it's just Business

"Wah... Terima kasih sudah menganggap aku Dewi... Apa gunanya aku jadi Dewi kalau kamu saja menolakku" sindir Milady.

Sebastian menghela napas berat.

"Saat ini prioritasku adalah Trevor..." sahut Pria itu.

"Aku juga sayang kamu... Tapi, aku harap kamu tidak kembali mengungkit masa lalu." Sebastian mengangkat wajahnya. Raut wajahnya memandang nanar ke mata Milady langsung.

"Kalau kamu menolak tawaran untuk menikahi Trevor, aku akan cari yang lain. Kalau perlu aku akan jejali Trevor dengan seluruh wanita di dunia, sampai ketemu yang seperti kamu atau Ayumi."

"Kalau aku tolak tawaran untuk Trevor, apa kita bisa bersama?" pancing Milady.

Sebastian menipiskan bibirnya.

"Kamu yakin kita bisa bersama? Aku sebentar lagi mati, loh..."

Milagi mendengus.

Lalu membuang muka ke arah taman.

"Kamu masih muda... Masih bisa meniti karier lebih jauh, masih bisa gonta-ganti pasangan. Saat ini prioritasku bukan mencari pasangan lagi... Keinginan semacam itu sudah terpendam 10 tahun lalu." kata Sebastian.

"Bukan Gara-gara aku, kan...?" tanya Milady cepat.

Sebastian hanya meliriknya sambil menyesap kopi.

"Jangan bilang kamu mulai impoten..." sahut Milady lagi.

Kali ini pria itu menatapnya dengan kesal.

Milady tersenyum jahil.

"Ya bagus dong kalo belum... Berarti kamu masih fit." Tambah wanita itu sambil meringis.

"Sampai kapan kamu mau begitu?" Tanya Sebastian.

Milady mengangkat alisnya.

"Begitu apa?" tanya wanita itu.

Sebastian menunjuknya dengan dagunya. "Itu... senyum palsu begitu..."

"Ada masalah dengan senyum palsuku?" tanya Milady balik.

Sebastian mendengus. "Kamu menunjukan sebenarnya dirimu saat di depan Trevor. Juga...Bram dan Dimas."

"Hm... dasar tukang ngintip..." Milady menyindirnya saat Sebastian memata-matainya di tempat pameran. "Mereka teman lama..." jelas Milady

"Lebih lama dari pada aku?"

"Dan urusannya bukan bisnis, tapi personal..."

"Jadi urusan denganku selama ini hanya bisnis?" sahut Sebastian merasa tersinggung.

"Ya. Dulu dan sekarang. Semuanya bisnis..." Milady kembali tersenyum

"Kita hanya memiliki hubungan profesional, seperti mau kamu. Kamu bukan siapa-siapaku, kan... Jadi ngga usah protes dengan senyumku..."

Seringai wanita itu dibalas dengan tatapan sedingin es dari Sebastian. Pria itu menghisap cerutunya dalam diam.

Ia tidak bisa membantah.

Tidak bisa berdalih...

"Bayaran atas kerja kerasku untuk memikat Trevor...Hampers setiap Jumat. tidak perlu yang besar. Yang penting ada. Aku suka... Bunga, coklat, cake, parfum, tas, sepatu, perhiasan, batu mulia, jam tangan, aksesoris komputer, barang- barang lucu, novel bagus, game terbaru, Lalu... Video call dari kamu di hari Sabtu, di mana saja kamu berada dan apa saja yang kamu lakukan. Kita wajib video call. Cukup mudah, kan...?"

Sahut Milady sambil menghabiskan klapertartnya.

Wanita itu lalu menegak tehnya sekali hirup dan menyambar tasnya.

"Makasih buat traktirannya, dan keberadaan kamu sekarang."

Ia menghampiri Sebastian dan mencium pipi pria itu.

Lalu tersenyum manis dan keluar dari ruangan itu.

Meninggalkan Sebastian dalam diam.

*****

Pemerintah Jepang sudah kasih sinyal untuk kita masuk area pameran?" tanya Trevor malam itu saat mereka selesai meeting.

Milady mengikuti langkah Trevor dengan sedikit berlari. Mereka harus mengejar ketinggalan untuk pengurusan administrasi.

"Belum, masih sulit... Mereka minta ada jaminan keterangan Bank untuk sejumlah rekening dan dokumen pajak untuk Garnet Property. Kemungkinan belum bisa bulan ini, Trev..." desis Milady.

Trevor berjalan dengan langkah lebar menuju ruangannya.

"Kalau begitu, sambil menunggu keterangan bank, kita bisa fokus dengan superblock pinggir laut di jakarta utara. Progress?"

Milady berdehem sambil menscroll tabletnya untuk membaca laporan kontraktor dan pekerja lapangan mereka.

Terlihat coastview landmark Garnet City One di bagian atas judul.

"Dari target 300 tenant yang akan menyewa, sekitar 140 tenant sudah menyelesaikan pembayaran untuk 1 tahun, 53 tenant untuk sekaligus 5 tahun dan sisanya masih mencicil perbulan. Lalu mengenai ketimpangan struktur yang kemarin muncul di media, laporan dari konsultan struktur dan geoteknik bahwa finwall dan damper yang akan dipasang bisa mengurangi kemiringan sampai 98%..."

"Kita ngga bisa membiarkan yang 2% resiko bisa dikurangi sampai 0.01%?" sahut Trevor sambil membukaa pintu ruangannya.

"Karena itu mereka menyarankan untuk pemasangan Fiber Reinforced polymer."

"Apa kelebihannya?"

"Memperkuat kolom gedung, bisa meningkatkan kekuatan sampai 1.5 sampai 2x lipat." desis Milady.

Trevor memeriksa ponselnya.

Lalu ia bergumam tidak jelas.

"Kamu bisa ke lokasi?"

"Bisa."

"Kita rekanan konsultan dari mana?"

"Thornton Tomasetti..."

"Oke... Saya ke Bank untuk mempercepat surat keterangan, kamu ke coastview."

"Siap."

Trevor duduk di pinggir mejanya menghadap Milady yang sedang sibuk dengan tabletnya, mengirimkan pesan ke supervisor lapangan untuk kunjungannya besok pagi.

Pria itu melipat kedua tangan di depan dadanya sambil mengamati Milady.

Lalu mengernyit melihat kemeja yang dikenakan Milady.

Oversize outfit memang lagi booming saat ini, tapi ia merasa mengenal kemeja itu.

Dan ikat pinggangnya... Limited edition tapi untuk laki-laki. Setahu Trevor, yang memiliki ikat pinggang itu bukan orang sembarangan, karena harganya hampir seharga mobil mewah. Sesuatu yang sepertinya tidak mungkin dimiliki Milady.

"Kenapa, Trev?"

Trevor tersentak karena Milady menyahutnya. Wanita itu memandangnya dengan alis terangkat.

"Ngga papa...hanya terpikir soal lain. Kamu sudah booking tiket untuk ke Jepang minggu depan?"

"Sudah. Tapi Bram harus dibantu saat kita berdua ngga ada. Aku mau kasih briefing para sekretaris dan mungkin Grace akan diperbantukan untuk lemburan."

Trevor mengangguk setuju.

Lalu menghela napas.

"Kenapa Ayumi?" tanya Milady. Kalau Trevor sudah pasang tampang seperti itu pasti menyangkut Ayumi.

Milady dan Bram sudah hapal tingkahnya.

Mereka sudah berpacaran selama 10 tahun sampai sekarang. Jatuh bangun telah dilalui Trevor untuk mempertahankan hubungannya.

Namun Milady baru saja melihat hasil investigasi sebelum meeting tadi. Setelah ia bertemu Sebastian, saat kembali ke kantor, pria itu mengirimkan email berisi foto- foto hasil investigasi Ayumi.

Pria lain...

Bukan hanya satu. Ada 3 orang yang intens mendekati Ayumi.

Bahkan ada terlihat sering sekali menginap di apartemen Ayumi.

"Belakangan dia jarang bisa dihubungi."

Milady hanya meliriknya.

"Dia belum pernah seperti ini. Apa dia marah padaku atau semacamnya..."

Ujar pria itu lagi.

"... Beri dia waktu, Trev... Dia sedang hamil dan dia sendirian. Tampaknya kamu harus menyewa seseorang untuk mendampinginya. Setahu aku, wanita hamil keluhannya banyak."

"Aku sudah menyewa 2 orang untuk pendamping..."

"Ada laporan dari mereka setiap hari?"

Trevor mengangguk.

"Ayumi baik-baik saja. Sekarang lagi suka nonton drama korea."

"Kalau begitu biarkan dulu dia dengan hal favoritnya..."

Trevor belum saatnya tahu tingkah Ayumi di luar sana, pikir Milady.

Milady dan Sebastian entah bagaimana berpendapat sama.

Lalu Milady teringat hal lain.

"Trev... coba sentuh tangan aku." Milady mengulurkan tangannya ke Trevor.

Trevor otomatis menangkap tangannya.

"Coba masukkan jari kamu ke sela-sela jariku."

Trevor menangkup tangan Milady.

"Apa yang kamu rasakan?" tanya Milady.

Trevor merapatkan alisnya.

"Ngga ada. Kamu ganti lotion baru? Rasanya biasa aja..." desis Trevor.

"Hm... Coba peluk aku." sahut Milady.

"Ha?" Trevor menatapnya merasa aneh. Tidak biasanya Milady minta peluk. Terakhir mereka melakukannya saat hasil sidang perceraian Milady diumumkan.

Milady mengangkat bahunya.

Lalu Trevor berdiri dan memeluknya.

"Kenapa kamu? Lagi galau?" tanya Trevor.

"Hm... Sedang ingin membuktikan sesuatu..." desis Milady.

"Dan itu adalah?"

"Kamu beneran pengidap phobia?"

Terdengar kekehan Trevor.

"Tahu dari ayah?" tebak Trevor.

"Hm..." Milady mengakui.

"Karena itu kamu yang dipilih untuk jadi calon istriku..." tebak Trevor lagi.

"Bisa jadi."

"Yah..." Trevor melepas pelukannya. Lalu kembali duduk di pinggir mejanya, menghadap Milady. "Butuh waktu lama loh, untuk menyesuaikan diri terhadap kamu. Apalagi, semakin cantik semakin aku takut..."

"Jadi aku ngga cantik?" pancing Milady.

"Justru sebaliknya. Kamu ngga ingat tingkahku saat kita pertama bertemu?"Kata Trevor.

Milady terkekeh...

"Kamu benar-benar menganggapku musuh." desis Milady.

"Tapi... Tampaknya Phobiaku agak berkurang waktu kamu menikah. Lambat laun aku sadar kalau kamu bukan ancaman..."

Milady menghela napas.

"Kamu ada rasa trauma..." desis wanita itu. Ia memgangkat kedua pergelangan tangan Trevor, mencari tanda keputusasaan pria itu saat masih balita.

"Ayah cerita sampai detilnya yah..." desis Trevor.

Milady mengangguk.

Trevor menarik tangannya.

"Ibuku sudah 12 kali menikah sejak ia bercerai... Sejak ia dinyatakan sembuh secara kejiwaan. Ayah sangat yakin kalau psikiaternya disogok untuk mengeluarkan ibu lebih cepat dari rumah sakit. Jadi dia membawaku ke Amerika agar ibu dan keluarga ibuku tidak dapat melacak kami."

Milady melihat bulu tangan Trevor meremang.

Pria ini... Memiliki rasa trauma yang cukup mendalam terhadap ibunya. Hanya membicarakannya saja membuat Trevor merinding.

"Aku cukup senang kamu yang akan jadi istri sementaraku."

"Istri sementara kamu..." ulang Milady.

"Iyaaa... sampai restu ayah terhadap Ayumi keluar."

Milady terkekeh.

"Semoga kita bisa bertahan yah, aku ngga suka terlalu lama di poligami..." desis Milady.

Trevor menyeringai.

Terpopuler

Comments

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

sekalipun pernikahan yang direkayasa ya Lady..😀

2024-07-17

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

apakah ibunya Trevor sakit trauma juga karena sikap ayahnya Trevor pada pernikahan mereka yang karena dijodohkan tanpa dilandasi cinta?

2024-07-17

0

ahjuma80

ahjuma80

madam ngerti paham sipil paham perbankan salut aku detail banget

2024-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!