Lu Ping teringat kata-kata nya yang begitu menghina dan menyakitkan hati Wu Song, hatinya kini merasa sangat bersalah.
Dia tidak dapat tidur semalaman, karena menyesal sedih dan merasa bersalah.
Keesokan paginya Lu Ping pamit pada Lu Sun dan kedua ibunya, dia mengatakan akan pergi mencari Wu Song.
Lu Sun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata,
"Sudah tahu akan menjadi seperti ini, mengapa waktu itu kamu menolaknya?"
Lu Sun di senggol oleh Xue Yen agar tidak menambahkan kata-kata yang membuat Lu Ping sedih.
Lu Sun mengerti kode dari Istrinya, dia pun diam.
Siau Ching mengusulkan agar kepergian Lu Ping ditemani adiknya Lu Fan.
Lu Ping sebenarnya ingin menolaknya, tapi dia takut menyinggung perasaan Siau Ching yang berniat baik.
Karena meski Lu Fan jahil dan nakal tapi kesaktian nya memang boleh di andalkan.
Lu Ping akhirnya mengangguk mengiyakan usul dari Siau Ching.
Lu Fan bersorak gembira, karena selama ini dia selalu di larang ayahnya keluar dari lembah.
Takut dia membuat ulah dan menggemparkan langit dan bumi seperti guru Sun.
Kini karena di beri tugas menjaga kakaknya Lu Sun tidak ada alasan untuk melarangnya.
Apalagi Lu Fan tahu usul ini datang dari Siau Ching ibunya.
Lu Fan yakin ayahnya tidak mungkin berani membantah ibunya.
Karena setahu Lu Fan Ayahnya sangat takut sama kedua Istrinya, apapun pendapat kedua ibunya, ayahnya pasti selalu nurut.
Dan sesuai dugaan Lu Fan Ayahnya cuma bisa manggut-manggut seperti burung beo.
Lu Fan di dalam hati tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah laku ayahnya.
Akhirnya Lu Ping dan Lu Fan setelah makan siang langsung berangkat menuju ibu kota mencari Wu Song.
Lu Ping baru menyadari, perasaan nya sendiri setelah Wu Song pergi.
Ternyata dia tidak bisa kehilangan Wu Song, dia ingin Wu Song selalu berada di sisinya.
Yang membuat nya tidak puas adalah Wu Song tidak mau menjadi pria kuat seperti ayah dan adiknya.
Sehingga kelak bisa menjadi pelindungnya .
Dia tidak suka sikap Wu Song yang meremehkan kegunaan ilmu bela diri.
Tapi apa mau di kata, perasaan takut kehilangan Wu Song kini mengalahkan ego-nya.
Mereka tidak sadar mereka dan Wu Song berselisih jalan, Wu Song memilih mengambil jalan sungai, sehingga perjalanan nya bisa lebih santai.
Sedangkan Lu Ping dan Lu Fan menempuh jalan darat yang lebih cepat.
Sehingga ketika Lu Ping dan Lu Fan sampai di ibu kota LOK YANG mereka tidak berhasil menemukan Wu Song.
Setelah mencari-cari selama seminggu dan tetap tidak menemukan Wu Song, Lu Fan mengajak kakaknya untuk pergi ke Pulau Es menemui Kakek dan neneknya serta kakek Cow mereka Bing Sien.
Lu Ping yang memang kangen dengan Pulau Es akhirnya menyetujui usulan Lu Fan untuk pergi ke Pulau Es.
Lu Fan mengatakan setelah pulang dari Pulau Es mereka baru mampir lagi ke Ibu kota LOK YANG mencari Wu Song.
Beberapa hari setelah kepergian Lu Ping dan Lu Fan, Wu Song pun tiba di Ibukota. LOK YANG.
Sambil menyaksikan keramaian kota, Wu Song berjalan mencari sebuah Losmen kecil sebagai tempat menginap.
Wu Song juga ikut mendaftar ujian Sarjana Nasional yang akan di selenggarakan beberapa hari lagi.
Bila lulus Wu Song bisa mendapatkan kesempatan menjadi pejabat diberbagai daerah yang sudah ditunjuk oleh perdana menteri.
Bisa menjadi hakim kecil maupun walikota di berbagai kota dan daerah yang menjadi kekuasaan Dinasti Jin.
Selama masa tunggu Wu Song menghabiskan waktunya untuk belajar teori-teori yang katanya bakal menjadi topik ujian nanti.
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh Wu Song dan para peserta ujian lainya pun tiba.
Mereka semua mengikuti proses seleksi dan ujian yang terbagi dalam 3 tahapan.
Tahapan pertama semua peserta akan membuat puisi yang topiknya sudah ditentukan pihak penguji.
Tahapan kedua mereka akan mengisi jawaban-jawaban pertanyaan yang diberikan oleh pihak penguji.
Tahapan ke tiga mereka akan mengisi data diri serta memberitahukan kepada pihak penguji, siapa koneksi penjamin ataupun nama guru mereka.
Intinya di sini adalah penentuan siapa koneksi yang menjadi tulang punggung peserta ujian tersebut.
Serta berapa besar sumbangan dana yang mampu mereka sediakan, untuk pihak penguji dan penyelenggaraan ujian.
Wu Song dengan polosnya mengikuti semua tahap ujian, tulisan puisinya dan isi puisi nya sangat indah dan mengagumkan pihak penguji.
Pada tahapan kedua jawabannya juga benar dan tepat, bahkan uraian jawabannya sangat mengagumkan. Menunjukkan pengetahuan nya yang luas dalam menangani berbagai masalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat kecil.
Hanya pada tahapan ke tiga Wu Song tidak ingin melibatkan nama gurunya, dia menyembunyikannya.
Juga dia tidak memberikan sumbangan apapun, karena dia memang tidak memiliki uang yang banyak untuk menyumbang.
Semua uang yang dibawanya sudah habis dia gunakan untuk biaya perjalanan makan minum dan biaya penginapan.
Ini semua Wu Song sudah memilih biaya yang paling minim karena uang miliknya sungguh pas-pasan.
Wu Song memilih jalur air salah satunya adalah untuk penghematan ini.
Dengan memilih jalur air dia bisa menghemat biaya penginapan dan uang makan.
Karena dia bisa tidur dan makan di kapal hanya dengan sekali bayar saja.
Tapi semua perjuangan Wu Song menjadi sia-sia karena kegagalan nya di tahap ketiga.
Pertama dia tidak menunjukkan siapa koneksinya, kalau dia sebut nama Lu Sun Gurunya, dia bukan hanya langsung dapat jabatan penting dalam pemerintahan.
Bahkan Si Ma Yi dan Si Ma Hui sendiri yang akan turun menyambut kedatangan nya.
Atau dia bisa meminjam nama Paman Song Chin dan Pasukan Naga Hitam.
Itu pasti akan mengegerkan kota raja dan pihak penguji pasti tidak akan berani macam-macam dengannya.
Atau paling sedikit dia meminjam nama Ibunya Dian Sin Lan yang cukup terkenal sebagai Jendral pahlawan wanita di kota XIA PI.
Bahkan semasa hidup kakek Pamannya Jendral besar Dian Wei, Si Ma Yi harus berlutut memberi hormat bila bertemu dengan Kakek Pamannya.
Sayangnya Wu Song yang terlalu percaya diri melewatkan semua hal ini.
Menyebabkannya menjadi peserta paling gagal di ujian tahap ke tiga.
Tidak punya koneksi juga tidak punya harta.
Maka Wu Song pun di nyatakan tidak lulus ujian, meski sangat penasaran Wu Song juga tidak bisa protes.
Dia hanya bisa menerima kegagalan nya dengan penuh rasa frustasi.
Tapi perdana Menteri penyelenggara ujian yang melihat puisi tulisan dan jawaban-jawaban Wu Song merasa sayang bila harus membuang bakat seperti Wu Song.
Dia memberi sebuah surat kepada pelayannya agar di sampaikan ke Wu Song.
Isi surat itu meminta Wu Song datang ke kediaman perdana menteri dengan membawa surat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
sebenarnya tidak benar-benar gagal hanya wu song saja blm tahu
2023-09-22
0
Norius Pande
hahaha ini belum apa-apa sudah pungli. nyindir negri ini ya?
2023-02-03
0
Amaury
eh... ada pulau es ya... yg selalu méngeluarkan ahli beladiri sakti mandraguna..
2022-12-02
1