kegiatan awal Rahma di pagi hari.

Sebelum adzan subuh berkumandang, Irsyad sudah terjaga dari tidurnya, ia pun mengusap matanya yang sedikit perih sembari meraih jam weker di meja sebelah ranjangnya, matanya menyipit memastikan kalau jarum jam sudah menunjukan waktu pukul 02:47 dini hari, ia pun beranjak duduk dan membaca doa bangun tidur, setelahnya ia menoleh ke arah Rahma yang masih tertidur pulas, dengan senyum tersungging ia benar-benar merasa bersyukur memiliki istri yang sangat membuatnya betah untuk terus memandanginya, perlahan ia menurunkan wajahnya dan mencium pipi Rahma dengan waktu yang lumayan lama, sehingga membuat tubuh Rahma sedikit bergerak saat itu juga Irsyad melepaskan kecupan nya dan mengamati tubuh istrinya yang hanya membalik badan membelakanginya lalu kembali tidur.

Irsyad pun menggeleng pelan sembari tersenyum. "Sungguh nama belakang mu pas untuk mu Rahma, Quratta Aini yang artinya penyejuk hati, kau memang penyejuk hati mas saat ini bahkan mata ini tidak bisa lepas untuk memandangi mu." gumam Irsyad sembari mengusap kepala istrinya, ia pun beranjak menuju kamar mandi guna bebersih dan melangsungkan sholat tahajjud sembari menunggu subuh tiba.

Sebenarnya ia ingin melakukan sholat tahajjud bersama Rahma, namun ia lebih kasihan karena Rahma terlihat sangat lelah membuatnya urung untuk membangunkannya sekarang.

Setelah melangsungkan sholat sunnahnya itu Irsyad berzikir sejenak hingga tak lama ia mendengar Adzan subuh dari sebuah pengeras suara yang berasal dari masjid di dekat rumahnya.

"Alhamdulilah, saatnya membangunkan Rahma," gumamnya ia pun beranjak dari tempat sujudnya dan berjalan menuju kamarnya. Perlahan ia membuka pintu itu dan masuk lalu duduk di sebelah Rahma, dengan sangat hati-hati ia menyentuh bahu Rahma dan menggoyangkannya sedikit.

"Rahma," panggil Irsyad halus berusaha membangunkan istrinya.

"Rahma istri ku, ayo bangun kita sholat dulu." Sedikit susah membangunkan Rahma yang hanya bergerak sesaat lalu kembali memeluk bantal gulingnya.

"Sayang ku Rahma... Ayo bangun dulu, nanti keburu terbit loh matahari nya." Irsyad masih terus berusaha.

"Emmmmmm, lima menit lagi mas, Rahma masih ngantuk." ucap Rahma dengan suara seraknya dan mata yang masih terpejam.

"Hei, mati tidak menunggu lima menit lagi, ayo bangun nanti bisa tidur lagi Rahma." Bujuk Irsyad masih terus berusaha.

"Ck," Rahma mengecak, namun tubuhnya masih tidak bergerak, selimut dan bantal itu masih terlalu nyaman baginya.

Melihat Rahma yang masih susah di bangunkan, Irsyad pun menurunkan wajahnya lalu berbisik di dekat telinga Rahma.

"Ade mau bangun terus ke kamar mandi sendiri atau mas gendong ade sampai ke kamar mandi nih?" tuturnya yang seketika itu membuat mata Rahma terbuka, dan langsung beranjak duduk.

"Rahma bisa jalan sendiri" jawabnya yang langsung berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh sedikit oleng.

"mandi sekalian ya bidadari ku jangan hanya mengambil air wudhu saja." Seru Irsyad yang lantas membuat Rahma menghentikan kakinya, lalu menoleh ke belakang.

"Rahma kalau mau sholat subuh tidak perlu mandi dulu mas, lagi pula ini masih terlalu pagi." ucap Rahma di depan pintu kamar mandi, perlahan Irsyad pun beranjak dan mendekati Rahma lalu menyentuh kepalanya.

"Mas mau tanya, ade itu kalau mau bertemu orang yang jabatannya lebih tinggi mandi dulu terus dandan kah atau mau seperti ini langsung menemuinya? Katakan saja seorang presiden lah misalnya." tanya Irsyad halus.

"jelas mandi mas, masa iya bertemu presiden penampilan seperti ini?"

"Kalau begitu mas tanya lagi, presiden dan Allah SWT itu kedudukannya tinggi siapa?" tanya Irsyad,

"Emmm?" Rahma bungkam.

"tinggi Allah SWT kan, masa iya sama presiden saja kita berpenampilan menarik sedangkan di depan Allah penampilannya seperti ini, harusnya kita lebih merasa tidak enak dong Rahma." ucap Irsyad halus.

"Iya Rahma mandi," potong Rahma datar yang langsung masuk kedalam bilik kamar mandi itu. Kata-kata suaminya memang tidak salah namun tetap saja ucapannya itu sudah jelas masuk ke hatinya yang merasa melakukan kesalahan sepele yang sebenarnya tidak baik jika di biarkan terus menerus.

Irsyad pun terkekeh dan berjalan keluar menunggu istrinya di ruang pesholatan.

Di sana Irsyad menunggu lumayan lama menanti Rahma yang tak kunjung turun.

Sesaat senyumnya tersungging saat mendapati Rahma datang dengan mukena yang sudah terpasang di tubuhnya.

"Nah pinter istri mas, kan enak di lihat kalau sholat sudah dalam ke adaan bersih jadi lebih khusyuk lagi kan?" ucap Irsyad yang hanya di balas dengan lirikan tajam Rahma yang langsung berjalan masuk dan berdiri di atas sajadah yang sudah di gelar oleh Irsyad.

Irsyad pun kembali ke atas sajadahnya dan mengumandangkan komat sebelum akhirnya membaca niat sholat subuh berjamaah dan mengangkat kedua tangannya mengucapkan Takbir.

Setelah dua Rakaat itu di jalankan Irsyad membalik badannya mengulurkan tangannya di hadapan Rahma yang saat itu juga di rasanya serta mengecup punggung tangannya itu. Setelahnya Rahma pun berniat beranjak namun dengan cepat di tahan Irsyad.

"Mau kemana dek?" tanya Irsyad.

"Mau masuk mas, Rahma masih sedikit ngantuk." jawab Rahma.

"Rahma, Sebaik-baiknya setelah kita selesai Sholat itu baca Zikir dulu, ayo mas tuntun kita baca Zikir sama-sama ya." Ajak Irsyad yang saat itu juga membuat Rahma mendengus sebal.

'Seperti ini nih tidak enaknya menikah dengan seorang ustadz' gerutu Rahma dalam hati yang terpaksa mengikuti kemauan suaminya itu.

Setelah lama berzikir Irsyad pun beranjak dan meraih dua Al Qur'an lalu menyerahkannya kepada Rahma satu.

"Mas? Rahma kan sudah ikut Zikir masa harus mengaji juga?" ucap Rahma mulai sebal.

"Rahma, langit masih lumayan gelap, habiskan waktu pagi ini untuk mengaji sebentar walau hanya satu muka sayang, karena waktu pagi sesungguhnya tidak baik untuk mu tidur lagi," ucap Irsyad dengan penuh kesabaran dan kelembutan.

"Hiiiiiss mas bilang tadi Rahma boleh tidur lagi kan?" seru Rahma.

"Boleh, tapi nanti sayang sebaik-baiknya waktu untuk tidur lagi itu sehabis Zhuhur ya." ucap Irsyad sembari tersenyum dan mulai memakai kacamatanya lalu membuka ayat suci yang sudah di tangannya itu, sesaat ia melirik ke arah Rahma yang masih besengut itu.

"Rahma?" Panggil Irsyad halus sehingga membuat Rahma melirik kesal kepadanya.

"Ayo buka Al Qur'an nya dan baca ya" titah Irsyad sembari tersenyum, dengan kesal Rahma pun membukanya dari Surah Al Baqarah ayat satu itu.

Dan perlahan mulai membacanya bersama Irsyad, ya walaupun bacaannya belum benar dan masih berkali-kali di benarkan oleh Irsyad, namun Rahma tetap berusaha membacanya walau masih dalam keadaan mengantuk, tak jarang berkali-kali Rahma menutup mulutnya karena menguap.

Hingga pada suatu ketika Irsyad menyadari Rahma sama sekali tak bersuara membuatnya menaikan bola mantannya melirik ke arah Rahma yang ada di depannya.

Ia melihat Rahma yang tertunduk itu tengah memejamkan matanya tertidur tanpa sadar dengan Al Qur'an masih berada di pangkuannya.

Dengan perlahan Irsyad menoleh ke samping kirinya dan meraih kotak tissue kecil yang masih berbungkus plastik. Dengan senyum jail nya Irsyad sedikit membungkuk dan mengambil ancang-ancang dengan satu tangannya yang mulai terangkat namun tidak terlalu tinggi.

Ia pun membidik kearah kening Rahma dan melempar pelan sehingga tissue itu mengenai kening Rahma yang saat itu juga membuat Rahma terkesiap kaget sedangkan Irsyad kembali tertunduk menatap ke Al Qur'an ditangannya sembari terkekeh-kekeh.

"Mas ini jail ya ternyata?" Runtuk Rahma kesal, yang semakin membuat Irsyad tertawa jenaka sembari memegangi perutnya.

"Haduuhhh maaf dek, habis ade? di suruh ngaji malah tidur," ucap Irsyad masih terkekeh-kekeh.

"Siapa yang tidur? Rahma memang matanya sedikit kecil makannya kalau nunduk itu pasti terlihat seperti memejamkan mata." Bantah Rahma yang masih kesal.

"Masa? Al Qur'an di tangan mu saja hampir jatuh tuh tadi, masih mau mangkir?" ucap Irsyad dengan nada meledek.

"tau ahh, Rahma sudah selesai ngajinya" Dengan jengkel dan sedikit malu Ia pun beranjak dan meletakan Al Qur'an itu di rak nya, yang saat itu juga membuat Irsyad menutup Al Qur'an itu dan meletakkannya juga di rak tersebut di sebelah Rahma sembari tersenyum namun Rahma yang melihat itu hanya membuang muka dan melenggang pergi.

"Eh Rahma, tunggu dulu" Seru Irsyad.

"Apa lagi sih mas?, nih ya semua yang mas suruh sudah Rahma jalankan, dari mandi, sholat, Zikir, ngaji juga terus apa lagi?" rengek Rahma yang semakin merasa jengkel.

"Ada satu yang belum dek?" tutur Irsyad.

"Apa?" tanya Rahma ketus.

Irsyad meletakan jari telunjuk di pipinya sembari menepuk-nepuk pelan dengan menggunakan jari telunjuknya itu.

"Cium mas dulu sini, mas nungguin loh ini." ucap Irsyad sedikit berbisik, yang saat itu juga membuat Rahma menghentakkan kakinya dan membuang muka lalu melenggang pergi dengan perasaan jengkel, melihat sikap menggemaskan Rahma membuat Irsyad terkekeh-kekeh sembari terus menatap ke arahnya.

"Rahma...Rahma..." gumam Irsyad sembari menggeleng pelan dan kembali masuk kedalam ruang pesholatan itu dan membereskan sajadahnya mereka.

Sembari melipat Irsyad pun tersenyum ia merasa bersyukur, rumah ini jadi semakin hangat semenjak adanya Rahma walaupun baru hari pertama namun Rahma sudah memberi warna untuk kehidupan barunya itu, satu misi yang harus ia tuntaskan yaitu membuat Rahma nya itu bisa mencintainya dengan ikhlas.

Terpopuler

Comments

kika

kika

gak solat di masjid kah? aku baca rumi duluan sblm ini, du crita rumi dia dipukul ayahnya klo gak solat jamaah di masjid. tpi ayahnya juga trnyata prnah gak solat jamaah d msjid...he..he..

2023-07-09

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Bagus, smbil baca novel bisa smbil belajar,,, 🥰

2022-12-22

0

Syahria Ria

Syahria Ria

☺☺☺☺ ustadz..... ustadz..... punya juga ya rasa usil...... makin seru deh ceritanya..... author nya hebat.... bgs juga alur cerita.... 🥰🥰🥰🥰👍👍👍

2022-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!