rasa Khawatir

Setelah selesai mendengarkan ceramah Irsyad, Rahma pun keluar lebih dulu ia paham seperti apa mobil suaminya sehingga membuatnya, memilih untuk berdiri di depan mobil tersebut sembari menunggu suaminya selesai.

Saat datang ke masjid itu,Rahma tidak membawa kendaraannya. Rahma datang menggunakan taksi sesuai keinginan suaminya, karena setelahnya mereka akan pulang bersama menunggangi mobil Irsyad.

"Assalamu'alaikum," sapa Irsyad di belakang Rahma, Rahma pun menoleh.

"Walaikumsalam mas." Rahma meraih tangan Irsyad dan mengecup punggung tangannya, seperti biasa Irsyad pun mengusap kepala Istrinya itu.

"Ade kok menunggu di sini sih?" tanya Irsyad.

"Iya Rahma tidak mau mematahkan hati para fans mu, karena tahu ustadz tercintanya ini sudah beristri." tutur Rahma. Mendengar itu Irsyad pun terkekeh-kekeh.

"Haduh, ya tidak seperti itu juga sayang." jawab Irsyad yang di sambut dengan senyuman singkat Rahma.

"Dek, tausyiah mas bagaimana?" tanya Irsyad.

"Menyindir." jawab Rahma.

"Menyindir bagaimana?"

"Iya, mas sengaja menyuruhku datang untuk menyindir kalau aku bukan lah istri sebaik Khadijah kan?" tutur Rahma. Yang saat itu membuat Irsyad tertawa.

"Ya Allah dek, tidak seperti itu juga dong, ade tetap istri yang sangat baik untuk mas kok, mas bahkan sangat mencintai ade seperti Baginda Nabi mencintai Khadijah." ucap Irsyad. Rahma pun tersipu, ia menatap ke arah suaminya.

"Tapi kok Rahma takut ya mas." ucap Rahma.

"Takut? Takut apa sayang?" tanya Irsyad.

"Takut kalau mas akan bertemu Aisyah nya mas." ucap Rahma.

"Aisyah mas? Ade tuh bicara apa sih?"

"Maksud Rahma, Rahma takut jika mendengar tentang poligami, seperti kultum mas tadi, karena sepertinya Rahma tidak akan sanggup seperti Khadijah." ucap Rahma.

Irsyad terkekeh "owalah dek, mas pikir Aisyah siapa." Irsyad geleng-geleng kepala.

"Rahma serius mas." ucap Rahma dengan tatapannya yang berubah sendu. Irsyad pun tersenyum.

"Mas juga tidak akan sanggup dek, jika harus berpoligami." jawab Irsyad lembut sembari menyentuh kepala Rahma. "Karena, mau seperti apapun mas adil pada istri-istri mas, pasti akan menyakiti salah satunya, dan mas tidak mau menyakiti hati dek Rahma." jawab Irsyad. Rahma pun tersentuh ia mengulur tangannya.

"Mas mau berjanji? Kalau mas tidak akan berpoligami?" ucap Rahma. Irsyad pun tertegun.

Karena ia tidak pernah tahu dengan apa yang terjadi kedepannya, perlahan ia meraih tangan Rahma dan menjabat nya.

"Mas tidak bisa berjanji tentang apapun yang belum terjadi sayang. Yang pasti mas ingin setia kepada mu, dan berusaha hanya memiliki satu ratu di hati mas, yaitu Rahma Qurrata Aini." Jawab Irsyad tulus. Rahma tersenyum dan berharap semoga tidak akan pernah ada yang namanya duri di dalam rumah tangganya.

"Ya sudah kita pulang yuk." ajak Irsyad, yang di balas dengan anggukan kepala Rahma.

Mobil mereka pun mulai melaju keluar dari area masjid tersebut, sebelum pulang ke rumah mereka mampir ke sebuah resto untuk membeli makanan siap saji dan memakannya di rumah.

Tangan Irsyad sesekali meraih tangan Rahma saat dirinya tengah berada di sebuah lampu merah, tak lama sebuah motor melintas di depan mereka dan bertabrakan dengan mobil dari arah yang berlawanan.

"Inalillah...." seru Irsyad, saat itu beberapa orang berkerumun menolong seorang wanita pengendara sepeda motor tersebut.

"Kita menepi dulu ya dek." ucap Irsyad, Rahma pun mengangguk. Setelah menepikan mobilnya Irsyad pun keluar menghampiri kerumunan itu. Beberapa orang menolong pengendara motor tersebut, dengan posisi kaki terjepit gadis itu terus mengerang sembari menangis. Di sisi lain Irsyad menerobos mereka semua. Dan mendapati gadis itu adalah Aida, sempat berfikir sejenak kenapa bisa Aida ada di jakarta, ia pun membantu menolong Aida dan meminta orang-orang itu membawa Aida ke mobilnya.

Rahma sempat keluar dan membuka pintu tengah mobilnya saat orang-orang itu membawa korban yang masih mengerang kesakitan itu ke arah mobil mereka. Rahma masih belum paham kalau wanita itu adalah Aida. Ia hanya ikut panik karena korban sudah berada di dalam mobil itu.

"Terimakasih bapak-bapak, saya permisi dulu untuk membawa korban ke rumah sakit." tutur Irsyad yang di iyakan oleh semuanya.

Dengan cepat Irsyad pun membawa Aida menuju rumah sakit terdekat. Rahma yang turut duduk di tengah guna menjaga dan menenangkan korban itu terus mengamati korban yang wajahnya seperti tidak asing untuknya. Namun karena rasa paniknya ia pun tidak berusaha keras untuk mengingat siapa wanita ini, yang ia pikirkan adalah wanita itu harus cepat di tangani.

Di salah satu rumah sakit, Irsyad menghentikan mobilnya di depan pintu masuk UGD, di sana beberapa tim medis membantunya dan memindahkan tubuh Aida ke atas bed.

Ada keanehan di diri Irsyad bagi Rahma, pasalnya suaminya itu terlihat sangat khawatir. Sehingga membuatnya bertanya-tanya.

Rahma pun menyentuh punggung Irsyad yang tengah berdiri di depan pintu ruangan UGD tersebut.

"Mas." Panggil Rahma. Irsyad pun menoleh.

"Mas kok sepertinya khawatir sekali sama gadis itu." tanya Rahma.

"Ade, tidak paham kalau dia itu Aida?" tanya Irsyad pelan.

"Aida yang?" Rahma berusaha mengingatnya. "Yang di Magelang itu?" tanya Rahma, Irsyad pun mengangguk.

"Ba...bagaimana bisa Aida ada di Jakarta?" tanya Rahma.

"Mas juga belum tahu dek, nanti kita cari tahu ya, yang pasti saat ini mas berharap sekali Aida tidak apa-apa." ucap Irsyad.

Rahma termenung menatap ke arah Irsyad yang sangat terlihat khawatir sembari menatap lurus ke arah ruangan UGD lebih tepatnya di sebuah bed yang tertutup tirai hijau. Entah mengapa, Rahma merasa cemburu hanya karena masalah seperti itu.

Iya memang, selama ini Rahma juga selalu kesal jika suaminya di dekati wanita lain atau bahkan hanya sekedar menelungkup kan telapak tangannya Sembari tersenyum pada para jamaah wanitanya. Namun tidak untuk kali ini, dari semenjak pertemuannya dengan Aida untuk yang pertama kali, hingga saat ini, Rahma memang sudah merasa khawatir kalau Irsyad akan menaruh rasa pada wanita berhijab itu, ya walaupun itu hanya terlintas sekilas di pikirannya saja.

Setelah Aida mendapatkan penanganan medis, seorang perawat pun keluar menemui Irsyad dan Rahma.

"Mohon maaf apa Anda wali dari pasien tersebut." ucap perawat tersebut dan Irsyad pun mengangguk cepat.

"Maaf Tuan, Anda harus masuk sebentar, karena dokter ingin bicara pada Anda." ucap perawat tersebut.

"Dek sebentar ya." ucap Irsyad sembari membuka pintu ruangan UGD tersebut, di sana Rahma hanya terdiam sembari mengamati suaminya yang tengah mendengarkan dengan serius dokter itu berbicara, sedangkan pandangannya terus berfokus pada Aida, yang dari luar ini, suaranya masih terus terdengar kesakitan.

"Rahma, suami mu itu hanya menolong adik angkatnya, kau tidak perlu cemburu." gumam Rahma lirih menenangkan dirinya sendiri, dan memutuskan untuk menjauh dari ruangan UGD tersebut, sembari menunggu Irsyad keluar.

Terpopuler

Comments

M. Namikaze

M. Namikaze

bisa sama gini ya, pernah sekali waktu saya ngisi kultum tarawih, udahnya dirumah istriku bilang "td sengaja nyindir ya???"

2024-10-03

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Jadi ikutan was" nih, 🙈

2022-12-23

0

Rafika Aprilyanti Alfian

Rafika Aprilyanti Alfian

thoor aku tuh paling gelisah klu ada berbau" pelakor apa lgi poligami aku paling gk suka loh thoor semoga Rahma slalu untuk selamanya buat ustadz Irsyad yah thoor

2022-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!