cinta untuk mas Irsyad

Semenjak dari rumah sakit itu Irsyad merasakan keanehan dari Rahma, bagaimana tidak? Rahma jadi lebih mendiami nya, di perjalan pulang saja contohnya, saat Irsyad ingin meraih tangan Rahma, Rahma malah justru menjauhkan tangannya itu dan menolak di sentuh olehnya. Dan hal serupa terjadi saat makan malam ia tidak berucap sepatah katapun, bahkan Rahma menolak saat Irsyad ingin mengecup keningnya, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rahma, sampai akhirnya Rahma masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya itu.

Irsyad menghela nafas sejenak lalu duduk di sebelah tubuh Rahma, yang kala itu langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Irsyad. Perlahan tangan Irsyad menyentuh bahu Rahma.

"Dek, ade kenapa?" tanya Irsyad halus.

"Tidak apa-apa," jawabnya ketus.

"Ade, kalo mas ada salah sama Rahma bilang saja ya, jangan mendiamkan mas seperti ini. Kan mas tidak tahu sayang." ucap Irsyad, Rahma masih membisu, sebenarnya bukan Irsyad yang salah dan membuatnya kesal namun justru Aida, Kata-kata Aida tadi yang membuat Rahma merasa jengkel terlebih saat Irsyad hanya diam saja seperti ia senang di bilang seperti itu oleh Aida.

"Rahma? Jangan diam saja ayo coba bicara." Irsyad terus berusaha membujuknya.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan mas, tidak penting juga." jawab Rahma masih membelakangi.

"Bagi mas, semua yang berkaitan dengan dek Rahma itu penting, dan apapun yang akan di ucapkan sama dek Rahma pasti mas akan mendengarkan dengan seksama, jadi sekarang bangun dan cerita ya? Supaya mas paham." ucap Irsyad. Perlahan Rahma pun beranjak duduk dengan tatapan sebal mengarah ke Irsyad. Tentu saja mau seberapa menyebalkan nya Rahma saat tengah jengkel tetap saja, pria di hadapannya akan membalas itu semua dengan senyum.

"Mas bisa tidak untuk tidak menanggapi semua yang di katakan Aida." ucap Rahma.

"Menanggapi yang mana?"

"Semuanya, termaksud keinginannya untuk memiliki suami seperti mas Irsyad." ucap Rahma, Irsyad pun terkekeh.

"Jadi ade dengar semua itu?" tanya Irsyad.

"Tentu saja, Rahma dengar semuanya. Mas tahu kan pernikahan kita belum ada sebulan?" tutur Rahma.

"Iya mas tau sayang."

"Dan mas tahu alasan Rahma takut menikah dengan ustadz?" tanya Rahma, Irsyad pun terdiam.

"Semua karena banyaknya Ustadz yang mau berpoligami. Dengan alasan takut zinah. Maka ia memilih untuk menikahi wanita yang ia sukai."

"Iya Rahma mas paham, tapi semua itu kan tergantung dari orangnya, dan lagi? Jika sang istri mengizinkan."

"Dan Rahma tidak akan pernah mengizinkan suami Rahma berpoligami." Potong Rahma.

"Astaghfirullahalazim, ade ini punya pikiran dari mana kalau mas akan poligami sih dek?"

"Semua karena Aida mas. Rahma tau Aida menyukai mas dan menginginkan mas Irsyad untuk jadi pasangannya."

"Dek jangan su'udzon seperti itu ya, Aida itu masih sangat kecil untuk mas, tidak mungkin mas menikah dengannya terlebih sudah ada Rahma." Irsyad mengusap kepala Rahma dan dengan tutur kata yang lembut berusaha meredam kemarahan istrinya yang di sebabkan oleh ketakutannya saja.

"Rahma bukan su'udzon mas, Rahma hanya takut mas, hanya takut, terlebih dengan kondisi Aida yang seperti itu dan sebatang kara pula, Rahma tidak bisa membayangkan kalau harus berbagi suami hanya karena mas iba dengannya." Rahma terisak, Dengan itu Irsyad Pun meluknya.

"Kenapa mas tidak peka sekali dengan perasaan Rahma sih?" isak Rahma.

"Iya mas paham sayang, mas sangat paham. Maaf ya jika mas selalu membuat dek Rahma ketakutan, tapi mas hanya ingin ade untuk tidak terlalu memikirkan hal seperti itu. Karena mau bagaimanapun juga omongan sama saja dengan doa, kalau sampai di amini malaikat gimana?" ucap Irsyad berusaha menenangkan istrinya, dengan kecupan hangat di kepalanya.

Perlahan Rahma melepas pelukan Irsyad.

"Mas tolong janji sama Rahma ya? Tolong berusaha untuk menjaga jarak mas dengan Aida." ucapnya. Irsyad pun mengangguk pelan sembari tersenyum.

"Mas senang jika ade sudah mulai takut kehilangan mas, itu tandanya ade benar-benar sudah menaruh hati seluruhnya pada mas." ucap Irsyad.

"Jelas saja, istri mana yang mau kehilangan suaminya." tutur Rahma sembari bersungut-sungut.

"Ya sudah jangan bahas hal itu lagi, sekarang bobo yuk,"

"Bahasa mu mas, seperti ke anak kecil saja?" Rahma terkekeh.

"Ya habis Rahma imut sih."

"Lebih imut mana sama Aida?"

"Tuh kan mulai lagi, mas cium juga nih ya..." Irsyad pun merebahkan tubuh Rahma sembari menciumi wajah Rahma, dengan tawa keduanya memenuhi isi ruangan, hingga berakhir pada aktifitas intim mereka di atas ranjang.

Pagi berselang... Pukul 02:45 dini hari Irsyad terjaga, ia pun membangunkan Rahma yang masih betah memeluk tubuhnya. Seperti biasa sangat sulit membangunkan istrinya itu.

"Dek, bangun yuk kita mandi."

Rahma menggeliat, merenggangkan tubuhnya itu. "Memang sudah subuh mas?" tanya Rahma dengan suara seraknya itu dengan tangan yang menutup mulutnya saat tengah menguap.

"Belum sih, tapi mas ingin tahajud bersama,"

"Tahajud? Memang sekarang jam?" Rahma menoleh ke arah jam weker yang terdapat di atas meja samping ranjang mereka. Lalu menghela nafas dan menoleh kearah Irsyad lagi.

"Mas ini? Mau menambah siksaan untuk Rahma ya?"

"Loh, kok siksaan sih?"

"Ya habis, tidak cukup membangunkan Rahma di saat subuh sekarang malah di sepertiga malam." ucap Rahma. Irsyad terkekeh.

"Sekali-sekali ya sayang. Mas sangat ingin solat di sepertiga malam dengan mu." ucap Irsyad lembut, Rahma pun bersungut terlebih matanya yang masih berat itu membuatnya ingin merebahkan tubuhnya lagi.

"Yuk ah mas gendong mau?"

Mendengar itu Rahma terkekeh singkat, "Rahma bisa jalan sendiri, lagi pula tubuh Rahma berat mas."

"Seberapa berat sih, sini mas coba?" Ledek Irsyad yang akan mengangkat tubuh Rahma, sehingga mengundang gelak tawa Rahma yang tadinya masih mengantuk itu.

"Jangan mas, sungguh Rahma itu berat mas. Lagi pula memangnya boleh jika kita mandi bersama?" tanya Rahma.

"Kata siapa tidak boleh? Yang tidak boleh itu bersenggama di dalam bilik kamar mandi, kalau mandi bersama itu boleh sayang. Yuk sini mas gendong."

"Tidak mas, Rahma bisa jalan sendiri." Rahma pun berjalan masuk kedalam bilik kamar mandi itu, ia berhenti sesaat di depan pintu dan menoleh ke belakang melihat Irsyad masih duduk di atas ranjangnya.

"Mas bilang mau mandi sama Rahma, ayo." ajak Rahma dengan senyum termanis nya, Irsyad pun tersenyum dan mulai beranjak lalu masuk ke dalam bilik kamar mandi itu melakukan mandi besar bersama-sama.

Catatan Rahma: sungguh benar yang mas Irsyad katakan, cinta yang hadir setelah adanya pernikahan memang sangat indah, dan menyenangkan hampir saja diriku merugi, saat orang lain merasa iri dengan ku? Aku malah justru ingin menolaknya dulu, dan jika itu sampai terjadi, aku yakin aku tidak akan pernah bisa menemukan Malaikat sebaik suami ku mas Irsyad. Rahma mencintai mu mas Irsyad.

Terpopuler

Comments

ArRaf

ArRaf

aku baru tau kalo bersenggama di dalam kamar mandi tidak dibolehkan 🥺 Astaghfirullahal'adzim 😔

2023-08-23

0

Sulati Cus

Sulati Cus

bener tuh ak jg takut klu berurusan dg jodoh yg berkaitan dg ustadz, takut di poligami

2023-07-19

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Author nya keren, bnyak pelajaran yg bisa diambil di setiap bbab nya, 🥰

2022-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!