cash..."

"Ohya? Kenapa? Kamu mau dagang apa sampai beli lot?" tanya Yori.

"Tadinya sih mau kusewakan, karena sekarang tinggal sisa 2 lot di bagian belakang saja sudah banyak peminatnya. Kami akhirnya cari harga tertinggi. Mungkin minggu ini sudah habis terjual, peminatnya luar biasa Kak. Kupikir kalau kusewakan pasti ada banyak penawar."

"Iya, Garnet kalau bikin sesuatu pasti laris, kacang goreng aja ngga segitu laris..."

"Lebih laris gorengan sih daripada kacang haha..."

"Bisa aja kamu..."

"Lot yang kubeli viewnya langsung ke laut, dan ada berandanya. Di lantai 2 dan strategis...naik eskalator utama, sudah langsung terlihat. Luasnya 250m2 tapi satu lantai... Bagaimana kalau untuk buka cabang restoran ini? Nanti balik nama atas nama kamu aja yah Kak."

Yori ternganga.

Keadaan hening sesaat.

"Kak...?" panggil Milady.

"As...astaga... Kamu... Bisa kamu ulangi yang tadi...?" terlihat mata Yori berkaca-kaca.

Milady yakin kakaknya dengar semuanya, ia tidak mengulangi perkataannya. Kakaknya hanya sedikit shock saja.

"Sebagai gantinya hari ini aku ditraktir yah!" kata Milady.

"Ya Ampun..." Yori menunduk untuk menguasai dirinya.

Ia terdengar terisak.

Tingkahnya menarik perhatian teman-temannya yang duduk tak jauh dari sana.

Yori yang tomboy sangat jarang memperlihatkan ekspresi terharu maupun menangis. Jadi sikap Yori saat ini dengan cepat membuat semua kuatir.

"...kamu...ngga tau betapa susahnya kami membuat restoran ini buka cabang, karena kami belum BEP kemarin... Dan sekarang saat kami sudah profit, toko di area strategis harganya luar biasa mahal, kami baru berencana buka cabang sekitar setahun lagi... Tapi sekarang..."

Isak Yori.

"Harapan itu sudah tercapai lebih cepat yah kak. Kalau dibalik nama menjadi nama kamu, jadi restoran bayar sewanya kan ke kamu, bisa buat tabungan kamu yah kak..." Sahut Milady.

Tangisan Yori semakin keras.

"Kamuuu benar-benar orang yang paling aku sayang di dunia iniiii..." sahut Yori sambil menangis.

Milady terkekeh sambil menyambut uluran tangan kakaknya itu.

"Ada apa? Kenapa Yori?" salah satu wanita berambut panjang dan berhidung mancung dengan gaun desainer prancis menghampiri mereka dengan raut wajah kuatir. Milady langsung bisa menebak kalau wanita itu mungkin yang bernama Samantha.

"Hehe..." Milady hanya bisa terkekeh.

"Sam...dengar Sam..." Yori menghapus air matanya sambil menarik Samantha untuk duduk di depan mereka, lalu menjelaskan dengan terbata-bata. Milady mengeluarkan fotokopi sertifikat yang ia selalu bawa di totebagnya lalu memperlihatkannya kepada keduanya.

Sertifikat strata title Lot outlet dengan HGB an. Milady Adara, yang terletak di lantai 2 gedung utama Coastview Garnet.

Reaksi Samantha hampir sama seperti Yori, dan terakhir ia bahkan berteriak kegirangan meluapkan emosinya, mengundang orang-orang disana untuk menoleh.

Yori dan Samantha memeluk Milady, mengucapkan terima kasih berkali-kali dan memperlihatkan fotokopi sertifikat kepada yang lain.

"Anu... Mbak Lady," Bu Dewi datang. "Ada yang cari...itu bapak yang bulan lalu datang bareng orang tua Mbak Lady, ternyata dia... Haduh, saya sampai gemetaran. Namanya...ehm...Sebastian Batara...gunadi..."

Semua diam.

Mereka sangat mengenal nama itu, namun tidak begitu mengetahui sosoknya.

Sama seperti Milady dulu.

Semua langsung menatap Milady.

Milady berdehem. "Ruangan Anggrek kosong?"

Bu Dewi mengangguk.

"Oke, saya booking ruang itu yah bu Dewi...kak, traktir yaaa" sahut Milady riang.

"Makanan kamu aku gratisin sampai 6 bulan ke depan." sahut Yori.

Milady tertawa mendengarnya sambil berjalan ke arah pintu masuk.

Di sana, Sebastian menunggunya sambil bersandar ke salah satu pilar sambil mengutak-atik ponselnya. Di salah satu tangannya tergantung tas karton berlogo desainer terkenal.

"Hai..." sapa Milady.

Entah kenapa, ia begitu lega melihat sosok ini.

Sebastian menoleh, lalu pria itu mengernyit. "Kamu pucat sekali... Perlu ke rumah sakit?"

Milady menghela napas.

"Perlu...perlu melihat kamu aja." sahut wanita itu.

Kegemaran barunya... Menggoda Sebastian.

Tapi kali ini sepertinya Sebastian tidak tergoda, pria itu menatap Milady dengan kuatir.

Milady menarik napas panjang. "Aku perlu makanan manis. Yuk?" sahut wanita itu akhirnya.

"Di ruangan mana?"

"Ruangan yang bulan lalu."

Sebastian berjalan mendahului Milady menuju ke ruangan anggrek. Ia menoleh sekilas ke kerumunan teman-teman Yori, yang sedang memperhatikannya dengan terpana, lalu melanjutkan langkahnya.

Milady hanya tersenyum ke Yori dan Samantha, lalu mengikuti Sebastian ke ruang Anggrek.

Terpopuler

Comments

Ersa

Ersa

ahhcieeeee 😍😍😂😂

2023-05-29

1

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

Hanya Milady yg bs menaklukkan seorang Sebastian Gunady..keren bgt dehh..
Jd penasaran sosok Milady spt apa yaa..cantik, smart, baik hati...dan friendly bgt kayaknya

2022-12-19

1

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

Your Highness jadi Yori Hainez dan My Lady jadi Milady..
woww...bisa aja nih kasih nama Madam.. 🤭🤭👍

2022-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!