Sebuah buah Bodhi Darah sebanding dengan 5 ekor Ikan lele Putih di Lembah Alam Penebus Dosa Dewa Buangan.
Kalau lele putih cuma mengeluarkan hawa panas menyelimuti orang yang mengkonsumsinya.
Kalau buah Bodhi Darah lebih unik sensasi yang dirasakan lebih menyiksa, sebentar panas seperti terbakar dalam api.
Kemudian tiba-tiba berubah kedinginan seperti terjatuh dalam Kolam es.
Lalu muncul sebelah tubuh panas terbakar sebelahnya lagi kedinginan sampai membiru.
Kemudian kedua sensasi bercampur jadi satu berputar-putar di dalam tubuh, berpencar berlawanan kemudian kembali bersatu.
Kemudian kembali ke sensasi panas terbakar dan dingin berganti-ganti.
Wu Song yang merasakan nya hampir gila dibuatnya.
Sakit yang dirasakan sangat mengerikan tapi anehnya tidak bisa pingsan.
Jadi Wu Song harus mengalami siksaan dalam keadaan sadar.
Wu Song secara reflek sudah bersila melakukan tehnik 9 matahari bahkan Wu Song sudah menembus level 10 tapi tetap tidak dapat mengendalikan dua macam sensasi aneh yang bercampur aduk itu.
Wu Song mulai kehilangan akal sehatnya, dia seperti orang tidak waras di mana semua tenaga alam bawah sadar nya ikut bergerak.
Wu Song memukul kekiri kekanan kadang menjambak dan memukuli kepalanya sendiri.
Secara tidak sengaja Wu Song memukul sebuah dinding batu yang sangat keras sampai bolong.
Sebuah bungkusan kuning terjatuh keluar dari dalam dinding.
Dalam keadaan sadar dan tidak sadar Wu Song membuka bungkusan kuning itu ternyata didalam nya terdapat 4 buah kitab.
Secara acak Wu Song membuka salah satu kitab yang berjudul Im Yang Sen Kung ( Tenaga Sakti Im Yang ).
Berdasarkan gambar secara sembarangan Wu Song mengikuti gerakan di dalam gambar tersebut.
Wu Song masih antara sadar dan tidak sehingga dia tidak mampu membaca tulisan.
Hanya berdasarkan insting meniru gambar yang di lihatnya.
Ternyata secara perlahan-lahan dia bisa mengontrol kedua tenaga yang menggila didalam tubuh nya.
Semakin lama Wu Song menyerap dan menggabungkan kedua tenaga itu dia merasa tubuhnya sangat segar dan nyaman.
Tanpa Wu Song sadari kini tubuhnya melayang diudara dalam posisi bersila .
Wu Song duduk bersila beralaskan, sebuah cahaya bergambar Pat Kwa.
Gambar itu tidak hanya ada di alas tempat duduk Wu Song tapi di atas kepala Wu Song juga ada gambar tersebut yang terus berputar-putar diatas kepala Wu Song.
Setelah merasa tubuhnya kini sudah sehat dan segar Wu Song perlahan-lahan membuka matanya.
Begitu Wu Song membuka mata tubuh nya perlahan-lahan melayang turun dan duduk di posisi semula.
Wu Song mengambil buku di hadapan nya mulai membaca dengan serius.
Menurut pikiran Wu Song saat ini ditempat ini makanan yang tersedia hanya buah merah darah seperti stroberi itu.
Bila tidak menguasai dengan baik ilmu yang terkandung dalam buku itu, cepat lambat tubuhnya akan meledak karena tidak kuat menampung kekuatan aneh yang terkandung dalam buah tersebut.
Semakin baca isi buku itu, Wu Song semakin tertarik dengan isinya, yang tidak semua mengandung cara pengontrolan tenaga sakti.
Sebagian di dalam nya mengajarkan bagaimana mengendalikan pikiran dan ego kita agar hidup lebih bahagia tenang dan damai.
Juga di ajarkan agar bisa menerima segala kenyataan sehingga tidak larut berlebihan dalam segala dendam kebencian dan kesedihan.
Wu Song merasa buku ini sangat bagus jadi dia terus membaca mendalami dan menghapalkannya.
Setelah hapal perlahan-lahan dia mulai mempraktekkan apa yang di ajarkan dalam buku tersebut.
Wu Song ada melihat 3 buku lainnya tapi dia menahan diri, untuk tidak pergi menyentuhnya.
Sebelum buku pertama ini benar-benar sudah di kuasai dengan sempurna.
Wu Song tidak sadar sudah berapa lama dia berada dalam Gua tersebut, Dia hanya merasa tubuhnya semakin lama semakin kuat, Wu Song kini paham setelah mengalami pengalaman pahit masa lalu.
Dia harus bisa menjadi kuat, agar dapat melindungi orang yang di sayangi nya. Juga bisa menolong orang lain yang tidak berdaya dan mengalami ketidakadilan seperti dirinya dulu.
Wu Song akhirnya menguasai secara sempurna kitab pertama, di bagian paling akhir berisi catatan cara melatih mata yang dapat melihat siluman, mahluk halus, dan iblis.
Selain itu juga dapat melihat tembus kulit dan daging melihat 5 organ penting, aliran darah, nadi dan syaraf kecil. Dan catatan yang menjelaskan pemilik kitab itu.
Keempat kitab itu adalah milik Ling Bao Thian Cun, salah satu Dewa tertinggi aliran Tao.
Dia berada di urutan kedua setelah Yu Se Thian Cun, Sebelum dia dikalahkan dan menjadi pengikut Yu Se Thian Cun.
Dia malang melintang ditiga alam, alam manusia, alam Dewata dan alam Neraka.
Tidak terkalahkan dengan berbekal ke 4 macam kitab di depan Wu Song.
Setiap ilmu didalam kitab itu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh pemakainya, di saat tubuh pemiliknya mencapai keabadian level di dalam ke 4 kitab ini akan ikut meningkat ketahap puncak kekuatan nya.
Wu Song setelah menamatkan buku pertama mulai beralih ke buku kedua dan ketiga.
Dibuku kedua dan ketiga Wu Song dapat mempelajari dan mempraktekkan semuanya dengan mudah.
Pertama karena Wu Song telah menguasai sepenuhnya kekuatan yang terkandung di kitab pertama.
Kedua karena kitab kedua adalah kitab berjudul Irama Suling Pencabut Nyawa dan Sukma. ( Cui Hun Cui Ming Sen Siaw Cuan Im )
Wu Song yang sangat menguasai alat musik suling dalam sekejap menguasai ilmu kedua ini.
Di bagian paling akhir berisi sebuah jurus terlarang, yang dapat menggunakan Irama Suling untuk menyadarkan orang yang kehilangan kesadaran, karena Sukma dan Jiwanya terkunci di alam bawah sadar.
Tapi bayaran jurus ini sangat mahal, pengguna jurus ini bisa kehilangan nyawa dengan seluruh nadi pecah dan putus.
Yang ketiga adalah kitab Awan dan Angin Kaligrafi Indah ( Feng Yun Wen Hua ) Wu Song adalah seorang penggila ilmu sastra.
Tentu saja kitab ketiga juga dapat dia kuasai dengan mudah.
Selanjutnya masuk ke kitab ke empat, di sini Wu Song yang tidak pernah mempelajari ilmu meringankan tubuh sedikit kesulitan menyerap ilmu kitab ke 4 Yang berjudul
72 langkah tanpa bayangan ( Wu Ying 72 Pian PU ).
Di kitab ke 4 juga di ajarkan berbagai jenis formasi yang dibuat berdasarkan formasi Pat Kwa dan delapan mata angin.
Sehingga pengguna nya dapat membelah diri menjadi 8 dan bergerak menurut 8 arah mata angin.
Sedikit mirip dengan jurus pedang ciptaan Lu Sun Pat Sien Cien Fa ( Ilmu pedang 8 dewa)
Tapi yang ini lebih rumit pergerakan nya dan maksimal hanya bisa membelah diri menjadi 8 orang.
Tapi 8 orang ini memiliki kekuatan yang sama persis.
Sedangkan yang Lu Sun semakin banyak membelah diri kekuatan setiap bayangan akan berkurang.
Lagipula kekuatan tubuh asli dan kekuatan bayangan tidak sama.
Kalau milik Wu Song kekuatan nya sama semua, sehingga saat Wu Song mengeluarkan jurus ini musuh akan merasa melawan 8 orang Wu Song.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 400 Episodes
Comments
John Singgih
setelah ini wu song bakal jadi sakti mandraguna nih
2023-09-22
0
Norius Pande
keren...
2023-02-03
0
Slamet Hariono
lets go
2022-11-17
0