20. baret

Itulah awalnya. Jauh-jauh dari Jombang, Hazri tidak pernah mimpi bakal jadi preman di Jogja. Ibunya pun tidak mungkin mengharap itu, demikian pula teman-teman kontrakannya. Tapi, kenyataan berkata lain, suka atau tidak, nyatanya Hazri sekarang telah terlibat di dunia hitam kota pelajar. Apapun alasannya.

Empat bulan Hazri banyak belajar dari Romi tentang seluk-beluk dunia barunya ini. Walau telah dilantik sebagai Sang Tigernya Kopen, Hazri tidak lantas berlagak sok tahu atau sok berkuasa. Dia sadar kalau memang belum punya pengalaman tentang dunia barunya ini. Maka, belajar langsung  dari yang berpengalaman adalah cara terbaik agar cepat paham.

Romi cocok dengan gaya kepemimpinan Hazri. Karena dia dulu pernah mengalami fase belum pengalaman maka Romi mengerti kalau Hazri sekarang sedang belajar darinya, walaupun ketuanya ini tidak berbicara terus terang. Pendapat dan masukkan selalu disampaikan Romi tanpa rasa sungkan. Dengan begitu Hazri bisa lebih cepat paham .

Dari hasil belajarnya, Hazri akhirnya bisa mengerti kalau Kopen belum terhitung kelompok preman papan atas di Jogja saat ini. Mungkin bisa dikatakan masih masuk papan tengah bawah. Di kawasan kampus putih mereka memang cukup dikenal, tapi lebih ke Rominya, bukan Kopen itu sendiri. Di tempat lain malah lebih parah, nama Kopen hampir tidak populer walaupun orang-orangnya ada di sana dan tidak bisa di bilang sedikit.

“Menurutmu kenapa bisa seperti itu Rom?”

“Entalah, Bang. Dari dulu susah kalau untuk ngangkat. Cuma yang di kawasan kampus putih yang lumayan.” jawab Romi.

Hazri manggut-manggut. Dia menerima rokok yang disodorkan Romi. Sekarang Hazri sudah merokok dan minum sedikit-sedikit untuk penyesuaian.

“Kalau menurutku, itu karena mereka terlalu bergantung dengan adanya dirimu.”

“Maksudnya, Bang?” Romi menghisap dalam-dalam rokoknya.

“Ya, coba kamu pikirkan, selama ini segala urusan apa-apa mesti kamu gitu.”

Romi berpikir sebentar. “Bisa jadi juga itu Bang, tapi aku kan ketuanya waktu itu jadi apa-apa ya harus aku yang turun tangan dong...”

Hazri menghembuskan asap rokoknya sambil tersenyum ringan. “Benar. Tapi jadi kamu  yang akhirnya capek sendiri. Lama-lama nggak kepegang tuh. Akhirnya seperti jalan sendiri-sendiri.”

“Lah kan ada ketua wilayah?”

“Nah itu, ketua wilayahnya juga sangat tergantung padamu. Mereka nggak berani mengambil keputusan sendiri. Mau tidak mau persoalan kecil atau besar, diserahkan semua ke kamu, nunggu keputusanmu. Betul, kan?”

Romi diam sejenak. Dimainkannya batang rokok sambil meresapi apa yang dikatakan Hazri.

“Hehehe... kalau dipikir-pikir bener juga, Bang. Mereka semua takut kepadaku, sedang aku khawatir kehilangan mereka. Ujung-ujungnya organisasi malah nggak berembang karena aku sibuk loncat sana loncat sini...” Romi senang akhirnya bisa tahu masalah Kopen tidak berkembang selama ini, walaupun tahunya saat dia tidak menjabat ketua lagi.

“Jadi, solusinya bagaimana ini, Bang?” tanya Romi.

“Sederhana. Buat komitmen bagi-bagi tugas, laksanakan dengan benar. Itu saja. Tapi, bagi-bagi tugasnya harus sesuai dengan porsinya. Jangan sampai kejadian lagi sang Tiger mesti turun tangan lagi ngurusin juru parkir, hehehe...” canda Hazri.

“Hahaha...sang Tigernya saja dibuat sampai mencret apalagi kucing pasarnya...” Romi menertawai dirinya sendiri.

Mereka tertawa-tawa sebentar, mengendurkan saraf yang tegang.

Seperti itulah mereka biasa bertukar pikiran dan  pendapat. Hazri, Romi, dan  para ketua wilayah. Maka, pemahaman Hazri pun terus bertambah seiring perjalanannya dalam memimpin Kopen. Dia juga meminta pendapat para anggota lainnya tentang rencananya membentuk semacam unit khusus dalam organisasi Kopen.

“Pasukan khusus itu sangat dibutuhkan. Angkatan darat punya Kopassus, angkatan laut punya Denjaka, di udara ada Paskhas, polisi pun punya Brimob. Jadi seharusnya Kopen juga punya dong...,” kata Romi mendukung Hazri.

Hazri tersenyum melihat Romi antusias mendukung rencananya itu. “Bagaimana yang lain?” tanya Hazri kepada para ketua wilayah.

“Masalahnya apa nanti tidak menimbulkan rasa kecemburuan antar anggota, Bang?” tanya Ajay.

“Heleh apanya yang dicemburuin..., emangnya cantik?” canda Romi.

Semua tertawa. “Cantik itu bukan soal.” Tomi ikut berkomentar. “Kalau aku sih yang penting bempernya. Muka karung goni pun sikat...”

Mereka semua tertawa.

“Kalau kamu, Yu, bagaimana?” Hazri bertanya kepada Wahyu. Ketua wilayah satu ini sangat pendiam, paling cuma cengar-cengir. Dia paham  karena logatnya yang lucu, karena menggunakan bahasa daerah asalnya Kebumen, ngapak. Wajahnya memang angker, badannya gedeh asal jangan suruh ngomong saja. Tapi jangan salah dia jago silat juga, walaupun tak sehebat Hazri. Hanya dasar-dasarnya saja. Makanya dia dipilih Romi menjadi salah satu ketua wilayah. “Lumayan, buat gertak-gertak...,”  kata Romi tentang Wahyu kepada Hazri dulu.

“Cocok itu, Bang. Di kelompok silat kampung inyong ya pada bae, ada orang-orangan kayak kui...,” jawab Wahyu polos.

Mendengar omongan Wahyu itu makin keraslah tawa teman-temannya. Wahyu terpaksa ikut tertawa kecut. “Kira-kira inyong termasuk orang-orangan kui ora, Yu.” canda Romi malah terlihat aneh dengan logatnya itu.

“Sudah...sudah...,” kata Hazri menengahi sambil menahan tawa. “Jadi, kamu setuju tentang rencana ini, Yu?” tanya Hazri sekali lagi.

Wahyu mengangguk. Nyengir saja, tidak berani ngomong lagi.

“Oke, yang lain bagaimana?” Hazri bertanya ke semua yang hadir.

Akhirnya semua sepakat tentang pembentukan unit khusus ini. Bagi Hazri, ini adalah sebuah rencana penting untuk bisa membawa Kopen lebih maju. Dia akan menempatkan unit itu menjadi semacam rotor penggerak yang menggerakkan rangkaian untuk berjalan dan sampai sasaran. Jumlah anggota Kopen yang ada sekarang tidak bisa dikatakan sedikit, dengan bermacam model, kelakuan, dan polahnya. Kuantitas terbilang banyak dan mudah ditemukan, masalahnya menemukan kualitas ini yang sedikit susah.

Sulit bagi Hazri untuk bisa mengangkat kualitas para anggotanya itu jika hanya dia dan para ketua wilayah saja yang bergerak. Maka, Hazri memerlukan agen-agen khusus yang ditempatkan di seluruh wilayah, mereka yang sehari-harinya terlibat di organisasi di wilayah-wilayah itu. Dengan begitu Hazri dan para ketua wilayah bisa fokus mengurus tugas utamanya masing-masing.

“Jadi, unit khusus ini tidak dipisahkan, bukan di kandangin sendiri. Malah jadi salah kalau seperti itu. Justru mereka ini dibaurkan untuk menjadi panutan yang lain...,” kata Hazri menjawab pertanyaan Ajay. “Memang, akan aku kasih seragam, biar kelihatan gagah, tapi bukan untuk dipakai sehari-hari seperti seragam dinas. Dipakainya nanti kalau ada tugas yang memerlukan penampilan. Sehari-hari, mereka seperti anggota lain, cuma sikapnya juga beda dikit, yang ini profesional punya. Seperti itu gambaranya.”

Romi dan yang lain mengangguk-angguk mulai paham dengan rencana Hazri. Dia kagum kepada Hazri yang dinilainya cukup cerdas dalam memimpin. Sekian tahun Romi memimpin belum pernah untuk kepikiran kesana. Yang dia tahu hanya ‘pubarta’ alias pukul baru tanya. Pantas Kopen susah berkembang.

“Perlu dinamain nggak nih, Bang?” tanya Sobir.

“Harus itu. Biar cepat, aku tetapkan saja, namanya Baret. Bukan singkatan. Baret, begitu saja...,” jawab Hazri.

“Baret...keren tuh, seperti identitas TNI ditentukan warna baretnya...,” Simon berkomentar, yang lain kompak langsung setuju, tidak ada yang keberatan.

“Sekalian aku tetapkan hal ini, perhatikan. Secara umum, ketua Baret adalah aku sebagai ketua Kopen. Siapa pun yang menjadi ketua Kopen maka dia adalah ketua Baret. Nah, untuk pegang sehari-hari yang pegang komando adalah Romi. Katakanlah, dia Panglimanya. Biar sama gagahnya. Maksudnya begini panglima Baret adalah Romi dan dia melapor ke aku sebagai ketua Kopen. Tapi, perlu diingat, di luar itu kita bertujuh adalah pimpinan Baret. Sebab kita yang mendirikannya hari ini.”

Mereka pun riuh bertepuk tangan menyambut keputusan ketuanya ini.

“Aku panglima sekarang, Hahaha...” Romi tertawa diikuti yang lain. Tidak ada kecemburuan yang terlihat.

Secuil kopi

Baret adalah sebuah topi berbentuk bulat, pipih, dan lembut, biasanya terbuat dari tenunan, wol rajutan tangan, katun rajutan, flanel wol, atau serat akrilik.

Produksi massal baret dimulai pada abad ke-19 di Prancis dan Spanyol, negara-negara yang tetap terkait. Baret biasanya dipakai sebagai bagian dari banyak seragam unit militer dan polisi di seluruh dunia, serta oleh organisasi lainnya.

Baret yang dimiringkan ke kiri memiliki arti bahwa pasukan yang mengenakannya mempunyai tugas keamanan, pengamanan dan penegakan hukum.

Sedangkan untuk posisi baret yang dimiringkan ke kanan menandakan bahwa pasukan tersebut berada dalam kesiapan tinggi dan siap tempur.

Episodes
1 1. kontrakan
2 2. rumah
3 3. kamar
4 4. kos
5 5. rs sardjito
6 6. warkop
7 7. KA logawa
8 8. warung makan
9 9. pohon manggis
10 10. emas batangan
11 11. villa kayu
12 12. parkir pertokoan
13 13. angkringan
14 14. markas 1
15 15. markas 2
16 16. markas 3
17 17. dus makanan
18 18. ruang rapat
19 19. pistol
20 20. baret
21 21. rottweiler
22 22. celurit
23 23. Tidar
24 24. pedesaan
25 25. truk
26 26. isuzu panther
27 27. mandau
28 28. perburuan 1
29 29. perburuan 2
30 30. esekusi 1
31 31. esekusi 2
32 32. berita televisi
33 33. bareskrim polda
34 34. ambarrukmo plaza
35 35. bakso malang
36 36. sebuah paket FedEx
37 37. penjelasan bekas gudang semen 1
38 38. penjelasan bekas gudang semen 2
39 39. penjelasan bekas gudang semen 3
40 40. si kenyut dan si kuyi
41 41. penyergapan sang tiger
42 42. terungkapnya sang tiger
43 43. kenangan pohon kelapa
44 44. keputusan kopra
45 45. pertimbangan sabut kelapa
46 46. raungan sang tiger
47 47. rencana dan kegagalan
48 48. sepasang mata berlian
49 49. pandangan itu
50 50. gundah
51 51. kerikil kenangan
52 52. pesan sang tiger
53 53. nego tiger
54 54. siapa dan siapa
55 55. sampai kapan
56 56. ketemu
57 57. pesta penyambutan
58 58. sampai jumpa bung
59 59. bertemu kembali
60 60. pelarian selanjutnya
61 61. lelah dan berserah
62 62. dimana?
63 63. rasa yang pernah ada
64 64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65 65. biji kauka
66 66. sudah berapa?
67 67. kuda sumbawa ngamuk
68 68. uenak sekali
69 69. sang tiger kembali
70 70. masih sama
71 71. bukan kebetulan
72 72. sama mentoknya
73 73. mega proyek sang tiger
74 74. cv marno sugeng
75 75. ada apa gerangan
76 76. dua hari sejak kembali dari progo
77 77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78 78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79 79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80 80. kitab tanpa halaman
81 81. itulah awalnya
82 82. binatang melata
83 83. ronggeng monyet
84 84. kangen juga
85 85.apa sih bagian kita di dunia?
86 86. kode gila illahi
87 87. ternyata
88 88. barisan patah hati
89 89. sah
90 90. cepatnya sang waktu
91 91. ada apa?
92 92. tantangan dari hohoho
93 93. hohoho vs hihihi
94 94. kesadaran hohoho
95 95. nggak sembarangan
96 96. reuni haji
97 97. ka'bah sejati
98 98. sudah kenal?
99 99. apa kabar?
100 100. ketemu sangat jenderal
101 101. cuma wayang
102 102. masih ada ternyata
103 103. boneka pertunjukan
104 104.sarang lama tiger
105 105. tiger tua
106 106. keluar dan kembali
107 107. apa masalahnya?
108 108. siap siap dan siap sajalah
109 109. kejutan
110 110.kisah untuk keluarga
111 111. menjelang jatuh cinta
112 112. kisah yang sama
113 113. usai sudah
114 Secuil Kopi
115 00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116 000. selamat jalan
Episodes

Updated 116 Episodes

1
1. kontrakan
2
2. rumah
3
3. kamar
4
4. kos
5
5. rs sardjito
6
6. warkop
7
7. KA logawa
8
8. warung makan
9
9. pohon manggis
10
10. emas batangan
11
11. villa kayu
12
12. parkir pertokoan
13
13. angkringan
14
14. markas 1
15
15. markas 2
16
16. markas 3
17
17. dus makanan
18
18. ruang rapat
19
19. pistol
20
20. baret
21
21. rottweiler
22
22. celurit
23
23. Tidar
24
24. pedesaan
25
25. truk
26
26. isuzu panther
27
27. mandau
28
28. perburuan 1
29
29. perburuan 2
30
30. esekusi 1
31
31. esekusi 2
32
32. berita televisi
33
33. bareskrim polda
34
34. ambarrukmo plaza
35
35. bakso malang
36
36. sebuah paket FedEx
37
37. penjelasan bekas gudang semen 1
38
38. penjelasan bekas gudang semen 2
39
39. penjelasan bekas gudang semen 3
40
40. si kenyut dan si kuyi
41
41. penyergapan sang tiger
42
42. terungkapnya sang tiger
43
43. kenangan pohon kelapa
44
44. keputusan kopra
45
45. pertimbangan sabut kelapa
46
46. raungan sang tiger
47
47. rencana dan kegagalan
48
48. sepasang mata berlian
49
49. pandangan itu
50
50. gundah
51
51. kerikil kenangan
52
52. pesan sang tiger
53
53. nego tiger
54
54. siapa dan siapa
55
55. sampai kapan
56
56. ketemu
57
57. pesta penyambutan
58
58. sampai jumpa bung
59
59. bertemu kembali
60
60. pelarian selanjutnya
61
61. lelah dan berserah
62
62. dimana?
63
63. rasa yang pernah ada
64
64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65
65. biji kauka
66
66. sudah berapa?
67
67. kuda sumbawa ngamuk
68
68. uenak sekali
69
69. sang tiger kembali
70
70. masih sama
71
71. bukan kebetulan
72
72. sama mentoknya
73
73. mega proyek sang tiger
74
74. cv marno sugeng
75
75. ada apa gerangan
76
76. dua hari sejak kembali dari progo
77
77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78
78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79
79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80
80. kitab tanpa halaman
81
81. itulah awalnya
82
82. binatang melata
83
83. ronggeng monyet
84
84. kangen juga
85
85.apa sih bagian kita di dunia?
86
86. kode gila illahi
87
87. ternyata
88
88. barisan patah hati
89
89. sah
90
90. cepatnya sang waktu
91
91. ada apa?
92
92. tantangan dari hohoho
93
93. hohoho vs hihihi
94
94. kesadaran hohoho
95
95. nggak sembarangan
96
96. reuni haji
97
97. ka'bah sejati
98
98. sudah kenal?
99
99. apa kabar?
100
100. ketemu sangat jenderal
101
101. cuma wayang
102
102. masih ada ternyata
103
103. boneka pertunjukan
104
104.sarang lama tiger
105
105. tiger tua
106
106. keluar dan kembali
107
107. apa masalahnya?
108
108. siap siap dan siap sajalah
109
109. kejutan
110
110.kisah untuk keluarga
111
111. menjelang jatuh cinta
112
112. kisah yang sama
113
113. usai sudah
114
Secuil Kopi
115
00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116
000. selamat jalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!