8. warung makan

Setelah 5 jam perjalanan, kereta api Logawa 187 akhirnya telah sampai di tujuan Hazri, Stasiun Lempuyangan. Begitu sadar Hazri segera bangkit dan berjalan menuju tempat tasnya. Terlebih dahulu Hazri memberikan senyum kepada kedua penumpang yang menggantikan tempat duduk Pak Sigit dan Istrinya tadi. Masih belum percaya Hazri tentang apa yang dia alami barusan. Apa yang terjadi dengan Pak Sigit? Kenapa?dan siapa Pak Sigit?. pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Hazri.

Hazri berjalan menelusuri bangku penumpang. Siapa tahu dia akan mendapat jawaban tentang Pak Sigit. Namun kebanyakan penumpang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bercanda dengan anak, ngobrol dengan temannya sambil tertawa kencang, hingga terdapat diantara mereka yang menahan mual akibat mabuk kendaraan. Terpaksa Hazri mengehela nafas  panjang.

Setelah melewati beberapa rel tibalah Hazri di depan  pintu keluar. Hazri mencoba mencari-cari orang yang bernama Iqbal. Tidak ditemukan.

“Kalau tidak bisa ketemu dengan Iqbal bisa gawat ini.” kata Hazri dalam hati.

“Mas aku sudah di depan pintu keluar” Hazri mengetik SMS.

“Okey, aku ke sana. Jangan ke mana-mana.” sebuah SMS masuk setelah beberapa saat.

Hampir lima menitan Hazri menunggu. Tiba-tiba seseorang menyapa Hazri.

“Hazri?” kata seseorang itu.

“Iya, Mas Iqbal?” tanya Hazri balik.

Iqbal menganggukkan kepala sambil tersenyum. “Selamat datang di Jogja.”

“Terima kasih mas, ramai juga ternyata. Beda dengan Jombang.” ujar Hazri

Iqbal tersenyum. “Kelasnya beda. Ayo kita cari makan dulu.”

Hazri mengikuti Iqbal  masuk ke sebuah warung di antara deretan warung pinggir stasiun Lempuyangan. Sambil menunggu makanan siap disajikan, Iqbal menghubungi temannya.

“Halo, Ren? Ya, di stasiun Lempuyangan. Tolong kabari anak-anak. Ini aku sama Hazri teman kita yang baru. Kita mau makan dulu. Setengah jam lagi. He-eh, iya. Okeyy...”

Selesai menelepon, Iqbal memandang Hazri. “Ayo makan...”

Iqbal terlihat makan dengan lahap. Berbeda dengan Hazri yang kelihatan sedikit tidak nafsu makan.

“Kenapa Zri?” tanya Iqbal saat melihat Hazri yang kurang bernafsu makan.

Hazri tersenyum, “Ndak kok mas.”

“Terlalu manis ya buat kamu?” Iqbal melirik sambil menahan tawanya.

“He-eh..”

“Hahaha....” tawa Iqbal tidak bisa tertahan lagi. “Nanti kalau sudah lama di Jogja pasti akan terbiasa lidahnya. Bahkan ketagihan.”

Hazri meringis, “Mana bisa ketagihan sama makanan seperti kolak pisang buatan Emak ini. Mending sambel terasi sama ikan asin.” kata Hazri dalam  hati.

“Kamu tahu kenapa makanan di Jogja bisa berasa manis?” tanya Iqbal sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.

Hazri menggelengkan kepala sambil menyuapkan makanan ke mulutnya walaupun dengan sedikit paksaan.

“Zaman dahulu, sewaktu masa penjajahan orang-orang kolonial Belanda. Mereka menanam mereka menanam pohon tebu di sekitaran Jawa Tengah dan Jogja. Selain menanam para penjajah Belanda membuat banyak pabrik penggilingan tebu atau pabrik gula. Ada sekitar 50 pabrik gula di Jogja pada waktu itu.”

“50 mas?” Hazri terkejut. 50 pabrik gula itu bukan sedikit.

Iqbal mengangguk, “Alhasil mereka banyak mempekerjakan banyak penduduk pribumi pada waktu itu. Namun upah bagi para pekerja pada waktu itu bukan uang Zri. Kamu tahu apa..?”

“Tebu mas?” jawab Hazri.

Iqbal terkekeh, “Kalau tebu mereka bisa tanam sendiri Zri, bukan tebu. Pada waktu itu upah bagi para pekerja adalah gula yang mereka produksi.”

Hazri manggut-manggut.

“Nah....karena upahnya gula, lama-kelamaan menumpuk. Mau dijual tapi ke siapa? Lawong semuanya juga punya gula. Akhirnya dimasukkanlah gula-gula itu ke masakan yang mereka masak sebagai bahan tambahan. Dan walahhhh....manis lah makanan yang ada di Jogja ini sampai sekarang.” Iqbal mengakhiri ceritanya dengan senyuman.

Hazri ikut tersenyum, akhirnya dia tahu kenapa masakan di Jogja bisa manis. Seperti yang dia makan saat ini.

Mereka pun melanjutkan makan.

Tadinya Iqbal mengira akan sempat mengajak Hazri berkeliling kota Jogja sebelum nanti ke kontrakan. Tapi, karena ada janji dengan temannya mau tidak mau Iqbal harus menunda acara keliling kota Jogja dengan Hazri.

Beberapa waktu kemudian....

Iqbal dan Hazri duduk di halte Trans Jogja menunggu bus tujuan Kampus Putih. Kontrakan yang akan mereka tinggali di dekat situ. Beberapa orang terlihat juga sedang menunggu bus tujuannya masing-masing. Hazri masih tertegun melihat keramaian kota Jogja. Sudah beberapa bus Trans Jogja yang melintas, tapi Iqbal tidak berdiri dan naik ke bus itu. Orang di halte itu tinggal sedikit, sudah naik pada bus masing-masing. Dan kejauhan tampak bus berwarna hijau muda kekunigan bergerak mendekat nampak di depan kaca terdapat kode bus itu. 4B. Kali ini Iqbal berdiri, bersiap naik. Bus ini pun berhenti.

“Ayo Zri,,!” ajak Iqbal ke Hazri.

Hazri mengangguk. “Sekarang saatnya untuk membuat lembaran kesuksesan” kata Hazri dalam hati.

“Hidup di Jogja akan sedikit berat Zri. Kamu harus hati-hati.” pesan Iqbal saat mereka berdua telah masuk bus.

“Ingat pesanku. Jangan pernah kamu temui ibumu kalau kamu belum berhasil, nanti ibumu akan sedih dua kali. Terserah kamu mau jadi apa di Jogja nanti setelah lulus kuliah, yang penting kepala. Jangan kacung terus...” Iqbal menasehati sambil menepuk-nepuk pundak pemuda yang sudah dianggap sebagai adiknya ini.

Hazri tertawa kecil. “Yang penting kepala...”

Iqbal tertawa bangga. “Nah itu baru semangat..”

Hazri semakin mantap melangkahkan kakinya untuk kuliah di Jogja. Terlebih dia sudah diterima sebagai mahasiswa di Kampus Putih dengan jurusan yang lumayan menjadi unggulan. Jurusan Jurnalistik. Minggu depan adalah masa orientasi mahasiswa, tidak kebayang bakalan seramai apa acara itu. Hazri yakin bukan hanya dia yang jauh-jauh datang ke Jogja untuk kuliah, pasti masih banyak anak-anak lain yang sama seperti Hazri.

Bus mulai beranjak jalan. Hazri duduk tepat di belakang supir sementara Iqbal memilih berdiri walaupun terdapat kursi kosong. Bus beberapa kali berhenti, menepi ke halte menaikkan dan menurunkan penumpang. Lalu, bus pun melaju kembali....

Hazri menikmati pemandangan sepanjang jalan. Saat melintasi jalan perkotaan Jogja, rentetan rumah mewah dan objek wisata yang ramai oleh pengunjung. Dia semakin terpesona dengan keramaian kota Jogja. Hazri termangu-mangu saat melihat jalan aspal kota Jogja. Alangkah mulus dan tertata rapi. Pohon-pohon menghias indah di sepanjang jalanan. Mobil-mobil mewah berseliweran.

Setengah jam berlalu, bus Trans Jogja akhirnya berhenti di halte tujuan Iqbal dan Hazri. Para penumpang turun bergantian. Sebenarnya, Hazri agak heran karena kondektur tidak meminta ongkos kepadanya di perjalanan tadi, seperti penumpang lainnya. Maka dia bermaksud membayar ongkos langsung ke supirnya.

“Sudah, sudah....sudah aku bayar tadi Zri.” kata Iqbal saat Hazri hendak membayar ongkos perjalanan.

Hazri mengangguk-angguk. “Kalau begitu terima kasih, Mas.”

Iqbal membalas mengangguk.

Untuk menjaga-jaga, Hazri merapal ajian ‘Cakra Buana’ dengan tenaga sekedarnya. Dahulu sewaktu di kampung halaman, Hazri sudah diajari oleh ayahnya silat Ki Ageng menjelang umur empat tahun. Saat berumur sembilan tahunan Hazri sudah menguasai semua ilmu silat Ki Ageng. Berikut semua ajian-ajiannya. Dan ‘Cakra Buana’ adalah ajian tertinggi ilmu silat Ki Ageng. Ajian ini mengaktifkan sekaligus semua ajian yang lain. Efek langsungnya adalah kebal, tidak mempan senjata tajam maupun senjata api. Kecuali jika senjata itu terbuat dari beberapa material alam langka, antara lain timah kuning. Butuh tenaga dalam tinggi untuk bisa mengendalikan ‘Cakra Buana’ karena ajian ini sangat menguras energi tubuh perapalnya. Lahir maupun batin. Inilah pertama kalinya Hazri merapal ‘Cakra Buana’ ajian tertinggi ilmu silat Ki Ageng.

Hazri dan Iqbal turun dari bus. Berjalan menyusuri gang-gang kecil. Hingga tibalah mereka berdua di sebuah rumah ujung gang. Rumahnya sedikit kumuh dan berantakan, banyak sepeda motor yang terparkir tidak tertata rapi. Terdengar dari dalam rumah nyanyian-nyanyian sendu para bujangan. Hazri tersenyum teringat di kampungnya dulu, setiap malam para pemuda nongkrong di pos ronda sambil menyanyi sesukanya.

Belum sampai masuk gang, ada yang menepuk pundaknya. Hazri menoleh. Seorang pemuda kurus, berambut panjang, penampilan seperti preman berdiri di belakangnya. Bau rokok menyengat keluar dari mulutnya.

“Anak baru ya kau?” dia bertanya ketus.

Hazri tidak menjawab. Tenaga dalamnya segera dialirkan ke mata, lalu menatap tajam ke arah mata si pemuda kurus itu. Seketika si pemuda kurus ini tertegun tak bergerak. Kakinya gemetaran  seolah menahan beban berat. Hazri terus menatap hingga air matanya keluar. Iqbal ikut terkesima dengan kejadian ini.

“Zri, ini Cungkring teman kita.” kata Iqbal menghentikan aksi tatap-menatap.

Hazri menghentikan aksinya, sadar kalau orang yang dia tatap bukanlah orang yang berbahaya. Si pemuda kurus itu menggosok-gosok matanya yang perih.

“Anak-anak ada di dalam, Kring?” tanya Iqbal ke Cungkring.

“Ada.” jawab Cungkring sambil terus menggosok-gosok matanya.

“Kamu kenapa?” tanya Iqbal kembali.

“Gak tau tiba-tiba perih mataku.”

Hazri merasa bersalah sudah sembarang menggunakan tenaga dalamnya ke orang yang salah.

“Ayo, Zri.” ajak Iqbal melanjutkan langkah mereka.

Hazri sempoyongan, jauh juga perjalanannya enam jam ini. Jombang - Jogja.

*****

Pintu kamar kos Hazri diketuk. “Mas...Mas...,” suara pemilik kos. Lamat-lamat kesadaran Hazri kembali. “Mas...,” pemilik kos memanggil lagi.

“Inggeh, Bu, sebentar...,” dia berdiri membuka pintu. “Ada apa nggeh, Bu?”

“Ini Mas Hazri, ada makanan buat makan siang.”

Kryukkkkk....Tiba-tiba perut Hazri berbunyi. Ibu pemilik kos tersenyum mendengar itu. “Inggeh, Bu. Matur suwun.”

Ibu pemilik kos mengangguk lalu kembali ke rumahnya.

Hazri duduk di teras membawa sepiring gudeg dan tempe bacem. Hazri makan dengan lahap karena selain sedang lapar, masakan Ibu kos memang terkenal enak. Diliriknya jam tangan Hazri, pukul satu siang.

Usai makan, Hazri mengecek HP. Ada beberapa pesan Whatsapp yang semunya tidak penting, malas untuk membalas chat. Di menu SMS cuma ada satu pesan dari Sodik yang mengabarkan bahwa setoran uang dari mahasiswa pencari ijazah sudah ditransfer ke bank. Hazri menutup HPnya. Dia melihat Kang Tejo sedang merawat tanaman.

Kang Tejo lewat didepan  Hazri, tangan kananya membawa wadah plastik.

“Itu apa, Kang?” tanya Hazri kemudian.

“Eh...Mas Hazri, ini bangkai ikan hias yang mati. Kayaknya digergoti tikus.”

Hazri melihat wadah plastik yang disodorkan Kang Tejo. Ada dua ikan koi mati di situ. Yang satu perutnya berantakan, yang lain tinggal kepalanya.

“Sadis juga, Kang.”

“Iya, Mas, ya sudah saya buang dulu ikannya.” Kang Tejo melanjutkan langkahnya membuang bangkai ikan koi itu.

“Sepertinya bagus kalau kau kujadikan macam itu, Pak Day...”geram Hazri pelan.

Terpopuler

Comments

AbhiAgam Al Kautsar

AbhiAgam Al Kautsar

nasi gudeg nya bikin kepingin

2023-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. kontrakan
2 2. rumah
3 3. kamar
4 4. kos
5 5. rs sardjito
6 6. warkop
7 7. KA logawa
8 8. warung makan
9 9. pohon manggis
10 10. emas batangan
11 11. villa kayu
12 12. parkir pertokoan
13 13. angkringan
14 14. markas 1
15 15. markas 2
16 16. markas 3
17 17. dus makanan
18 18. ruang rapat
19 19. pistol
20 20. baret
21 21. rottweiler
22 22. celurit
23 23. Tidar
24 24. pedesaan
25 25. truk
26 26. isuzu panther
27 27. mandau
28 28. perburuan 1
29 29. perburuan 2
30 30. esekusi 1
31 31. esekusi 2
32 32. berita televisi
33 33. bareskrim polda
34 34. ambarrukmo plaza
35 35. bakso malang
36 36. sebuah paket FedEx
37 37. penjelasan bekas gudang semen 1
38 38. penjelasan bekas gudang semen 2
39 39. penjelasan bekas gudang semen 3
40 40. si kenyut dan si kuyi
41 41. penyergapan sang tiger
42 42. terungkapnya sang tiger
43 43. kenangan pohon kelapa
44 44. keputusan kopra
45 45. pertimbangan sabut kelapa
46 46. raungan sang tiger
47 47. rencana dan kegagalan
48 48. sepasang mata berlian
49 49. pandangan itu
50 50. gundah
51 51. kerikil kenangan
52 52. pesan sang tiger
53 53. nego tiger
54 54. siapa dan siapa
55 55. sampai kapan
56 56. ketemu
57 57. pesta penyambutan
58 58. sampai jumpa bung
59 59. bertemu kembali
60 60. pelarian selanjutnya
61 61. lelah dan berserah
62 62. dimana?
63 63. rasa yang pernah ada
64 64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65 65. biji kauka
66 66. sudah berapa?
67 67. kuda sumbawa ngamuk
68 68. uenak sekali
69 69. sang tiger kembali
70 70. masih sama
71 71. bukan kebetulan
72 72. sama mentoknya
73 73. mega proyek sang tiger
74 74. cv marno sugeng
75 75. ada apa gerangan
76 76. dua hari sejak kembali dari progo
77 77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78 78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79 79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80 80. kitab tanpa halaman
81 81. itulah awalnya
82 82. binatang melata
83 83. ronggeng monyet
84 84. kangen juga
85 85.apa sih bagian kita di dunia?
86 86. kode gila illahi
87 87. ternyata
88 88. barisan patah hati
89 89. sah
90 90. cepatnya sang waktu
91 91. ada apa?
92 92. tantangan dari hohoho
93 93. hohoho vs hihihi
94 94. kesadaran hohoho
95 95. nggak sembarangan
96 96. reuni haji
97 97. ka'bah sejati
98 98. sudah kenal?
99 99. apa kabar?
100 100. ketemu sangat jenderal
101 101. cuma wayang
102 102. masih ada ternyata
103 103. boneka pertunjukan
104 104.sarang lama tiger
105 105. tiger tua
106 106. keluar dan kembali
107 107. apa masalahnya?
108 108. siap siap dan siap sajalah
109 109. kejutan
110 110.kisah untuk keluarga
111 111. menjelang jatuh cinta
112 112. kisah yang sama
113 113. usai sudah
114 Secuil Kopi
115 00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116 000. selamat jalan
Episodes

Updated 116 Episodes

1
1. kontrakan
2
2. rumah
3
3. kamar
4
4. kos
5
5. rs sardjito
6
6. warkop
7
7. KA logawa
8
8. warung makan
9
9. pohon manggis
10
10. emas batangan
11
11. villa kayu
12
12. parkir pertokoan
13
13. angkringan
14
14. markas 1
15
15. markas 2
16
16. markas 3
17
17. dus makanan
18
18. ruang rapat
19
19. pistol
20
20. baret
21
21. rottweiler
22
22. celurit
23
23. Tidar
24
24. pedesaan
25
25. truk
26
26. isuzu panther
27
27. mandau
28
28. perburuan 1
29
29. perburuan 2
30
30. esekusi 1
31
31. esekusi 2
32
32. berita televisi
33
33. bareskrim polda
34
34. ambarrukmo plaza
35
35. bakso malang
36
36. sebuah paket FedEx
37
37. penjelasan bekas gudang semen 1
38
38. penjelasan bekas gudang semen 2
39
39. penjelasan bekas gudang semen 3
40
40. si kenyut dan si kuyi
41
41. penyergapan sang tiger
42
42. terungkapnya sang tiger
43
43. kenangan pohon kelapa
44
44. keputusan kopra
45
45. pertimbangan sabut kelapa
46
46. raungan sang tiger
47
47. rencana dan kegagalan
48
48. sepasang mata berlian
49
49. pandangan itu
50
50. gundah
51
51. kerikil kenangan
52
52. pesan sang tiger
53
53. nego tiger
54
54. siapa dan siapa
55
55. sampai kapan
56
56. ketemu
57
57. pesta penyambutan
58
58. sampai jumpa bung
59
59. bertemu kembali
60
60. pelarian selanjutnya
61
61. lelah dan berserah
62
62. dimana?
63
63. rasa yang pernah ada
64
64. dimana-mana tapi tidak dimana-mana
65
65. biji kauka
66
66. sudah berapa?
67
67. kuda sumbawa ngamuk
68
68. uenak sekali
69
69. sang tiger kembali
70
70. masih sama
71
71. bukan kebetulan
72
72. sama mentoknya
73
73. mega proyek sang tiger
74
74. cv marno sugeng
75
75. ada apa gerangan
76
76. dua hari sejak kembali dari progo
77
77. belajar ajian tauhid mutlakah 1
78
78. belajar ajian tauhid mutlakah 2
79
79. belajar ajian tauhid mutlakah 3
80
80. kitab tanpa halaman
81
81. itulah awalnya
82
82. binatang melata
83
83. ronggeng monyet
84
84. kangen juga
85
85.apa sih bagian kita di dunia?
86
86. kode gila illahi
87
87. ternyata
88
88. barisan patah hati
89
89. sah
90
90. cepatnya sang waktu
91
91. ada apa?
92
92. tantangan dari hohoho
93
93. hohoho vs hihihi
94
94. kesadaran hohoho
95
95. nggak sembarangan
96
96. reuni haji
97
97. ka'bah sejati
98
98. sudah kenal?
99
99. apa kabar?
100
100. ketemu sangat jenderal
101
101. cuma wayang
102
102. masih ada ternyata
103
103. boneka pertunjukan
104
104.sarang lama tiger
105
105. tiger tua
106
106. keluar dan kembali
107
107. apa masalahnya?
108
108. siap siap dan siap sajalah
109
109. kejutan
110
110.kisah untuk keluarga
111
111. menjelang jatuh cinta
112
112. kisah yang sama
113
113. usai sudah
114
Secuil Kopi
115
00. Jalan Pergi Menuju Jalan Pulang
116
000. selamat jalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!