menjalani kewajiban seorang istri

Selepas sholat zhuhur berjamaah Rahma pun tertidur pulas di atas ranjangnya, Irsyad yang mengamati istrinya terlihat sangat mengantuk sekali membuatnya merasa kasihan, ya hal itu mungkin tidak biasa untuk Rahma, namun membiarkannya bangun siang juga tidak baik Irsyad pun menyalakan AC kamarnya agar Rahma bisa lebih nyaman lagi tidurnya.

Karena tidak ingin mengganggu tidur Rahma Irsyad pun berjalan ke bawah menuruni anak tangga menuju ruang tengahnya sembari menonton acara televisi ia pun merebahkan tubuhnya di sofa dengan mata yang mulai menyipit Irsyad pun terpejam tanpa sadar dengan Televisi yang masih menyala.

Hingga dua jam lamanya, Irsyad mulai terjaga ia mengusap-usap matanya itu dan meraih remote TVnya lalu mematikannya langsung, matanya lantas beralih pandang pada jam di dinding yang sudah menunjukan pukul setengah tiga sore, dengan cepat Irsyad pun beranjak menuju kamarnya, ia melihat Rahma masih tertidur pulas di sana membuat Irsyad mendekatinya lalu mengecup keningnya, sesaat Rahma pun bergerak, dengan salah satu kancing bajunya yang terlepas sehingga bagian dadanya itu sedikit terlihat dan saat itu juga membuat Irsyad memalingkan wajahnya cepat.

"Astaghfirullah, benar Rahma kan istri ku, tapi aku belum berani melihat bagian dadanya." gumamnya lirih dengan wajah yang masih berpaling, dan tangan yang gemetaran itu Irsyad menutup kancing baju Rahma sehingga bagian dada Rahma bisa tertutup lagi.

Dengan wajah yang memerah Irsyad berjalan cepat menuju kamar mandinya, dan menutup pintu itu. Di dalam kamar mandi itu nafasnya sedikit tersengal-sengal, bibirnya terus bergumam beristighfar berkali-kali, karena merasa berdebar dengan getaran hati yang tak beraturan juga tubuh yang tiba-tiba memanas.

Yaaaahh Ia mulai menyadari, itu kali pertama Irsyad melihat itu sehingga membuatnya yakin kalau hasratnya sebagai seorang pria mulai keluar, demi mendinginkan kepalanya dengan cepat ia membaca doa dan melepas pakaiannya lalu menyirami kepalanya berkali-kali.

Setelah mandi dan mengenakan pakaian koko nya ia pun membangunkan Rahma, mengajaknya menjalankan sholat Ashar berjamaah seperti biasa Rahma sangat susah di bangunkan membuat Irsyad terus berusaha membujuknya, yang dengan di akhiri drama kesalnya Rahma yang berjalan cepat sembari bersungut-sungut karena harus menjalani kemauan suaminya itu.

Setelah sholat Ashar Irsyad mengajak Rahma lagi menuju Mall guna mencari pakaian untuk Rahma, dengan rasa malas Rahma berjalan mengikuti langkah suaminya itu yang tengah memilihkan pakaian untuk Rahma.

"Ini bagus, Ade suka tidak?" tanya Irsyad.

"Semua baju ini seperti wanita tua semua mas, mana ada yang Rahma suka." jawabnya ketus.

"Dek?" Panggil Irsyad.

"Iya, iya terserah mas saja, sudah yuk kita pulang, Rahma tidak betah keluar lama-lama" rengek Rahma.

'Lebih tepatnya tidak betah memakai hijab besar ini, aku malu sekali rasanya seperti ibu-ibu.' batin Rahma.

"Ya sudah mas bayar dulu ya semua ini, ade tunggu sini." ucap Irsyad.

"Ya" jawabnya singkat.

Di depan Kasir Irsyad menyerahkan baju-baju itu pada kasir tersebut. Setelah menghitungnya Irsyad pun membayarnya sembari menunggu baju-baju itu di kemas Irsyad masih berdiri di meja kasir tersebut dan disaat yang bersamaan ada seorang wanita bercadar yang menghampiri Irsyad.

"Assalamu'alaikum Ustadz Irsyad, ya Allah ternyata benar ini Ustadz." ucap Wanita itu nampak senang , yang saat itu juga membuat Ustadz Irsyad menoleh.

"Eh Walaikumsalam, iya maaf siapa ya?" tanya Irsyad bingung karena wanita itu bercadar membuatnya tidak bisa mengenali.

"Saya, Maeddah salah salah satu jamaah Ustadz." jawabnya.

"Oh... Iya maaf saya tidak begitu paham," Mata Irsyad tertuju pada Rahma yang tengah melihatnya jengkel dan langsung membuang muka dan keluar toko tersebut.

"Silahkan Ustadz" ucap seorang kasir pada Irsyad sembari mengulurkan tas belanjaannya itu.

Irsyad pun menerimanya "maaf Ukhti saya permisi dulu, terimakasih sudah berkenan mengikuti setiap pengajian saya, Assalamu'alaikum." ucap Irsyad buru-buru.

"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh." jawabnya lirih sembari geleng-geleng kepala lalu menyerahkan pakaian ditangannya itu pada kasir di hadapannya.

Ia mengejar Rahma yang sudah berjalan lebih dulu.

"Dek tunggu, kok mas ditinggal?" tanya Irsyad.

"Mas kan sedang mengobrol asik dengan ukhti itu kan? Dari pada nunggu mas lama mending Rahma keluar." Jawab Rahma ketus.

"Rahma cemburu pada mas ya?" tanya Irsyad sembari tersenyum.

"Mas? Tidak usah berlebihan deh, kita pulang sekarang saja ayok." ajak Rahma yang melangkah lebih dulu.

"Senangnya jika istri ku mulai cemburu seperti ini" Irsyad terkekeh, ia pun menyusul Rahma cepat.

***

Malam berselang di dalam kamar itu Rahma sedang duduk di atas ranjangnya sembari membalas pesan dari beberapa teman kerjanya di palembang beberapa dari mereka tidak menyangka kalau Rahma jadi menikah dengan orang lain, namun mereka juga memahami kondisi Rahma dan tidak menyayangkan hal itu.

Di saat yang bersamaan Irsyad masuk dan duduk di sebelah Rahma, dengan mata yang terus memandangi Rahma tanpa berucap Rahma pun merasa kikuk.

"Apa yang mas lakukan sih?" tanya Rahma.

"Dek, mas boleh minta sesuatu?" tanya Irsyad.

"apa?" tanya Rahma datar.

"Maaf mungkin berat untuk ade, tapi ade itu kan sudah jadi istri mas Irsyad bukankah lebih baik jika foto dalam layar depan ade itu di ganti?" ucap Irsyad sehalus mungkin, yang saat itu membuat Rahma menyadari hal itu, ya memang tidak baik terlebih pose di situ terlihat Rahma sangat mesra dengan Fikri, dengan posisi Fikri yang memeluknya dari belakang.

"Iya Akan Rahma ganti." Jawabnya.

"jangan hanya di ganti Rahma, mas minta Rahma menghapusnya juga ya." ucap Irsyad, yang saat itu membuat Rahma menatapnya cepat. "Jujur saja mas cemburu kalau lihat itu sayang, ya walaupun mas tahu hati ade masih untuk dia, tapi kan? Mas ingin ade belajar mengikhlaskan sesuatu yang sudah tidak ada di dunia ini dan kalau bisa?" Irsyad meraih rambut panjang Rahma lalu memindahkannya ke belakang bahunya. "Mas minta ade buat berusaha mencintai mas dengan ikhlas." Lanjut Irsyad masih dengan tatapan penuh arti.

Sedangkan Rahma hanya bisa tertunduk pelan, ia tau dirinya memang tidak boleh terus meratapi kepergian Fikri namun mau bagaimana pun, menjalani hubungan selama empat tahun dan hampir menikah lalu tiba-tiba kehilangannya begitu saja, sungguh hal itu membuat Rahma tidak mudah melupakan semua hal manis yang di berikan Fikri padanya.

"Dek, jangan sedih ya mas tidak memaksa kok, mas tetap menunggu cinta ade itu hadir untuk mas, dan maaf mas harus mengatakan hal lain juga pada mu." ucap Irsyad.

"Hal lain?" tanya Rahma.

Irsyad terdiam sejenak dan mendekati kening Rahma lalu mengecupnya.

"Mas harus menggauli mu sayang." ucap Irsyad lirih dengan bibir masih sedikit menempel di kening Rahma.

Mendengar itu Rahma membulatkan kedua bola matanya ia pun mendorong pelan dada Irsyad dan mulai menangis mengingat hal itu harusnya ia lakukan dengan pria yang ia cintai bukan dengannya.

"Apa...apa harus malam ini? Sedangkan Rahma belum siap mas." ucap Rahma, Irsyad pun memeluk Rahma dengan penuh kasih sayang, Rahma merasakan debaran jantung Irsyad yang sangat kuat saat dada itu menempel di dadanya.

"Rahma, ini sudah hari ke dua semenjak pernikahan kita, dan mas belum menyentuh mu, kalau hal itu mungkin bisa mas tahan cuman ini kewajiban yang harus di tunaikan, walau hanya dua minggu sekali, kita harus melakukan itu sayang." bisik Irsyad, sedangkan Rahma hanya terdiam tidak menjawabnya.

"Dek, bagaimana? Apa mas boleh menyentuh mu sekarang? Mas janji hal itu tidak akan lama hanya beberapa menit saja."

"Apa mas mau berjanji pada Rahma untuk melakukannya dua minggu sekali saja?" jawab Rahma yang saat itu membuat Irsyad terdiam, masalah hasrat ia tidak bisa berjanji untuk bisa menahannya terlebih setelah sudah merasakan hal itu untuk yang pertama kalinya, mungkin akan sulit baginya menahan untuk tidak berhubungan lagi dan menunggu sampai dua minggu kemudian.

"Mas?" tanya Rahma, Irsyad pun melepas pelukannya lalu mengusap lembut wajah Rahma.

"De, mas tidak bisa janji tapi mas akan berusaha menahannya." ucap Irsyad, "jadi, apa ade mau?" tanya Irsyad lirih.

Perlahan Kepala Rahma mengangguk, hal itu juga yang membuat Irsyad tersenyum lalu mendekatkan bibirnya di dekat kening Rahma, ia mulai mendoakan istrinya itu dan membaca doa sebelum melakukan hubungan badan mereka. Setelahnya ia pun meniup ubun-ubun Rahma sebanyak tiga kali.

"Mas matikan dulu lampu kamar ini ya, kita pakai penerangan dari lampu tidur ini saja." ucap Irsyad sedangkan Rahma masih tertunduk tanpa menjawabnya.

Sesaat lampu kamar itu telah padam Irsyad pun kembali mendekati Rahma.

Lalu menyentuh wajah yang tertunduk itu.

"Ade? Ade ikhlas kan melayani mas malam ini?" tanya Irsyad meyakinkan.

"Rahma tidak tau, namun demi kewajiban Rahma, Maka Rahma bersedia melakukannya." jawab Rahma pelan.

Perlahan Irsyad mendekati keningnya mengecupnya pelan lalu berpindah ke pipi kanan dan kirinya. Sesaat pandangannya tertuju pada bibir manis Rahma, nafas Irsyad mulai memburu. Ia pun mendekat dengan gerakan pelan lalu mengecupnya dan hanya sebatas menempelkannya saja tanpa mengulum nya.

Lumayan lama ia menempelkan bibirnya itu, dan perlahan Irsyad mulai membaringkan kepala Rahma di atas bantalnya. Ia pun melepaskan kecupan itu dan menatap ke arah wajah Rahma yang saat itu juga mulai membuka matanya.

"Mas mulai ya sayang." ucap Irsyad sembari membuka satu persatu kancing baju Rahma, dengan perasaan tak karuan Rahma memalingkan wajahnya saat Irsyad mulai menciumnya lagi.

Di dalam kamar itu Mereka mulai menyatu untuk yang pertama kalinya, dengan tubuh tertutup kain selimut, Irsyad dan Rahma menjalani kewajiban paska menikah mereka, terlihat jelas Irsyad melakukannya dengan sangat halus dan tidak terburu-buru.

Membuat Rahma merasakan kenyamanan selama tiga puluh menit penuh sentuhan cinta itu berlangsung

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

astaga 2 mgg kasian amat pak

2023-03-31

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

jadi senyum2 sendiri kan baca nya, 😅

2022-12-23

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

jadi senyum2 sendiri kan baca nya, 😅

2022-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!