ijab qobul

Hari ini di tempat yang berbeda, Ustadz Irsyad menjabat tangan ayah Rahma dan berikrar.

"Bismillahirrahmanirrahim, saya Terima Nikahnya Rahma Quratta Aini binti bapak Akmal Sadikin, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" Dengan lantang pria itu mengucap ikrar pernikahannya dengan Rahma, di sisi lain Rahma tertunduk dengan belaian lembut ibunya yang terharu saat putrinya kini telah resmi di persunting oleh Pria bernama Irsyad itu.

"Nak, kau sudah resmi menjadi istri ustadz Irsyad, selamat ya sayang," Ibunya memeluk tubuh putrinya dengan bahagia namun tidak untuk Rahma yang merasa semua pernikahan ini adalah sebuah paksaan yang sama sekali tidak di inginkan olehnya.

Saat itu juga Irsyad menghampiri istrinya di bilik yang berbeda, ia berjongkok di hadapan Rahma.

"Assalamu'alaikum, istri ku? Bolehkah mas melihat wajah mu?" Ucap Irsyad dengan suara yang sangat lembut, yang sesaat membuat Rahma menaikan kepalanya menatap suaminya untuk yang pertama kali.

'Subhanallah, istri ku benar-benar cantik' gumamnya dalam hati, ya tidak hanya Rahma, Irsyad pun sama, ini adalah kali pertamanya melihat wanita di hadapannya itu.

Irsyad pun mengulurkan tangannya berharap Rahma akan meraih tangan itu dan mengecup punggung tangannya, dengan perlahan Rahma meraih tangan itu dan mengecupnya pelan sebagai tanda baktinya untuk pertama kali.

Senyumnya tersungging bahagia di bibir Irsyad saat Rahma mengecup tangannya itu, sesaat getaran di hatinya mulai terasa. namun tidak demikian untuk Rahma yang kembali tertunduk air matanya menetes, tangannya sedikit terkepal, bukan pria yang ada dihadapannya lah yang seharusnya menjadi suaminya, melainkan mas Fikri pria yang sangat ia cintai.

Malam itu juga, Rahma langsung di boyong ke rumah Irsyad yang lumayan besar, di sana hanya ada mereka berdua, keluarga Irsyad tinggal di Tegal Rejo, kabupaten Magelang.

Sedangkan Irsyad tinggal di daerah harapan indah bekasi.

Irsyad membuka pintunya, dengan tas Rahma yang berada di tangannya.

"Assalamu'alaikum," Ucap Irsyad saat pintu itu terbuka.

"Ayo masuk dek," Ajak Irsyad.

Tanpa berucap apapun Rahma masuk dengan perlahan, sedikit takjub ia sesaat saat dirinya melihat rumah yang lumayan besar itu.

"Selamat datang di rumah kita dek, mas harap kamu betah tinggal di sini ya?" Ucap Irsyad. Namun alih-alih menjawabnya Rahma justru berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya itu yang masih berdiri di sana, dengan senyum tersungging Irsyad mengikuti langkah istrinya yang masih terlihat bingung itu.

"Dek, kamu cari apa? Kamar kita di atas" Ucap Irsyad sopan.

"Dimana?" Tanya Rahma singkat.

"Alhamdulillah, akhirnya kamu mau membuka suara, suara mu sungguh indah Rahma," Ucap Irsyad senang.

Ya, sebagian wanita saat di puji seperti itu pasti akan senang namun tidak untuk Rahma, ia malah justru tidak senang, jangankan mendengar pujiannya, melihat wajah pria itu saja ia sama sekali tidak ingin, baginya mas Fikri jauh lebih tampan darinya. Ia pun membuang muka dan berjalan ke atas menaiki satu demi satu anak tangga meninggalkan Irsyad yang masih memandanginya.

"Orang bilang? Rahma itu sebenarnya gadis yang halus dan baik, hanya saja hatinya masih terluka jadi aku harus bisa menjadi pembalut luka yang bisa menutup luka di hatinya, semoga saja, kau bisa mencintai ku Rahma" Gumam Irsyad, ia pun kembali melangkahkan kakinya menyusul Rahma yang sudah sampai di lantai dua rumah tersebut.

"Dek, kamar kita di sebelah sini," ucap Irsyad, Rahma pun berbelok dan mengikuti langkah pria jangkung di hadapannya itu.

Sesaat Irsyad membuka pintu kamarnya, sedikit terkejut Irsyad saat melihat kamarnya sudah di hias cantik.

"Waaahhhh pasti ini di garap saat sedang akad tadi" Dia tersenyum senang lalu menoleh ke arah Rahma.

"Cantik ya dek?" Tanya Irsyad, namun Rahma tidak menjawabnya ia hanya masuk begitu saja dan duduk di atas ranjang tersebut.

'MashaAllah, kenapa aku berdebar seperti ini?? Benar ini malam pertama ku dan Rahma, aku tidak boleh gugup hanya karena melihat wanita duduk di atas ranjang ku' Gumam Irsyad tak karuan. Ia pun berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya lalu meletakkan tas Rahma di dekat lemari pakaiannya.

Rasanya sangat canggung, walaupun Rahma masih fokus melihat ke sekeliling area kamar itu namun pesona Rahma benar-benar membuat Irsyad tidak bisa melawan rasa gugupnya itu, perlahan ia melangkahkan kakinya dan duduk di sebelah Rahma.

'MashaAllah, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tau harus memulainya, bahkan aku tidak bisa menatapnya' Irsyad benar-benar gugup, perlahan wajahnya menoleh ke arah Rahma yang saat itu juga Rahma tengah menoleh kearahnya.

Kedua mata itu saling bertemu, yang saat itu juga membuat Rahma memalingkan wajahnya, sedangkan Irsyad malah justru tersenyum.

"Rahma? Kamu tidak mau melihat mas?" Ucap Irsyad.

"Aku ingin ke kamar mandi mengganti pakaian ku" Ucap Rahma gugup.

"Ohh, iya dek, namun sebelum itu" ucap Irsyad. "Bolehkah? Mas membuka hijab mu?" Ucap Irsyad yang saat itu juga membuat Rahma menoleh.

"Hi...hijab ku?" Tanya Rahma.

"Iya, mas ingin? Membuka dan melihat rambut mu sebelum kau melepaskannya sendiri di dalam bilik kamar mandi itu, boleh kan?" Tanya Irsyad.

"Untuk apa? Memang selama ini mas belum pernah lihat aku tanpa hijab? Bukannya selama ini aku memang tidak berhijab, masa iya mas tidak tau?" Ucap Rahma, Irsyad tersenyum selama seharian ini akhirnya Rahma mau berbicara banyak padanya.

"Mas tau, ade selama ini tidak berhijab, cuman mas memang belum pernah melihat diri ade yang tanpa hijab itu, tapi setelahnya mas minta Ade istiqomah mengenakan kain hijab ini ya?" ucap Irsyad.

"Aku tidak janji mas" Jawab Rahma ketus.

"Loh, itu kan kewajiban dek, ade harus pakai hijab kalau keluar rumah ya" ucap Irsyad.

"Emmm" Jawab Rahma singkat yang lantas membuat Irsyad tersenyum.

"Bagaimana? Boleh mas buka sekarang?" tanya Irsyad.

Sedikit terdiam Rahma saat mendengar hal itu, pria yang kini sudah menjadi suaminya itu menginginkan untuk membuka hijab yang menutupi kepalanya saat ini, walaupun ia bisa memperlihatkan rambutnya pada Khalayak banyak namun entah mengapa permintaan suaminya itu sangat membuatnya gugup.

"Kenapa diam dek? Tidak boleh ya?" tanya Irsyad.

"Iya boleh" Jawab Rahma datar.

Dengan bergeser sedikit tangan Irsyad mulai terangkat ia menyentuh kepala Rahma dan mulai membacakan bacaan doa sejenak dengan mata yang terpejam, sekilas Rahma menatap wajah di hadapannya itu, ya? Memang lebih tampan mas Fikri namun Mas Irsyad juga sedikit tampan baginya.

Perlahan mata Irsyad mulai terbuka sehingga membuat Rahma kembali menatap ke bawah.

"Mas buka ya?" Ucap Irsyad halus, Rahma pun mengangguk.

"Bismillah" Gumamnya, perlahan kedua tangan Irsyad mulai melepas kancing peniti yang ada di bawah dagu Rahma dan meletakkannya di atas meja lalu dengan perlahan kerudung segi empat itu di bukanya perlahan. Dengan gerakan naik ia mulai melihat warna rambut yang hitam berkilau, Irsyad merasa semakin terpesona dengan bentuk wajah Rahma itu, wajah yang putih bersih dan sejuk di pandang itu kini sudah polos tanpa hijab di atas kepalannya.

'Ya Allah istri ku? Kau benar-benar sangat cantik' Gumam Irsyad yang tengah memandangi wajah Rahma tanpa berkedip.

"Sudah kan?" Tanya Rahma memecah lamunan Irsyad, ia pun berniat beranjak.

"Tunggu istri ku" Irsyad menahannya.

"Apa lagi mas?" Tanya Rahma mulai sebal. Cuuuuupph sebuah kecupan pertama mendarat di kening Rahma, hal itu pula yang membuat Rahma membulatkan bola mantannya dengan senyum tersungging di bibirnya Irsyad menatap dalam-dalan mata istrinya itu.

"Mas belum melepas ikat rambut mu itu," ucapnya.

"Mas? Mas bisa melakukannya nanti kan,Ade mau ganti baju mas," tutur Rahma sedikit jengkel.

"ya sudah, silahkan dek." Ucap Irsyad.

Dengan cepat Rahma pun masuk ke dalam bilik kamar mandi itu, sedangkan Irsyad menghela nafas berkali-kali dengan debaran jantung yang sangat tak beraturan itu.

Irsyad menyentuh dadanya dengan senyum tersungging di bibirnya "malam ini aku benar-benar mencintai mu istri ku," Gumam Irsyad yang merasa senang.

Ia pun melepas pecinya dan meletakkannya di atas meja lalu melepas atasannya dan menggantinya dengan kaos oblong berwarna putih, ia pun menoleh ke arah pintu kamar mandi itu.

"Rahma lama sekali?" Gumamnya.

Tak lama pintu kamar mandi itu pun terbuka, ia mendapati Rahma menggunakan stelan piyama tidur dengan atasan berlengan pendek dan celana panjang nya, rambut panjang tergerai indah semakin membuat Irsyad berdebar dan membuat matanya tidak bisa lepas dari pemandangan halalnya itu.

Rahma berjalan mendekati ranjang itu dan menyibak selimutnya perlahan ia mulai merebahkan tubuhnya dengan selimut menutupi separuh badannya.

Melihat itu Irsyad pun mendekati istrinya dan duduk di sebelah Rahma berbaring.

"Dek, Ade pasti lelah? Ade mau langsung tidur?" Tanya Irsyad.

"Iya, tidak apa kan?" Tanya Rahma yang mulai memejamkan matanya.

"Ahhh iya dek, tidur saja dulu." ucap Irsyad.

'Ya benar, tidak semua pengantin ta'aruf langsung bersenggama di malam itu juga' batin Irsyad, perlahan ia mendekati wajah Rahma dan mengecup keningnya lagi, jujur saja hal itu benar-benar candu baginya sehingga membuatnya ingin mengecupnya terus menerus, namun ia harus bersabar dengan itu ia tidak mau terlalu terburu-buru, sesaat mata Rahma terbuka akibat kecupan itu, Irsyad pun kembali tersenyum.

"Selamat tidur bidadari surga ku" Ucap Irsyad sembari mengusap kepala Rahma dengan senyum tersungging di bibirnya, sehingga saat itu juga membuat Rahma memiringkan tubuhnya membelakangi Irsyad.

Irsyad pun menggeleng, ia beranjak lalu mematikan lampu kamar, menyisakan penerangan dari lampu tidur yang remang-remang dan kembali menuju ranjang tidur itu lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Rahma.

Dengan menatap langit-langit ia benar-benar tidak percaya, di sebelahnya ada seorang wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.

"Dek?" Panggil Irsyad pelan. "Sudah tidur belum?" Tangannya.

"Aku sudah mau tidur tapi mas malah memanggilku" ucap Rahma masih memejamkan matanya, Irsyad pun terkekeh.

"maaf ya, emmmm Mau mengobrol sebentar tidak?" ucap Irsyad.

"Apa?" Tanya Rahma dingin.

"Ya, apa saja tapi mas inginnya kamu dulu yang bercerita" ucap Irsyad masih menatap ke langit-langit kamarnya.

"Aku tak pandai bercerita" Jawab Rahma datar.

"baiklah kalau begitu mas yang tanya ya? mas dengar-dengar ade itu seorang perawat ya?" tanya Irsyad.

"iya" jawab Rahma singkat.

"kenapa jauh sekali di palembang? disini bukannya ada rumah sakit?" tanya Irsyad, pertanyaan itu sama sekali tidak di jawab oleh Rahma yang memilih untuk diam, merasakan hening Irsyad pun menoleh, dan memiringkan tubuhnya menghadap Rahma.

"ade? sudah tidur kah?" Tanya Irsyad.

"belum" jawab Rahma sedikit ketus, Irsyad pun terkekeh.

"mas pikir sudah, emmm sekarang giliran Dek Rahma deh yang tanya tentang mas" Ucap Irsyad.

"mau tanya apa?" ucap Rahma.

"pekerjaan mas mungkin."

"aku sudah tau mas itu Ustadz" jawab Rahma.

"mas bukan cuma Ustadz kok, tapi mas juga seorang Dosen."

"Do...dosen?" Rahma membuka matanya, ia baru tahu kalau suaminya itu adalah seorang Dosen muda.

"Iya, kau baru tahu ya?" Tanya Irsyad sedikit terkekeh yang saat itu juga semakin menikmati obrolannya.

"Aku pikir mas hanya Ustadz biasa" Jawabnya singkat ia pun kembali memejamkan matanya sehingga membuat Irsyad tersenyum.

"Iya, mas memang mengisi kultum di beberapa pengajian, tapi sebenarnya pekerjaan mas itu adalah seorang dosen." Jawab Irsyad, mendengar itu Rahma hanya membulatkan bibirnya dan tidak berniat untuk bertanya banyak, hening sesaat.

"Rahma? Boleh mas bertanya?"

"Apa?"

"Ade bahagia tidak saat ini, menjadi istri mas?" tanya Irsyad, sungguh pertanyaan itu sangat tidak ingin di jawabnya.

'Pria ini benar-benar ya? Kenapa malah menanyakan hal itu, sudah jelas kan kalau aku tidak bahagia karena pernikahan dadakan ini' gerutunya dalam hati.

"Sudah malam Mas, tidur saja" gumam Rahma yang memutuskan untuk mengalihkan pertanyaan itu,karena ia benar-benar tidak ingin menjawab pertanyaan Irsyad itu.

Ia lantas menarik selimutnya naik hingga menutupi seluruh tubuhnya dan sedikit menyisakan wajahnya,

Mendengar itu Irsyad pun tersenyum, dengan menjadikan satu tangannya sebagai bantalan ia terus menatap ke arah wajah yang hampir tertutup semuanya itu dengan selimut,

'Sungguh, mas tidak bisa berhenti memandangi mu dek' Irsyad terus memandangi wajah yang tengah terpejam di hadapannya itu hingga perlahan matanya pun mulai terpejam dan tertidur.

Terpopuler

Comments

adning iza

adning iza

dsni masih senyum² ya bi tp pas di rumi nyeseg bget

2023-05-11

0

sherly

sherly

sabar ya pak ustadz.. rahmanya lg berduka makanya agak tensian... hahahahha

2023-03-31

0

Allynda Shelly

Allynda Shelly

ustadz nya agak aagresif emang.....🤔🤔
mungkin ustadz Irsyad ingin segera memberi bahagia untuk lebih saling mengenal dr hati ke hati

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!