Lu Ping hanya berdiri diam dibelakang ayah nya, dia mengamati segala gerak-gerik, Si Ma Jian.
Dia dapat merasakan Wu Song pasti terlibat dalam masalah besar keluarga Si Ma Jian.
Si Ma Jian akhirnya mempersilahkan Lu Sun dan Lu Ping untuk duduk dan menyajikan teh Long Jing dari danau barat (Xi Hu).
Sambil menikmati teh, Si Ma Jian mulai bercerita tentang Wu Song yang bekerja di kediaman nya, dia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir termasuk hubungan nya dengan Ceng Ceng cucu nya.
Lu Ping yang mendengarnya diam-diam merasa hatinya sangat panas, tanpa di sadari dia diselimuti kecemburuan terhadap Ceng Ceng.
Dia agak penasaran dan ingin melihat bagaimana bentuk dan wajah gadis bernama Ceng Ceng tersebut.
Tapi saat ini yang terpenting adalah segera menemukan Wu Song, hal lain dia harus kesamping kan dulu.
Si Ma Jian menutup ceritanya dengan menghela nafas tidak berdaya.
Lalu dia berkata,
"Aku dapat melindungi mereka, bila masih ada di kediaman ku, tapi setelah mereka keluar dari tempat ini, aku jelas tidak bisa apa-apa."
"Apalagi yang mereka singgung adalah Pangeran ke 4 yang memiliki kekuatan dan kekuasaan besar."
"Aku sedikit khawatir dengan kondisi mereka berdua."
"Maaf memotong pembicaraan anda tuan perdana menteri, apakah anda ada mendengar kabar terakhir keberadaan mereka?'
'Aku mendengar mereka bersembunyi di Gunung Hua, anak dan menantu ku juga pangeran ke 4 dan pasukannya sedang menuju kesana.'
Mendengar kabar itu tanpa banyak basa-basi Lu Sun dan Lu Ping langsung pamit.
Mereka berdua segera bergegas menuju Gunung Hua.
Tapi ketika sampai di tempat tersebut kedatangan Lu Sun dan Lu Ping telat.
Mereka hanya menemukan pondok tempat tinggal Wu Song dan Ceng Ceng yang sepi.
Setelah menyusuri semua tempat di sana, Lu Sun akhirnya menemukan sebuah makam sederhana yang dibuat untuk mengenang Wu Song.
Lu Ping jatuh berlutut di depan makam tersebut dan menangis sedih, dia tidak menyangka hari dimana dia memarahi dan menghina Wu Song, adalah hari terakhir perjumpaannya dengan Wu Song.
Lu Sun berdiri terbelalak seluruh amarah merembes keluar dari tubuhnya, diikuti aura naga nya yang menyeramkan ikut menyebar.
Yang membuat semua binatang liar disana berlari jauh menghindari nya.
Lu Sun belum percaya Wu Song telah meninggal dia menyimpan harapan, mungkin seperti dirinya dulu yang jatuh ke jurang neraka bumi tapi tidak mati.
Lu Sun memanggil Jin Tou Yun lalu dia dan Lu Ping turun ke dasar jurang.
Mereka mencari dan berkeliling-keliling di dasar jurang, tapi mereka tidak menemukan mayat Wu Song sama sekali.
Karena rasa penasaran Lu Sun menggunakan Jin Tou Yun memutari seluruh jurang dan tebing tapi Lu Sun tetap tidak menemukan mayat Wu Song.
Jasad Wu Song seperti lenyap ditelan bumi.
Setelah seminggu melakukan pencarian akhirnya Lu Sun menyerah.
Lu Ping hanya bisa menangis sedih menyesali apa yang pernah dia lakukan pada Wu Song yang sangat baik dan selalu memperhatikan nya
Lu Ping sambil berlinang airmata dia meminta ayahnya menuntut keadilan bagi Wu Song.
Lu Sun setuju dia langsung berangkat bersama Lu Ping menuju Istana CHANG AN menemui Si Ma Yi langsung.
Yang memiliki Wewenang diatas Kaisar Si Ma Hui. anaknya.
Kabar berita tentang pergerakan Lu Sun di LUO YANG, telah sampai ke telinga Song Chin di Xia Pi.
Song Chin mendapatkan laporan dari mata-mata yang dia tempatkan di ibukota.
Menurut Informasi dari mata-mata Lu Sun sedang ada masalah dengan keluarga istana.
Akibat terbunuhnya Wu Song muridnya oleh keluarga Istana.
Mendengar hal ini Song Chin sangat emosional, bagaimana pun Ibu nya Dian Sin Lan adalah Jendral kepercayaan nya, yang telah gugur dalam tugasnya.
Sekarang anaknya mengalami ketidakadilan seperti ini, apalagi Jendral besar mereka sudah bergerak.
Di saat Lu Sun sedang sibuk mencari jasad Wu Song di dasar jurang.
Song Chin bersama ke 6 saudaranya memimpin 50.000 Pasukan Naga Hitam.
Membuat kemah di depan Hu Lau Kuan.
Kaisar Si Ma Hui yang sangat khawatir, beberapa kali mencoba menghubungi Song Chin, menanyakan maksud pergerakan pasukan Naga Hitam yang tiba-tiba mendekati ibukota ada masalah apa?"
Tapi Song Chin menolak memberikan penjelasan, dengan tegas dia menyampaikan semua menunggu pendapat dari Jendral besar mereka Lu Sun.
Seluruh pasukan ibukota LUO YANG berada dalam kehebohan dan hati mereka ketar-ketir.
Bila Pasukan Naga Hitam benar menargetkan mereka, dalam 1 malam kemungkinan besar LUO YANG akan rata di libas pasukan yang terkenal perkasa tersebut.
Mengingat kemampuan mereka yang dulu cuma 15.000 orang saja berhasil mengegerkan seluruh daratan Cina.
Apalagi saat ini mereka datang dengan kekuatan 50.000 orang.
Ini jelas dapat meratakan seluruh dinasti Jin.
Seluruh istana berada dalam kehebohan, semua orang panik termasuk Kaisar Si Ma Hui sendiri.
Hampir setiap hari mengadakan rapat militer, membahas cara antisipasi, bila Pasukan Naga Hitam benar-benar mengamuk menargetkan mereka.
Tapi hasil pembahasan selalu berakhir dengan tanpa hasil.
Ada yang mengusulkan menarik seluruh pasukan untuk melindungi Ibukota, tanpa paling cepat dibutuhkan waktu 1/2 tahun.
Lagipula meski menarik semua pasukan jumlah mereka semua adalah 3000.000 pasukan.
Sedangkan Pasukan Naga Hitam memiliki kemampuan minimal membantai 5000.000 pasukan biasa, dengan kekuatan 50.000 orang.
Belum lagi diperhitungkan moral pasukan yang jatuh mendengar musuh mereka adalah Pasukan Dewa Perang itu.
Juga faktor kelelahan karena pasukan ditarik dari tempat jauh.
Setelah semua pertimbangan ini, hasil nya tetap adalah negosiasi, dan penuhi tuntutan Pasukan Naga Hitam, yang tidak haus kekuasaan dan kekayaan itu.
Moral seluruh pasukan penjaga Hu Lau Kuan, turun drastis.
Karena setiap hari mereka harus mendengar suara menggetarkan nyali.
Yang datang dari Pasukan Naga Hitam yang sedang melakukan latihan militer.
Lu Sun yang sedang menuju CHANG AN ketika melewati LUO YANG sangat terkejut melihat perkemahan Eks Pasukan nya sudah ada di depan Hu Lau Kuan.
Lu Sun mampir sebentar menemui Song Chin, dari penjelasan Song Chin dia pun tahu, ternyata kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan penuh padanya.
Lu Sun sangat berterimakasih, tapi dia meminta Song Chin agar bertindak tenang.
Tanpa instruksi darinya Pasukan tidak boleh bergerak.
Song Chin menyanggupinya, semua menunggu instruksi Lu Sun.
Si Ma Yi di CHANG AN juga sudah menerima laporan dari Si Ma Hui, perihal Pasukan Naga Hitam yang berkemah di depan Hu Lau Kuan.
Si Ma Yi yang cerdik, hanya bisa menunggu kedatangan Lu Sun.
Dia menyurati Si Ma Hui agar diam sabar tidak boleh bergerak.
Dan jangan pernah memprovokasi Pasukan Naga Hitam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
imbas hilang wu song
2023-09-22
0
Sudar Manto
rame
2022-09-22
1
Manurung Tongah
demi sebuah ikatan persaudaraan
2022-04-29
2