pertemuan 1

"Jadi... Kalian berdua akan menikah." Begitu pernyataan dari Bram, mengulang cerita Milady.

Pria itu benar-benar memiliki perasaan negatif terhadap rencana Trevor, sama seperti Milady yang tidak yakin semua akan berjalan lancar.

Masalahnya mereka sedang mengelabui Legenda Dunia Treasury yang terkenal. Pekerjaan itu membutuhkan strategi dan perhitungan yang terarah, apalagi sampai dijuluki Legenda di masa ekonomi tidak stabil seperti sekarang, sudah pasti intuisinya setajam Pedang Damascus.

"Si bodoh ini, memohon padaku untuk menjadi partner in crime, padahal ia sudah menghamili wanita lain. Kalau tidak kenal sejak lama dan mengerti kalau dia bodohnya ampun-ampunan, pasti sudah kutampar bolak-balik dengan tuduhan pelecehan..." Milady melipat kedua tangannya di dadanya. Seperti biasa semua kalimat ketus ia ucapkan dengan lembut. Namun yang ini sepenuhnya bermaksud menyindir.

"Bantuin temen gitu aja ngedumel..." Sungut Trevor.

"Kalau kamu punya nyali sedikit aja untuk tidak takut mati, kamu pasti sudah menetap di hutan aokigahara sama Ayumi buat menghindari ayah kamu, bukannya pura-pura menikah sama aku."

"Loh, kamu kan juga mengiyakan rencana ini! Terus apa motif kamu?" Ketus Trevor.

"Dengan menikah sama kamu, aku bisa bebas dari orang tuaku yang bolak balik risih melihat status singleku. Kalau tiba-tiba di tengah jalan aku ketemu cinta yang lain, aku mau bercerai dari kamu." Kata Milady.

"Kalian ini sedang menerapkan konsep simbiosis mutualisme ya..." Sahut Bram.

"Betul sekali." Sahut Milady. "Lebih ke win-win solution, lah..."

Bram menyeringai lembut, geli melihat tingkah kedua temannya ini.

"Tidak ada hidup yang semudah rencana kita, Tuhan punya rencananya sendiri." Sahut Bram.

"Selalu ada plan B plan C sampai plan AA... Seperti kolom di excell, setelah Z ada AA..." Sahut Milady sambil mengangkat bahunya.

Namun Bram tetap kuatir.

Kedua temannya ini sedang mencoba mempermainkan takdir.

Namun ia memutuskan untuk diam, dia akan ada di balik layar saat mereka membutuhkan, seperti biasa. Kini biarkan mereka meredakan emosinya dulu.

"Sarapan yuk?" Ajak Bram akhirnya.

*****

Sekitar 1 bulan setelah pertemuan menegangkan itu...

Milady menatap dirinya di kaca besar di samping lemari raksasanya, sambil memblow rambutnya.

Pikirannya melayang kemana-mana.

Terutama kekuatiran mengenai masa lalunya yang kelam.

Sebenarnya itu bukan satu-satunya jalan keluar dari kebangkrutan, saat ia pikirkan lagi. Ia bisa saja melamar pekerjaan sebagai spg atau karyawan kontrak.

Dan apakah benar ayahnya tidak mengusahakan sesuatu untuk melindungi keluarganya?! Dia kan punya banyak relasi, sebenarnya. Apakah Milady yang bertindak terlalu terburu-buru?

Yang jelas, saat situs lelang itu menginformasikan harga tertinggi atas dirinya, Milady hampir pingsan. Dan ia beruntung karena si penawar berasal dari negara yang sama dan lokasi yang tidak terlalu jauh.

Milady di kehidupan normalnya terkenal sebagai orang yang lembut, bersahaja, anggun dan bersikap seperti putri keraton.

Dia memang berdarah bangsawan, Ibunya mewarisi darah Kesultanan Cirebon. Walaupun sudah keturunan yang keberapa puluh, namun sifat dan sikap Milady sudah menampakkan diri bahwa ia dari keturunan raja.

Namun ia sekarang sedang diliputi kegundahan.

Sifatnya menjadi pemarah...

Hanya kalau di depan Sebastian Bataragunadi!

Padahal ia susah payah menyembunyikan sifat aslinya selama ini untuk tujuan ketentraman hidup.

Tapi kalau melihat pria itu, ia jadi ingin menyakiti seseorang. Tangannya gatal ingin mencakar. Dan ia ingin melihat darah menetes di kulit pria itu.

Membayangkan wajah pria itu saja, tanpa sadar ia sudah menorehkan goresan kuku di dinding.

Astaga...

Sejak kapan dia jadi masocist?!

Pesan singkat menggetarkan ponselnya.

Dari Trevor.

"Building expo di hotel xxxxx pukul 10, tolong pantau tim kita disana."

Milady menjawab,

"Oke.

Tak berapa lama ada balasan dari Trevor.

"Kita ngga harus pakai panggilan sayang kan?"

Milady mencibir dan membalas.

"Mau sekalian panggilan 'ayah-bunda' seperti anak alay?" sindirnya.

"Duh, Gusti Ratu, Sabtu pagi udah ngomel..." balas Trevor.

Lalu Milady menghela napas panjang.

Daripada memikirkan hal yang tidak perlu, lebih baik ia bekerja.

****

Dewi fortuna sedang menjauhinya...

"Kamu disini?"

Milady hanya menghela napas dan diam tidak mengacuhkannya. Ia menatap pria di depannya ini dengan poker face, hanya karena di sini banyak orang.

Ia menunduk menghormat karena pria ini lebih tua dan sebagai shareholder utama perusahaannya.

Kalau saja ia bertemu orang ini saat sedang sendirian, pasti sudah hujani dengan tatapan sinis.

Ia tidak menyapa Sebastian, tersenyum pun tidak. Milady masih kesal karena dipaksa mengkhianati Trevor.

"Sudah dapat berapa prospek?" tanya Sebastian. Beberapa Boss besar dan para bodyguard membuntutinya kemanapun ia pergi.

Pria ini tinggi sekali... Milady yang memiliki tinggi di atas rata-rata wanita saja mendongak menatap matanya. Dan sosoknya sangat mencolok, dengan janggut dan rambutnya yang sudah memutih seluruhnya dan tatapan mata tajam, buas dan kentara sekali kalau ia haus darah.

Yah, Mungkin Milady berlebihan.Tapi Apa lagi yang bisa menggambarkan raut wajah berkerut yang tampaknya selalu tidak puas akan segala macam hal itu?!

Walaupun usianya dua kali usia Milady, namun tubuhnya masih terjaga, dengan siluet otot terlatih yang membentuk di balik kemejanya.

"Sudah sold out semua sejak pukul 10 pagi tadi pak. Ada beberapa yang sedang mengurus administrasi." Milady menoleh ke belakang, ke arah ruang duduk "30% kas keras, 70% pembiayaan." tambahnya.

Sebastian menggangguk.

"Pastikan notaris rekanan kita standby semua." Kata pria itu.

Milady mengangguk sekilas.

Lalu Sebastian mengamatinya.

"Jaga stand termasuk pekerjaan staff ahli?" tanyanya.

"Saya suka pekerjaan di luar kantor." sahut Milady berbohong. Hanya agar Sebastian berhenti bertanya.

"Ohya? Kalau saya ajak ke proyek kamu available dong?"

"Itu kan memang pekerjaan saya, pak. Memastikan lokasi." Milady tidak menatap Sebastian, ia hanya mengamati pengunjung lalu-lalang di depannya sambil berpikir enaknya makan apa siang ini.

"Kamu sudah lihat lahan yang sedang dalam proses pembebasan di Jogja? Yang akan kita bangun perumahan bersudsidi." Kata Sebastian sambil menatap maket di depannya.

"Belum Pak, karena Bram sedang membereskan pekerjaan kasarnya, jadi saya harus standby di kantor menggantikan pekerjaan internal."

"Ah, iya. Karena Selena sudah dimutasi." gumam Sebastian.

Lalu kalimat yang ia paling tidak ingin dengar di muka bumi tercetus dari bibir Sebastian.

"Kamu sudah makan siang?"

Milady menghela napas.

Dan karena di sini banyak Direksinya, juga petinggi dan pejabat dari pemerintah, ia harus menjaga nama baik perusahaan.

Perusahaannya adalah Sebastian.

"Saya belum makan siang." jawab Milady tanpa menatap Sebastian.

"Mau bareng saya?" tanya pria itu.

"Bapak silahkan duluan. Saya masih harus memantau pekerjaan staff kita."

"Itu kan bukan tugas kamu. Saya lihat para team leader sudah standby. Kamu sudah bisa istirahat." sahut Sebastian.

Milady melirik Sebastian.

"Milady..." Dirutnya memanggil. "Kalau kamu mau makan siang duluan boleh saja, loh..." sahutnya.

Ia tidak bisa kabur ke mana-mana

lalu menarik napas panjang dan mengangguk dengan enggan.

Terpopuler

Comments

Hanachi

Hanachi

ambisius level dewa.

2024-07-31

0

Hanachi

Hanachi

waduh .. malah terancam pindah ke alam lain nanti. /Chuckle/

2024-07-31

0

ahjuma80

ahjuma80

sengaja tuh pak uban dateng biar ketemu lady

2024-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!