Awal segalanya

Saat Milady memasuki ruang privat di sebuah restoran, ia melihat Sebastian sudah duduk di sofa di depannya sambil menghisap cerutunya dan memandang ke arah taman.

Pria itu berpakaian casual, kaos putih lengan panjang dan celana jeans. Jaket kulitnya tersampir di salah satu sandaran sofa.

Rambutnya yang melebihi telinga yang biasanya tersisir rapi ke belakang, kini dibiarkan berantakan. Kakinya yang panjang terlipat santai.

Kemaskulinan sangat terasa di sosoknya.

Milady menghela napas sambil duduk di salah satu sofa.

Sebastian tersenyum tipis padanya.

Terlihat di mata pria itu, ia sangat merindukan Milady.

Milady membalas senyuman pria itu dengan senyuman andalannya yang paling manis, yang biasa ia keluarkan kalau sedang merayu seseorang.

Biasanya Trevor dan Bram adalah 'korban senyumannya' kalau ia sedang egois masalah pekerjaan. Seperti minta cuti mendadak hari ini, walaupun akhirnya ia kembali ke kantor, tapi awalnya mereka menolak cutinya mati-matian. Setelah Milady merajuk dengan senyuman akhirnya mereka baru mau tandatangan form cutinya.

Sebastian tertegun sesaat melihat senyumannya.

Tapi selanjutnya pria itu teralihkan dengan ponselnya yang berdering.

Restoran yang Sebastian pilih menyajikan klapertart rum andalannya. Sudah lama Milady ingin mencobanya.

Jadi saat ia ditanya pesanannya, Milady memilih itu, dan seteko teh cammomile.

"Ngga makan?" tanya Sebastian sambil pindah duduk di sebelahnya.

"Sudah makan di kantor." jawab Milady sambil memposisikan tubuhnya menghadap ke samping, ke arah Sebastian.

"Tolong hidangan diantarkan sekaligus." kata Sebastian ke pengantar makanan.

Tanda bahwa pria itu tidak ingin terlalu banyak gangguan yang berseliweran keluar masuk ruangan.

Pengantar makanan mengangguk.

Mereka berdiam diri, menyibukkan dengan ponsel mereka, menunggu sampai pelayan mengantarkan pesanan Milady.

"Oleh-oleh dari Jerman?" Milady menengadahkan tangannya.

Sebastian menyerahkan kotak seukuran buku kepadanya.

Milady membukanya.

Parfum dari kota Cologne dan coklat Ritter.

Milady tersenyum senang.

"Kalo kamu pakai parfum apa?" tanya Milady.

Sebastian mengalihkan pandangan dari ponselnya dan menatap Milady sambil tersenyum masam.

Dia tidak menjawab.

Hanya menatap Milady,

Dan melirik kemeja miliknya yang dikenakan wanita itu.

Lalu matanya kembali ke wajah Milady.

Milady membalas tatapannya sambil tersenyum.

Lalu mencondongkan tubuhnya agar lebih mendekat ke arah Sebastian.

Pria itu tidak bergeming.

"...hm...Montblanc..." tebak Milady.

Terdengar dengusan dari arah Sebastian, lalu ia kembali memeriksa ponselnya.

Transaksi di Jerman belum selesai. Malam ini ia harus kembali ke sana atau transaksi tidak berjalan sempurna seperti yang sudah direncanakan. Bisa-bisa ia kehilangan belasan juta dollar.

"Kamu tidak harus kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan saya, kok... Tinggal reschedule saja, saya pasti memaklumi." sahut Milady.

"Hm..." gumam pria itu. Ia sedang fokus membalas pesan dari kliennya.

Milady memutuskan untuk lebih menggodanya.

Jemarinya yang lentik dan berkuku panjang, mendarat di pipi Pria itu, membelai jambangnya yang putih.

Sebastian membeku.

Milady merasa senang dengan reaksi Sebastian.

Dan jarinya semakin aktif menyusuri rahang Sebastian.

Memainkan janggut panjang pria itu.

Lalu sebuah ketukan perlahan membuat Milady berhenti.

Pesanannya sudah datang.

Pelayan membuka pintu ruangan dan meletakkan hidangan.

Tapi Milady tidak berhenti membelai Sebastian.

Berapa umur pria ini sekarang?

Mungkin hampir 60...

Sekitar... 56-57 tahun kalau dilihat dari biodatanya.

Setelah pelayan berlalu, Sebastian menangkap tangan Milady.

"Maaf, sebelumnya..." desis pria itu. "Karena saya tidak memberi kamu kabar."

Lalu pria itu menurunkan tangan Milady dari rahangnya dan menangkupnya, merangkainya menjadi genggaman erat.

Milady tersentak, terkejut dengan reaksi pria itu dan reflek menarik tangannya.

Namun Sebastian menahannya.

Milady menatap pria itu dengan waspada.

Wajah Sebastian tersenyum, ada kilatan rencana licik di binar matanya.

"Lepaskan..." desis Milady.

Sebastian malah memperat genggamannya.

"Kapan kamu sadar kalau kamu sudah bermain-main dengan menantang bahaya?" kata Sebastian. "Menggoda saya? Supaya saya menarik rencana saya terhadap Trevor dan kembali kepada kamu? Itu maksudnya?" Sebastian mencecarnya.

Milady masih menatapnya.

Sial... Pikir wanita itu.

"...lalu... Kalau saya sudah terjerat sama kamu, bisa jadi kamu akan membuat saya jatuh. Kamu tampaknya punya dendam sendiri terhadap saya, yah? Sampai berniat begitu..."

Tangan Milady mulai mendingin karena gugup. Rencananya ketahuan dengan begitu mudah!

"Sebenarnya saya berencana mengajak kamu bicara karena... Selain karena memang saya kangen sama kamu..." desis Sebastian.

Astaga! ... pikir Milady.

Sebastian mengakui perasaannya?!

"...saya juga mau bilang kalau saya tidak main-main terhadap rencana saya terhadap Trevor. Saya perlu menunjukan kamu bukti, hasil penyelidikan saya terhadap Ayumi."

Sebastian mengangkat tangan Milady.

Menyesap wanginya dengan hidungnya agak lama, ia memejamkan matanya mengingat kelembutan jemari Milady.

Lalu mengecup punggung tangan wanita itu.

"... Bukti yang mengarah kalau selama ini kenapa saya berusaha memisahkan mereka, dengan alasan kuat." sambung pria itu.

Milady bahkan tidak peduli hal itu.

Ia hanya peduli akan kebenciannya terhadap Sebastian.

Benci sekaligus cintanya...

"Aku sayang kamu." desis Milady.

Sebastian tampak tersentak, ia melirik Milady dengan mengernyit.

"... Tapi aku benci kamu." tambah Milady.

Sebastian terkekeh.

"Aku udah biasa dibenci..." sahut Sebastian.

Kini pemilihan kata-kata di antara mereka sudah tidak resmi lagi.

Sebastian melepaskan tangan Milady.

Milady menarik tangannya dan mendekapnya di dada.

Ia berusaha menguasai napasnya yang tidak beraturan.

Sebastian menghela napas.

"Kita hanya berdua saja sekarang, aku harap kamu bisa mengeluarkan segala yang sudah kamu tahan selama ini. Aku akan berusaha ngga emosi..." Sebastian duduk bersandar sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Bukankah seharusnya itu kata-kataku." gerutu Milady. "Apa pula maksudnya 171703..." sungutnya lagi sambil menegakkan duduknya dan menuang teh ke cangkirnya.

Terdengar gumaman Sebastian.

"Hanya angka itu yang terpatri di benakku saat aku membangun gedung itu. Kamu ngga bisa hilang dari pikiranku..." kata Sebastian.

"Aku yang masih 17 tahun, ngga bisa hilang dari pikiran kamu... Bagaimana kalau sekarang? Aku yang 27 tahun?!"

"Iya mungkin akan kuubah jadi tanggal lahir kamu aja...kesannya aku suka sama lolita." Sungut Sebastian.

"Kenapa harus aku? Ngga ada wanita lain?!"

"Kamu sendiri? Kenapa harus aku? Banyak pria tampan yang masih muda di sekeliling kamu..." balas Sebastian.

Milady menarik napas panjang.

"Bagaimana aku bisa lupa saat pertama..." dengus wanita itu. Milady tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

"Kamu harus bisa melupakan, karena transaksi sudah selesai dan kontrak tidak di perpanjang. Kamu sendiri yang memutuskannya...kamu sendiri yang kesal." gerutu Sebastian. "Memangnya kamu pikirin bagaimana perasaanku selama ini mencari kamu dan penyesalan kenapa aku yang dulu begitu polosnya menerima keputusan kamu untuk berpisah?!"

Pria itu menatap Milady dengan kilatan mata menahan amarah.

Ia tidak terbiasa di tolak.

Dan wanita ini pernah menolaknya.

Milady tertegun mendengar curahan hati Sebastian.

Namun hanya bisa menunduk sambil mengaduk tehnya.

Seperti Sebastian, Ia juga merasa menyesal...

Apakah sudah tidak bisa diperbaiki lagi?

Tapi Milady keburu gengsi bertanya ke Sebastian.

Pria itu terang-terangan menolaknya barusan.

Jadi daripada harga dirinya semakin jatuh, mulai sekarang, hubungan mereka sebatas profesionalisme saja.

"Kenapa aku?" tanya Milady

"Apa?" tanya Sebastian.

"Kenapa kamu memilih aku untuk jadi pasangan Trevor?"

"Apa lagi? Karena kamu satu dari sekian banyak wanita yang bisa dekat dengan Trevor selain Ayumi dan Meilinda."

"Ada banyak wanita di sekeliling Trevor."

"Ada banyak wanita mengelilingi Trevor, tapi berapa banyak yang ia sambut baik? Berapa banyak yang bisa mendekat?"

Milady menaikan alisnya.

"Maksud kamu apa sih?" tanyanya tidak mengerti.

Sebastian menelisik wanita itu.

Tampaknya Trevor menyembunyikan phobianya dengan cukup baik. Sampai-sampai orang terdekatnya bisa tidak tahu.

"Mulai sekarang, perhatikan..." Sebastian membelai dagu Milady dan mengangkat wajah wanita itu dengan lembut agar mata mereka bisa bertatapan.

"...Coba perhatikan ada berapa wanita yang bisa berbicara dengan Trevor, dan mendekatinya..."

"Eh...?" desah Milady.

"Berapa banyak wanita yang bisa mengobrol akrab dengannya? Bagaimana sikapnya ke wanita lain?" sahut Sebastian.

"Tunggu... apa sih maksud pertanyaan kamu?"

Sebastian menghela napas tidak sabar.

"Coba diingat..." sahut pria itu sedikit menekan Milady. "Selain kamu, ada tidak wanita lain yang bisa mendekati Trevor seakrab kamu?"

Secara otomatis ingatan Milady flashback ke masa lalu.

Trevor memiliki 5 orang sekretaris, semuanya laki-laki.

Awal Milady berjumpa dengannya sangat tidak baik, Trevor menolaknya tapi tidak bisa membuangnya karena ia butuh Milady yang jenius.

Milady memiliki seorang sahabat di kantor, Selena yang merupakan Asisten Bram. Pasti sedikit banyak Selena pernah berbincang dengan Trevor karena mereka sering juga terlibat proyek yang sama dan satu ruangan.

tapi...

Berapa kali Trevor berbincang dengan Selena?

Tidak pernah.

Mereka hanya sekedar saling sapa. Berbincang pun biasanya beramai-ramai dan Trevor selalu disebelah Bram, menjauhi Selena.

Lalu ada beberapa notaris rekanan mereka yang perempuan. Trevor selalu menjadi orang yang paling dihindari karena sikapnya yang judes. Itu sebabnya Bram selalu membawa Trevor saat bertemu notaris yang perempuan.

Dan sikapnya terhadap para karyawan wanita... Selalu bikin kesal, sok galak, antipati...

"Ya Tuhanku..." desis Milady sambil memekik perlahan dan menutup mulutnya yang kaget, karena baru menyadari.

Mungkinkah Trevor...

Sebastian mengangguk.

"Aku memeriksakan mental Trevor ke psikiater saat ia 10 tahun karena menurutku sikapnya aneh saat berhadapan dengan guru wanita. Ia jadi sering ngamuk dan tantrum, ia juga pernah lari histeris menghindari gurunya. Hasil tesnya... ia mengidap Anxiety disorder jenis gynophobia..."

"Gynophobia?!" Milady langsung searching di internet mengenai jenis phobia.

Lalu setelah membaca keterangannya ia kembali memekik kaget.

Sebastian bersandar di sandaran sofa sambil menengadahkan kepalanya, menghembuskan asap dari cerutunya.

Tampak wajah sedihnya menunjukan penyesalan mendalam.

"Kalau saja... 33 tahun yang lalu aku bersikeras mempertahankan hak asuhnya... Mungkin phobia Trevor tidak akan terjadi." sahut Sebastian.

"Waktu itu kupikir... Trevor masih bayi, masih butuh ibunya. Dan lagi, ada neneknya yang tinggal serumah. Ia akan diurus dengan baik di sana... Tapi setelah neneknya meninggal, Ratna, mantan istriku... Seringkali memukul Trevor. Saat itu anak itu 4 tahun. Dan aku tidak menyadarinya karena sedang melanjutkan sekolah di luar negeri..."

Milady menyimak cerita Sebastian dengan jantung berdebar-debar karena kaget.

"Aku segera pulang saat ayah menelpon. Trevor pingsan dengan pergelangan tangan tersayat... Anak umur 4 tahun bisa berpikiran untuk bunuh diri...saat itu seluruh hak asuh Trevor beralih padaku, aku membawanya ke Amerika sambil melanjutkan study. Selama itu dia home schooling. Penyakit Trevor belum ketahuan karena semua gurunya laki-laki."

Sebastian menunduk sambil tersenyum sedih.

"Aku tidak menikah lagi... Aku juga trauma dengan pernikahan. Dan lagi saat itu fokusku hanya Trevor dan kesehatan mentalnya. Aku tidak bisa menuntut Ratna karena dia dinyatakan tidak waras... ?yang bisa kulakukan hanya menjauhkan dia dari ibunya."

"Kenapa kalian bercerai?" tanya Milady.

Sebbastian meletakkan cerutunya di asbak granit di depannya, lalu melipat tangannya, berusaha mengingat masa lalu.

"Aku dijodohkan dengan Ratna saat 17 tahun. Masih kelas 2 SMA. Kami sama-sama tidak saling mencintai. Dia punya pacar, dan aku juga jatuh cinta dengan orang lain... Setelah lulus, kami menikah atas dasar bisnis. Tapi saat Trevor berusia satu tahun kami bercerai karena dia ketahuan selingkuh."

"Kamu... Sepertinya saat itu lega."

"Iya... Aku lega."

"Tanpa tahu kalau itu awal dari segala mimpi buruk..." Sahut Milady.

Sebastian mengangguk.

"Setelah study selesai, aku berniat untuk memperluas bisnis ayah... Jadi perhatianku teralihkan. Trevor dimasukan ke sekolah umum agar dia bisa lebih berinteraksi dengan anak seumurannya...dan seminggu di sana, ia mulai menunjukan gejala aneh. Ia mengamuk saat di dekati dan berusaha berlindung dari wali kelasnya."

"Wali kelasnya wanita?"

"Iya. Ibu-ibu berjilbab dan wajahnya lembut. Tutur katanya juga sopan. Tadinya kupikir dia punya dua kepribadian, mungkin tanpa sepengetahuan kita dia menekan Trevor berlebihan... Tapi ternyata hasil tes menunjukan sebaliknya."

Sebastian menghela napas.

"Jadi sampai lulus setaraf SMA, dia harus home schooling lagi." sambungnya.

Pria itu menyesap kopinya.

Milady mengelus lengannya yang merinding.

Ia tidak menyangka...

Trevor yang bertingkah cuek dan selalu menanggapinya dengan santai, ternyata menyembunyikan sesuatu yang besar.

Sebastian melanjutkan ceritanya.

"Saat ia akhirnya jatuh cinta dengan Ayumi... Aku pun lega. Perusahaan mulai tumbuh, bisnis mulai membaik. Ayah melepaskan sahamnya dan aku baru saja membuka cabang usaha retail ke sembilan di Jepang. Saat itu... Usianya 24 tahun. Ia juga mulai bisa berinteraksi dengan lawan jenis walaupun harus menahan ketakutannya mati-matian... Ia bisa mendaftar kuliah. Dan Ayumi waktu itu selalu di sampingnya. Jadi aku tidak ada kekuatiran apapun. Saat itu... Aku mulai berpikir untuk diriku. Untuk mencari pendamping hidup..."

"Dan kita bertemu..."

"Iya..." Sebastian tersenyum masam. "Aku... Entah bagaimana. Karena sudah lama tidak berpikiran untuk percintaan, aku tidak tahu harus mencari kemana."

"Kamu tahu situs itu dari mana?" tanya Milady.

"Dari klien. Waktu itu iseng bertanya... Dia petinggi Yakuza, tapi pendampingnya cantik-cantik dan wajahnya mereka blasteran semua."

Milady menghela napas. Ia bisa saja... Astaga... Ia bisa saja mendapatkan klien seorang mafia! Entah bagaimana keselamatan dirinya...

Haruskah ia bersyukur?

Sebastian terkekeh mengingat masa lalu.

"Aku waktu itu untung-untungan saja. Karena rekomendasi dari petinggi Yakuza, situs itu sudah pasti tidak akan berani menipu, bisa habis mereka kalau ketahuan...Tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau..."

"Aku ngga sesuai dengan perkiraan kamu?"

"Iya... Ngga sesuai... Yang muncul di depanku saat itu malah bukan manusia, tapi seorang Dewi..."

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

manis banget mereka.. seakan memang sudah sewajarnya seperti itu..

2025-04-05

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

INGAT UMUR PAK YAN, NGEGOMBAL AZA...😂😂😂😂😂

2023-10-18

0

YK

YK

jatuh cinta sama emaknya Dimas.... 🤣🤣🤣🤣

2023-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan kembali
2 Dilema
3 Masa Lalu
4 rencana Trevor
5 permintaan yang menyebalkan
6 pertemuan 1
7 Terhindar dari paksaan
8 taktik wanita
9 invitation
10 Berkunjung
11 Orang ketiga
12 telepon
13 Video
14 Awal segalanya
15 it's just Business
16 Secret Admirer
17 penolakan Milady
18 Yori Hainez
19 harga untuk membunuh perasaan
20 sebuah rasa
21 cara menyakiti kamu
22 sama-sama lelah
23 Awal pertama bekerja
24 kesal
25 Sang Dalang
26 Milikku
27 Saat berdua
28 Rencana baru
29 Mr. X
30 rahasia Milady
31 Walaupun aku cintanya sama kamu
32 Girl's Night Out
33 Man's Night Out
34 a new couple
35 Saat Itu... ( part 1 )
36 Saat Itu... (Part 2)
37 Saat itu... (Part 3)
38 Ayumi
39 wanita malang
40 Worst Moment Ever
41 Pion
42 Pizza Time
43 Pertigaan
44 Jangan Ganggu Temanku
45 Tomodachi
46 Sebab akibat
47 Langit Malam Tokyo
48 Banyak Jalan Menuju Roma
49 Zeus dan Hello Kitty
50 Kalau Siluman Cemburu
51 Sama-sama membujuk
52 the plan
53 Mobil Emas
54 Gamers in Action
55 Hidden message
56 Semua Tentang Kamu
57 The Owner
58 The Owner In Action
59 Saat hati menerima namun logika menolak
60 Pengintai
61 New Crib New Life
62 The Prince
63 The Business
64 Taman
65 Bantuan Milady
66 Ipang vs Susan
67 New Couple on Cafe
68 Eksklusif
69 Three Kings
70 The Agent
71 At Lounge, With You
72 Two Couples
73 Dilema
74 First Fight
75 Waktu Ayah-Anak
76 The Police
77 Sebar Umpan
78 Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79 Info Kantin
80 Interogasi
81 Kenyataan Yang Menyakitkan
82 Calon Mertua
83 Menunggu Kepastian
84 Putri Raja Sedang Sakit
85 Hitam atau Putih
86 Hantaman
87 keadaan mulai membaik
88 Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89 Once For a Life Time
90 Deja Vu
91 New Comer On Stage
92 Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93 Paket Panas
94 Setelah Menikah
95 Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96 The Joker
97 The Work
98 The First Wife
99 Survivor
100 Hukuman
101 Wanita Dari Masa Lalu
102 Wanita Yang Menarik...
103 Rencana Balas Dendam
104 Lagi-Lagi Heboh
105 Mobil Emas, Sekali Lagi...
106 The Three Muskistri
107 Saya Istri Sebastian
108 Skak Mat
109 Para Ahli Waris
110 Syarat
111 After Meeting
112 Si Antagonis Yang Manis
113 Double A
114 Lesti Ke Johor
115 Salahnya Dimana
116 Kepala Dingin
117 Another Gentleman Story, Begin...
118 Rahwana
119 Taring 1
120 Taring 2
121 Taring 3
122 Taring 4
123 Taring 5
124 Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125 Ditembak
126 Sister
127 Puisi Cinta
128 Our Night
129 Bonus Lebaran 1442 H
130 Mimpi Buruk
131 Where Is It
132 The Data
133 Another Couple Has Arrived
134 Let The Game Begin (1)
135 Let The Game Begin (2)
136 Let The Game Begin (3)
137 Let The Game Begin (4)
138 Let The Game Begin (5)
139 Let The Game Begin (6)
140 Let The Game Begin (7)
141 Baper Sergap (1)
142 Baper Sergap (2)
143 Baper Sergap (3)
144 Baper Sergap (4)
145 Baper Sergap (5)
146 Saatnya Tarik-Ulur
147 Rayuan Si Perayu
148 Love Games
149 Who Is She?!
150 Pernah Saling Mencintai
151 Kesialan Bertubi-tubi
152 Perang Dingin
153 Pencarian Putra Mahkota
154 Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155 Back To The Love Scene
156 Man to Man
157 Hidup Rumit Mbak Ayu
158 We Are Family (1)
159 We Are Family (2)
160 We Are Family (3)
161 We Are Family (4)
162 We Are Family (5)
163 We Are Family (6)
164 We Are Family (7)
165 The Loved One (1)
166 The Loved One (2)
167 The Loved One (3)
168 Acara Berdua
169 Musim Dingin di Jepang
170 One Day With Arman (1 of 3)
171 One Day With Arman (2 of 3)
172 One Day With Arman (3 of 3)
173 Aku Merindukanmu
174 Kamu, Di Depanku...
175 Janjiku
176 Kedatangan
177 Langit Ke Tujuh
178 The Heir
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Pertemuan kembali
2
Dilema
3
Masa Lalu
4
rencana Trevor
5
permintaan yang menyebalkan
6
pertemuan 1
7
Terhindar dari paksaan
8
taktik wanita
9
invitation
10
Berkunjung
11
Orang ketiga
12
telepon
13
Video
14
Awal segalanya
15
it's just Business
16
Secret Admirer
17
penolakan Milady
18
Yori Hainez
19
harga untuk membunuh perasaan
20
sebuah rasa
21
cara menyakiti kamu
22
sama-sama lelah
23
Awal pertama bekerja
24
kesal
25
Sang Dalang
26
Milikku
27
Saat berdua
28
Rencana baru
29
Mr. X
30
rahasia Milady
31
Walaupun aku cintanya sama kamu
32
Girl's Night Out
33
Man's Night Out
34
a new couple
35
Saat Itu... ( part 1 )
36
Saat Itu... (Part 2)
37
Saat itu... (Part 3)
38
Ayumi
39
wanita malang
40
Worst Moment Ever
41
Pion
42
Pizza Time
43
Pertigaan
44
Jangan Ganggu Temanku
45
Tomodachi
46
Sebab akibat
47
Langit Malam Tokyo
48
Banyak Jalan Menuju Roma
49
Zeus dan Hello Kitty
50
Kalau Siluman Cemburu
51
Sama-sama membujuk
52
the plan
53
Mobil Emas
54
Gamers in Action
55
Hidden message
56
Semua Tentang Kamu
57
The Owner
58
The Owner In Action
59
Saat hati menerima namun logika menolak
60
Pengintai
61
New Crib New Life
62
The Prince
63
The Business
64
Taman
65
Bantuan Milady
66
Ipang vs Susan
67
New Couple on Cafe
68
Eksklusif
69
Three Kings
70
The Agent
71
At Lounge, With You
72
Two Couples
73
Dilema
74
First Fight
75
Waktu Ayah-Anak
76
The Police
77
Sebar Umpan
78
Tidak Bisa Lama Bermusuhan
79
Info Kantin
80
Interogasi
81
Kenyataan Yang Menyakitkan
82
Calon Mertua
83
Menunggu Kepastian
84
Putri Raja Sedang Sakit
85
Hitam atau Putih
86
Hantaman
87
keadaan mulai membaik
88
Saat Yang Akan Diingat Seumur Hidup
89
Once For a Life Time
90
Deja Vu
91
New Comer On Stage
92
Permisi... Anak Magang Mau Lewat
93
Paket Panas
94
Setelah Menikah
95
Suami-istri Dalam Kotak Besi Bermesin
96
The Joker
97
The Work
98
The First Wife
99
Survivor
100
Hukuman
101
Wanita Dari Masa Lalu
102
Wanita Yang Menarik...
103
Rencana Balas Dendam
104
Lagi-Lagi Heboh
105
Mobil Emas, Sekali Lagi...
106
The Three Muskistri
107
Saya Istri Sebastian
108
Skak Mat
109
Para Ahli Waris
110
Syarat
111
After Meeting
112
Si Antagonis Yang Manis
113
Double A
114
Lesti Ke Johor
115
Salahnya Dimana
116
Kepala Dingin
117
Another Gentleman Story, Begin...
118
Rahwana
119
Taring 1
120
Taring 2
121
Taring 3
122
Taring 4
123
Taring 5
124
Nulis Sambil Dengar Lagunya 'KotaK', Beraksi
125
Ditembak
126
Sister
127
Puisi Cinta
128
Our Night
129
Bonus Lebaran 1442 H
130
Mimpi Buruk
131
Where Is It
132
The Data
133
Another Couple Has Arrived
134
Let The Game Begin (1)
135
Let The Game Begin (2)
136
Let The Game Begin (3)
137
Let The Game Begin (4)
138
Let The Game Begin (5)
139
Let The Game Begin (6)
140
Let The Game Begin (7)
141
Baper Sergap (1)
142
Baper Sergap (2)
143
Baper Sergap (3)
144
Baper Sergap (4)
145
Baper Sergap (5)
146
Saatnya Tarik-Ulur
147
Rayuan Si Perayu
148
Love Games
149
Who Is She?!
150
Pernah Saling Mencintai
151
Kesialan Bertubi-tubi
152
Perang Dingin
153
Pencarian Putra Mahkota
154
Putra Mahkota VS Pengawal Raja
155
Back To The Love Scene
156
Man to Man
157
Hidup Rumit Mbak Ayu
158
We Are Family (1)
159
We Are Family (2)
160
We Are Family (3)
161
We Are Family (4)
162
We Are Family (5)
163
We Are Family (6)
164
We Are Family (7)
165
The Loved One (1)
166
The Loved One (2)
167
The Loved One (3)
168
Acara Berdua
169
Musim Dingin di Jepang
170
One Day With Arman (1 of 3)
171
One Day With Arman (2 of 3)
172
One Day With Arman (3 of 3)
173
Aku Merindukanmu
174
Kamu, Di Depanku...
175
Janjiku
176
Kedatangan
177
Langit Ke Tujuh
178
The Heir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!