khitbah dari ustadz Irsyad

Setelah menerima panggilan telfon dari Kyai Khalil dengan mata berbinar Pak Akmal menemui istri ibu Ratih, ia mengabarkan kalau malam ini ada seorang ustadz yang akan meng khitbah Rahma dan siap menikahinya jumat ini juga.

Dengan sedikit ragu istrinya itu menemui putri semata wayangnya itu, ia melihat Rahma masih pada posisinya, duduk di atas ranjang sembari memeluk bantalnya.

"Rahma?" Panggil ibunya yang kini udah duduk di sebelah putrinya itu, perlahan Rahma pun menoleh, matanya masih sembab dan pipinya masih basah akibat air matanya itu.

"Iya bu?" jawab Rahma serak.

"Rahma, maafkan ibu dan bapak ya, mungkin ini terlalu terburu-buru, namun ini cara tepat untuk mengobati hati yang hilang kau harus mendapatkan hati yang baru agar hidup mu lebih semangat lagi nak." ucap Ibunya itu, dengan tatapan bingung Rahma tidak mengerti.

"Maksud ibu?" tanya Rahma.

"Nanti malam, ada seorang Ustadz yang akan meng khitbah mu, kau tetap akan menikah jumat ini, namun dengan pria yang berbeda." Deeeeeeeeggg mendengar itu mata Rahma membulat.

"I...ibu, Ibu dan ayah ini apa-apaan sih? Rahma tidak mungkin bisa menikah dengan pria lain selain mas Fikri bu, apa lagi pria itu seorang ustadz." Seru Rahma yang sedikit kesal.

"Rahma dengarkan ibu, Ustadz Irsyad itu pria baik, dia pasti bisa membuat mu bahagia nak percaya sama ibu ya,"

"Tidak! Rahma tidak mau bu." Pekik Rahma yang kembali membenamkan wajahnya ke bantalnya sembari terisak.

"Ibu tau ini berat bagi mu Rahma, namun ini yang terbaik untuk mu, dan pihak keluarga Fikri juga sudah merestui itu nak, bahkan mereka yang memberi ide untuk tetap mencarikan jodoh untuk mu, agar kau tidak terus-terusan seperti ini." ucap Ibunya itu sembari mengusap punggung yang tengah bergetar itu.

"Bu, Rahma itu bukan wanita soleha, tidak berhijab, bagaimana bisa seorang ustadz mau menikahi wanita seperti Rahma? Terlebih Rahma tidak mengenalnya, Rahma tidak mau bu" ucap Rahma yang masih bersikukuh menolaknya.

"Rahma, ustadz Irsyad juga tidak mengenal mu, dia bersedia menikahi mu dan berusaha mencintaimu nak."

"Itu tandanya pernikahan ini tanpa cinta antar satu sama lain, bagaimana bisa ibu berfikir kami akan bahagia?"

"Rahma, jangan terus seperti ini, percaya pada ibu dan bapak, Pak kyai Khalil tidak akan salah memilihkan jodoh untuk mu." ucap ibunya itu mengakhiri perdebatan kecil antara ibu dan putrinya itu.

Tanpa menjawab apapun selain menangis Rahma terpaksa menerima itu, setelahnya ia tidak yakin kalau hatinya bisa sepenuhnya melayani Pria asing itu, bahkan wajahnya saja ia belum pernah melihatnya bagaimana bisa tiba-tiba pria itu menjadi suaminya dan tidur dalam satu ranjang bersamanya.

Malam itu pria yang bernama Irsyad dan Pak Kyai benar-benar datang, dengan keringat dingin dan perasaan gugup Irsyad duduk di sofa ruang tamu sederhana itu.

Ibunya Rahma datang dengan membawakan minuman dan beberapa kue kering di kaleng itu lalu menyuguhkannya pada dua tamu agungnya itu, setel berbincang basa basi cukup lama Kyai Khalil pun mengatakan maksud dan tujuannya.

"Supaya Afdol Pak Akmal, saya ingin menyampaikan sesuatu kalau saya ingin mengkhitbahkan Nak Rahma Quratta Aini untuk anak didik saya ini Irsyad Fadilah, putra dari Kyai Muktar ,Tegal Rejo magelang." Ucap Kyai tersebut, dengan Pak Akmal yang manggut-manggut sembari menyunggingkan senyum harunya.

"Saya tidak menyangka Ustadz Irsyad mau mempersunting putri bapak, bahkan siap menikahinya dengan jarak waktu yang sangat dadakan ini." ucap Pak Akmal sembari mengusap matanya yang basah.

"Iya Pak, saya mohon restu dari bapak, untuk menerima pinangan saya ini, saya siap menafkahi Rahma lahir dan batin, sekuat kemampuan saya" ucap Irsyad sembari menyunggingkan senyum.

"Terimakasih nak Irsyad terimakasih banyak, ohhh iya apa nak Irsyad mau bertemu dengan Rahma saat ini juga?" Ucap Pak Akmal menawarkan.

"Saya rasa tidak perlu Pak, biar saya melihatnya saat ijab qobul sudah terlaksana." ucap Irsyad.

"Ustadz yakin tidak ingin melihatnya dulu sebagai tanda ta'aruf pertama?" tanya Pak Akmal lagi.

"Tidak Pak, saya yakin seperti apapun wajahnya, saya akan tetap menerimanya" ucap Irsyad.

'Saya takut tidak bisa tidur akibat terus terbayang-bayang wajahnya jika aku melihatnya sekarang, terlebih Rahma belum halal bagi ku' Gumam Irsyad dalam hati.

"Ya sudah kalau begitu, tapi jujur saja, sebelum ini, putri kami tidak berhijab Ustadz, apa tidak apa-apa?" tanya Pak Akmal.

"Setelah ini, saya akan berusaha mengajaknya untuk menutup kepalanya itu dengan hijab Pak, jadi itu tidak masalah untuk saya" ucap Irsyad dengan kesungguhan hatinya, senyum merekah terlihat di bibir Pak Akmal, yang lantas memegangi tangan Irsyad sehingga membuat Irsyad terkesiap kaget.

"Terimakasih banyak Ustadz, terimakasih banyak telah menerima putri saya beserta kelebihan dan kekurangannya itu." tutur Pak Akmal bahagia.

"Pak, jangan seperti ini saya jadi tidak enak" ucap Irsyad yang merasa canggung, Pak Akmal pun melepaskan tangan calon menantunya itu.

"Baiklah Nak Irsyad kami dan keluarga sudah membicarakan hal ini pada Rahma sebelumnya, ya maaf walau sedikit berat namun Rahma tetap menerima lamaran ustadz Irsyad ini, jadi kami juga dengan sangat bahagia menerima khitbah dari Ustadz." tutur Pak Akmal dengan wajah berbinar.

Mendengar itu Irsyad pun turut berbinar, ia pun mengucap Syukur berkali-kali, dan berterima kasih pada Pak Akmal dan istrinya karena telah menerimanya.

Di sisi lain Rahma berdiri di balik pintu sembari memegangi dadanya, air mata yang sudah tak terbendung itu akhirnya berguguran sesaat saat ayahnya menerima pinangan seorang Ustadz yang sama sekali tidak ia kenal.

Ustadz Irsyad bersedia menggantikan mendiang calon suaminya yang seharusnya akan menikahinya jumat ini. Sulit di percaya memang, bagaimana bisa Ustadz itu tiba-tiba meminangnya, bertemu saja belum pernah, namun semuanya terpaksa ia Terima demi bisa tetap menjalani pernikahan ini karena persiapan sudah terlanjur di bentuk, dekorasi, katering, gedung pernikahan, dan jasa rias pengantin. Semua sudah di pesan dan tidak bisa di batalkan lagi.

Tepat dua hari setelah lamaran itu, Rahma sama sekali belum melihat wajah calon suaminya dengan sangat jelas selain dari Foto yang di berikan oleh orang tuanya.

Ya, besok adalah hari pernikahannya yang harus ia Terima dengan penuh keterpaksaan, malam ini saat Rahma akan menutup matanya, ia terkesiap saat ponselnya menyala dan mendapati sebuah pesan singkat dari seseorang yang tidak di ketahui namannya, dengan malas ia membuka dan membacanya.

(Assalamu'alaikum dek Rahma, ini mas Irsyad, maaf mas baru berani mengirimkan pesan singkat ini pada mu, jujur saja mas tidak bisa berhenti memikirkan mu malam ini, ya mungkin karena mas gugup hehehe.

Ade, mas harap saat ini ade juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan mas, dan bisa menerima mas dengan sepenuh hati. Karena besok kau akan menjadi istri mas, oh iya kalau ade tidak berkenan membalas pesan singkat mas, tidak apa dek, istirahatlah dan sampai bertemu besok ya, calon istri ku.)

"Ck" Dengan malas Rahma melempar ponselnya tanpa membalas pesan singkat itu, ia pun memiringkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya.

Sedangkan di sebrang, Irsyad tau pesan itu telah terbaca namun sudah setengah jam lamanya Rahma tidak membalas pesannya itu.

"Ya, mungkin dia masih malu-malu" Gumamnya lirih, ia pun terkekeh lalu meletakkan ponselnya ke atas meja dan mulai menengadahkan tangannya memanjatkan doa tidur, setelah selesai ia pun mengusap wajahnya dan merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya berusaha tidur secepatnya.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

hebat ya pak ustadz berani kirim pesan ... ntar tambah ngk bisa tidur looo

2023-03-31

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

semoga Ustadz Irsyad Sabar yaa

2022-12-22

0

Lia Shechibie'slove

Lia Shechibie'slove

aduhh ustadz aku meleleh dengan pesanmu, kpan aku dpt pesan nyasar darimu🤲🤲🤲🤲🤗🤗🤗

2022-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!