taktik wanita

Sebastian duduk dengan tegang sambil mengamati pemandangan yang menurutnya menyebalkan di depannya.

Ia tidak terlihat oleh mereka, tapi ia bisa melihat mereka.

Pria itu menarik napas menahan geram.

Sabar, Sebastian.

Ini demi kebaikan anaknya.

Kalau memang Trevor dapat mencintai Milady dan berpaling dari Ayumi, hal itu lebih penting untuknya, walaupun harus mengorbankan perasaannya terhadap Milady.

Sebastian sangat yakin kalau gemuruh di dadanya sekarang sama persis dengan yang dirasakan oleh Milady.

Awal pertemuan mereka terlalu special untuk dilupakan.

Kenapa Milady...

Kenapa ia memilih wanita itu dari sekian banyak wanita yang ditawarkan padanya untuk dijodohkan dengan Trevor?

Apa karena Milady anak Malik Adara, teman karibnya saat SMA?

Sebastian menghela napas.

Karena Milady jauh lebih cantik.

Jauh lebih cerdas

Jauh lebih berkelas

Dan sangat cocok menjadi seorang 'Bataragunadi' dibandingkan wanita lain.

Sebut saja Sebastian terlalu kolot, namun baginya itu prinsip untuk menjaga kualitas keluarganya.

Tidak semua wanita bisa akrab dengan Trevor. Ia sebagai ayahnya pun sangat terkejut Trevor ternyata memiliki teman wanita, dan itu adalah Milady. Padahal tadinya ia sudah skeptis saat Malik mengutarakan niatnya untuk mengenalkan anak-anak mereka.

Namun Milady tidak cocok untuknya.

Perbedaan umur yang terlalu jauh dan status mereka menghalangi segala kemungkinan untuk bersatu.

Dia anak Malik...

Bahkan jauh lebih muda dari Trevor.

Apa pandangan masyarakat kalau mereka sampai bisa bersama?!

Tunggu...

Sejak kapan Sebastian peduli dengan anggapan masyarakat?!

Seperti yang ia tahu sejak awal, senyuman Milady saat berbicara dengan Trevor terasa tulus dan lepas. Wanita itu tidak menahan apa pun di depan Trevor. Ia berekspresi sebebas mungkin menjadi dirinya sendiri. Bahkan bercanda sambil terbahak seperti itu.

Masa ia cemburu dengan anaknya sendiri?!

Sejak kapan...

Wanita itu mulai memporakporandakan pertahanannya...

Menciptakan dirinya yang lain, yang sudah lama  telah Sebastian kubur.

Dirinya yang penuh obsesi dan nafsu.

Sebastian melihat Bram datang dengan beberapa map disampirkan di lengan pria itu.

Tampaknya bukan hanya Trevor.

Raut wajah Milady saat menghadapi Bram tidak berubah dengan saat ia menghadapi Trevor.

Dipastikan mereka bertiga sudah mengenal sejak lama.

Mereka beberapa lama membahas mengenai map-map yang dibawa Bram dengan serius sambil makan.

Sebastian menyeruput kopinya sambil memperhatikan Milady. Menikmati pemandangan wajah cantiknya.

Dengan matanya Ia susuri sudut demi sudut, setiap bentuk panca indra wanita itu, ia hafalkan setiap gesturenya, dan membayangkan kalau raut seperti itu dilayangkan kepadanya.

Tidak beberapa lama, datang lagi seseorang. Tampaknya Bram memanggilnya lewat ponsel barusan.

Seorang pria, mengenakan sweeter hoodie dan masker yang ditutupi sampai ke bawah matanya. Gaya pria itu menandakan kalau ia lebih muda dari Bram dan Trevor, dan gerakannya lebih santai.

Sebastian berusaha menebak orang itu.

Pria itu duduk membelakangi Sebastian.

Tapi rasanya gesturenya sangat familiar bagi Sebastian.

Dan yang membuat Sebastian sangat kaget, bahkan mulai panik...

Adalah tatapan Milady ke pria misterius itu.

Lembut...

Menggoda...

Sedikit manja dan ia mencondongkan tubuhnya.

Tawanya masih tulus seperti saat menghadapi Trevor, namun yang ini dimaksudkan dengan intensitas yang berbeda.

Intensitas untuk memikat...

Sebastian mulai dibayangi cemburu.

Kali ini lebih kuat.

Siapa pria itu...!

*****

"Pokoknya, gue sebel sama dia. Walopun kerjanya bagus dan dia banyak bantu gue. Tapi di deket Selena, gue ketiban sial mulu!" dengus Dimas sambil membuka maskernya.

Milady terkekeh.

"Bro, awalnya memang begitu. Tapi aku berani jamin, kamu ngga bakalan bisa lepas dari Selena. Kamu bakalan ketergantungan sama dia. Apalagi kamu orangnya rada ribet!" Kata Milady

Dimas tertegun.

"Gue orangnya ribet ya?" dia bertanya.

Milady menopang wajahnya dengan tangannya ke meja, dan mengangguk.

Dimas menatap Trevor dan Bram.

"Banget." sahut Trevor. Bram hanya menyeringai.

"Semuanya mau kamu urusin, sekalian saja kamu jadi CEO... Atau OB sekalian hahahaha!!" sahut Milady.

Dimas berdecak. "Gue pilih OB aja..." dengusnya. "Untung Meilinda mau diajak baikan..." sahutnya lagi sambil menyulut rokoknya.

"Buat apa sih kamu pilih Meilinda?" tanya Milady.

Semua diam.

Semua menatap Milady.

"Maksudnya?" tanya Dimas.

"Meilinda seorang Bataragunadi. Adik kesayangan Sebastian. Sudah pasti Milady manja, keras kepala, sedikit tiran dan otoriter. Banyak maunya kayak boss aku, tapi versi tante-tante."

Trevor berdecak. "Gue perasaan ngga manja dan keras kepala..."

"Lu manja dan keras kepala, dan anti perempuan." sambung Bram.

Semua terkekeh membenarkan.

Trevor pura-pura menguap.

"Kamu bakalan kerepotan." sambung Milady ke Dimas lagi. "Dia terbiasa mengatur semuanya dengan uang dan... Kekuasaan kakaknya, pasti. Dan kamu tetap maju, seperti mengajukan untuk bunuh diri masuk lobang macan. Apa tujuan kamu? Jangan bilang cinta..." desis Milady.

Dimas terdiam...

Siapa Pria bernama Dimas ini?

Mereka bertiga sudah mengenal Dimas berbarengan dengan mereka mengenal Bram. Dimas adalah adik kandung Bram, saat ini dia bekerja di Garnet Bank sebagai Kepala Seksi Divisi Audit Internal.

Atasan Dimas adalah Meilinda Bataragunadi, Adik kandung Sebastian, wanita seksi, janda berusia 44 tahun. Jabatan Meilinda sebagai Direktur Kepatuhan di Garnet Bank.

Dan... terjalin hubungan asmara antara Dimas dan Meilinda. Otomatis semua menganggap Dimas adalah Gold Digger. Namun sepertinya pria itu cuek saja.

Informasi lebih menarik lagi... wajah Dimas terkenal rupawan. Dan ia pernah dekat dengan Milady.

Milady menolak Dimas karena masih dibayang-bayangi dengan sosok Sebastian. Dan Sebastian benci sekali dengan Dimas karena dianggap hanya mempermainkan Adiknya.

Milady bertanya dengan lembut namun maksud kalimatnya sangat menohok. Mungkin saja itu mewakili pertanyaan sebagian besar orang di sekeliling Dimas yang tidak berani terucapkan.

Memang langsung menusuk dan bikin sakit hati. Tapi nyatanya, pertanyaan semacam itu yang dibutuhkan Dimas untuk mengetahui siapa yang tetap menjadi temannya dan siapa yang hanya memanfaatkannya.

"Tujuan gue bukan harta, kalau itu maksud pertanyaannya. Bukan karena dia kaya raya dan gue mau menaikan taraf hidup gue." desis Dimas.

"Apa... Aku putusin aja Meilinda, terus kita pacaran?" pria itu membalas dengan mencondongkan tubuhnya ke arah Milady.

Wanita itu terpaku.

Dan seketika wajahnya memerah.

"Ngga lucu Mas, kamu tau aku gampang kebujuk kalo sama..." Milady berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Kamu sendiri, tau banget kalo aku cuma bercanda tapi udah kayak cacing kepanasan."

"Kayaknya dia beneran punya susuk..." gumam Trevor menuduh Dimas.

"Dih..." Dimas mengernyit.

"Dia bakalan jadi bini gue." sahut Trevor.

"Bodo amat... Lo sukanya settingan. Semua lo lakuin kalau menyangkut Ayumi..." dengus Dimas.

Trevor berdecak.

Dimas tepat sasaran.

"Bram... Lo cerita ke Dimas?" tanya Trevor.

"Enggak."

"Kok bisa tahu kalau itu cuma settingan?!"

"Lo terlalu gampang ditebak." sahut Bram. "Lo tau sendiri kerjaan Tole berhubungan sama taktis." (Tole : panggilan 'anak laki-laki' suku Jawa)

"Itu jawabannya, darling..." ia beralih ke Milady. "Aku bisa memprediksi perilaku hampir semua manusia. Aku dianugerahi kelebihan bisa menebak semua kegiatan yang sifatnya strategis, prediksi, estimasi... Kecuali...  pergerakan Meilinda dan kakaknya."

Milady mengangkat alisnya.

"...terutama kakaknya..." tambah Dimas lagi. "Si Serigala Tua licik itu benar-benar sulit ditebak." umpat Dimas.

Milady mengerutkan keningnya.

Karena ia kebalikan dari Dimas.

Ia selalu bisa menebak maunya 'si Serigala Tua Licik'.

Dari sekian banyak manusia di bumi, ia bisa mengerti benar keinginan Sebastian.

Yang mana, adalah sosok yang sangat sulit ditebak oleh manusia lainnya, bahkan oleh pakar sekaliber Dimas.

"Karena itu, gue terpikat sama Meli, menurut gue, dia menarik." sahut Dimas lagi.

"Terus... Kalo aku ngga menarik di mata kamu gitu...?" Milady berlagak merayunya.

"Udah cukup aku cium kamu sekali. Habis itu ditolak, masih sakit hati sampai sekarang..."

Milady terbahak.

"Dasar bapeeerrr!!" tawanya.

Dimas berdecak.

"Sekalinya gue ditolak cewek seumur hidup gue..." umpat pria itu lagi.

Bram menyeringai karena mengingat Dimas mengomel sepanjang hari di rumah setelah hal itu terjadi.

"Pertama kali nembak, pertama kali ditolak... Ya lo harus sering-sering dapet pelajaran yang begitu kayaknya biar ga sombong kayak sekarang..." sahut Trevor sambil melempar kerupuk ke Dimas.

"Dasar Cassanova." tambahnya.

"Gue bahkan belum nembak loh. Nyaris..." sahut Dimas.

"Sori... Waktu itu aku masih kebayang orang lain..." sahut Milady.

"Kamu mau nikah sama Trevor, masih kebayang 'orang lain' itu juga?" tanya Bram.

Pertanyaan yang sangat tepat dan langsung menghujam jantungnya.

Milady tertegun dan mengangguk lemah.

Tapi ia tidak memberitahu siapa pun sosok kekasih hatinya.

Kekasih...yang hanya ada di hatinya.

Yang kini malah semakin dekat dengannya.

Sudah sangat lama ia mendambakan Sebastian.

Dan sangat menyesali keputusannya meninggalkan pria itu dulu.

*****

Sebastian mempelajari gesture tubuh pria itu sambil mengingat-ingat. Di mana ia pernah melihat gerakan dinamis seperti ini. Pria itu jarang diam dan selalu bergerak, tidak kalem seperti Bram dan tidak kaku seperti Trevor. Dan tampaknya dari Milady yang menanggapi pria itu dengan akrab, pasti ia punya hubungan yang sangat dekat dengan Milady.

Sialnya,

Karena pandangan Sebastian yang lekat ke arah mereka, Milady merasa suatu getaran aneh menusuk kulitnya, seperti sinyal yang sangat kuat menyambarnya.

Mata wanita itu bertatapan dengan Sebastian.

Sebastian terpaku.

Milady juga membeku.

moment yang tidak disengaja, tapi cukup membuat rasa terkejut semakin nyata.

Astaga, pria ini...

Pikir Milady

Dia ternyata tetap berada di dekatnya.

Memata-matainya dari restoran seberang sana.

Milady ingin tertawa namun ia mati-matian menahannya. Apalagi ia melihat raut wajah Sebastian yang tampaknya sedang menahan amarah.

Karena apa?

Milady berpikir.

Sepertinya tidak mungkin karena Trevor, Apalagi karena Bram.

Lalu Milady melirik Dimas yang ada di sebelahnya. Pria tampan itu kini sedang melanjutkan ceritanya mengeluhkan pacarnya, yang kebetulan adalah adik Sebastian sendiri, Meilinda Bataragunadi.

Mungkin saja kalau Dimas.

iya...

pasti karena Dimas.

Karena Milady dari tadi memang membuat gaya menggoda ke arah Dimas.

Dan kalau Sebastian memata-matainya dari awal, pasti pria itu tahu perbedaan gerakan tubuhnya saat menghadapi Trevor, Bram... dan Dimas.

Karena sangat kentara kalau Milady, seperti halnya banyak wanita lain, terpikat dengan Dimas.

Tapi...

Milady memutuskan untuk membuat gila pria tua itu.

Si Angkuh itu harus diberi pelajaran karena memaksanya menyetujui pernikahan settingan.

Apakah Milady akan menggunakan Dimas agar Sebastian cemburu?

Tidak...

Hal itu akan membuat susah banyak orang. Apalagi Dimas sedang menjalin hubungan dengan Meilinda.

Sudah bisa dipastikan Sebastian pasti akan mendendam.

Caranya lebih anggun, lebih feminin.

ia akan membuat Sebastian tidak bisa tidur karena membayangkannya.

Lalu pria itu akan menyerah sendiri dengan ketidakmampuannya melupakan Milady.

Dan pria itu sendiri yang akan membatalkan sendiri pernikahan Milady dengan Trevor

untuk merengkuh Milady...

Jadi, Milady menggunakan kemampuannya sebagai seorang wanita.

Sedikit murahan, namun dipastikan berhasil.

Khas Lady Eropa jaman kerajaan saat ingin memikat lawan jenisnya.

Milady membusungkan dadanya,

sedikit mengubah posisi duduknya agar Sebastian bisa melihatnya dengan jelas.

dan mencondongkan tubuhnya.

memperlihatkan belahan dadanya yang besar ke arah pria itu.

Lalu mengerling padanya

Nakal?

tentu...

Tapi pria mana yang tidak akan tertarik.

*****

Sebastian menaikkan tirai pembatas antara ia dan supir.

"Kabari saya kalau sudah sampai." sahutnya dari interkom.

"Baik Pak." sahut Supirnya.

Lalu pria itu merebahkan dirinya di sofa kulit eksklusif di dalam mobil mewahnya sambil memijat keningnya.

ia memaki

ia mengumpat

ia menggerutu sejadi-jadinya.

Bayangan Milady menari di benaknya.

ia tidak akan selamat kali ini.

Bagian bawah tubuhnya merespon dengan cepat membuat ia sangat kewalahan.

Ia menahannya sepanjang perjalanan dari restoran sampai masuk ke mobilnya dengan terburu-buru.

saat ini pilihannya hanya dua.

memukul sesuatu sampai hancur

Atau...

Mengeluarkan hasrat yang tertahan saat ini juga.

jadi, pria itu menyambar tissue yang ada di dekatnya...

Terkutuk kau Milady.

Atau ia yang saat ini sedang dikutuk oleh Milady...

*****

Sekitar setengah jam kemudian supirnya mengabari bahwa dalam lima menit mereka akan tiba di lokasi Gedung Beaufort Company. Saat itu Sebastian sudah kehabisan tenaga.Ia tidak menjawab Drivernya.Kepalanya malah semakin pusing...Namun saat ini ia harus keluar dari mobil.

Jadi dengan sisa tenaganya, ia membetulkan posisi duduknya, membenahi pakaiannya dan sampah di sekitarnya.

"Kamu kabari saya lokasi parkirnya, lalu kamu boleh pulang duluan. Saya mau setir sendiri kalau balik nanti." sahut Sebastian.

Ia butuh menyetir, ia butuh pengalih perhatian sekaligus membuang sampah yang berserakan di belakang.

"Baik Pak..." jawab supirnya.

*****

Baratadhika, CEO Beaufort Techno, menemuinya di Lobi.

Pria tinggi besar berperawakan tegas itu menjabat tangannya dengan antusias.

"Pak Sebastian, apa kabar!" sapanya. Lalu ia tertegun saat melihat kondisi pria itu. "Tampaknya anda sedikit kurang sehat... Apa yang bisa saya bantu?" di matanya mungkin, Sebastian tampak lemah dan capek.

"Sedikit... minuman hangat mungkin?" sahut Sebastian.

"Kami punya chateau kalau anda berkenan..." Tawar Pak Bara.

"Saya tidak minum anggur..." jawab Sebastian.

"Mungkin teh hangat ya pak... Mari, Silahkan. Pak Alex dalam perjalanan kemari, sekitar 10 menit ia akan tiba." Kata Pak Bara sambil mempersilahkan Sebastian berjalan mendahuluinya ke arah lift dan menunjukkan arah dengan telapak tangannya.

Sebastian berjalan ke arah yang ditunjukan Pria itu dan masuk ke arah lift, lalu bersandar di dinding baja mewah ruangan tertutup itu.

"Saya lumayan kaget saat di kabari tadi, kalau tidak salah Anda tadinya belum mau mengaktifkan GPS yang kami pasang di Rolex Pak DT."

"Iya, saya punya feeling kuat kalau si DT akan bertingkah dalam waktu dekat."

"Tapi, tetap... tindakan ini tidak dibenarkan dalam hukum, Pak... ini menyalahi aturan HAM mengenai privasi seseorang."

"Si Boyo itu sudah tahu kalau saya pasang GPS di jam tangannya. Ia bahkan pakai setiap hari walaupun tahu..." desis Sebastian. "Tapi ia belum tahu kalau saya belum aktifkan."

"Ada pernyataan dari Pak DT kalau ia bersedia diamati, Pak?"

"Menyusul." jawab Sebastian pendek.

Ia butuh tahu dulu aktivitas 'Si Boyo' saat ini, baru itu akan memantapkan hatinya.

Mendengar jawaban Sebastian yang bernada sarkasme, Pak Bara memutuskan untuk tidak melanjutkan pertanyaannya.

Orang ini adalah klien penting perusahaannya, sekaligus saingan terbesar dalam pergerakan bisnis.

Membuatnya jengkel adalah pilihan terakhir...

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

tepatnya, bukan sebagai istri putra mahkota, tapi sebagai permaisuri Bataragunadi

2025-04-05

0

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

si bhoyoooooooo lahhh kesayangan melinda 🤣

2025-02-10

0

another Aquarian

another Aquarian

teh anget, mix jahe.. buat eyang jenggot 😂😂😂

2025-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!