3. kamar

“Dik, Bang Hazri di sini?” Romi tiba-tiba ada di sebelah Sodik. Nampak begitu lesu dan banyak pikirannya.

“Loh, Bang? Nggak kelihatan datangnya...,” sapa Sodik. Bau alkohol menyeruak dari mulutnya saat bicara tadi.

“Bang Hazri di sini?” tanya Romi sekali lagi

“Ada di dalam kamar. Sedang istirahat kayaknya.”

Romi segera beranjak masuk ke dalam kontrakan, Sodik mengikuti dari belakang meninggalkan Najib dan anak-anak lainnya yang mulai bersiap-siap hendak berangkat ke kampus. Maklum masih mahasiswa baru jadi takut terlambat. Berbeda dengan Hazri, Sodik, dan Romi sebagai mahasiswa lama mereka lebih santai, terlambat 10-20 menit bukan soal bagi mereka.

“Ada apa, Bang?” Sodik bertanya.

Romi menggeleng. Tidak menjawab sambil terus berjalan menuju kamar yang dimaksud oleh Sodik.

Setibanya di depan kamar, Romi mengetuk pintu. “Bang...” belum ada jawaban. Hening, sepertinya sedang tidur. “Bang Hazri...”

Di dalam kamar, lamat-lamat Hazri mulai tersadar dari lamunanya.

“Bang....” pintu kembali diketuk Romi, kali ini agak sedikit lebih kencang.

“Iya, masuk...” ujar Hazri dari dalam kamar

Romi membuka pintu dan langsung masuk, Sodik masih mengikuti Romi dari belakang.

“Siang, Bang,” sapa Romi dengan nada dan ekspresi wajah yang lesu.

Hazri bangkit dari posisi tidur lalu mengangguk. “Duduk, Rom !” tanpa ikut disuruh Sodik pun mengikuti Romi untuk mengambil posisi duduk. “Ada apa Rom?”

Romi menghela napas panjang, mencoba mengeluarkan segala beban yang ada. “Begini, Bang, kayaknya kita ada sedikit masalah dengan Pak Day..”

Hazri tertegun, “Pak Day?”

Romi mengangguk cepat.

“Kau keluar dulu, Dik, ini urusannya Romi,” kata Hari kepada Sodik.

Sodik mengangguk. Dengan sigap dia keluar sambil menutup pintu.

Hazri mengambil gelas dan mengisinya dengan Vodka yang dari tadi belum disentuhnya, lalu diberikan ke Romi. Sementara Hazri mengambil rokok dan menyulutnya, dihisapnya dalam-dalam dan dikeluarkan. Asap pun membumbung memenuhi ruang ini. Tanpa menunggu perintah Romi pun mengambil rokok dan ikut menyulutnya. Maka ruangan yang tidak begitu luas dipenuhi dengan asap rokok, untungnya masih ada ventilasi yang membantu sirkulasi udara.

“Bagaimana, Rom? Ada masalah apa yang bisa kau laporkan?” Hazri mulai membuka diskusi.

“Begini, Bang, kita sudah membelikan barang elektronik bodong untuk kampus biru seperti yang dipesan Pak Day, kualitas juga sama seperti yang diminta KW 2. Bahkan sudah dikirim pula seperti perintah Abang. Anak-anak Baret yang kawal...,” Romi berhenti sejenak menghisap rokoknya, kali ini lebih santai. Hazri menunggu kelanjutannya.

“Sampai di situ urusan aman terkendali. Uang aparat sudah kukasih. Semua aparat tutup mata sampai ke kampus biru.”

Hazri sedikit bernapas lega. Tadinya dia pikir ada masalah dengan aparat yang bersangkutan. “Terus, kenapa?”

“Besoknya, berarti kemarin, aku ke kampus biru sama Ridwan mau nagih bayaran ceritanya...,” Romi memandang Hazri. “Begitu kan perintah yang Abang berikan?”

“Iya, lanjut...” jawab Hazri

“Itulah. Cuma waktu sampai di kampus biru, disana kami nggak diperbolehkan masuk...”

“Nggak boleh masuk gimana, Rom?” ekspresi wajah Hazri agak heran. Padahal untuk urusan masuk ke kampus-kampus yang ada di Jogja selama ini aman-aman saja. Asal satpamnya tahu itu anggota Kopen maka segala urusan lancar.

“Kampus Biru dijaga ketat sama anggota-anggotanya Kapri. Kami bilang hendak ketemu Pak Day, mereka malah marah-marah, pakek bentak pula. Katanya Pak Day tidak bisa diganggu untuk saat ini.”

“Kapri siapa?” tanya Hazri

“Itu loh organisasi yang dulu sempat Abang hajar karena menghalangi masuk ke kampus orange.” jawab Romi sambil meneguk minuman yang disodorkan Hazri tadi.

Hazri mengingat-ingat. “Yang anaknya pada sok jago itu?”

Romi mengangguk.

“Lah satpamnya bagaimana saat melihat ini?” tanya Hazri lagi.

“Satpamnya hanya berdiri melihat tanpa ada respon. Entah takut atau memang sudah disogok untuk tidak ikut campur.” jawab Romi menjelaskan. Rokok di tangannya sudah habis. Romi mengambil lagi kemudian menyulutnya. Sementara rokok di tangan Hazri telah habis sejak tadi, namun dia enggan untuk menyulut lagi. Dia lebih memilih memperhatikan penjelasan dari Romi.

Hazri mulai mendidih, ekspresi wajahnya menegang. “Anak kemarin sore dah sok-sokan jadi jagoan tuh Kapri...” Hazri mengumpat. “Kau bilang urusan kita nagih bayaran ke Pak Day bukan yang lainnya?”

“Sudah, Bang. Malah salah satu anggotanya ngomong katanya nggak pakai bayar-bayaran, Pak Day nggak mau bayar. Pokoknya nggak ada urusan lagi sama Kopen.”

“Brengsek!, kurang ajar betul mereka..” Hazri kesal.

“Nggak tahan aku sama Ridwan, kesal banget lihat lagaknya yang sok jago itu. kuhajar dia. Teman-temannya datang...jadi. Delapan lawan dua. Aku kesabet pisau, sementara Ridwan mengenaskan. Untung kami masih bisa kabur.”

Romi memperlihatkan beberapa luka lebam yang ada di wajah dan luka sayatan di pinggang kanannya. Lumayan parah walaupun nggak sangat. “Aku nggak apa-apa. Ridwan yang kritis.”

“Dimana dia sekarang?”

“Aku bawa ke Sarjito. Parah benar dia, kepalanya bocor kena pukulan balok kayu. Kata dokter kemungkinan dia akan gagar otak. Itu pun kalau dia bisa selamat  Bang.”

“Ha? Kurang ajar..” Hazri semakin kesal.

“Tiga anak Baret aku suruh jaga-jaga disana.” Lanjut Romi.

Hening suasana. Ruangan yang tidak begitu luas itu semakin pengap.

“Jadi, kita belum dapat duit dari Day?” Hazri menegaskan.

“Belum, Bang. Makanya aku datang kesini melapor.”

Hazri menelpon Day lewat HP. Diputus..., dicobanya lagi, diputus kembali. sampai tiga kali. “Setan alas! Kemana ****** sialan itu!” makinya sambil melihat menu WA. Kosong, tidak ada pesan masuk.

Hening kembali suasana siang ini. Hazri diam, mencoba mengingat-ingat kembali semua proses, dimulai dari awal saat dia dan Day bernegosiasi sebulan yang lalu. Tahap demi tahap diingatnya kembali, siapa tahu ada kesalahan dari pihaknya. Nihil, dia tidak menemukannya, semuanya berjalan sesuai kesepakatan. Romi juga diam sambil memainkan gelas minumannya yang sudah dia teguk separuh tadi.

“Menurutmu, siapa yang buat masalah?” tanya Hazri.

“Pak Day!” jawab Romi tegas tanpa berpikir panjang.

“Kau siap?”

“Kapan pun Abang perintah.”

“Ayo!” Hazri beranjak keluar ruangan, diikuti Romi di belakangnya.

Melihat kemunculan Hazri dengan wajah yang dingin seperti bongkahan es balok, dingin dan keras. Sodik paham bahwa bosnya ini sedang marah besar.

“Ada apa Bang?” tanya Sodik memberanikan diri.

“Dik, kita punya urusan. Kau dan anak buahmu yang ada di kontrakan ini bersiap-siaplah. Tetap waspada dan siaga. Tunggu sampai perintahku selanjutnya. Mengerti?”

“Siap, Bang,” jawab Sodik cepat. Romi di samping Hazri memberi isyarat tangan mengepal. Dia pun mengangguk paham.

“Ada yang ditanyakan?” tanya Hazri mencoba memastikan kesiapan anak buahnya ini.

Sodik menggelengkan kepala, “Jelas, Bang.”

“Oke, aku sama Romi pergi dulu.”

Sodik menganggukkan kepala diikuti dengan kepergian Hazri dan Romi. Mereka berdua menuju sepeda motor Tiger yang terpakir di depan rumah kontrakan ini. “Biar aku yang bawa Bang.” Ujar Romi. Hazri pun menyerahkan kunci motor Tiger hitamnya ke Romi.

“Ke tempat kosku dulu...”

Sekedar info

Honda Tiger 2000 pernah berjaya di masanya. Motor sport touring Honda ini lahir sebagai kasta tertinggi dari model di jajarannya setelah GL Pro dan Mega Pro. Selama masa hidupnya dengan rentang dua dasawarsa Tiger punya lima generasi. Tapi bagi pecinta Tiger klasifikasinya dibuat lebih ringkas hanya tiga, yaitu Tiger Lawas ( Tilas), Tiger Lama ( Tilam), dan Tires (Tiger Revo).

Terpopuler

Comments

Ridho Widodo

Ridho Widodo

masuk kalo bisa perangnya yg seru...

2023-09-21

0

AbhiAgam Al Kautsar

AbhiAgam Al Kautsar

sementara cerita belum nyambung

2023-02-19

0

Solihat

Solihat

hmmp jd inget waktu dlu punya pacar orang kaya d kampung punya motor tiger jg
bersa jd c'wek paling cantik aq waktu itu 😁😁

2021-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. kontrakan
2 2. rumah
3 3. kamar
4 4. kos
5 5. rs sardjito
6 6. warkop
7 7. KA logawa
8 8. warung makan
9 9. pohon manggis
10 10. emas batangan
11 11. villa kayu
12 12. parkir pertokoan
13 13. angkringan
14 14. markas 1
15 15. markas 2
16 16. markas 3
17 17. dus makanan
18 18. ruang rapat
19 19. pistol
20 20. baret
21 21. rottweiler
22 22. celurit
23 23. Tidar
24 24. pedesaan
25 25. truk
26 26. isuzu panther
27 27. mandau
28 28. perburuan 1
29 29. perburuan 2
30 30. esekusi 1
31 31. esekusi 2
32 32. berita televisi
33 33. bareskrim polda
34 34. ambarrukmo plaza
35 35. bakso malang
36 36. sebuah paket FedEx
37 37. penjelasan bekas gudang semen 1
38 38. penjelasan bekas gudang semen 2
39 39. penjelasan bekas gudang semen 3
40 40. si kenyut dan si kuyi
41 41. penyergapan sang tiger
42 42. terungkapnya sang tiger
43 43. kenangan pohon kelapa
44 44. keputusan kopra
45 45. pertimbangan sabut kelapa
46 46. raungan sang tiger
47 47. rencana dan kegagalan
48 48. sepasang mata berlian
49 49. pandangan itu
50 50. gundah
51 51. kerikil kenangan
52 52. pesan sang tiger
53 53. nego tiger
54 54. siapa dan siapa
55 55. sampai kapan
56 56. ketemu
57 57. pesta penyambutan
58 58. sampai jumpa bung
59 59. bertemu kembali
60 60. pelarian selanjutnya
61 61. lelah dan berserah
62 62. dimana?
63 63. rasa yang pernah ada
64 64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65 65. biji kauka
66 66. sudah berapa?
67 67. kuda sumbawa ngamuk
68 68. uenak sekali
69 69. sang tiger kembali
70 70. masih sama
71 71. bukan kebetulan
72 72. sama mentoknya
73 73. mega proyek sang tiger
74 74. cv marno sugeng
75 75. ada apa gerangan
76 76. dua hari sejak kembali dari progo
77 77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78 78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79 79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80 80. kitab tanpa halaman
81 81. itulah awalnya
82 82. binatang melata
83 83. ronggeng monyet
84 84. kangen juga
85 85.apa sih bagian kita di dunia?
86 86. kode gila illahi
87 87. ternyata
88 88. barisan patah hati
89 89. sah
90 90. cepatnya sang waktu
91 91. ada apa?
92 92. tantangan dari hohoho
93 93. hohoho vs hihihi
94 94. kesadaran hohoho
95 95. nggak sembarangan
96 96. reuni haji
97 97. ka'bah sejati
98 98. sudah kenal?
99 99. apa kabar?
100 100. ketemu sangat jenderal
101 101. cuma wayang
102 102. masih ada ternyata
103 103. boneka pertunjukan
104 104.sarang lama tiger
105 105. tiger tua
106 106. keluar dan kembali
107 107. apa masalahnya?
108 108. siap siap dan siap sajalah
109 109. kejutan
110 110.kisah untuk keluarga
111 111. menjelang jatuh cinta
112 112. kisah yang sama
113 113. usai sudah
114 Secuil Kopi
115 00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116 000. selamat jalan
Episodes

Updated 116 Episodes

1
1. kontrakan
2
2. rumah
3
3. kamar
4
4. kos
5
5. rs sardjito
6
6. warkop
7
7. KA logawa
8
8. warung makan
9
9. pohon manggis
10
10. emas batangan
11
11. villa kayu
12
12. parkir pertokoan
13
13. angkringan
14
14. markas 1
15
15. markas 2
16
16. markas 3
17
17. dus makanan
18
18. ruang rapat
19
19. pistol
20
20. baret
21
21. rottweiler
22
22. celurit
23
23. Tidar
24
24. pedesaan
25
25. truk
26
26. isuzu panther
27
27. mandau
28
28. perburuan 1
29
29. perburuan 2
30
30. esekusi 1
31
31. esekusi 2
32
32. berita televisi
33
33. bareskrim polda
34
34. ambarrukmo plaza
35
35. bakso malang
36
36. sebuah paket FedEx
37
37. penjelasan bekas gudang semen 1
38
38. penjelasan bekas gudang semen 2
39
39. penjelasan bekas gudang semen 3
40
40. si kenyut dan si kuyi
41
41. penyergapan sang tiger
42
42. terungkapnya sang tiger
43
43. kenangan pohon kelapa
44
44. keputusan kopra
45
45. pertimbangan sabut kelapa
46
46. raungan sang tiger
47
47. rencana dan kegagalan
48
48. sepasang mata berlian
49
49. pandangan itu
50
50. gundah
51
51. kerikil kenangan
52
52. pesan sang tiger
53
53. nego tiger
54
54. siapa dan siapa
55
55. sampai kapan
56
56. ketemu
57
57. pesta penyambutan
58
58. sampai jumpa bung
59
59. bertemu kembali
60
60. pelarian selanjutnya
61
61. lelah dan berserah
62
62. dimana?
63
63. rasa yang pernah ada
64
64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65
65. biji kauka
66
66. sudah berapa?
67
67. kuda sumbawa ngamuk
68
68. uenak sekali
69
69. sang tiger kembali
70
70. masih sama
71
71. bukan kebetulan
72
72. sama mentoknya
73
73. mega proyek sang tiger
74
74. cv marno sugeng
75
75. ada apa gerangan
76
76. dua hari sejak kembali dari progo
77
77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78
78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79
79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80
80. kitab tanpa halaman
81
81. itulah awalnya
82
82. binatang melata
83
83. ronggeng monyet
84
84. kangen juga
85
85.apa sih bagian kita di dunia?
86
86. kode gila illahi
87
87. ternyata
88
88. barisan patah hati
89
89. sah
90
90. cepatnya sang waktu
91
91. ada apa?
92
92. tantangan dari hohoho
93
93. hohoho vs hihihi
94
94. kesadaran hohoho
95
95. nggak sembarangan
96
96. reuni haji
97
97. ka'bah sejati
98
98. sudah kenal?
99
99. apa kabar?
100
100. ketemu sangat jenderal
101
101. cuma wayang
102
102. masih ada ternyata
103
103. boneka pertunjukan
104
104.sarang lama tiger
105
105. tiger tua
106
106. keluar dan kembali
107
107. apa masalahnya?
108
108. siap siap dan siap sajalah
109
109. kejutan
110
110.kisah untuk keluarga
111
111. menjelang jatuh cinta
112
112. kisah yang sama
113
113. usai sudah
114
Secuil Kopi
115
00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116
000. selamat jalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!