4. kos

Derungan mesin motor Tiger terdengar begitu gagah seperti yang punya. Warna hitam diseluruh bodi motor menambah kesan misterius bagi motor dan yang menaiki kuda besi ini. Motor Tiger melaju sedang, tak perlu dipacu dengan cepat karena jarak antara kontrakan yang dijadikan markas Sodik dan teman-teman tidak begitu jauh dengan kos-kosan Hazri. Di jok depan Romi menunggu Hazri membuka pembicaraan. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung membuka pembicaraan. Terpaksa Romi pun ikut diam sambil fokus mengendarai motor ketuanya ini.

Motor Tiger terus melaju, lewat jalanan penuh batu tepat di samping rel kereta api yang masih aktif. Motor terus melaju walaupun harus bergoyang-goyang tergelincir bebatuan. Motor Tiger yang dinaiki Hazri dan Romi belok kiri masuk ke jalan Sapen, kemudian melewati palang pintu kereta api lurus dan masuk ke gang Gowok. Kos Hazri tak sulit ditemukan walaupun memang harus memasuki gang-gang kecil. Dari luar nampak kos yang bergaya tempo dulu dengan tanaman yang tertata rapi dan asri. Yang punya kos memang senang dalam hal menata tanaman. Terdapat berbagai bunga, seperti mawar, melati dan anggrek sehingga saat bunga-bunga itu mekar aroma harumnya bisa tercium hingga ke kamar kos Hazri. Motor Tiger di parkir tepat di depan kamar kos Hazri. Tak banyak kamar di tempat ini hanya ada tiga kamar yang langsung menghadap ke rumah pemilik kos. Meskipun hanya tiga kamar, Hazri tidak begitu akrab dengan tetangga kamar kos. Disebabkan kedua tetangga kamar kos Hazri adalah pekerja, yang berangkat pagi dan baru balik ke kos malam hari. Ini sangat bagus bagi Hazri, sehingga tidak banyak urusan Hazri yang diketahui.

Hazri mengambil kunci disaku celana dan membuka pintu. Setelah memastikan motor ketuanya ini terparkir dengan tepat Romi ikut masuk.

“Buat kopi sendiri ya Rom,!” perintah Hazri sambil menuju lemari yang ada di sudut kamar.

“Sejak kapan Abang buatin akau kopi?” niat Romi bercanda untuk mencairkan suasana, malah yang diajak bercanda tetap cuek.

Melihat tidak ada respon, Romi meraih gelas memasukkan dua sendok kopi Lampung dan satu setengah gula. Masalah air panas tidak perlu merebus terlebih dahulu, ada dispenser yang siap 24 jam. Saat air panas bertemu dengan kopi maka seketika aroma khas kopi Lampung langsung menyeruak memenuhi ruangan, aroma yang dapat menenangkan otot-otot yang tegang.

Tidak lama Hazri duduk di atas kasur, di tangan kanannya sudah ada beberapa kertas dan kwitansi, banyak betul mirip tesis anak S2. Sementara Romi asyik mencari-cari buku bacaan yang tertata rapi di rak. Tidak begitu banyak buku yang ada disana, bahkan raknya tidak penuh. Hanya terdapat beberapa buku bacaan tebal dan beberapa kitab kuning yang terlihat lebih berdebu ketimbang buku lainnya. Dapat disimpulkan kitab kuning itu jarang bahkan tidak pernah disentuh oleh Hazri. Bagaimanapun juga Romi paham bahwa ketuanya dulu ini pernah menempuh pendidikan disalah satu Pondok Pesantren di Jombang sana.  Namun jika diperhatikan secara seksama, buku bacaan tersebut mempunyai tingkat kesulitan yang berat. Tidak sembarang orang yang mampu memahami buku bacaan itu. Salah satunya yakni Dunia Sophie, sebuah buku filsafat yang disajikan dengan gaya novel. Santai tapi berat untuk dipahami.

Dunia Sophie karya Joestin Gaarder ini adalah sebuah novel tentang sejarah filsafat sejak awal perkembangannya di Yunani hingga abad kedua puluh. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1991 dalam bahasa Norwegia dengan judul Sofie’s Verden dan hingga kini diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa di seluruh dunia.

Menyajikan sejarah filsafat dalam bentuk novel adalah suatu hal yang unik. Dengan cara ini filsafat yang terkesan sulit dan berat untuk dipelajari dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Ini penting karena bagaimanapun, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan aneh filosofis sebenarnya merupakan kepentingan  semua orang, bukan hanya para filosof  yang mempelajarinya secara akademis.

Oleh karen itu tidak heran jika buku ini laris luar biasa di setiap negara yang telah menerbitkan edisi terjemahannya. Di Jepang, novel ini  diterbitkan oleh NHK Japan Broadcast Publishing pada akhir Juni 1995 dan berhasil terjual 1,6 juta eksemplar hanya dalam waktu 6 bulan. Hanser Verlag di Jerman menerbitkan edisi Jermannya pada Agustus 1993 dan hingga kini telah memasarkan sebanyak 1,5 juta eksemplar untuk pembaca Jerman. Edisi Prancisnya diterbitkan oleh Du Seuil pada Maret 1995 dan laku lebih dari 800.000 eksemplar. Rata-rata di setiap negara yang telah menerjemahkannya, novel ini terjual lebih dari 200.000 eksemplar dan ia pernah menduduki posisi pertama.di daftar bestseller dunia pada tahun 1995, mengalahkan novel The Celestine Prophecy karya James Redfield yang konon telah mengubah hidup banyak orang.

Lebih jauh lagi, novel ini dapat membuat seseorang berani memperjuangkan hidup yang bermakna. Karena, betapapun, hidup yang tidak bermakna adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani.

Diambilah novel tersebut oleh Romi. Dia ingin tahu buku yang sangat digemari teman-teman se kampusnya itu. Romi menghempaskan tubuhnya ke kasur, lalu meringis. Lupa kalau pinggangnya ada bekas sayatan pisau yang masih basah.

“Bacaan berat semua ini.” gerutu Romi menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Diletakkan begitu saja novel dengan tebal kurang lebih 500 halaman itu disampingnya.

Hazri masih terus mencari berkas yang diperlukan.

“Okey, ketemu...” kata Hazri seketika saat berkas yang dicari telah ketemu. “Ayo Rom!”

“Wah cepet banget, Bang...” agak kecewa Romi, baru saja mau memejamkan mata. “Ini kopi aja belum keminum, Bang”

“Nanti aja diminumnya.” Perintah Hazri. Dasar Romi orangnya tidak sabaran maka kopi yang masih ngebul diseruputnya, alhasil lidahnya langsung tebal karena kepanasan.

“Huahhhh,,,panasss...”

Hazri tersenyum melihat kecerobohan anak buah sekaligus sahabatnya ini.

“Kita kemana Bang?” tanya Romi sambil terus mengibas-ngibas lidahnya.

“ATM.”jawab Hazri singkat

“Yang di kampus putih?”

“Iya, lebih dekat.”

Mesin motor Tiger kembali menyala, perlahan keluar dan melaju membela jalanan yang mulai ramai dengan anak SMA pulang sekolah.

“Enaknya jadi anak SMA, tugasnya cuma belajar sama pacaran, lah kita harus berkecimpu di dunia hitam perkampusan.” Kata Romi saat palang pintu rel kereta api tertutup, suara sirine menandakan akan ada kereta lewat.

Hazri masih tetap cuek, disudut matanya dia memperhatikan segerombolan anak SMA muda-mudi bercanda di dalam angkutan umum. Pikiran Hazri mulai menerawang. Perlahan-lahan kenangan di markas Sodik yang tadi sempat terputus karena kedatangan Romi muncul kembali. Wajah emak hadir...

***

“Nak, masih ingin pergi ke Jogja?” tanya Maemunah.

Hazri tertegun, seminggu lalu Emak tegas melarang niatnya untuk kuliah ke Jogja. Hazri menatap ibunya, Maemunah balas menatap sang buah hati dengan sentuhan lembut yang hanya bisa diterjemahkan oleh seorang ibu. Hazri merasakan seluruh tubuhnya lemas tidak berdaya.

“Kalau Emak melarang, aku akan mengurungkan niat untuk pergi..,”jawabnya pelan.

Maemunah memeluk erat anak laki-lakinya itu, “Pergilah, Nak, jika itu maumu. Emak disini merestuimu...”

Seketika Hazri menangis. Tiba-tiba niatnya untuk pergi kuliah ke Jogja hilang, ia tidak ingin meninggalkan keluarganya disini, terutama Emaknya. “Tidak, Mak, aku tidak akan pergi...”

Emak terus memeluknya dengan erat. Menangislah keduanya.

“Pergilah, Nak. Raih mimpimu disana.”

Jiwa dan raga Hazri melayang-layang tak tentu arah. Kini giliran dia yang memeluk ibunya dengan erat. Seakan tidak rela melepaskannya...

 Sekedar info

Sophie Amundsen (Sofie Amundsen dalam versi Norwegia) adalah seorang gadis remaja berumur empatbelas tahun yang tinggal di Norwegia pada tahun 1990. Dia tinggal bersama ibunya dan hewan-hewan peliharaannya. Ayahnya adalah seorang kapten kapal tanker minyak, yang menghabiskan sebagian besar waktunya berlayar. Ayahnya tidak muncul dalam buku ini.

Sophie menjalani kehidupan sebagai gadis biasa, yang secara mengejutkan terganggu pada awal buku ini, saat dia menerima dua pesan misterius di kotak posnya (Siapakah dirimu? Dari mana asalnya dunia?), bersama dengan sebuah kartu pos yang dialamatkan kepada : 'Hilde Møller Knag, d/a Sophie Amundsen'. Tak lama kemudian, dia juga menerima sebuah paket berisi pelajaran filsafat

Terpopuler

Comments

Liana

Liana

bagus,kata katanya rapi dan mudah mengerti

2021-03-17

0

Irga Intan Iswa Nanda

Irga Intan Iswa Nanda

cerita nya 👍👍👍👍

2021-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. kontrakan
2 2. rumah
3 3. kamar
4 4. kos
5 5. rs sardjito
6 6. warkop
7 7. KA logawa
8 8. warung makan
9 9. pohon manggis
10 10. emas batangan
11 11. villa kayu
12 12. parkir pertokoan
13 13. angkringan
14 14. markas 1
15 15. markas 2
16 16. markas 3
17 17. dus makanan
18 18. ruang rapat
19 19. pistol
20 20. baret
21 21. rottweiler
22 22. celurit
23 23. Tidar
24 24. pedesaan
25 25. truk
26 26. isuzu panther
27 27. mandau
28 28. perburuan 1
29 29. perburuan 2
30 30. esekusi 1
31 31. esekusi 2
32 32. berita televisi
33 33. bareskrim polda
34 34. ambarrukmo plaza
35 35. bakso malang
36 36. sebuah paket FedEx
37 37. penjelasan bekas gudang semen 1
38 38. penjelasan bekas gudang semen 2
39 39. penjelasan bekas gudang semen 3
40 40. si kenyut dan si kuyi
41 41. penyergapan sang tiger
42 42. terungkapnya sang tiger
43 43. kenangan pohon kelapa
44 44. keputusan kopra
45 45. pertimbangan sabut kelapa
46 46. raungan sang tiger
47 47. rencana dan kegagalan
48 48. sepasang mata berlian
49 49. pandangan itu
50 50. gundah
51 51. kerikil kenangan
52 52. pesan sang tiger
53 53. nego tiger
54 54. siapa dan siapa
55 55. sampai kapan
56 56. ketemu
57 57. pesta penyambutan
58 58. sampai jumpa bung
59 59. bertemu kembali
60 60. pelarian selanjutnya
61 61. lelah dan berserah
62 62. dimana?
63 63. rasa yang pernah ada
64 64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65 65. biji kauka
66 66. sudah berapa?
67 67. kuda sumbawa ngamuk
68 68. uenak sekali
69 69. sang tiger kembali
70 70. masih sama
71 71. bukan kebetulan
72 72. sama mentoknya
73 73. mega proyek sang tiger
74 74. cv marno sugeng
75 75. ada apa gerangan
76 76. dua hari sejak kembali dari progo
77 77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78 78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79 79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80 80. kitab tanpa halaman
81 81. itulah awalnya
82 82. binatang melata
83 83. ronggeng monyet
84 84. kangen juga
85 85.apa sih bagian kita di dunia?
86 86. kode gila illahi
87 87. ternyata
88 88. barisan patah hati
89 89. sah
90 90. cepatnya sang waktu
91 91. ada apa?
92 92. tantangan dari hohoho
93 93. hohoho vs hihihi
94 94. kesadaran hohoho
95 95. nggak sembarangan
96 96. reuni haji
97 97. ka'bah sejati
98 98. sudah kenal?
99 99. apa kabar?
100 100. ketemu sangat jenderal
101 101. cuma wayang
102 102. masih ada ternyata
103 103. boneka pertunjukan
104 104.sarang lama tiger
105 105. tiger tua
106 106. keluar dan kembali
107 107. apa masalahnya?
108 108. siap siap dan siap sajalah
109 109. kejutan
110 110.kisah untuk keluarga
111 111. menjelang jatuh cinta
112 112. kisah yang sama
113 113. usai sudah
114 Secuil Kopi
115 00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116 000. selamat jalan
Episodes

Updated 116 Episodes

1
1. kontrakan
2
2. rumah
3
3. kamar
4
4. kos
5
5. rs sardjito
6
6. warkop
7
7. KA logawa
8
8. warung makan
9
9. pohon manggis
10
10. emas batangan
11
11. villa kayu
12
12. parkir pertokoan
13
13. angkringan
14
14. markas 1
15
15. markas 2
16
16. markas 3
17
17. dus makanan
18
18. ruang rapat
19
19. pistol
20
20. baret
21
21. rottweiler
22
22. celurit
23
23. Tidar
24
24. pedesaan
25
25. truk
26
26. isuzu panther
27
27. mandau
28
28. perburuan 1
29
29. perburuan 2
30
30. esekusi 1
31
31. esekusi 2
32
32. berita televisi
33
33. bareskrim polda
34
34. ambarrukmo plaza
35
35. bakso malang
36
36. sebuah paket FedEx
37
37. penjelasan bekas gudang semen 1
38
38. penjelasan bekas gudang semen 2
39
39. penjelasan bekas gudang semen 3
40
40. si kenyut dan si kuyi
41
41. penyergapan sang tiger
42
42. terungkapnya sang tiger
43
43. kenangan pohon kelapa
44
44. keputusan kopra
45
45. pertimbangan sabut kelapa
46
46. raungan sang tiger
47
47. rencana dan kegagalan
48
48. sepasang mata berlian
49
49. pandangan itu
50
50. gundah
51
51. kerikil kenangan
52
52. pesan sang tiger
53
53. nego tiger
54
54. siapa dan siapa
55
55. sampai kapan
56
56. ketemu
57
57. pesta penyambutan
58
58. sampai jumpa bung
59
59. bertemu kembali
60
60. pelarian selanjutnya
61
61. lelah dan berserah
62
62. dimana?
63
63. rasa yang pernah ada
64
64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65
65. biji kauka
66
66. sudah berapa?
67
67. kuda sumbawa ngamuk
68
68. uenak sekali
69
69. sang tiger kembali
70
70. masih sama
71
71. bukan kebetulan
72
72. sama mentoknya
73
73. mega proyek sang tiger
74
74. cv marno sugeng
75
75. ada apa gerangan
76
76. dua hari sejak kembali dari progo
77
77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78
78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79
79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80
80. kitab tanpa halaman
81
81. itulah awalnya
82
82. binatang melata
83
83. ronggeng monyet
84
84. kangen juga
85
85.apa sih bagian kita di dunia?
86
86. kode gila illahi
87
87. ternyata
88
88. barisan patah hati
89
89. sah
90
90. cepatnya sang waktu
91
91. ada apa?
92
92. tantangan dari hohoho
93
93. hohoho vs hihihi
94
94. kesadaran hohoho
95
95. nggak sembarangan
96
96. reuni haji
97
97. ka'bah sejati
98
98. sudah kenal?
99
99. apa kabar?
100
100. ketemu sangat jenderal
101
101. cuma wayang
102
102. masih ada ternyata
103
103. boneka pertunjukan
104
104.sarang lama tiger
105
105. tiger tua
106
106. keluar dan kembali
107
107. apa masalahnya?
108
108. siap siap dan siap sajalah
109
109. kejutan
110
110.kisah untuk keluarga
111
111. menjelang jatuh cinta
112
112. kisah yang sama
113
113. usai sudah
114
Secuil Kopi
115
00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116
000. selamat jalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!