pertemuan Rahma dan Aida

Selama berada di Magelang Rahma belajar banyak hal, tentang kebiasaan keluarga Irsyad yang benar-benar kental akan agama, maklum saja Ayah Irsyad itu salah satu pengurus Pondok Pesantren, mereka keluarga terpandang di kampungnya, namun hal yang membuat Rahma salut adalah kesederhanaan keluarga itu. Terlihat dari rumah orang Tua Irsyad yang hanya biasa saja, sama sekali tidak hidup bermewah-mewahan, bahkan jika di pikir-pikir, dengan kebun dan sawah yang banyak harusnya keluarga Irsyad bisa membeli apapun, belum lagi kebun tembakau yang katanya juga di miliki mereka, yang jika sekali panen bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit, namun lokasinya agak jauh karena tanah itu berada di daerah pegunungan. Bahkan kesederhanaan itu tertanam di diri Irsyad juga, yang jika sedang berada di kampung halamannya ia sama sekali tidak sungkan-sungkan melakukan pekerjaan apapun tanpa di suruh. Sungguh, seharusnya Rahma merasa lebih beruntung bukan? memiliki suami Irsyad, Seperti? Saat Irsyad membantu ayahnya di sawah, bisa di bayangkan, seorang Ustadz sekaligus Dosen masih mau membantu ayahnya di sawah, Ayah Irsyad itu memiliki sawah yang lumayan luas di dekat Pondok Pesantren yang di urus oleh Kyai Muktar Ayahnya Irsyad.

Sebenarnya, sawah itu ada yang mengurusnya tidak hanya ayahnya Irsyad sendiri ada beberapa pekerja di sana, namun Kyai Muktar tetap suka datang ke sawahnya setiap hari, kalau di tanya, rasanya senang saja berada di sawah seharian, entah itu mengecek perairan, memberi pupuk, menyemprotkan obat hama, terkadang beliau lakukan itu semua sendiri.

Siang ini, pukul sebelas siang, ibu Aminah memberikan sebuah tas anyaman pada Rahma, isinya di antara lain adalah termos, air mineral, dan rantang berisi makanan.

"Nduk, sudah tau kan sawahnya di mana, tolong antarkan ini sendirian ya? Ibu sedikit pusing." ucap Ibu Aminah halus, Rahma pun mengangguk.

"Ibu mau Rahma buatkan teh hangat dulu?" tanya Rahma.

"Tidak usah cah ayu, ibu hanya ingin istirahat sebentar saja." Balasnya. Rahma pun mencium punggung tangan ibu mertuanya itu dan pergi menuju sawah guna mengantarkan makanan untuk suaminya dan bapak mertuanya itu. Kemarin dia sudah di ajak Irsyad keliling sawah menggunakan sepeda motornya, jadi Rahma paham di mana lokasi sawahnya.

Karena tidak terlalu jauh, Rahma masih bisa jalan kaki, dan tidak butuh waktu lama Rahma pun sampai, ia melihat beberapa orang duduk di bawah pohon kelapa sedang beristirahat, termasuk suaminya, yang sudah tersenyum kepada Rahma, Irsyad pun beranjak dan menghampiri Rahma. Rahma meraih tangan Irsyad.

"Maaf tangan mas sedikit kotor ya dek." ucap Irsyad saat Rahma mencium punggung tangannya.

"tidak apa-apa mas," jawab Rahma. Irsyad pun meraih tas anyaman itu lalu menggandeng Rahma melewati jalan setapak yang sangat sempit sebagai pembatas satu petak dengan petak sawah yang lain.

"Iki Garwone samang opo syad?" (Ini Istri mu apa syad) tanya seorang bapak-bapak.

"Nggih pak lek." Jawab Irsyad.

"Wes, pantes, njuran gugupen rabi, wong ayu koyo ngene iki cah..." (Pantesan langsung buru-buru menikah, orang cantiknya seperti ini?) tuturnya yang di sambut gelak tawa semuanya. Rahma yang tidak mengerti Bahasa hanya tertunduk sembari tersenyum, Irsyad menoleh ke arah Rahma, ia sangat menyukai Rahma yang selama di sini lebih banyak mengeluarkan senyumnya, ia bahkan tidak banyak mengomel dengan nadanya yang ketus seperti saat berada di jakarta.

Setelah selesai Irsyad mencuci cangkulnya di sebuah irigasi yang berada di dekat sawah itu dengan Rahma yang berjongkok di sebelahnya.

"Dek, ade masih betah kan di sini?"

"Kenapa mas tanya itu?"

"Hanya mau tanya saja, takutnya dek Rahma sudah tidak betah." ucap Irsyad, Rahma pun terdiam, sebenarnya bukannya tidak betah, hanya merasa canggung saja, terlebih saat tidak ada pekerjaan, mau bermain ponsel tidak enak apalagi rebahan di kamar.

"Dek?" Irsyad memanggil karena tahu Rahma tengah melamun.

"Rahma betah kok," jawab Rahma lirih sembari menatap lurus ke depan. Irsyad pun menyunggingkan senyumnya.

"Alhamdulillah kalau begitu sayang." jawab Irsyad, kini dirinya sudah selesai membersihkan cangkul itu, Irsyad pun beranjak, di susul dengan Rahma.

Mereka berjalan pelan kembali ke rumah. "Dek, masakan mu itu tadi enak loh." tutur Irsyad yang saat itu membuat Rahma menoleh.

"Mas sedang mengejek Rahma ya?" tanya Rahma.

"Loh, mengejek bagaimana? Mas itu muji."

"Muji bagaimana? Mas kan tahu itu masakan ibu, bukan masakan Rahma." tutur Rahma sedikit kesal.

"Ya tapi kan ade tadi ikut bantuin, berarti sama saja, ada campur tangan mu sayang." ucap Irsyad sembari membelai kepala Rahma.

"Rahma kan hanya bagian potong sayur dan mencucinya. Bagaimana bisa di sebut itu Rahma yang memasaknya." Rahma bersungut-sungut.

"Hehehe iya juga sih, tapi intinya mas senang ade mau belajar." ucap Irsyad, sedangkan Rahma masih terdiam. Setelah keluar dari jalan setapak mereka pun berjalan di pinggiran jalan beraspal yang tidak terlalu ramai kendaraan. Hingga sebuah sepeda motor berhenti di depan mereka.

"Irsyad?" Panggil seorang kakek yang tengah membonceng seorang wanita berhijab di depannya sembari turun.

"Abah Ruri, mashaAllah." Irsyad pun memeluk kakek itu, sembari mencium punggung tangannya berkali-kali, Sedangkan wanita tadi menepikan kendaraannya di bahu jalan ia pun bersalaman dengan Rahma.

"Lama sekali tidak bertemu, terakhir kau pulang dua tahun yang lalu." Ucap abah Ruri menggunakan bahasa Jawa, sembari melepas pelukannya,

"Iya, tahun kemarin tidak bisa pulang karena banyaknya pekerjaan, di kampus dan juga mengisi dakwah," Jelas Irsyad, "abah dari mana?" tanyanya kemudian.

"Biasa, sudah sepuh jadi harus bolak balik kontrol ke puskesmas." jawabnya sembari terkekeh.

"Ya Allah jaga kesehatan ya bah, lalu? ini siapa?" tanya Irsyad pada abah Ruri sembari menunjuk ke arah wanita di sebelah Abah Ruri.

"Dia Aida, cucu abah, masih ingat kan?" tanyanya. Aida tersenyum pada Irsyad, terlihat sekilas Rahma sedikit tidak suka dengan senyum Aida pada Irsyad itu, Irsyad pun mengingat-ingat.

"Oh... Yang waktu itu masih sering di gendong sama abah, wah sudah besar sekali ternyata."

"Iya, dia baru saja lulus SMA tahun ini." jawab abah. "Ngomong-ngomong, apa dia istri mu?" tanya Abah Ruri.

"Ahhh iya bah, dia Rahma istri Irsyad, kami baru semingguan ini menikah." jawab Irsyad memperkenalkan Rahma.

Rahma pun tersenyum sembari menelungkupkan kedua tangannya di depan dada memberi salam. Yang di sambut dengan senyuman dari abah Ruri.

"Istri yang cantik, selamat untuk kalian berdua ya, Semoga kalian selalu bahagia, dan cepat punya momongan?" Ucap Abah Ruri sembari mengusap kepala Rahma dan Irsyad.

"Iya bah Aamiin." jawab Rahma dan Irsyad mengaminkan.

"Kalau begitu, abah pulang dulu, mau istirahat," ucapnya sembari senyum. Irsyad pun membantu abah Ruri mendekati motor Aida, mata Rahma masih tertuju pada gadis di hadapannya itu, karena sedari tadi pandangannya tidak lepas mengarah kepada Irsyad.

"Hati-hati Aida bawa motornya ya." ucap Irsyad halus, yang saat itu di jawab dengan senyuman dan tatapan berbinar dari mata Aida.

Motor pun melaju pelan meninggalkan Rahma dan Irsyad yang masih menatap motor itu. Rahma menoleh ke arah Irsyad yang masih menyunggingkan senyumnya.

"Sungguh, senyum mas itu murah sekali ya." tutur Rahma, sehingga membuat Irsyad menoleh.

"Ehh?"

"Iya, gadis belia itu sangat cantik, dan berhijab pula, mas pasti suka kan tipe yang seperti itu?"

"Pfffffttt. Cemburu ini pasti." tanya Irsyad.

"A... Apa? Tidak tuh, biasa saja."

"Iya, mas tau ade cemburu kan sama Aida?"

"Tidak, mas tidak usah geer ya." Wajah yang memerah itu seketika berpaling,

"Mana ada mas geer dek, orang kenyataan seperti itu? Lihat saja kau terlihat kesal karena mas senyum pada mereka kan? Lebih tepatnya karena ada Aida kan?" Irsyad terkekeh.

"I... Itu? Sudah lah..." Rahma membuang muka, ia pun melangkah lebih dulu meninggalkan Irsyad yang masih tertawa meledeknya.

"Haduh, senangnya." gumam Irsyad yang saat itu pula menyusul Rahma.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Cemburu tanda Cinta, 🤭

2022-12-23

0

Tatik Hasyim

Tatik Hasyim

baca lg dari awal sangking rindunya sama keromatisan ustadz Irsyad dan umma Rahma.... ga ada bosan2nya thorrr

2022-04-13

0

Prapti Ne Edhy

Prapti Ne Edhy

samang apaan sih? beneran ga tau aq, apa mungkin maksudnya sampean x ya? atau ada bahasa jawa samang yang emang aq ga tau ya

2021-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!