Melihat kakeknya berusaha melepaskan ikatan pada dirinya, Ceng Ceng sangat terkejut dia pun bertanya,
"Apa yang kakek lakukan..?"
Sambil tersenyum sedih, Si Ma Jian berkata,
"Apalagi yang bisa kakek lakukan selain merestui hubungan mu dan Wu Song, Kakek tidak sanggup menghadapi situasi rambut putih mengantar kepergian rambut hitam."
"Kakek akan pertaruhkan semua yang penting kamu bahagia cucu ku tersayang."
Ucapan kakek nya membuat Ceng Ceng sangat terharu dia segera merangkul kakeknya, lalu menangis dalam pelukan kakeknya.
Sambil berusaha tersenyum dan berurai airmata, Si Ma Jian berkata,
"Cucu ku ini bukan saatnya kita menangis, kita harus segera pergi melepaskan Wu Song."
"Pergilah jauh-jauh semakin jauh semakin baik, carilah tempat yang sepi kalian hiduplah dengan bahagia.'
Ceng Ceng mengenggam tangan kakeknya dengan khawatir, lalu bertanya, "setelah kami pergi bagaimana dengan kakek?"
Sambil tersenyum Si Ma Jian berkata, "cucu ku yang baik, kamu' tidak perlu khawatir kakek bisa mengurusnya."
Setelah itu Si Ma Jian membawa Ceng Ceng, menuju halaman belakang tempat Wu Song di kurung.
Sampai di sana Si Ma Jian memerintahkan para penjaga melepaskan Wu Song.
Para penjaga yang semuanya adalah pelayan Si Ma Jian, tidak ada yang berani membantah.
Mereka segera membebaskan Wu Song dari kamar tahanan.
Wu Song terkejut dan ikut dengan mereka dengan linglung, sampai di luar melihat
Ceng Ceng dan kakeknya dia pun mengerti.
Sambil melihat kiri kanan Si Ma Jian berkata,
"Kalian berdua ayo cepat ikut denganku."
Si Ma Jian berjalan didepan sambil menggandeng Ceng Ceng, dia berjalan menuju halaman samping.
Wu Song tidak berani bertanya atau pun bersuara, dia hanya berjalan di belakang mengikuti langkah Si Ma Jian.
Si Ma Jian membawa Ceng Ceng dan Wu Song keluar dari pintu samping, di depan pintu samping terlihat sebuah kereta kuda sudah di siapkan oleh kepala Pelayan Liu.
Si Ma Jian menyuruh Ceng Ceng masuk kedalam kereta lebih dulu, kemudian Si Ma Jian menatap tajam Wu Song dan menepuk bahunya, sambil berpesan,
"Anak baik, Kamu harus memperlakukan cucuku dengan baik, kamu harus menyayangi dan melindungi nya dengan taruhan nyawamu."
"Ceng Ceng sejak kecil tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan apapun dirumah, kamu harus memahami nya dan membantunya."
"Ceng Ceng sudah terbiasa di manja kamu harus banyak mengalah dan bersabar."
"Aku merestui kalian bersama jagalah Ceng Ceng dengan baik."
"Ini adalah gaji dan bonus mu gunakan dengan baik dan ini adalah bagian Ceng Ceng kamu tolong bantu jaga dan gunakan semua ini dengan baik.'
"Kalian pergilah sekarang." ucap Si Ma Jian sambil menengadah menatap bulan.
Lalu dia membalikkan badannya berjalan kembali kedalam gedungnya dengan berurai airmata.
"Kakekkk...!! Jaga diri mu...!!" teriak Ceng Ceng dari dalam Jendela kereta.
Si Ma Jian berhenti sejenak dan membalas teriakan Ceng Ceng, dengan mengangkat tangan kanannya keatas melambaikan nya sambil membelakangi mereka. Lalu dia berjalan masuk kedalam gedung lewat gerbang samping.
Wu Song menghela nafas panjang, dia melongok kedalam kereta menggenggam tangan Ceng Ceng untuk menenangkannya.
Setelah itu dia baru menghadap kedepan mengendarai kereta kuda tersebut secepatnya meninggalkan Ibukota LUO YANG, malam itu juga.
Setelah keluar dari gerbang Hu Lau Kuan, Wu Song memacu kereta nya secepat meninggalkan LUO YANG.
Wu Song terus memacu kereta nya tanpa tahu arah yang jelas.
Setelah melewati beberapa hutan gunung dan lembah, Wu Song akhir nya tiba di kaki gunung Hua. ( Hua San).
Wu Song membawa kereta menyusuri lereng Gunung menuju salah satu puncak Gunung Hua, setelah melewati hamparan hutan Pinus dan hutan bambu.
Wu Song akhir nya menemukan sebuah tempat yang indah dan datar cocok untuk mendirikan sebuah pondok di sana.
Wu Song mengajak Ceng Ceng keluar dari dalam kereta, selama beberapa hari perjalanan Ceng Ceng selalu diam di dalam kereta.
Untuk makan minum Ceng Ceng, Wu Song menyiapkan perbekalan makanan kering.
Seperti bakpao, mantou, Kue dan daging kering. dan air putih yang disimpan dalam kantong kulit.
Ceng Ceng tidak pernah mengeluh sama sekali, dia berusaha memahami situasi mereka saat ini.
Ceng Ceng tidak mau mempersulit Wu Song, Karena ini semua adalah pilihannya.
Tapi dia cukup bahagia, karena sepanjang jalan Wu Song sangat memperhatikan segala kebutuhan nya .
Termasuk mandi buang air kecil dan lain sebagainya, Wu Song selalu menjaganya.
Setelah keluar dari kereta Ceng Ceng menatap takjub tempat yang di pilih Wu Song untuk tempat tinggal mereka.
Tempat tersebut sangat indah, udaranya juga sangat sejuk.
Wu Song meminta Ceng Ceng untuk bersantai, dia mulai menebang pohon dan menebang batang bambu.
Untuk mendirikan sebuah pondok sederhana lengkap dengan peralatan rumah tangga dan sebuah dapur di halaman belakang rumah.
Yang menghadap kesebuah air terjun kecil dengan sebuah kolam berair sangat jernih dan dingin.
Wu Song juga membuat kamar mandi sederhana agar dapat di gunakan Ceng Ceng yang mungkin belum biasa mandi di kolam yang airnya sangat dingin.
Setelah mengerjakan hampir seminggu akhirnya pondok selesai dibuat, semua perlengkapan juga mulai siap digunakan.
Wu Song kini tinggal bersama Ceng Ceng, mereka hidup sebagai pasangan suami istri yang bahagia.
Pagi-pagi Wu Song akan menyiapkan sarapan pagi buat Ceng Ceng, setelah itu Wu Song akan mengurus kebun sayur ubi dan jagung yang ditanamnya.
Bibitnya Wu Song beli dari kota di kaki gunung Hua, lalu Wu Song membawanya ketempat tinggalnya menggunakan kereta kuda.
Siang hari Wu Song akan pulang untuk masak makan siang, untuk mereka berdua.
Ceng Ceng masih dalam proses belajar dia tidak bisa masak, tapi dia tetap berusaha belajar dan membantu Wu Song di dapur.
Ceng Ceng mengambil tugas cuci baju, tapi untuk meras baju dan jemur baju dia tetap di bantu Wu Song.
Sore hari Wu Song akan pergi berburu dan menangkap ikan.
Hanya di malam hari setelah selesai makan malam Wu Song bisa duduk bersantai berduaan dengan Ceng Ceng.
Malam itu bulan bersinar terang Ceng Ceng duduk di pangkuan Wu Song dan bersandar pada dada bidang Wu Song.
Ceng Ceng memulai percakapan dengan berkata,
"Song ke ke kamu pasti sangat lelah ya setiap hari mengerjakan begitu banyak pekerjaan sendirian..?"
Wu Song tersenyum dan berkata "aku tidak lelah sudah biasa, dulu di lembah waktu ikut dengan Guru Lu aku sudah terbiasa mengerjakan semua ini.'
"Aku sangat tidak berguna ya Song ke ke? setiap hari tidak bisa membantu banyak hanya menyusahkan mu saja."
Wu Song menatap Ceng Ceng dengan lembut lalu berkata,
"Kamu bicara apa..? kamu adalah sumber kebahagiaan ku, tanpa kamu hidup ku akan terasa sepi."
"Kamu itu ibarat pelita dalam hidupku, tanpa kamu hidup ku pasti akan terasa gelap gulita."
Ceng Ceng menggelayut manja dalam pelukan Wu Song, dia berkata sambil menatap Wu Song lekat-lekat,
"Benarkah Song Ke ke, kamu tidak sedang menipu untuk menghiburku kan..?"
Wu Song membelai rambut Ceng Ceng dengan mesra, kemudian memberikan ciuman mesra pada bibir Ceng Ceng.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
mesranya pengantin baru, tapi tidak sadar ada masalah didepan...
2023-09-22
0
gatasikarap
gunung tempat wu kong di kurung
2023-05-20
0
Sudar Manto
crita crruutt
2022-09-22
1