penolakan Milady

Semua terjadi begitu cepat,sampai Milady tidak merasakan kapan pria itu mendekat.

Pria itu sedikit mendorong tengkuk Milady untuk semakin erat dengannya. Sesapannya sangat intens dan posesif.

Begitu mendamba dan memperlihatkan betapa ia sangat merindukan Milady.

Milady meronta, berusaha menghindar.

Milady menolak

Milady mendorong sekuat tenaga.

Namun Arran tak bergeming.

Pria itu mencium Milady seperti wanita itu sesuatu yang sangat manis. Gerakannya mengindikasikan bahwa ia tidak ragu untuk merasakan bibir Milady. Sebelah tangannya menahan tangan Milady untuk mencegah wanita itu mendorongnya lebih jauh.

Saat beberapa menit kemudian Arran melepaskan bibirnya.

Milady terengah-engah. air mata menuruni pipinya.

Wanita itu shock, tapi Arran masih menahan tubuhnya.

"Maaf..." desis pria itu.

"Kenapa..." Milady tidak bisa melanjutkan kata-kata yang ia pikirkan, tenggorokannya tercekat.

"Saya...saya sudah coba untuk tidak... tapi melihat kamu begitu cantik membuat saya merasa... saya tidak harus menyia-nyiakan kesempatan lagi..." Arran menempelkan dahinya ke dahi Milady. "Maafkan saya... "

Dan pria itu menjauh.

"Maafkan saya... tidak akan terulang lagi..." ia sepenuhnya melepas Milady.

Milady jatuh terduduk di sofa, seluruh tubuhnya lemas.

ia masih berusaha keras mengatur napasnya.

rasa ciuman Arran masih terasa di bibirnya, di lidahnya, di seluruh relung mulutnya.

Ia terisak...

Ketakutan menerpanya seketika.

Ia harus menjauh...

"Milady..." desis Arran.

Milady reflek menjauh.

Kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri, berusaha melindungi dirinya sendiri.

Terdengar pria itu menghela napas.

Arran memalingkan mukanya. Lalu menjatuhkan diri di sofa sebelahnya.

Pria itu menyesal?

Tidak...

Ia tidak menyesal.

Ia sudah bersiap diri.

Ia bahkan rela membuang apapun yang berharga baginya untuk sebuah ciuman dari Milady.

Termasuk menghadapi resiko kebencian Milady padanya setelah ini.

Namun ia akan mengingat masa ini.

Seumur hidupnya.

"Saya mau pulang..." desis Milady akhirnya. Wanita itu sudah sedikit tenang. Namun kewaspadaan tinggi masih dirasa.

Arran mengangguk pelan.

"Sendiri... tidak perlu diantar..." desis Milady lagi. Wanita menghapus air matanya dan berusaha menguasai dirinya kembali. ia mengendalikan air matanya dan menarik napas untuk menenangkan dirinya sendiri.

Arran mengangguk lagi.

"Kamu... tidak perlu menjelaskan apapun. Tapi setelah ini, jangan dekati saya lagi." sahut wanita itu.

Pun Arran sudah mempersiapkan diri menghadapi berbagai cercaan dari Milady, namun kata-kata yang nyata seakan sebuah pisau yang ditusuk menembus jantungnya.

Sakitnya sangat terasa perih.

Saat itu ponsel Milady yang terletak di atas meja bergetar.

Panggilan masuk.

Nama seseorang tertera besar di layarnya.

Sebastian Bataragunadi.

Arran tertegun melihat layar ponsel Milady yang lebih dekat ke dirinya dibanding Milady.

mereka saling bertatapan.

Tapi Milady tidak bisa mendekatinya ponselnya.

sementara deringnya semakin mengganggu.

Akhirnya pria itu menyerah dan mengambil ponsel Milady lalu menyerahkannya ke wanita itu.

Milady mengambilnya dengan satu sentakan. Merebutnya dari Arran. Wanita itu kini protektif terhadap dirinya sendiri.

Milady berdehem agar suaranya tidak terdengar serak, lalu mengangkatnya.

"Ha...halo?"

*****

Sebastian membolak-balik katalog dalam perjalanan kembali ke Indonesia. Ia belum tidur hari ini. Seharusnya ia tidur di pesawat, tapi sesuatu mengganggunya lebih daripada pekerjaannya.

Hampers untuk Milady...

Padahal sekarang baru hari Selasa, waktu Indonesia.

Dan katalog yang ia pegang sekarang adalah katalog hampers.

Hampers setiap Jumat dan video call setiap Sabtu, sampai hari pernikahan Milady.

Bukannya terbebani, mungkin Sebastian lebih merasa senang.

Karena sampai pernikahan Milady dengan Trevor, Milady jadi miliknya.

Tapi rasanya seperti menjalani perselingkuhan...

Ah, bahkan Trevor tidak terlalu peduli dengan Milady.

Sebastian membela diri.

Bukannya ia tidak tahu kalau pernikahan ini hanya akan jadi alat Trevor untuk lebih bebas bertemu Ayumi, dan ia yakin Milady juga akan mengizinkan Trevor berbuat sesukanya.

Tapi tetap, dari segi hukum, Milady akan lebih berhak karena istri sahnya. Kalau terjadi apa-apa dengan Trevor, otorisasi tetap berada di tangan Milady. Ayumi tidak akan bisa mengendalikan Trevor. Dan apabila tujuan wanita itu adalah uang, maaf saja tapi dia akan kehilangan semua akses.

Hanya sampai situ Sebastian bisa melindungi anaknya.

Dan ia sangat yakin Milady akan mendukungnya.

"Pak 10 menit lagi kita landing." desis co pilot yang mengabarinya lewat interkom.

"Hm..." jawab Sebastian.

Sudahlah...

Ia akan pesan semuanya saja, lalu akan menyuruh pihak toko untuk mengirimkan berbeda jenis setiap Jumat.

Sebastian memejamkan matanya.

Ia merasa mengantuk.

10 menit mungkin cukup untuk tidur.

Tapi, tidak...

Ia butuh bertemu Milady.

Jam berapa ini?

Jam 10 pagi waktu Indonesia. Waktu yang tepat untuk brunch.

Mungkin ia akan mengajak Milady ke salah satu cafe untuk desert?

Ia akan menelpon Milady sesampainya di bandara.

Lalu ingatannya terngiang akan pekerjaannya di Jerman.

Akhir-akhir ini persaingan antar pemilik tambang begitu ketat. Sebastian harus menyingkirkan beberapa orang agar ia memenangkan tender. Itu berarti ia harus mengeluarkan dana untuk santunan kesehatan. Ada beberapa penyusup yang menyamar menjadi karyawan. Dan ia bersyukur ada Alex Beaufort dan Gerald Bagaswirya di dekatnya. Mereka berdua seringkali bekerjasama dengannya untuk suatu keuntungan.

Intinya, Indonesia harus memenangkan semua jenis tender yang sifatnya teknis dan berhubungan dengan pertahanan negara, namun pemerintah ingin tidak terlalu kentara untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Anggaplah sebagai bentuk diplomasi, mereka bergerilya. Mereka menang, tapi merendah. Kalau terlalu kelihatan besar seperti negara adidaya, ancaman teror akan segera datang dari luar. Yang penting dari segi hukum dan legalitas, perusahaannya yang mewakili nama negara cukup mempunyai andil.

Tambang mineral untuk senjata dan industry aviasi... Secara teknis senjata dibuat di eropa. Mineral ditambang di rusia, afrika dan alaska... Namun seluruh paten milik perusahaannya dan Alex.

Pekerjaan kotor seperti itu... Apakah Trevor bisa menjalankannya sepeninggal dirinya nanti?

Sepertinya anaknya akan menjadi bagian kecil saja...

Sebastian mulai menggerakkan pion. Siapa yang punya kemampuan diplomasi yang baik, memikat untuk kepentingan lobi, namun loyal terhadap dirinya... Orang yang sekilas terlihat baik, namun cerdik dan licin.

Sebastian menghela napas... Ia tahu siapa orangnya. Tapi ia sebal karena... Kenapa harus orang itu. Namun ia perlu melihat sedikit lagi kemampuan bocah itu...

Sedikit lagi...

Sebastian memejamkan matanya dan terlelap.

*****

"Kamu sibuk?" tanya Sebastian saat Milady mengangkat teleponnya. Dering teleponnya diangkat agak lama, takutnya wanita itu sedang di tengah pekerjaan yang penting.

"Tidak juga, hanya sedang di lapangan, jadi agak lama mengangkat." jawab Milady. Suaranya terdengar serak.

"Area mana?"

"Kamu tahu sendiri aku dimana..." kata wanita itu.

Sebastian menyeringai.

Ia akan mengaktifkan gps untuk nomor telepon Milady sebentar lagi.

"Aku baru mendarat... Bagaimana kalau kita sarapan?" desis Sebastian.

Pria itu menatap jam tangannya. 10.50... Sudah sangat telat kalau disebut sarapan.

"Oke... Di restoran bunga saja." desis Milady.

Suaranya terlihat lemah.

"Kamu kenapa? Sakit?"

"Hanya sedikit ngga enak badan. Aku jalan sekarang..." desis Milady sambil menutup teleponnya.

Hm...

Sebastian tampak kuatir.

Wanita itu sedang dalam kondisi tidak sehat.

Sebaiknya apa yang harus Sebastian beli untuk meredakan sakitnya, setidaknya yang bisa menghibur hati Milady.

Terpopuler

Comments

Yuli Ningsih

Yuli Ningsih

tak ulang lagi Mak.

2025-01-29

0

𓆉︎ᵐᵈˡ ♡🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ

𓆉︎ᵐᵈˡ ♡🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ

boyo khethrkkkk..

2024-09-16

0

Hanachi

Hanachi

dan ini berimbas pada persepsi masyarakat yang mengira bangsa kita kok diam saja diinjak injak negara lain.

2024-08-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!