Wu Song kemudian berkata,
"Ceng Mei kamu santai saja, bentar lagi pekerjaan aku selesai, aku akan mengajarimu bermain suling."
Ceng Ceng mengangguk lembut dan menatap Wu Song dengan mesra.
Wu Song sadar tapi dia menahan diri dan berusaha tidak menanggapinya, atau memberi harapan yang akan merusak masa depan Ceng Ceng.
Wu Song kembali fokus mengerjakan tugas nya, Tidak lama kemudian Ceng Ceng menarik sebuah kursi dan duduk di dekat Wu Song, dia berinisiatif membantu Wu Song mengasah batu tinta.
Duduk dalam posisi begitu dekat, Wu Song bukan hanya dapat mencium wangi dari tubuh dan rambut Ceng Ceng.
Tapi dia juga merasakan hembusan nafas hangat dari Ceng Ceng.
Hati kecil Wu Song menyuruh Wu Song merangkul pinggang ramping Ceng Ceng, dan memangku Ceng Ceng duduk dipahanya.
Itu semua hanya imajinasi liar, Wu Song mana berani melakukan hal itu.
Tapi Wu Song sangat yakin bila pun dia melakukan hal itu, Ceng Ceng pasti tidak akan menolak dan memarahinya.
Sebaliknya mungkin Ceng Ceng akan membalasnya dengan mesra.
Tapi bila hal ini Wu Song lakukan, dia akan merusak nama baik dan masa depan Ceng Ceng. Wu Song yang sangat paham adat kesopanan tidak akan pernah berani melakukan nya, kecuali Ceng Ceng sudah resmi menjadi istrinya.
Tapi itu adalah sesuatu yang mustahil, keluarga Ceng Ceng tidak akan pernah menyetujui dan merestui hubungan mereka.
Mereka berdua bekerja dalam diam, masing-masing larut dalam pikiran sendiri.
Beberapa waktu kemudian Wu Song sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
Dengan alasan udara kamar yang pengap, Wu Song mengajak Ceng Ceng untuk duduk di taman.
Mereka berdua kemudian duduk di taman, Wu Song mulai mengajarkan Ceng Ceng bermain suling.
Ceng Ceng tidak keberatan sama sekali, dia dan Wu Song berbagi satu suling dengan bibir mereka yang bergantian menempel disuling yang sama.
Sebaliknya Wu Song yang sedikit grogi, dia seperti sedang mencium bibir Ceng Ceng secara berulang-ulang.
Tapi kemudian Wu Song berhasil fokus memainkan suling dan membuang pikiran-pikiran yang ngelantur.
Karena kecerdasan dan kegigihan Ceng Ceng dalam berlatih, akhirnya dalam waktu satu Minggu Ceng Ceng berhasil menguasai cara bermain suling seperti Wu Song.
Setelah menguasai bermain suling, Ceng Ceng minta di ajari melukis .
Wu Song tidak bisa menolaknya, dia pun melukis beberapa gambar wajah dan tubuh Ceng Ceng.
Wu Song harus berjuang mati-matian menahan gejolak dalam dirinya, ketika sedang melukis Ceng Ceng yang berdiri dan tersenyum sambil menatapnya dengan mesra.
Tak jarang Ceng Ceng menggodanya dengan memberikan ekspresi nakal dan menggoda, yang sangat menggemaskan.
Tapi Wu Song berhasil menanggapinya dengan sebuah senyum penuh pengertian.
Sikap Wu Song ini membuat Ceng Ceng semakin lama semakin penasaran, juga semakin tertarik pada Wu Song.
Karena hampir setiap hari mereka bertemu, bermain musik bercerita melukis bahkan bermain catur bersama.
Perasaan cinta di hati mereka semakin lama semakin mendalam.
Mereka berdua akhirnya terjebak dalam hubungan cinta terlarang yang tidak memiliki kejelasan masa depan.
Wu Song masih ragu menerima nya, tapi tidak dengan Ceng Ceng dia sudah membulatkan tekad akan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Wu Song.
Dia akan menentang pertunangan yang ditentukan oleh kedua orang tua nya.
Tanpa terasa Ceng Ceng sudah tinggal selama 3 bulan di rumah kakeknya.
Selama 3 bulan ini orang tua Ceng Ceng sudah beberapa kali meminta nya untuk pulang, tapi dengan berbagai macam alasan Ceng Ceng selalu menolak untuk pulang.
Kakek nya juga tidak buta dia tahu cucunya mencintai asisten muda nya Wu Song.
Dia sudah beberapa kali menegur Ceng Ceng dan Wu Song.
Wu Song menurut tapi yang sulit itu Ceng Ceng, dia bahkan terang-terangan mengakui pada kakeknya, bahwa dia sudah jatuh cinta sepenuh hati dengan Wu Song.
Dia meminta kakeknya merestui hubungan mereka, Si Ma Jian tidak berani mengambil keputusan.
Karena ini adalah hak kedua orang tua Ceng Ceng, lagian dia tidak tega memaksa Ceng Ceng secara kekerasan untuk berpisah dari Wu Song.
Dalam keadaan bingung akhir nya Si Ma Jian menulis surat dan menceritakan hubungan Ceng Ceng dengan Wu Song.
Setelah membaca surat itu kedua orang tua Ceng Ceng sangat marah, mereka langsung berangkat dari CHANG AN menuju LUO YANG.
Setelah sampai ayah Ceng Ceng Si Ma Su, memerintahkan para pelayan menangkap Wu Song dan mengikat nya.
Si Ma Jian tidak mau ikut campur dia memilih diam.
Ceng Ceng di kurung dan di marahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya.
Wu Song diikat dan dikurung di ruang penyimpanan rumput kering dan kayu bakar.
Beruntung dia selalu menolak ide Ceng Ceng yang nekad ingin menyerahkan diri.
Dan membuat Nasi menjadi bubur, memaksa orang tua nya untuk menerima hubungan mereka.
Bila dia melakukan nya, saat ini dia pasti di bakar hidup-hidup oleh ayah Ceng Ceng.
Orang tua Ceng Ceng memutuskan besok pagi mereka akan membawa pulang paksa Ceng Ceng, dan akan langsung menikahkan nya dengan pangeran ke 4.
Mau atau tidak mau Ceng Ceng harus menerima keputusan mereka menjadi istri pangeran ke 4 Si Ma Ong.
Baru saat ini Wu Song menyadari kelemahan dan ketidakberdayaannya, seandainya dulu dia menerima pelajaran bela diri dari Guru nya .
Akan kah ada yang berani atau bisa memperlakukan nya seperti ini.
Dia tentu bisa melindungi orang yang di cintai nya .
Tidak menjadi seorang pria pengecut yang hanya bisa diam, walau diperlakukan secara tidak adil seperti sekarang ini.
Wu Song kini mulai menyadari kesalahan pandangan nya terhadap ilmu bela diri.
Dalam dunia yang kacau ini, di mana hukum rimba masih sering berlaku.
Yang lemah selamanya akan tertindas, hanya dengan tumbuh menjadi kuat lah kita baru bisa melindungi orang yang kita cintai.
Tapi sekarang menyadari nya semua sudah terlambat, apapun keputusan yang diambil tetap akan menjadi penyesalan dalam hidupnya.
Di tengah malam Si Ma Jian yang tidak tahan mendengar jeritan-jertan Ceng Ceng, akhirnya diam-diam menemui Ceng Ceng.
Ceng Ceng mengatakan pada kakeknya dengan berlinang air mata dia berkata,
"Kakek mungkin saat ini adalah perjumpaan kita yang terakhir."
Dengan sedih Si Ma Jian mengelus rambut Ceng Ceng sambil bertanya,
"Kenapa kamu berkata begini cucuku? kenapa tidak kamu lepaskan saja pemuda itu, lupakan dia. Jalani kehidupan mu kedepan nya dengan sebaik-baiknya."
Sambil berlinang airmata Ceng Ceng menatap kakeknya dengan tekad bulat dia berkata,
"Aku tidak bisa kakek, aku selama nya tidak bisa melupakan nya."
"Selain dia aku tidak bersedia menjadi istri siapapun."
"Kakek setelah ayah ibu memaksaku kembali dan menikah dengan pangeran ke 4, kakek hanya akan bertemu dengan mayatku saja."
"Maafkan cucumu yang tidak lagi bisa berbakti padamu kek."
Tubuh Si Ma Jian gemetar dia sangat paham dengan kekerasan hati cucu nya .
Si Ma Jian akhirnya mengambil keputusan nekad membebaskan Ceng Ceng dan Wu Song membiarkan mereka pergi dan merestui hubungan mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
demi cinta buta nekad melawan orangtua
2023-09-22
0
Sudar Manto
pie pie
2022-09-22
1
Manurung Tongah
hubungan yg terlarang
2022-04-29
2