Terhindar dari paksaan

Milady mengikuti Sebastian yang berjalan ke arah Restoran Italy di dekat tempat pameran.

Milady memandang punggung sosok tinggi besar di depannya, yang berjalan angkuh dengan tegak, dagu terangkat dan sebelah tangannya seringkali dimasukan ke dalam saku celananya. Rambutnya dulu tidak sepanjang itu, dan masih ada bagian yang hitam. Saat ini rambut pria itu seluruhnya putih, dengan panjang melebihi telinganya. Disisir ke belakang dengan rapi.

Milady teringat artikel yang kemarin ia baca di situs mode.

Judulnya... Kalau tidak salah Sexy grey man.

Mungkin Sebastian patut dijuluki begitu. Ia bisa mendapatkan perhatian dari semua wanita di seluruh dunia.

Mapan, tampan dan berkuasa.

Itu pun kalau ia tidak anti kamera...

Bagaimana bisa dunia mengetahui sosoknya kalau ia selalu menghindari publikasi...

Ah, tidak!

Jangan sampai Sebastian terkenal!

Jangan sampai dunia tahu tingkah lakunya.

Ia bisa saja mendapat haters berjuta-juta dalam semalam gara-gara tingkah sombongnya.

Sebastian lalu menoleh ke belakang, mungkin memastikan kalau Milady berjalan mengikutinya.

Tangannya melambai.

"Jauh-jauh amat kamu... Saya ngga beracun, kok." Dengus pria itu.

Apa dia mencoba melucu? Batin Milady.

Kalau iya, kenapa mukanya datar?

Dan soal racun, apa dia tahu kalau dia orang paling toxic sedunia?!

Milady menatap sekelilingnya. Banyak petinggi berjalan di dekatnya, yang juga mengikuti Sebastian.

Baiklah...

Karena ia sudah bertekad akan membuat Sebastian menyesal, ia akan bersikap super manis padanya.

"Baik Bapak..." sahut Milady lembut dan manis.

Astaga...

Senyum palsu itu lagi.

Pikir Pria itu.

Sebastian mengernyit melihat sikap Milady.

Ada apa dengan 10 tahun yang terlewat sampai wanita ini bisa memiliki dua kepribadian?!

Intuisi Sebastian mengatakan kalau Milady sedang menyambut genderang perang yang ia tabuh bulan lalu. Tapi motif wanita ini masih samar.

Senyuman wanita itu membuat para pria di sekelilingnya menaruh perhatian padanya. Lambat laun banyak yang mengajaknya mengobrol.

Sebastian mendengus sambil melanjutkan langkahnya.

Aula itu rasanya jadi luas sekali...

Padahal pintu keluar ada di depannya, kenapa sekarang rasanya bagaikan puluhan meter?!

Huh...

Ia menarik napas, lalu menoleh lagi ke belakang.

Milady sedang mengobrol dengan ajudan Sebastian dan salah seorang pejabat dari Garnet Grup mengenai gosip selebritis yang sedang viral. Tampak wanita itu sesekali terkikik menanggapi mereka.

Cantik,

Tapi penuh kepalsuan.

Sebastian pernah melihat versi yang lebih cantik dari Milady.

Dan sialnya,

Hal itu terjadi saat Milady sedang bersama Trevor.

Pandangan Milady saat berbicara dengan anak semata wayangnya itu, tampak tulus dan penuh perhatian.

Sebastian merasa wajahnya memanas saat ia mengingat lagi moment itu.

Dan hal yang paling menyebalkan tiba-tiba terjadi... Trevor muncur dari arah hall penghubung menghampirinya.

"Ayah." sapa anaknya.

Trevor hari ini berpakaian casual dengan kaos polo dan celana jeans.

"Baru muncul..." dengus Sebastian.

"Bram menolak ditinggal." sahut Trevor sambil menyeringai.

"Kalau notaris sudah mencampuradukan antara pekerjaan dan pribadi, putus saja rekanannya..." sahut Sebastian.

Ia seringkali mendapati Trevor menemani Bram karena Bram malas berdua saja mengurusi akta dengan notaris-notaris yang fanatik dengan sosoknya.

"Kalau masalah perijinan dia termasuk cepat..." keluh Trevor sambil merogoh 'vitamin' di kantong celananya.

"Cepat karena ada Bram... Kalau sama orang lain belum tentu. Semua notaris bisa cepat asal kita royal masalah dana." sindir Sebastian.

"Biarlah begini dulu kalau itu bisa memperlancar proyek." Trevor lalu mundur dan mensejajari Milady.

"My Lady..." ia sedikit membungkuk sambil meraih tangan Milady dan mengecup punggung tangan lentik wanita itu.

"My Lord..." balas Milady sambil berlagak membungkuk juga.

Sekedar ritual...

"Pameran beres?"

"Sold Out dari pagi..."

"Good Job." sahut Trevor.

"Akta sudah jadi?"

"Dari 150 sertifikat, tinggal 3 lagi. Masalah pajak."

"Dalam 4 hari? Good Job."

"Say it to Bram. Aku cuma nemenin dia aja..."

Milady terkekeh.

Semua wanita pasti luluh kalau sudah berhadapan dengan Bram.

Namun, semua wanita cenderung menjauhi Trevor karena sikapnya terhadap lawan jenis dianggap sangat sarkas dan sinis. Kecuali terhadap Milady.

Tapi Milady juga pernah mengalami hal-hal menyakitkan saat pertama kali bekerja dengan Trevor, Ya karena sikap pria itu tadi, pembenci wanita.

Lalu mereka semua menghentikan langkahnya karena Sebastian berhenti.

Pria itu menatap Trevor dan Milady bagaikan menatap kuman.

"Kamu ikut makan siang?" tanya Sebastian ke Trevor.

Trevor tidak menjawab karena...

Ayahnya menatapnya dengan pandangan paling angker yang pernah dilihatnya.

Ia salah tingkah.

Kenapa ayahnya ini?

Apa tadi ada masalah yang tidak diketahuinya?

"Kamu sudah makan Trev?" Milady bertanya. "Kalau belum, ikut aja. Daripada aku cuma berdua sama Pak Sebastian, lebih ramai lebih seru."

"Kamu tadinya mau makan siang sama ayah?" Trevor mengulangi pernyataan Milady.

Sejak kapan ayahnya mau mengajak seorang karyawan bawah untuk makan siang?!

Apa karena Milady adalah calon menantunya?!

Tapi kenapa wajahnya menyeramkan begitu seakan tidak ingin Trevor bergabung?!

Sebastian menghela napas dan mengalihkan kepalanya. "Kalian makan saja berdua, saya baru ingat ada kepentingan lain. Saya kesana yah."

Dan pria itu meninggalkan Trevor, Milady dan yang lain di tengah Aula. Para ajudannya mengikuti Sebastian dengan tergopoh-gopoh.

"Kenapa dia?" tanya Trevor.

"Dia selalu seperti itu?" Milady balik bertanya.

"Yah..." Trevor menggaruk belakang kepalanya. "Dia termasuk sulit ditebak."

Milady terkekeh.

Terkekeh lega.

Berkat kedatangan Trevor yang tepat waktu, ia tidak jadi makan siang dengan Dewa Zeus.

Sebastian susah ditebak...

Mungkin iya.

Tapi entah bagaimana, Milady selalu bisa menebak kemauan pria itu.

"Kita makan aja yuk... Bram di mana?"

"Otw sini, kita duluan aja." sahut Trevor sambil menggiring Milady ke salah satu restoran. "Aku juga mau ngomong."

*****

"Harus aku yang nemenin? Kamu kan biasanya sendiri. Dan lagi di sana ada Miss Tanaka dan Hideo, kan?"

Trevor menghela napas.

"Mauku sih biar kelihatan lebih mesra agar ayah yakin kalau ini bukan settingan."

Milady terkekeh.

"Dia tidak bisa dikelabui secepat itu."

Kali ini Trevor terkekeh

"Pantas dicoba kan? Kok kelihatannya kamu tahu dia banget..."

Milady menghentikan kunyahannya.

Ia harus lebih hati-hati berbicara.

Trevor mengajaknya mengunjungi proyek baru di acara Japan Home and Building Show di Koto, Jepang. Garnet Property adalah salah satu pemenang tender untuk pembangunan cluster di sana, namun izin dari Kabinet Pertanahan Jepang belum kunjung keluar.

Kali ini mereka hanya berdua saja, karena belum membentuk tim untuk kunjungan resmi. Mereka ke sana hanya untuk melobi petinggi untuk mengeluarkan izin.

"Nanti jadi gosip loh kalau kita pergi hanya berdua saja..." sahut Milady.

"Pada akhirnya kita akan menikah. Cuek saja..." Trevor menyeruput kopinya.

Milady menatap cangkir teh di depannya.

Ia sedang memikirkan Sebastian.

Sebastian dan raut wajah jengkelnya tadi.

Rasanya Milady ingin tersenyum lebih lebar lagi sekarang.

Dan perjalanan ke Jepang yang direncanakan Trevor ini... Akan menjadikan rencananya membuat Sebastian cemburu menjadi semakin sempurna.

"Oke..." akhirnya Milady berkata demikian.

"Kenapa kamu?" tanya Trevor. Milady mengangkat alisnya bertanya.

"... Dari tadi senyum-senyum aneh." tambah Trevor.

"Suka-suka aku dong..." balas Milady.

Trevor hanya berdecak.

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

ayah cemburu nak.. 😂😂😂
astaga, berapa kali aku baca lady's gentleman 🤣🤣🤣

2025-04-05

0

Hanachi

Hanachi

mungkin bukan takut publikasi .. tapi males urusan ribet sama orang pajak /Chuckle/

2024-07-31

0

May Keisya

May Keisya

lagi Cemburu om babasnya nak😂

2023-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!