Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma

Rahma membuka tas pakaiannya yang masih tergeletak di samping lemari pakaian Irsyad, ya dari semalam ia belum sempat mengeluarkan baju-bajunya itu sehingga semuanya masih utuh di dalam tas besarnya.

Sesaat Rahma bingung, semua pakaian tidak ada yang pas untuknya, karena selama ini ia tidak berhijab Rahma yakin Irsyad tidak akan mengizinkannya memakai pakaian itu semua, terlebih kebanyakan di sana adalah celana jeans.

"Rahma, Sudah siap?" tanya Irsyad yang sudah berdiri di belakangnya.

"Belum, Rahma masih bingung karena Rahma tidak membawa hijab, gamis yang ku pakai kemarin itu kan dari Mas, selama ini aku tidak memakai baju-baju yang seperti itu, dan aku yakin kalau Rahma pakai celana Jeans? mas pasti tidak mengizinkannya bukan?" ucap Rahma, mendengar itu Irsyad tersenyum karena Rahma mulai paham.

"Oh, begitu ya? Baiklah tunggu sebentar ya dek." ucap Irsyad yang lantas keluar kamar itu, selang beberapa menit ia pun masuk lagi.

"Mbak Adibba kadang suka kemari makannya ada pakaian beliau di sini, sepertinya ukurannya hampir sama walau lebih besar tubuh mbak Adibba tapi sepertinya ini akan cocok untuk ade, ini di pakai." ucap Irsyad. "setelah sarapan kita ke toko baju syar'i ya, nanti mas beliin baju buat ade di sana." Lanjutnya.

"Mbak Adibba?" tanya Rahma bingung.

"Iya, dia mbak kandungnya mas, yang tinggal di Sragen solo ikut suaminya, tapi kadang suka ke jakarta dan tinggal di sini sementara kalau ada kegiatan di sini." jawab Irsyad.

'Oh, jadi mas Irsyad ini punya kakak perempuan?' gumam Rahma dalam hati, sesaat ia mengamati hijabnya yang sangat besar itu.

"Mas? Apa tidak ada hijab yang lebih kecil, ini sepertinya terlalu panjang mas, seperti mukenah." ucap Rahma.

"Ini bagus dek, kalau pendek nanti lekuk tubuh ade masih terlihat orang, lagian ade kan harus belajar menutup aurat." ucap Irsyad.

"Iya, tapi tidak dengan hijab sebesar ini, nanti Rahma terlihat seperti ibu-ibu mas, Rahma tidak mau, kalau semacam tunik Rahma masih mau pakai, tapi ini?" ucap Rahma menolak.

"Rahma, berpakaian lah sesuai syariat sayang, bukan mengikuti trend fashion, jujur saja mas senang akhir-akhir ini banyak orang berhijab namun mereka hanya mengikuti mode saja tidak paham apa itu syariat berhijrah yang sesungguhnya, karena jilbab ini pertanggung jawabannya besar bagi sang pemilik, tidak hanya semata-mata untuk menutup aurat mu namun juga menjadikan pelindung mu dari segala ke mudharat an yang ada di sekitar mu, seperti tingkah laku, ucapan, dan semuanya, jadi jangan setengah-setengah sayang," Jelas Irsyad.

"Mas, Rahma masih belajar belum bisa di paksa langsung harus syar'i, dan mengikuti semuanya, Rahma butuh waktu kesiapan hati untuk menjadi muslimah yang sesungguhnya, Rahma khawatir setelah ini mas akan menyuruh Rahma memakai cadar juga kan," tutur Rahma sedikit kesal dengan Irsyad yang terus berdalil kepadanya. Irsyad pun memegangi wajah Rahma dengan kedua tangannya dan menatap dalam-dalam.

"Rahma dengarkan mas, mas mau mengungkapkan sesuatu pada mu sesuai isi hati mas, kalau mas itu sudah mencintai ade sejak semalam, mas memang tidak akan pernah melarang jika hal itu tidak wajib di lakukan, mas siap menanggung dosanya jika itu bisa membuat mu merasa nyaman berada di dekat mas sayang, namun mas berusaha keras membawa mu ke jalur mas agar mas tidak gagal menjadi imam mu, mas mau kita sama-sama melangkah ke surga-Nya Allah SWT, dan setiap doa mas saat ini adalah memohon agar Rahma Qurrata Aini istri mas ini bisa menjadi bidadari surga mas kelak, mas ingin berjodoh di akhirat juga dengan mu Rahma." ucap Irsyad tulus dengan tatapannya yang benar-benar dalam sehingga membuat Rahma tidak bisa menatapnya balik ke arahnya.

"Mas tidak akan meminta mu bercadar kok Rahma, itu tidak wajib sayang, yang terpenting Rahma mau memakai hijab panjang ini setiap kali Rahma keluar rumah dan atas izin mas." Lanjut Irsyad, Rahma pun mengangguk pelan, ia tidak tau mau menjawab apa. Cuuuppp Irsyad mengecup kening Rahma dengan waktu yang lumayan lama, ia juga mengecup pipi kanan Rahma dan beralih ke pipi kirinya, lalu kembali menatap mata Rahma.

"Mas mencintai mu dek Rahma." ucapnya lirih yang saat itu juga membuat Rahma mematung sembari membalas tatapannya, Irsyad pun tersenyum lalu mendekap tubuh mungil istrinya itu.

Ya sekilas Irsyad mengusap air matanya, ia sedikit bersyukur karena Rahma merupakan gadis yang sepertinya akan mudah di didik untuk menjadi wanita salehah yang sesungguhnya.

Dengan melonggarkan pelukannya Irsyad pun melepas kan tubuh Rahma.

"Mas tunggu di luar ya, ade ganti baju dulu." ucapnya sembari mengusap kepala Rahma sesaat sebelum akhirnya ia keluar dari kamar mereka.

"Haaaaaahhh rasanya jantungku mau copot," Rahma menghela nafas berkali-kali, ia pun bergegas mengganti pakaiannya dan mengaca, bajunya memang sedikit kebesaran namun tidak terlalu buruk untuknya dengan sedikit ragu ia keluar dari kamar itu dan menemui Irsyad yang tengah duduk di ruang tamu menunggunya turun, sesaat Irsyad terpanah saat melihat penampilan Rahma dengan gamis dan hijab sepanjang panggulnya itu.

Sedikit malas Rahma berdiri di depannya.

"Istri mas cantik sekali mashaAllah..." Puji Irsyad, namun Rahma malah justru memalingkan wajahnya, dengan pipi yang merona itu.

"Sudah jam sepuluh mas, kita sudah telat sarapannya tidak perlu banyak memuji seperti itu, aku tidak suka pujian." gumamnya sembari keluar dari rumah itu mendahului Irsyad namun sekilas senyum itu tersungging dari bibir manis Rahma.

"Iya baiklah Rahma ku." ucap Irsyad pelan dengan langkah kakinya itu ia pun ikut keluar rumahnya dan mengunci pintu rumah itu, sedangkan Rahma memakai sneakers nya, ya Rahma lebih suka pakai itu ketimbang sandal wanita berheels tinggi.

Di perjalanan tak henti-hentinya Irsyad bercerita panjang lebar dengan Rahma yang hanya di jawab dengan kata "ya, belum, tidak tahu, sudah, hmmm." Saat Irsyad menanyakan sesuatu padanya.

Di sebuah resto 24 jam mereka menyantap hidangan sarapan pagi yang sudah telat itu, setelahnya Irsyad mengajak Rahma mampir sejenak di sebuah taman di kawasan Harapan Indah Bekasi itu, sebelum akhirnya menuju toko baju syar'i.

"Kita mampir sebentar ya dek." ucap Irsyad yang lagi-lagi tidak di balas oleh Rahma.

Di sana mereka hanya duduk berdua di atas rumput hijau melihat orang-orang berlalu lalang menikmati hari akhir pekan di sana.

Pandangan Rahma tertuju pada seorang pria yang tengah berjalan beriringan dengan seorang wanita dan snelli jas tergantung di lengannya.

Ia jadi ingat postur tubuhnya sama persis dengan mendiang Fikri yang saat itu juga membuat Rahma menitikkan air mata, sehingga membuat Rahma menyeka nya cepat, menyadari Rahma menangis Irsyad pun menoleh.

"Dek Rahma nangis, ada apa?" tanya Irsyad.

"Tidak apa mas, Rahma mau pulang saja." ucapnya murung, ia pun beranjak dan melenggang pergi menuju mobil suaminya itu terparkir.

Sedikit bingung dengan apa yang terjadi pada Rahma, karena tiba-tiba Rahma terlihat sedih dengan cepat ia pun beranjak dan menyusul Rahma.

Di dalam mobil itu Rahma menatap ke layar ponselnya dan mengusap-usap lembut, mata Irsyad pun menangkap gambar di layar ponsel tersebut.

'Itu Foto dek Rahma dengan seorang pria? Apa pria itu calon suaminya dulu ya?' gumam Irsyad, ia pun terus melajukan mobilnya menuju rumahnya.

Di sana Irsyad langsung keluar dan membukakan pintu untuk Rahma.

"Mas, Rahma bisa buka pintu mobil ini sendiri, jadi tidak usah berlebihan." ucap Rahma ketus.

"Dek, yang mas lakukan ini masih sebagian kecil kok, Rosulullah Saw saja pernah berjongkok dengan satu kaki di tekuk guna menjadikan itu sebagai pijakan salah satu istrinya saat turun dari sebuah kereta kuda." ucap Irsyad.

"Ck." Rahma pun langsung melenggang pergi ke depan pintu rumah mereka sedangkan Irsyad segera menyusul dan membuka kunci pintu rumahnya, yang saat itu juga membuat Rahma langsung masuk kedalam rumah itu bahkan tanpa mengucapkan salam.

"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh." seru Irsyad pada Rahma.

"Assalamu'alaikum." Tuturnya kemudian sembari terus melangkah masuk, Irsyad pun menggeleng.

"Aku harus mampu meluluhkan batu di hatinya itu, istri ku bukan wanita bertabiat buruk kok." gumam Irsyad, ia pun melangkah masuk setelah membaca doa masuk rumah dan salam lalu menutupnya.

Dengan memasukkan kunci mobil di kantongnya pun bergegas menuju dapur dan menyingsingkan lengannya guna membersihkan kekacauan yang di buat Rahma tadi, ya istrinya itu benar-benar masih sangat muda sehingga kebiasaannya mengerjakan pekerjaan rumah itu belum serajin yang Irsyad harapkan, namun tidak apa Irsyad tetap senang melakukannya karena untuk yang pertama kalinya dapurnya itu benar-benar berantakan semua demi Rahma nya yang tengah berusaha memasak untuknya yaaah walaupun tetap saja makanan itu tidak bisa di makan namun Irsyad tetap senang.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

kalo muda tu SMA kalo dah kerja jd perawat bahkan dah niat mau merried hrsnya bisalah untuk belajar masak ... sabar ya pak ustadz

2023-03-31

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Suami idaman nie Ustadz Irsyad,, 🥰

2022-12-22

0

Lia Muna

Lia Muna

wiynzjmk

2022-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!