Secret Admirer

Angin pantai sepoi menerpa rambut Milady yang dipotong sebahu dan ditata curly agak berantakan.

Hari ini, dia mengecat rambutnya menjadi coklat dengan sedikit highlight pirang.

Ada alasannya ia menyetujui saran Trevor untuk pergi ke lapangan sebentar.

Setidaknya, sinar matahari pagi ini bisa membuat kulitnya yang agak kuning mendapat asupan Vitamin D.

Kini, di depan salah satu bangunan Mall yang masih 85% jadi, Milady berdiri menghadap ke arah pantai. Menatap Cakrawala dengan batas lautan membentuk garis lurus bagai tak berujung.

Wanita itu berdiri dengan tangan terlipat di dada. Ia sedang menunggu Supervisor Operasionalnya yang sedang menghubungi pihak konsultan struktur.

Launching Superblock tinggal sebulan lagi, 28 hari lagi tepatnya, dan penjualan tenant sudah 98% dari target. Namun... ada kendala kemiringan di salah satu bangunan mall yang paling menjorok ke laut. Tingkat kemiringan hanya sekitar 0.05 milimeter dan menurut konsultan tidak berpengaruh bagi struktur gedung secara keseluruhan, mereka bahkan mengeluarkan izin dari Kepala Daerah untuk melanjutkan pembangunan sambil pelan-pelan memperbaiki struktur.

Tapi Trevor tidak setuju.

Ia tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun, walaupun itu hanya 0.05 milimeter, karena kesalahan besar biasanya karena kita terbiasa menyepelekan kesalahan kecil, apalagi bangunan mall yang akan digunakan untuk aktivitas banyak orang, apabila sampai terjadi kesalahan maka nyawa jadi taruhan.

Untuk perbaikan pelurusan gedung ini saja, rencana anggaran biayanya bisa mencapai 400 milyar. Apabila masih tidak berhasil, terpaksa gedung yang bermasalah harus diruntuhkan, begitu isi surat himbauan dari Kepala Daerah, itupun biayanya bisa jauh lebih besar.

Dan dana untuk perbaikan diambil dari profit semester lalu. Pihak Garnet mewanti-wanti untuk tidak melakukan pinjaman ke Bank karena mereka tidak ingin kasus kemiringan diketahui siapapun.

Tapi media ternyata tetap bisa mengendusnya, kemungkinan pelaku penyebaran berasal dari internal.

Milady, Trevor dan Bram terbiasa dengan persaingan bisnis. Untung saja mereka mengantongi surat izin melanjutkan pembangunan dari Kepala Daerah yang bisa di share ke media sebagai peredam kepanikan para investor.

Kini, pembangunan sedang dihentikan karena Trevor ingin semua fokus ke renovasi. Namun mereka harus mengejar waktu sampai soft opening bulan depan.

Terkadang Milady tidak mengerti apa yang Trevor pikirkan. Bukankah lebih baik membiarkan pembangunan tetap berjalan sambil menjalani perbaikan? Milady bisa saja menuduh kalau Trevor tidak praktis, namun pada akhirnya ia tetap mempercayai tindakan Trevor sebagai sesuatu yang baik bagi semua.

"Bu Lady..." Arran Ghanendra menghampirinya dengan raut wajah serius. Wajah manis pria itu memang selalu serius, namun kali ini Milady menangkap sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh.

"Bagaimana Mas Arran?" tanya Milady.

Pria itu berdiri di sebelahnya sambil membolak-balik blue print.

"Sepertinya pilihan Pak Trevor untuk menghentikan semua pekerjaan adalah hal yang tepat bu. Kemiringan hari ini bertambah 0.0025% dari kemarin. Fiber baru datang minggu depan, pengiriman dari pabrik di China."

"Astaga..."Milady menarik napas.

"Bisa ikuti saya bu? Saya akan tunjukan." sahut Arran.

Milady mengenakan helm proyeknya dan berjalan mengikuti Arran.

"Apa kita bisa bergantung ke hal yang lain selain Fiber? Bagaimana dampernya?" tanya Milady

"Sudah diikat di tiang pancang di bawah, seharusnya bisa mengurangi kemiringan sekitar 58%, namun rupanya arah mata angin tidak seimbang sehingga mempengaruhi ombak..."

Dengan keadaan bangunan sudah terbangun sekitar 85%nya, hal itu cukup menyebalkan.

Milady bukan insinyur, tapi karena pengalamannya mengikuit Trevor kemana-mana 5 tahun ini, membuatnya mengerti harus mengambil keputusan apa.

Mereka berjalan menyusuri bagian terdalam basement. Di sana para insinyur dan pekerja Garnet property lain baru selesai berbenah. Dari peralatan yang ditinggalkan, Milady tahu finwall baru saja dipasang.

Arran menyerahkan sebuah bola besi ke Milady.

Wanita itu menjatuhkannya ke tengah ruangan.

Bola itu dengan cepat bergulir ke luar.

"Wah... Harus atur anggaran biaya yang baru untuk pemasangan perosotan juga, siapa tahu bisa laku wahananya..." sahut Milady. Tapi dengan wajah serius.

Beberapa orang terbahak menanggapinya, namun Arran tahu maksud Milady sebenarnya bermaksud menyindir para pekerja.

Namun wanita itu melakukannya dengan sangat halus, sampai tidak terlalu kentara.

"Seharusnya dari dua itu, finwall dan damper, tingkat kemiringan bisa dikurangi 98%..." sahut Arran. "Ibu, boleh saya tunjukan hasil ETS..."

"Oke..." Milady mengambil gambar suasana ruangan, dan mengikuti Arran.

Area di luar ruangan malah belum banyak orang, Mereka menyusuri taman dalam yang sudah terlihat indah dengan landscape warna-warni bunga dan kolam koi yang besar.

(ETS - electronic total station- adalah peralatan yang digunakan untuk pengukuran kemiringan bbangunan gedung. Kemiringan bangunan diukur dengan melakukan pengukuran koordinat struktur gedung yang tampak, baik berupa kolom, dinding, balok, maupun plat. Kemudian, data koordinat tersebut diplot pada perangkat lunak untuk selanjutnya ditentukan nilai dan arah kemiringan setiap struktur. Selanjutnya, dengan mengacu pada standar peraturan yang berlaku, dapat dihitung toleransi kemiringan setiap struktur. Dengan demikian, pada akhirnya dapat diketahui status kemiringan struktur apakah masih dalam kondisi aman ataupun tidak.)

"Kolom, dinding dan balok semuanya over... Sekitar 0.4 sampai 0.5 milimeter. Ini data tadi pagi, Bu Lady. Data 3 bulan yang lalu, semua lurus dibawah toleransi."

"Dalam waktu 3 bulan jadi over... Jadi dipastikan bukan human error tapi faktor alam..."

"Konsultan struktur akan mencari tahu apakah material yang kita gunakan cocok dengan bangunan tepi laut di Indonesia atau tidak. Tapi seharusnya sih cocok karena studi kelayakannya bagus." sahut Arran.

"Tapi tidak ada masalah di bawah kan, Mas Arran?"

"Maksudnya?"

"Entahlah... dalam waktu 3 bulan jadi miring begitu, sedangkan material yang kita gunakan bagus. Kalau bukan struktur bumi yang bermasalah, apa mungkin ada gurita raksasa yang beranak di pilar..."

Terdengar Arran berdehem. Tampaknya ia sedang berusaha menahan tawa.

Namun pria itu tetap bisa menguasai wibawanya.

"Lama-lama kita bukannya bikin mall tapi jadi restoran takoyaki." gumam Milady. Ia sedang kesal, lebih ke kuatir karena permasalahan ini ada di bawah yuridiksinya.

"Saya mau lihat blue print dan data sistem, boleh... Mau cari inspirasi untuk membuat laporan kunjungan." sahut wanita itu.

Arran tampak terdiam beberapa saat sambil menatap Milady.

"Mas Arran?" panggil Milady.

"Hm... Boleh. Ada di ruangan saya..." desisnya. Lalu pria itu berjalan ke gedung marketing yang berada di seberang bangunan yang bermasalah.

Para karyawan proyek berlalu lalang dengan sibuk di sekitarnya. Milady tersenyum ke satu persatu orang yang ia temui.

"Bu Lady..." salah satu staff Arran, Rita, memberi salam.

"Rita, apa kabar... Aneta sehat-sehat saja kan? Sudah waktunya tamat Iqro yah..." Milady menjabat tangan wanita itu.

Rita terkesiap.

"Astaga...kok Bu Lady tahu? Iya bu, saya lagi deg-degan besok dia ujian."

"Semoga berhasil yah..." desis Milady.

Rita menatapnya dengan terkesima.

Kelebihan Milady adalah ia perhatian dengan orang lain. Satu persatu karyawan ia ingat apa kesukaan mereka, punya anak berapa, sampai memperhitungkan hal-hal kecil. Contohnya untuk anaknya Rita yang bernama Aneta, 6 bulan lalu Rita bercerita kalau anaknya sedang mulai mengaji. Jangka waktu 6 bulan biasanya sudah hampir khatam 1 buku.

Lalu pria di sudut yang menghormat padanya, rekan kerja Rita yang bernama Tony, dulu terkenal sangat takut ke istrinya. Sampai akhirnya Milady menghadiahi Tony satu set berlian untuk dihadiahi ke istrinya di hari ulang tahun, sejak itu istrinya melunak dan raut wajah pria itu sudah tidak suram lagi.

Tadinya Tony ragu, dia kelihatan kuatir kalau istrinya mengira dia punya uang banyak sampai bisa menghadiahi berlian, namun Milady berkata kalau Tony harus mengaku bahwa satu set berlian itu hasil menabung selama satu tahun. Jadi kerja keras pria itu bisa dinilai bermakna di mata istrinya.

"Tony..." sapa Milady.

"Bu lady...sehat bu?"

"Ini...berikan ini ke istri kamu." Milady merogoh totebagnya dan mengeluarkan bungkusan, satu set mukena sutra. "Sering-sering sholat berjamaah yah biar makin samawa." perkiraan Milady, tubuh Tony yang sudah mulai gemuk tanda ia sudah dimanja sama istrinya. Jadi sekarang waktunya mempererat hubungan keluarga dengan ibadah. Mungkin selanjutnya Milady akan memberikan satu set pakaian bayi.

"Astaga...ibu..." terlihat mata Tony berkaca-kaca.

"Mari bu..." Arran membuka pintu ruangannya, ia agak terburu-buru 'mengamankan' wanita itu sebelum semua karyawan mendekat. Milady memang selalu menjadi primadona dimana pun ia berada.

Arran mempersilahkan Milady duduk di salah satu sofa, sementara pria itu meraih laptop di meja kerjanya.

"Jangan terlalu memanjakan mereka bu, mereka jadi ketergantungan nanti." Sahut Arran sambil membawa laptopnya ke hadapan Milady dan mengutak atiknya sebentar.

"Saya juga memanjakan kamu, kok... Jadi kan sama rata." sahut Milady sambil menyeringai.

Arran hanya mengangguk, pria itu tidak menunjukan reaksi berlebihan.

Dari dulu ia mengenal Arran begitu, orang kepercayaan Trevor untuk urusan lapangan.

Dulu ia berada di salah satu jajaran sekretaris Trevor, namun karena ilmunya sudah mumpuni jadi ia dengan cepat dipromosikan.

Milady belajar mengenai seluk beluk property juga dari Arran. Ia tidak belajar dari Trevor karena dulu Trevor sangat keras padanya, bisa dibilang memusuhinya, jadi bisa dikatakan hubungannya dengan Arran seperti mentor dan muridnya.

Namun sekarang, Arran sukarela memanggilnya dengan sebutan 'ibu', namun Milady tetap menghormatinya dan memanggilnya 'Mas' seperti dulu. Selain memang Milady lebih muda, juga karena wujud kekaguman seorang adik.

Milady membaca progress mingguan seluruh bangunan dan tampak mengutak atuk ponselnya mencatat hal penting di note.

"Kamu apa kabar? Kenapa makin kurus begini?" tanya Arran.

Milady menghela napas...

"Belum habis masa Iddah, euforianya masih terasa Mas..." desis Milady sambil melemaskan tubuhnya dan bersandar ke sofa. Matanya masih fokus ke layar ponselnya.

Arran diam.

Ia memperhatikan Milady.

Ia memperhatian semua gerak-gerik Milady, lebih tepatnya.

Semua ia rekam di otaknya.

"Jangan bilang kata-kata itu..." sahut Milady tiba-tiba.

Arran terkesiap.

"Kata-kata apa?" tanya pria itu.

"Kata-kata : 'sudah kubilang'..."

Arran menghela napasnya.

Milady meliriknya.

Pria itu hanya diam, namun menatapnya dengan lembut.

Lalu Milady mencondongkan tubuhnya untuk memperhatikan layar lap top.

"Progress pembangunan menunjukan peningkatan dari minggu ke minggu, sayang sekali kalau harus dihentikan... Emph!"

Arran mencium bibirnya.

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

gimana eyang jenggot gak klepek-klepek cobaaa.....

2025-04-05

0

Hanachi

Hanachi

jangan jangan jauh di bawah tanah bangunan itu adalah laut. jadi bangunan itu berdiri di atas tanah sedimentasi.

2024-08-10

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

eh tau gak tu Arran kali Lady cqlon istri si bos? main sosor aja...

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!