Kunjungan Teman

Pagi itu, sebuah lagu Nina Bobo mengalun dari mulut Kimmy saat menggendong baby Kin. Bayi itu terbuai dan tertidur sembari menghisap asi dari botolnya. Pelan-pelan diturunkannya di dalam box kemudian mengambil botol dari mulut si bayi dan menutup kelambunya.

Gadis itu menunggu bos Nonanya yang sedang mandi di bawah. Sedangkan Pak Bos Tuannya sudah berangkat bekerja sejak pagi-pagi sekali karena akan adanya rapat dadakan.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Gadis itu meraihnya dari atas meja.

"Halo, Ma!"

Kimmy memelankan suaranya agar baby Kin tak terganggu. Gadis itu pun berdiri agak menjauh dari box bayi.

"Kimmy, kapan kamu mengirimkan uang? Adik-adikmu membutuhkan uang untuk membayar sekolah!" ujar wanita di seberang sana.

"Oh iya, Ma. Maaf, aku belum bisa pulang karena baby Kin masih butuh banyak perhatian. Jadi bos nona juga masih selalu membutuhkan bantuanku, bahkan hari libur sekalipun," bisiknya di telepon.

"Lalu, bagaimana, ya?" ujar mamanya kebingungan.

"Uang itu harus dibayarkan bulan ini, Kimmy!" lanjut mamanya.

Kimmy memutar otaknya. Dia ingin mengirimkan uang tapi mamanya juga belum punya rekening bank. Tak seorang pun di rumah yang memiliki rekening bank selain dirinya.

"Ma, gimana kalau aku kirim uang lewat rekening tetangga?" usul Kimmy.

Terdengar helaan napas dari seberang.

"Ya sudah, nanti Mama tanyakan ke tetangga, siapa yang punya rekening dan bisa mengambilkan uangnya, ya? Kalau sudah dapat, nanti Mama telepon lagi, ya?"

"Iya, Ma. Oh ya, jika tidak terlalu penting, Mama bisa telepon lagi nanti malam."

"Ya, Kimmy, jaga diri baik-baik. Bos Felix masih menjagamu, kan?"

"Ck, Mama! Tugasku dan dia berbeda. Aku bisa jaga diri!"

"Iya, iya. Ya sudah, nanti mengganggu pekerjaanmu."

"Baik, Ma. Alepiu somat ...."

"So ...."

Telepon ditutup.

Hmm jawaban apa itu 'so'?

Kimmy terkikik menertawakan ibunya. Padahal bahasa Inggrisnya pun amburadul.

Suara pintu dibuka membuat Kimmy menengok ke arah itu. Bos nonanya telah berdiri dan masuk ke kamar, menenteng sebuah paper bag bergambar kartun bayi dan menyerahkan pada Kimmy.

"Kimmy, kemarin aku berbelanja dengan suamiku, dan aku membeli baju baru untuk baby Kin. Tolong kamu cuci dulu, ya?" titah Bianca.

"Siap, Bos Nona."

Kimmy mengambil tas itu dari tangan bos nonanya, kemudian melangkah keluar ke ruang laundry.

*

Pagi menjelang siang.

"Pak, kami orang-orang hotel Nona Bianca, mau menengok Nona dan bayinya!" ujar empat orang di depan berteriak pada satpam di depan gerbang usai turun dari taksi.

Laura, Nano, dan dua wanita perwakilan dari hotel telah berada di depan gerbang.

"Ada kartu ID-nya?" tanya satpam dari balik gerbang.

"Oh, ada, ada!!"

Laura merogoh tasnya lalu mengeluarkan ID dan surat ijin keluar dari manager hotel, kemudian menunjukkan pada si satpam.

Satpam memeriksa kartu dan meneliti surat itu. Sejenak kemudian dia mengangguk dan menyimpannya sembari membukakan gerbang untuk mereka.

"Wooahhh ... iso mbukak dewe!! Ajaib yo?" gumam Nano.

(Wooahhh ... bisa membuka sendiri!! Ajaib ya?)

Lelaki itu melongo melihat gerbang yang terbuka sendiri.

Mereka berempat berterima kasih pada satpam kemudian mulai masuk ke halaman rumah yang sangat mewah itu.

"Wah, Non Bianca sugih yo? Omahe magrong-magrong!" celoteh Nano lagi. Tak henti-hentinya dia mengagumi rumah itu.

(Wah, Non Bianca kaya, ya? Rumahnya mewah!)

Ketiga wanita yang lain pun kagum, tapi hanya mengagumi di dalam hati mereka.

Sampai di depan pintu, seorang pelayan membukakan pintu dan menyambut mereka berempat.

"Uayunee ...." bisik Nano saat melihat pelayan rumah, entah berbisik pada siapa.

"Jangan norak, Kak Nano!" desis Laura melotot pada pria itu.

"Semua gadis dibilang cantik sama Kak Nano, kambing dipakein lipstik pun dibilang cantik!" lanjut Laura.

Nano hanya cengengesan.

"Mari, silakan masuk."

Pelayan membungkuk dan mempersilakan mereka masuk. Kembali mereka tak dapat berkata-kata, hanya bola mata yang memandangi tiap sudut ruangan.

"Sebentar, saya panggilkan Nona Bianca. Anda semua bisa duduk dulu."

"Baik," jawab mereka.

Pelayan kembali membungkuk sopan dan naik ke atas untuk menemui nonanya, memberitahukan bahwa ada empat orang dari hotel menjenguknya.

Keempat orang itu duduk dengan hati-hati di sofa.

"Alah empuk serasa duduk di roti!!" seru Nano .

Mereka tertawa bahagia meski hanya baru duduk di sofa.

"Kapan ya, Kak Bianca butuh pelayan lagi? Aku mau kok kerja di sini," kekeh Ela, seorang dari mereka.

"Wah, kalau aku, pengen jadi suami keduanya Non Bianca. Jadi bisa numpang di sini," celetuk Nano.

"Hus, nguawur, enak saja Kak Nano, bisa dibejek-bejek sama Tuan Key! Lagian, Bianca tak mau lah poliandri sama Kak Nano! Pakai numpang hidup lagi! Nggak modal amat!" tukas Laura.

"Umpamane ...." ujar Nano terkekeh.

(Seumpama ....)

Ela, Laura dan Vina memutar bola matanya. Sebentar kemudian, Bianca datang dengan daster import cantik sedang menggendong baby Kin turun di tangga.

"Hai kalian! Ya ampun sampai di sini juga!" sambutnya.

Bersamaan dengan itu, pelayan membawakan lima gelas minuman yang enak dan beberapa cemilan yang lezat.

Mereka saling beradu pipi, kecuali Nano.

"Sehat kan, Kak Bianca?" tanya Vina.

"Iya, Vina. Aku dan baby Kin sangat sehat. Syukurlah," jawab Bianca.

"Yuk disantap saja cemilannya!" ujar Bianca mempersilakan keempat tamunya.

"Iya," jawab mereka.

"Eh lucu sekali baby Kin!" seru ketiga gadis itu mentowel pipi bayi itu gemas.

Agak lama mereka menggoda bayi seminggu yang sedang nyenyak tidur di gendongan ibunya itu. Namun, godaan mereka tak juga membangunkannya.

"Kebo sekali kayak Mommy-nya!" ujar Laura.

"Sialan!"

Bianca melempar bantal sofa ke wajah Laura. Mereka terbahak-bahak di ruang tamu. Mereka menikmati minum dan cemilan sambil ngobrol.

"Bagaimana rasanya jadi seorang ibu, Bi?" tanya Laura.

"Luar biasa," jawab Bianca menggelengkan kepala.

"Wah, rumahmu mewah, Bi!" ujar Laura lagi.

"Ya ... beginilah adanya."

Bianca hanya menanggapinya dengan biasa.

"Suamimu?" tanya Laura.

"Kerja," jawab Bianca.

"Eh, Kakak pelayan sudah menyiapkan masakan lho. Yuk kita makan dulu! Semenjak jadi ibu menyusui, aku mudah lapar!" ajak Bianca.

"Ayolah," jawab Ela.

Mereka berempat setuju juga karena perut mereka juga telah keroncongan.

"Sebentar, aku panggil Kimmy dulu, biar gendong baby Kin."

Bianca melihat Kimmy baru keluar dari ruang baca. Dia memanggil Kimmy dengan tangan. Gadis itu segera turun.

"Tolong gendongin baby Kin dulu, ya? Kami mau makan."

"Mbak Kimmy cantik, trendy, sotoy ...." puji Nano.

Kimmy menggendong baby Kin sambil mengerutkan dahi, kesal dengan kata terakhir.

"Apa Kak Nano? Sotoy?" tanya Bianca.

"Iya, sotoy banget!" Pria itu berdecak kagum menatap Kimmy yang melengos. Ingin rasanya memelintir leher pria itu jika dia bukan tamu bos nonanya.

"Maksudnya apa sotoy?" tanya Vina.

"Itu lho istilah cewek yang kecowok-cowokan," jawab Nano tersipu.

"Masa tidak tahu, sih?" desis pria itu senyum-senyum, masih menatap Kimmy yang mendengus sebal.

"Oooh ... itu tomboy!!" ralat semua berbarengan sembari tertawa.

"Eh, udah ganti, ya?" tanya Nano innocent.

"Kimmy dan Kak Nano lidahnya sama saja!" ujar Bianca tertawa.

Sama? Amit-amit, Bos Nona!

Kimmy segera membungkuk permisi pada tamu-tamu Bianca dan membawa baby Kin ke kamarnya. Dia bernapas lega karena bisa lepas dari pandangan Nano.

******

Plagiarisme melanggar Undang-undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Ketemuan di pengadilan ya kalo ngelanggar!!

Terpopuler

Comments

Nay

Nay

AQ mbaca maraton dan ketawa nya maraton juga. 😂😂😂sampe mules perut ketawa mulu. dr kisah awal biaca sesen 1 sama ke sesen 2. ngakak gegulingan ya ampun...😂😂😂😂😂😂😂😂😂

2022-01-29

0

🦅HagiaShofia🦘

🦅HagiaShofia🦘

aku tu tak bisa berkomentar apa" thor intinya ngakak so hard 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2021-10-26

0

iyut_PAntes

iyut_PAntes

si kimmy bilang alepiu somad
nah si nano bilang sotoy
bener2

2021-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Baru
2 Kerja Bersama
3 Nifas
4 Jendela Lucknut
5 Jendela Lucknut Lagi
6 Susah Bicara Denganmu!
7 Berbaikan
8 Kunjungan Teman
9 Bahasa Asing
10 Kata Orang Dulu
11 Jamur
12 Tengkurap
13 Sudah Seperti Pasangan
14 Belanja
15 Kelakuan Daddy
16 Satu Tahun Baby Kin
17 Cuti
18 Psikopat
19 Sampai Rumah
20 Persoalan Keluarga Kimmy
21 Juragan Burhan
22 Mendatangi Rumah Juragan
23 Terpaksa Menikah
24 Ketinggalan
25 Terpaksa Menikah 2
26 Pesan Tio
27 Wanita Ini?
28 Tidur Sekamar
29 Pinjam Baju
30 Menjemput Tuan Key
31 Pulang Ke Desa
32 Mengantar Pengantin Baru
33 Apartemen
34 Hari Kedua di Apartemen
35 Chatting
36 Pertemuan
37 Kekesalan Vs Kebahagiaan
38 Satu Kamar (Lagi)
39 Omelete
40 Pembalasan
41 Pandai Memasak
42 Panas
43 Saatnya Kembali Bekerja!
44 Chef
45 Ganti Jadwal
46 Belanja Sore
47 Coklat
48 Topa
49 Siapa Cemburu?
50 Ponsel Baru
51 Menunggu Chef
52 Bebas Tugas
53 Masa Lalu Felix
54 Rencana Amoy
55 Minuman
56 Bertemu
57 Menyadari Sesuatu
58 Ayah Biologis
59 Paling Tampan
60 Kenapa Felix?
61 Kapan?
62 Rumah Siapa?
63 Kamuflase
64 Sayang
65 Undangan Pernikahan
66 Persiapan Ke Pesta
67 Pesta Pernikahan
68 Bonus Liburan Felix
69 Bulan Madu?
70 Takut
71 Berenang
72 Aku Mau!
73 Belanja
74 Sibuk
75 Hamil?
76 Tak Menyangka
77 Bos Nona Lelah
78 Penjelasan
79 Kejutan
80 Persiapan Resepsi
81 Checking
82 Meriah
83 Sama
84 Ngidam
85 Cari Rumah Baru
86 Memilih Brosur
87 Peresmian Rumah Baru
88 Usai Acara
89 Tak Mau Parfum
90 Belanja
91 Bulan Ke-9
92 Bareng
93 Panik Oh Panik
94 Lahir
95 Pulang ke Rumah
96 Suka
97 Ternyata Benar
98 Nonton Bioskop
99 Tugas Akhir
100 Persiapan
101 Selamat Susan!
102 Gantungan Kunci
103 Membantu Orang
104 Reuni
105 Identitas Susan
106 Bertemu
107 Keinginan Susan
108 Ingin Bertemu
109 Pengakuan
110 Panti Asuhan
111 Panti Asuhan (2)
112 Kehangatan Di Panti Asuhan
113 Pekerjaan Susan
114 Yoshua Pulang
115 Operasi Adele
116 Jemputan
117 Romantis?
118 Warung Makan
119 Ketahuan
120 Kado
121 Dapat Email
122 Mulai Bekerja
123 Cincin
124 Pencarian
125 Penyelamatan
126 Oalah, Yon.
127 Aku Belum Siap!
128 Maukah Kamu?
129 Ketiban Durian
130 Kapan Kamu Melamar Adikku?
131 Kamu Nanti Lamaran, Lho!
132 Lamaran
133 Sebelum Pernikahan
134 Pernikahan
135 Tangkap Buket Bunga!
136 PENGUMUMAN
137 PROMO BUKAN UP
138 NOVEL BARU DI NT
Episodes

Updated 138 Episodes

1
Kehidupan Baru
2
Kerja Bersama
3
Nifas
4
Jendela Lucknut
5
Jendela Lucknut Lagi
6
Susah Bicara Denganmu!
7
Berbaikan
8
Kunjungan Teman
9
Bahasa Asing
10
Kata Orang Dulu
11
Jamur
12
Tengkurap
13
Sudah Seperti Pasangan
14
Belanja
15
Kelakuan Daddy
16
Satu Tahun Baby Kin
17
Cuti
18
Psikopat
19
Sampai Rumah
20
Persoalan Keluarga Kimmy
21
Juragan Burhan
22
Mendatangi Rumah Juragan
23
Terpaksa Menikah
24
Ketinggalan
25
Terpaksa Menikah 2
26
Pesan Tio
27
Wanita Ini?
28
Tidur Sekamar
29
Pinjam Baju
30
Menjemput Tuan Key
31
Pulang Ke Desa
32
Mengantar Pengantin Baru
33
Apartemen
34
Hari Kedua di Apartemen
35
Chatting
36
Pertemuan
37
Kekesalan Vs Kebahagiaan
38
Satu Kamar (Lagi)
39
Omelete
40
Pembalasan
41
Pandai Memasak
42
Panas
43
Saatnya Kembali Bekerja!
44
Chef
45
Ganti Jadwal
46
Belanja Sore
47
Coklat
48
Topa
49
Siapa Cemburu?
50
Ponsel Baru
51
Menunggu Chef
52
Bebas Tugas
53
Masa Lalu Felix
54
Rencana Amoy
55
Minuman
56
Bertemu
57
Menyadari Sesuatu
58
Ayah Biologis
59
Paling Tampan
60
Kenapa Felix?
61
Kapan?
62
Rumah Siapa?
63
Kamuflase
64
Sayang
65
Undangan Pernikahan
66
Persiapan Ke Pesta
67
Pesta Pernikahan
68
Bonus Liburan Felix
69
Bulan Madu?
70
Takut
71
Berenang
72
Aku Mau!
73
Belanja
74
Sibuk
75
Hamil?
76
Tak Menyangka
77
Bos Nona Lelah
78
Penjelasan
79
Kejutan
80
Persiapan Resepsi
81
Checking
82
Meriah
83
Sama
84
Ngidam
85
Cari Rumah Baru
86
Memilih Brosur
87
Peresmian Rumah Baru
88
Usai Acara
89
Tak Mau Parfum
90
Belanja
91
Bulan Ke-9
92
Bareng
93
Panik Oh Panik
94
Lahir
95
Pulang ke Rumah
96
Suka
97
Ternyata Benar
98
Nonton Bioskop
99
Tugas Akhir
100
Persiapan
101
Selamat Susan!
102
Gantungan Kunci
103
Membantu Orang
104
Reuni
105
Identitas Susan
106
Bertemu
107
Keinginan Susan
108
Ingin Bertemu
109
Pengakuan
110
Panti Asuhan
111
Panti Asuhan (2)
112
Kehangatan Di Panti Asuhan
113
Pekerjaan Susan
114
Yoshua Pulang
115
Operasi Adele
116
Jemputan
117
Romantis?
118
Warung Makan
119
Ketahuan
120
Kado
121
Dapat Email
122
Mulai Bekerja
123
Cincin
124
Pencarian
125
Penyelamatan
126
Oalah, Yon.
127
Aku Belum Siap!
128
Maukah Kamu?
129
Ketiban Durian
130
Kapan Kamu Melamar Adikku?
131
Kamu Nanti Lamaran, Lho!
132
Lamaran
133
Sebelum Pernikahan
134
Pernikahan
135
Tangkap Buket Bunga!
136
PENGUMUMAN
137
PROMO BUKAN UP
138
NOVEL BARU DI NT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!