harapan Aida.

Hari pun berganti, seperti yang di bilang Rahma kemarin kalau ia akan datang lagi guna menemani Aida agar tidak sendirian di rumah sakit itu. Pukul sepuluh pagi Rahma baru sempat mendatangi rumah sakit tempat Aida di rawat, Rahma mengucapkan salam sembari mengetuk pintu itu, Yang saat itu juga dirinya tersadar kalau Aida tengah menangis. Walau dengan cepat tangannya itu menghapusnya dan menyunggingkan senyum, namun tetap saja Rahma sudah memergokinya lebih dulu.

Rahma pun mendekatinya. "Aida, kenapa? Kau sakit lagi?" tanya Rahma yang merasa cemas.

"Tidak mbak, Aida tidak apa-apa." ucapnya.

"Lalu kenapa kau menangis, apa ada sesuatu?" tanya Rahma.

"Emmmm, baru saja tetangga menelfon ku, ia mengabari kalau abah sakit lagi, ia meminta ku segera pulang, namun? Mbak tahu sendiri kondisi ku. Sampai saat ini abah belum tahu kondisi ku di sini, itu lah yang membuat ku sedih, Aida ingin pulang menemui abah namun?" Aida kembali terisak, Rahma pun duduk di bednya dan memeluk Aida.

"Tabah kan hati mu Aida, abah mu pasti akan baik-baik saja kok." ucap Rahma menenangkan, Aida pun tersenyum. Sesaat pandang Rahma tertuju pada makanan rumah sakit yang masih utuh di atas meja.

"Aida, kau belum makan ya? Dan ini, obat mu juga belum di minum." ucap Rahma.

"Aida tidak nafsu makan mbak." tutur Aida.

"Iya mbak tahu, walau tidak nafsu setidaknya harus tetap makan terlebih ini sudah telat dari jam makannya dan lagi obat ini juga, kau harus meminumnya delapan jam sekali Aida." ucap Rahma yang lantas meraih nampan stainless itu.

"Mbak suapi mau ya?" ucap Rahma menawarkan, Aida pun mengangguk.

Tersirat sedikit di fikiran Aida, Rahma memang pribadi yang sangat perhatian, walau dari wajahnya terkadang terlihat jutek namun sebenarnya Rahma adalah wanita yang baik, lebih tepatnya wanita yang lebih suka berkata apa adanya dari pada harus berpura-pura baik namun menyimpan ketidak sukaan di hatinya.

Selang berapa jam Rahma mendengar suara Adzan Zuhur, dari sebuah pengeras suara di masjid rumah sakit. Rahma pun beranjak.

"Aida, mbak ke masjid dulu ya." ucap Rahma, Aida pun mengangguk.

Di dalam masjid itu Rahma mengambil air wudhu, kini dirinya sudah mulai terbiasa dengan hijab besarnya, ia pun juga sudah tidak kesulitan lagi saat mengambil air wudhu itu.

Ya selama menjadi Istri Irsyad Rahma benar-benar mulai terbiasa dengan semuanya, bahkan kini dirinya sudah bisa sholat dengan waktu yang cukup lama, tidak seperti jungkat-jungkit yang cepat kelar, ia juga menyempatkan untuk berzikir sesaat dan mengaji sejenak menggunakan Al Qur'an kecil yang selalu ia bawa di dalam tasnya.

Di sisi lain...

Tokk tokk tokk... Irsyad mengetuk pintu itu.

"Assalamu'alaikum." Sapa Irsyad, Aida pun menoleh ke arah pintu. Pandangannya berbinar, entah mengapa hatinya terasa senang saat Irsyad datang, terlebih senyumannya itu sungguh terlihat sejuk.

"Walaikumsalam warohmatulohi wabarokatu." jawab Aida.

Mata Irsyad berkelana kesegala arah sebelum akhirnya duduk di kursi yang berjarak satu meter dari bed Aida, "Aida sendirian, mbak Rahma mana?" tanya Irsyad.

"Mbak Rahma tengah melangsungkan ibadah sholat mas," jawab Aida, Irsyad pun membulatkan bibirnya.

"Bagaimana keadaan mu dek?" tanya Irsyad.

"Aida baik mas, sudah lebih baik." jawanya.

"Alhamdulillah kalau begitu." jawabnya. Sesaat Irsyad menangkap raut kesedihan pada wajah Rahma, yang kala itu tengah memegangi kakinya.

"Kenapa dek? Kok keliatannya sedih?" tanya Irsyad. Aida menghela nafas.

"Aida itu? Hidupnya sial sekali ya mas." tuturnya sembari tersenyum kecut.

"Kenapa bicara seperti itu?" tanya Irsyad sembari mengerutkan dahinya.

"Tidak mas, Aida hanya merasa, Aida adalah wanita yang tidak beruntung." tuturnya dengan pandangan nanar menghadap lurus ke depan. "Dari kecil, Aida sudah di tinggal ibu dan bapak, Aida besar bersama Abah dan lagi sekarang, Aida harus seperti ini. Aida tak yakin akan ada seorang pria yang sudi menikahi Aida nantinya." Lanjutnya dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya.

"Ade percaya tidak, jodoh itu yang mengatur Allah, mau seperti apapun keadaan mu, mas yakin akan ada pria baik hati yang akan memperistri mu dengan ikhlas." tuturnya,

"Benarkah akan ada pria sebaik itu?" tanya Aida.

"Iya, pasti ada dek." Jawab Irsyad dengan senyumannya itu.

"Semoga saja, dan Kalau ada, Aida berharap sekali pria itu pribadinya akan sama seperti mas Irsyad." tuturnya, sesaat Irsyad menarik senyumnya ia tertegun. Dan menunduk, dalam hati ia terus beristighfar.

Disaat yang bersamaan Rahma sudah berada di depan pintu bangsal tersebut. Mendengarkan pembicaraan antara Irsyad dan Aida.

Irsyad memang pribadi yang baik dan penyayang, namun bagi Rahma memberikan perhatian pada Aida sedikit membuatnya sedikit tersayat.

Terlebih kata-kata Aida tadi, ya walaupun hanya berkata tentang pribadi bukan berarti kan kalau ia mengharapkan suaminya, namun tetap saja kata-kata Aida yang polos tadi membuat genangan air mata yang tertampung di kelopak matanya itu terjatuh. Ia menyentuh dadanya, ketakutan akan kehilangan mulai kembali. Terlebih saat ini hatinya baru saja bisa mencintai suaminya itu.

Sesaat Rahma kembali tersadar dan percaya akan satu hal tentang ikrar cintanya yang selalu Irsyad sebutkan. bahwa Irsyad tidak akan pernah menduakan nya dan hanya akan ada satu ratu di hatinya yaitu Rahma,

Bibir Rahma berucap istighfar berkali-kali, ia terus berusaha menepis semua fikiran buruk yang terus mengelilingi kepalanya dan menanamkan satu hal bahwa ia sangat mempercayai suaminya, ia juga percaya pada keimanan Irsyad yang akan tetap menjaga hatinya untuk Rahma seorang.

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

💖💖💖

2021-09-12

0

Bunda Saputri

Bunda Saputri

Sadar aida

2021-08-21

0

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

aq tidak suka ada aida

2021-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!