Mendengar kata-kata Wu Song hati Lu Ping terasa perih dengan muka pucat dan tubuh gemetar air mata menetes di pipinya, dia berkata dengan penuh harapan.
"Song ke ke semua salahku, aku sudah menyesali nya.
Aku tahu hubungan mu dengan gadis cantik itu, aku tidak mempermasalahkan nya."
"Aku bersedia menjadi yang kedua, membantunya menemani hari-hari mu Song ke ke, kamu mau kan Song ke ke ?" tanya Lu Ping menatap Wu Song penuh harap.
Wu Song menarik napas panjang lalu perlahan-lahan berkata,
"Ping Er kamu tahu perasaanku padamu selama nya tidak akan pernah berubah.
tapi aku saat ini harus menyimpan nya di lubuk hat ku yang terdalam."
"Karena saat ini aku sudah bukan pria yang hidup sendirian lagi, aku harus mempertimbangkan perasaan Ceng Ceng istriku."
"Meski kamu bisa menerimanya, dia belum tentu bisa menerima nya.
Kalaupun dia bisa menerima nya, hatinya pasti akan terluka."
"Wanita mana yang mau berbagi suami dengan wanita lain? sebaliknya pria pun tidak pernah ada yang Sudi berbagi istri dengan pria lain."
Dan Ping Er aku harap pengertian mu, aku tidak bisa melihat hatinya terluka.
Aku selamanya tidak bisa memaafkan diriku bila aku sampai melukai hati orang yang ku sayangi dan ku cintai.
Seperti dirimu Ping Er, aku selamanya akan hidup dalam penyesalan.
Karena mau tidak mau aku harus membuat keputusan yang melukai hati mu.
Aku hanya bisa menyimpan penyesalan ini dan memendamnya bersama perasaanku padamu di lubuk hatiku yang terdalam.
Dan aku hanya berharap di kehidupan lain, aku dapat menebus semua penyesalan dan perasaan ku pada mu.
Lu Ping menubruk kembali kedalam pelukan Wu Song sambil berkata,
"Song ke ke jangan katakan lagi, semua salahku, aku yang bodoh aku telah melepaskan jodoh baik seperti dirimu."
Tapi Song ke ke kamu dengar lah, aku tidak akan pernah menyerah.
"Aku akan menunggumu meski harus menghabiskan seluruh umur dan masa mudaku, aku akan tetap menunggu mu."
Setelah mengatakan itu Lu Ping kembali menangis tersedu-sedu dalam rangkulan dan belaian Wu Song.
Sebaliknya Wu Song semakin merasa bersalah dengan gadis yang berada dalam dekapan nya ini.
Sambil mendekap nya erat-erat dan mengelus rambutnya dengan lembut.
Wu Song bertanya.
"Ping Er mengapa kamu harus mengambil keputusan yang sangat melukai dirimu ini dan jelas-jelas tidak memiliki masa depan yang jelas."
Perlahan-lahan Lu Ping mengangkat wajahnya yang penuh dengan linangan air mata, dia berusaha tersenyum sambil menggunakan jari-jarinya yang halus dan lembut menyentuh wajah Wu Song dan berkata,
"Aku tidak perduli seluruh orang didunia ini menertawakan kebodohan ku, aku tidak akan pernah menyesal.
Aku merasa semua ini sangatlah pantas untuk ku lakukan."
Mendengar kata-kata dari Lu Ping, seluruh tubuh Wu Song bergetar hebat, rasanya ia ingin mengiyakan langsung dan menerima Lu Ping jadi istri keduanya.
Tapi dengan sadar dia tahu itu tidak mungkin semua cuma lah mimpi dan khayalan saja.
Wu Song hanya bisa mempererat dekapannya seakan dia ingin menyatukan tubuh ramping Lu Ping ke dalam dirinya.
Setelah agak tenang, Lu Ping mengangkat kepalanya dan memberikan ciuman pertama nya pada Wu Song.
Setelah itu perlahan-lahan dia mendorong mundur tubuh Wu Song menjauhi dirinya dan memaksa diri nya untuk tersenyum, lalu berkata.
"Cukup Song ke ke, bila di lanjutkan aku akan menjadi wanita serakah dan jahat."
"Yang akan melibatkan mu dalam dosa dan penyesalan."
Wu Song melepaskan Lu Ping menatapnya dengan senyuman sedih dan menghapus air mata yang mengalir di sisi hidungnya.
Untuk mengalihkan pembicaraan Lu Ping bertanya,
Sekarang apa rencana Song ke ke?
Ooh ya sampai lupa, kemana saja Song ke ke selama ini?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenapa Song ke ke bisa tiba-tiba berada di sini?
Wu Song menarik napas panjang lalu menceritakan semua kejadian yang di alaminya sampai dia kembali pulang ke pondoknya.
Lu Ping mendengarnya dengan takjub, yang dia tidak sangka adalah kini Wu Song sudah bukan pria lemah yang selalu menolak berlatih silat lagi.
Wu Song menutup cerita nya, lalu mengeratkan gigi nya dengan geram sambil berkata,
"Saat ini aku akan pergi menolong Ceng Ceng dari cengkraman pangeran kejam itu."
Sambil tersenyum Lu Ping berkata,
Itu tidak perlu lagi, ayah telah membantu mu mendapatkan keadilan.
Seluruh Pasukan Naga Hitam juga maju mendukung mendapatkan keadilan buat mu.
Si Ma Yi ketakutan, akhirnya dia mengeluarkan dekrit menghukum cambuk kaisar 3x memenjarakan pangeran ke 4 serta menarik haknya untuk berpartisipasi dalam kandidat putra mahkota.
Memberikan kamu gelar Sarjana Nasional, mengembalikan Ceng Ceng istri mu kerumah kakeknya dan mendapatkan tunjangan bulanan yang di dapat dari gelar sarjana nasional mu.
Wu Song merasa beban yang menghimpitnya, kini menjadi lega.
Di dalam hati Wu Song sangat berterima kasih pada guru nya yang sangat memperhatikan nya.
"Ping Er kamu sendiri dan Lu Fan kenapa bisa ada di sini."
"Kami harusnya pergi ke puncak Hua San sebelah sana itu," ucap Lu Fan yang tiba-tiba sudah ada di samping Wu Song.
Sambil melirik nakal kearah kakaknya dengan sedikit tidak puas ia berkata,
"Tapi karena kakakku yang cantik ini tidak bisa melupakan Wu Song Ke ke nya, maka sepanjang jalan terus mengomel dan merengek karena tidak tahan terpaksa lah kami mampir kesini, siapa tahu malah bertemu Wu Song ke ke."
Lu Ping langsung mencubit perut Lu Fan dengan kejam sampai Lu Fan menjerit-jerit minta tolong pada Wu Song.
Wu Song pun melerainya, dan Lu Ping dengan patuh menuruti permintaan Wu Song.
Sambil melirik Wu Song dengan malu-malu.
Untuk mengalihkan kecanggungan, Wu Song bertanya, sambil menunjuk.
"Terus apa tujuanmu berangkat ke puncak Hua San yang itu ?"
Oohh itu, disana kabarnya ada keramaian karena ada pemilihan Ketua Dunia Persilatan. ( Wu Lin Meng Cu ).
"Jadi aku ingin kesana jalan-jalan sekalian melihat keramaian dan mencari peruntungan." Jawab Lu Fan penuh semangat.
Tiba-tiba Lu Fan menatap Wu Song sambil cengar-cengir terus berkata,
"Kapan Wu Song ke ke akan memberi petunjuk dan berlatih tanding dengan ku?"
Lu Ping langsung memelototi adiknya, lalu berbalik menatap Wu Song dengan khawatir sambil berkata, dan menggandeng tangan Wu Song
"Jangan pedulikan bocah gila ini, ayo kita ke puncak itu melihat keramaian."
Lu Fan langsung ngedumel kesal, "Kakak yang gila, gila pria, gila kawin."
Lu Ping langsung berhenti dan membalikkan kepalanya sambil memelototi Lu Fan dia pun berkata, dengan galak.
"Apa yang kamu bilang tadi? kalau berani ulangi lagi."
Lu Gan tersenyum panik dan mengoyang-goyangkan kedua tangannya di depan sambil berkata,
"Cuaca sangat bagus cocok untuk pasangan yang ingin berkasih-kasihan."
Wu Song hanya tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
lu ping yang tidak kenal menyerah
2023-09-23
0
Norius Pande
kisah asmara dan silat dimainkan sama porsinya. mantap
2023-02-03
0
Sapar
mantap
2022-12-03
1