Orang ketiga

"Apa kira-kira saya perlu menelpon James langsung yah mbak? Saya takut mengganggu beliau." sahut Milady.

Tidak, ia tidak memiliki nomor telpon James. Ia hanya menggertak.

Untung-untungan saja...

Namun tampaknya berhasil, karena...

"Sebentar ya Bu Milady, saya hubungi Pak James kembali." sahut si Operator.

Milady tersenyum tipis.

Seorang operator mau mengelabuinya dengan kata-kata diplomatis?! Eit, nanti dulu...

Namun ia memuji sikap operator di gedung pusat yang bersedia melayaninya secara personal.

"Pak James belum kembali ke kantor bu, mungkin sebentar lagi sampai. Ibu mau menunggu di ruang tunggu lobi atau di ruang tamu lantai 50?"

"Saya tunggu di sini saja, kalau begitu."

"Baik, saya hubungi security agar mereka bisa mengabari Pak James kalau beliau sampai di pintu masuk." sahut Operator.

"Nama kamu siapa, mbak?" tanya Milady.

Operator itu terdiam sesaat, senyumnya lenyap.

Tapi beberapa detik kemudian ia kembali berwajah sumringah, seakan sudah bisa menguasai kegalauan hatinya.

"Nama saya Reny, Bu Milady."

"Hm... Reny, kerja kamu lumayan bagus. Namun ada yang kurang..."

"Ya?"

"Kamu terlalu polos..."

Reny terdiam.

"Oh ya bu?!" tanya Reny.

"Kamu kan tidak kenal saya, dan saya datang tanpa janji. Bisa jadi saya sebenarnya adalah seorang pengacau. Mungkin lain kali kalau ada orang yang misterius seperti saya, kamu bisa tegaskan kalau ingin bertemu Big Boss saya harus membuat janji dulu dengan para asistennya, dan kamu bisa berikan nomor telepon kantornya lewat kartu." Sahut Milady.

Reny menyimak perkataan Milady.

"Maafkan saya bu, tapi menurut saya Anda tidak tampak mencurigakan..." Reny menyeringai.

Ah... Benar juga.

"Hebat kamu." desis Milady.

Reny menyeringai sambil tersipu.

"Saya bisa membedakan raut wajah yang perusuh dan yang tulus. Baru kali ini saya melihat ada wanita cantik yang tersenyum ke banyak orang, dan yang berani memarkir mobilnya di sebelah mobil Pak Sebastian... Pasti anda bukan orang sembarangan." sahut Reny.

Milady tergelak mendengarnya.

"Bisa saja kamu!" sahut Milady.

"Dan lagi, saya sebenarnya tahu mengenai ibu. Bu Milady beberapa kali muncul mendampingi Pak Trevor saat peresmian bangunan. Foto Anda dan Pak Trevor lebuh sering muncul di Buletin Garnet Grup, daripada foto Pak Sebastian. Saya saja kalau tidak bekerja di sini, mungkin tidak tahu sosok Pak Sebastian, Bu..."

Yah... dia benar.

Siapa yang tahu sosok Sebastian. Dia selalu menghindari publikasi. Dan terkadang di annual report saja hanya ada namanya. Bahkan saat Forbes mewawancarainya sebagai daftar pemegang kekayaan 100 besar di dunia, dia mewanti-wanti untuk tidak memakai foto. Tapi ia mengizinkan untuk memakai foto candid.

Namun ia terkenal di dunia bisnis.

Nama Sebastian Bataragunadi dianggap sebagai legenda di dunia treasury dan ekonomi.

Di pikir-pikir, satu keluarga memang tidak menyukai media sosial dan kamera. Trevor saja masuk ke media sosial memakai akun palsu. Ia tidak pernah berfoto bersama dengan karyawan lain walaupun saat itu sedang perayaan, semua pesan singkatnya memakai foto profil pemandangan atau kartun. Foto yang menggambarkan sosok Trevor hanya ada saat peresmian, meeting dan seminar. Itu pun beramai-ramai.

Bahkan adik perempuan Sebastian, Meilinda, yang seorang sosialita saja jarang berfoto sendirian dan mengupload di internet. Instagramnya hanya berisi pemandangan dan sosoknya dengan masker atau kacamata hitam branded, walaupun gaya outfitnya selalu berganti-ganti.

Ada apa dengan keluarga ini...?

Milady mengangguk mendukung ucapan Reny.

"Saya asisten Trevor di Property, saya tahu persis mereka memang selalu menghindari publikasi. Tapi budget untuk pemasaran, iklan dan wartawan khusus untuk produk tidak main-main. Jumlahnya lebih besar daripada biaya produksi."

"Asalkan tidak memakai foto mereka." sambung Reny.

"Asalkan tidak ada foto mereka." Milady mendukung ucapannya. "Yah, pada dasarnya mereka memang pengusaha, sih... Bukan selebritis."

Reny terkekeh.

"Pada awalnya itu menyulitkan pekerjaan saya sebagai operator, bu. Kalau tidak diberitahu saya pasti sudah bersikap ceroboh, entah itu bisa satu lift dengan Bigboss, atau bertemu di luar dan tidak menghormat, atau berpapasan di lobi tapi tidak menunduk... Gaji di sini besar bu, sayang sekali kalau saya dipecat hanya karena tidak tahu sosok atasan saya..." Kata Reny.

Milady menghela napas.

Ia baru saja terjebak seperti kalimat yang diucapkan Reny.

Ia tidak mencari tahu sosok Sebastian.

Sial...

5 tahun bekerja sebagai tim elit, tapi tidak tahu sosok para pemegang sahamnya sendiri.

Milady, kamu benar-benar payah!

Ia mengomeli dirinya sendiri dalam hati.

Tidak berapa lama, James muncul.

"Wah..wah... My Lady..." desis James sambil meraih tangan Milady dan mengecupnya dengan gaya berlebihan. "Lama sekali kita tidak bertemu, ya... Saya kaget loh dihubungi kalau kamu datang. Ada pekerjaan mendesak? Kelihatannya penting sekali sampai-sampai kamu muncul sendiri ke sarang macan..."

"Sarang macan..." dengus Milady.

James mengangguk. "Trevor saja kalau ngga diamuk bapaknya, mana mau dia injakkan kakinya di sini."

"Iya, dia bilang setiap hari bertemu di rumah, untuk apa harus ke sini..." Sahut Milady.

"Untuk shock theraphy." sahut James.

"Tidak mempan untuk orang seperti Trevor, James. Kamu tahu sendiri yang itu..."

James terkekeh.

"Jadi... Bisa saya bantu? Ngopi-ngopi di cafe situ yuk?" Tawar James.

"Yah... sayangnya, saya ke kamu hanya karena saya perlu menemui Big Boss..."

James tertegun.

"Saya akan menikah dengan Trevor, Big Boss mengundang saya untuk bertemu tapi sampai sekarang tidak ada kabar." tambah Milady.

James tambah terpaku. Ia menatap Milady seakan Milady sudah membawakan berita yang sangat buruk kepadanya.

"Menikah...? Dengan Trevor? Trevor yang itu...?" gumam James.

Milady mengangkat bahunya.

"Keluarga menjodohkan kami." sahut wanita itu.

"Kamu serius?" tanya James.

"Iya."

"Kamu kan ngga pernah suka sama Trevor." James menghakimi dirinya.

"Tapi menikah dengannya tidak ada ruginya kan? Kami toh sudah saling mengenal..."

"Jadi kalian menikah dengan modal saling mengenal?!" James terlihat agak sewot kali ini.

Milady menatapnya merasa aneh.

"Kalau dengan modal saling mengenal, seharusnya kamu juga bisa menikah dengan saya, kan?!" tambah James lagi.

Milady tertegun menatapnya.

Ada apa dengan James?

James mencengkeram lengan Milady dengan posesif. Pria itu menatap Milady dengan marah, lebih kepada kecemburuan yang ditahannya.

"James... kita masih di Lobi." Sahut Milady.

James terhenyak,

lalu menatap sekitarnya dengan kikuk.

Reny menunduk malu, karena gadis itu melihat semua adegan. Ia merasa tidak enak karena jengah.

James menghela napas untuk menguasai dirinya.

25 tahun ia mengikuti Sebastian... ia tidak pernah lepas kendali seperti saat ini.

"Pak Yan masih di Jerman. Untuk urusan kerja sama pelelangan berlian dengan Beaufort. Dia di sana sejak minggu lalu." sahut James enggan.

Ternyata itu jawaban kenapa tidak ada kabar selama seminggu ini.

Milady tampak berpikir menatap lantai.

ia sudah di sini.

secara teknis, ia tidak diusir, tapi ia juga tidak diterima.

dan perlakuan James padanya membuatnya salah tingkah.

sejak kapan James memendam perasaan padanya?

Selama ini mereka berbincang lewat pesan singkat dan media sosial.

James selalu me-like apa pun yang dipostingnya, dan selalu berkomentar dengan statusnya.

Mereka kawan lama yang lumayan akrab, walaupun jarang bertemu karena alasan kesibukan.

"Coba kamu telepon Pak Sebastian sekarang James. Kabari kalau saya ada di sini. Paling tidak, dia tahu kalau saya sudah berusaha setor muka. " begitu alasan Milady.

"Kamu tidak bertanya nomor telepon Pak Yan ke Trevor?" ada nada mengejek dalam kalimat James.

Tidak bisa bertanya ke Trevor, pikir Milady.

Karena pria itu akan curiga.

Milady tidak memiliki kepentingan apa pun dengan Sebastian, sebenarnya.

Trevor tidak perlu tahu...

"Saya belum memiliki kepentingan dengan Pak Sebastian, sejauh ini. Kalau ia berkenan ia akan memberikannya sendiri kepada saya, tapi saat ini tampaknya belum." sahut Milady.

"Lalu untuk apa kamu jauh-jauh kesini, di hari Senin, orang kantor pasti panik kalau kamu tidak ada."

Memang...

Sekaliber Trevor dan Bram saja dengan berat hati memberikannya cuti barang sehari saja...

Tapi Milady perlu tahu alasan Sebastian.

"Bisa tolong hubungi beliau?"

"Di sana bahkan belum Subuh, Lady..."

Milady mengangkat bahunya sambil tersenyum licik.

James menghela napas dan mengutak-atik teleponnya.

"Apa? Ada masalah apa?" begitu kalimat pembuka Sebastian ke James.

Milady mendekatkan wajahnya dan ikut mendengarkan suara Sebastian lewat ponsel James.

James mengernyit menatap wanita itu.

sebuah senyum jahil terpasang di sudut bibir sensual Milady.

"Ngga ada masalah, Boss..."

"Kamu jam 3 pagi nelpon saya, pasti ada masalah besar. Kiamat jadinya besok atau bagaimana?" Omel Sebastian.

"Eh, bukan begitu...hanya..." James melirik Milady yang menatapnya dengan mata berbinar.

"Ada Milady di sebelah saya."

Sesaat keadaan Hening.

"Di mana?" tanya Sebastian lagi.

"Di... dekat saya. Kami di Lobi Garnet Grup."

terdengar helaan napas berat dari seberang.

"Kamu...saya ingin berbicara dengannya." sahut Sebastian.

James menyerahkan ponselnya ke Milady

Terpopuler

Comments

Asngadah Baruharjo

Asngadah Baruharjo

wadidawwww

2023-12-27

0

Hesty Mamiena Hg

Hesty Mamiena Hg

Bukannya Milady gk punya nomor hape James td ya Madam? 😁

2023-09-24

2

Ersa

Ersa

eittdaahh pedes boncabe berlevel2😂

2023-05-29

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!